The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
73. Terciduk..



Maaf atas ketidak nyamanan nya. author kan baru jadi kurang paham dengan judul episode.. Maaf ya


________________________________________


Paviliun gardenia..


Di dalam kamar xia yu tengah duduk di dekat jendela. dia sedang membaca buku catatan kakek li, sesekali xia yu melