The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
327. Rencana Pemberontakan..



***


Keesokan paginya, Kaisar terlihat sudah bersiap dengan pakaian berburunya. Begitu pula Xia yu dan yang lainnya, mereka terlihat begitu bersemangat dihari kedua berburu.


"Dari mana saja kalian baru menampakan diri?" Tanya Xia yu pada He Tian dan Xiao Huang yang baru saja tiba.


"Kami tidak dari mana-mana, hanya terlambat bangun saja." Jawab Xiao huang berbohong.


"Ck, ternyata makhluk seperti kalian bisa kesiangan juga?" Xia yu mencibir.


"Nona, kami juga makhluk hidup, tentu saja bisa tidur sangat nyenyak dan kesiangan." Jelas Xiao Huang menjawab cibiran Xia yu. Sebenarnya dia dan He Tian tadi malam membantu pengawal bayangan menghancurkan banyak perangkap. Sayangnya tidak semua perangkap hancur, masih tersisa sekitar sepuluh jebakan yang tersebar namun lebih banyak di bagian utara.


Di saat perdebatan mereka berlangsung. Kasim Wuza memberitahukan semua orang jika Perburuan sudah dimulai. Beberapa kelompok mulai menyebar dan membunyikan sebuah genderang kecil untuk membangunkan para binatang yang tertidur dan bersembunyi.


Para putri terlihat siap memanah buruan mereka yang ternyata sedang berlarian, karena terkejut mendengar suara yang begitu berisik.


Xia yu dan Yuan Zhu-ming sudah masuk kedalam arena berburu, katanya mereka bertanding secara adil. Namun sepertinya, Yuan Zhu-Ming tidak ingin membiarkan gadisnya menang kali ini. Terlihat dari saat tembakan Xia yu yang digagalkan olehnya, padahal sudah pasti tembakan Xia yu akan tepat sasaran.


Xia yu mendengus kesal, dia pun melajukan kudanya semakin masuk kedalam hutan. Melihat itu, Yuan Zhu-Ming tidak tinggal diam. Dia menyusulnya dengan cepat meninggalkan anak buahnya yang berada di barisan belakang.


Tadi pagi dirinya mendapat informasi jika Klan Yi menyusun rencana untuk menangkap buruan dengan cara memasang perangkap. Namun Yuan Zhu-Ming tahu betul jika yang ingin mereka tangkap bukan hewan buas.


Mengingat bagaimana para pengawal bayangannya menceritakan jika jebakan yang di buat oleh mereka bisa membunuh makhluk hidup dalam satu perangkap. Maka dari itu, Yuan Zhu-Ming tidak bisa membiarkan Xia yu sendirian. Dia tidak peduli jika orang menilai dirinya telah terpikat oleh Xia yu, toh itu memang kenyataan!


Semakin masuk kedalam hutan, seorang ketua prajurit berlari dengan cepat kearah persembunyian Komandan dan Jendral nya. Dia memberitahukan kedatangan Kaisar Yuan dan Xia yu dari arah dirinya berjaga.


"Siap-siap!" Pekik Komandan prajurit pada anak buahnya.


"Baik."


Xia Yu dan Yuan Zhu-Ming melajukan kuda mereka kearah jebakan. Dua prajurit bersiap menarik tali yang sudah terpasang yang berguna sebagai tuas perangkap.


Seng Yi memberi kode untuk menarik tali itu. Saat itu juga kedua prajurit menarik tali sekuat tenaga mereka sampai membuat diri mereka terjungkal ketanah. Tali yang dipegang oleh kedua prajurit itu terlepas begitu saja. Namun siapa yang menduga, jika tidak terjadi apa-apa pada kedua orang yang menjadi target mereka.


"Kenapa bisa begini?" Tanya Seng Yi pada Komandan Prajurit. Wajahnya terlihat terkejut merasa bingung.


Hal itu juga terjadi pada Komandan Prajurit. Dia merasa heran, tatapannya lurus melihat kedua tali yang teronggok di tanah.


"Talinya.. Talinya putus." Jawab nya membela diri.


"Ergh! Dasar Tol*l! Tidak berguna!" Pekik Seng Yi seraya memberikan bogem mentahan pada anak buahnya.


"Akh.." Komandan Prajurit memekik kesakitan ketika kepalan tangan dari tuannya mengenai pipinya.


"Ini tidak mungkin.." Lirih Komandan itu sambil menyeka dari yang keluar dari sudut bibirnya. Pukulan dari tuannya sangat kuat.


"Cepat selidiki!" Titahnya pada anak buahnya.


"Baik!"


Mereka pun bergegas pergi memeriksa perangkap itu. Di atas tanah yang di bawahnya terdapat jebakan, dua prajurit berdiri menghentak-hentakkan kaki mereka. Sementara satu prajurit memeriksa tali yang tersambung pada tuas.


Ternyata tali itu putus, tanpa pikir panjang Komandan itu menarik tali yang putus hingga menyebabkan kedua prajurit yang sedang memeriksa itu terjun kedalam perangkap lalu mati dalam sekejap. Tubuh mereka berdua tertusuk oleh bambu runcing yang terpasang di bawah perangkap.


Melihat itu tentu saja semua orang terkejut. Seng yi terlihat marah, dia memberikan tatapan tajam pada Komandan prajurit.


"Menyebar, pergi ke titik penyergapan lainnya." Titahnya pada semua prajurit yang ada dalam kelompoknya.


"Siap!" Mereka segera berpencar, adik Seng Yi juga membubarkan diri bersama yang lainnya meninggalkan kakaknya seorang diri.


Mereka mengejar Kaisar Yuan dan peserta nomor sepuluh yang sepertinya sedang mengejar seekor rusa jantan.


Di dalam hutan dan di perempatan jalan setapak mereka berdua berhenti.


"Sepertinya rusa itu lari ke arah sana." Ucap Xia yu menunjuk ke arah barat.


"Tidak! Dengan jelas aku lihat dia lari ke sana." Jawab Yuan Zhu-Ming menunjuk arah sebaliknya dari tempat yang di tunjuk oleh Xia yu.


"Kalau begitu Yang Mulia memburunya lewat sana. Dan saya akan lewat sini." Ucap Xia yu menyuruh Yuan Zhu-MIng pergi ke arah yang di tunjuk nya, sedangkan dirinya akan pergi ke arah barat.


"Baiklah, setelah berburu kita bertemu kembali di sini." Jawab Yuan Zhu-Ming, dia terbawa suasana dalam perburuan itu.


Setelah mendengar itu Xia yu mengangguk paham, kemudian dia pergi lebih dulu dengan kudanya, Sementara Yuan Zhu-Ming menatap kepergian Xia yu untuk sesaat sebelum dirinya pergi ke arah timur.


Sementara, para pengawal bayangan yang mengejar tuan mereka baru saja sampai di pertigaan. Mereka bingung harus pergi ke arah mana, namun salah satu pengawal melihat siluet Kaisar Yuan yang pergi ke arah Timur. Mereka semua pun pergi ke arah timur dengan langkah ringan mereka yang terlihat seperti terbang.


Di sisi lain, Xiao Huang dan Hei Tian yang tidak ikut bersama Xia yu pun hanya mengecek keadaan di sana. Dan secara tidak sengaja mereka menemukan darah segar yang terdapat di rerumputan.


"Ini darah manusia." Ucap He Tian, yang awalnya mengira jika itu darah binatang.


"Jika di sini ada darah manusia, pasti beberapa saat yang lalu ada perkelahian." Xiao Huang menyahut.


"Coba cari lagi apa masih ada darah lainnya di sekitar sini." Ucap He tian, dia mulai berdiri dan insting hewannya beraksi.


Saat dalam pencarian, Xiao Huang menemukan beberapa orang sedang bersembunyi dibalik semak-semak. Dia pun segera memberitahu He Tian dengan melambaikan tangan padanya agar mendekat.


"Kenapa Pasukan Pengawal Klan Yi bersembunyi di sana?" Tanya Serigala Abu-abu yang datang dari arah belakang secara tiba-tiba. Hal itu membuat Xiao Huang dan He Tian sedikit terkejut.


Setelah menenangkan diri, He Tian menjawab. "Di sana ada perangkap."


"Perangkap?" Tanya Serigala Abu-abu belum mengerti maksudnya apa.


"Tadi malam, segerombolan orang sibuk membuat banyak ranjau dengan cepat." Jelas Xiao Huang.


"Sepertinya lawan sangat bersemangat sekali pada ujian berburu ini." Ucap Serigala Abu-abu mengambil kesimpulan.


"Bukan kah itu aneh? Bila itu perangkap, kenapa harus dijaga?" Tanya Xiao Huang merasa ada yang tidak beres.


"Benar. Bila ada orang, binatang buas tidak akan mendekat." Jelas He Tian.


Serigala Abu-abu menoleh pada kedua pria itu. Dia membenarkan pertanyaan Xiao Huang dan pernyataan He Tian. Pikiran Serigala Abu-abu menerawang jauh, dia sepertinya mengingat sesuatu yang terasa mengganjal dalam pikirannya sejak satu hari yang lalu.


"Akan ada pertunjukkan yang menarik. Aku akan menangkap buruan besar."


Kalimat itu terlintas di kepalanya, sekarang dia paham apa maksud dari kalimat itu. Ternyata pemberontakan akan dimulai hari ini, usai tahap ketiga saat memeriksa keadaan Jing Xia yu, Serigala abu-abu tidak sengaja mendengar percakapan antara dua orang yang dia yakini adalah menteri persenjataan.


"Sepertinya yang ingin diburu lawan kemungkinan bukan binatang buas." Lirih Serigala Abu-abu.


"Apa? Apa maksud Anda?" Tanya Xiao Huang.


Bukannya menjawab, Serigala abu-abu malah balik bertanya. "Mereka pasang perangkap di mana saja?"


"Di sana ada beberapa, di wilayah utara juga banyak, masing-masing wilayah perburuan untuk para peserta terdapat sepuluh perangkap." Jelas He Tian.


"Di sekitar Wilayah Utara? Tempat Kaisar dan Nona Xia yu hari ini berburu." Serigala abu-abu terkejut. Dia mengingat jika Tuannya dan istrinya itu berburu di wilayah Utara.


"Jadi, yang mereka buru itu bukan binatang, tetapi Nona kami dan Kaisar Yuan?" Tanya Xiao Huang ikut terkejut.


"Sepertinya begitu." Lirih Serigala abu-abu. "Lebih baik kita segera bergegas ke arah utara."


Setelah itu mereka pun pergi dari sana menuju ke arah utara.


Di bagian barat, ternyata tebakan Xia yu benar, rusa jantan yang dia dan Kaisar Yuan kejar pergi ke daerah barat. Xia yu tersenyum senang, dia melihat mangsanya tengah memakan dedaunan yang berada tidak jauh darinya.


Dengan perlahan Xia yu turun dari kudanya, dia segera mengambil busur dan anak panahnya. Berjalan dengan hati-hati mengintai mangsanya yang tidak tahu dirinya atau binatang buas itu yang akan mati.


Di atas tubuh Xia yu terdapat ranjau besi runcing yang tidak terhitung jumlahnya. Ranjau itu terlihat begitu mengerikan, jika orang yang ada di bawah tertimpa bisa dipastikan akan langsung mati secara mengenaskan.


"Tunggu dulu, sedikit lagi.." Bisik Putri Yimei dengan suara yang amat sangat pelan. Dia merasa geregetan melihat rencananya akan segera berhasil.


Xia yu mulai memasang anak panah dan menariknya, dia mengamati sekeliling hutan yang terasa sunyi. Rusa yang menjadi buruannya ada di jarak yang lumayan pas dengan busur panah yang siap menembak. Dia pun melangkah maju, semakin membuat orang yang berniat membunuhnya senang.


"Sekarang.." Kode dar Putri Yimei.


Seorang prajurit memotong tali dengan satu kali sayatan, namun hasil sepertinya mengecewakan.


"Cih, kenapa tidak berfungsi dengan baik?" Kesal Putri Yimei, dia pun beranjak dari tempat persembunyiannya dan segera menembakkan anak panah kepada Xia yu.


'Ssshhh..'


Suara angin terdengar gitu kencang di telinga Xia yu. Tanpa menoleh dia melihat satu anak panah melesat padanya. Sontak saja dia menghindar dan segera berbalik arah melihat siapa pelakunya yang berani menembakkan anak panah padanya.


"CEPAT! Bunuh rubah sialan itu!" Titahnya pada beberapa prajurit yang ikut bersamanya. Semua prajurit pun melaksanakan perintahnya.


"Ku pergilah panggil pasukan pengawal Klan Yi." Titah Putri Yimei pada pelayan pribadinya.


"Baik, Putri." Jawab pelayan itu.


****tbc


Alhamdulillah bisa up dua chapter malam ini..


Tidak terasa sampai jam segini 00.20, semoga besok pagi gak kesiangan**..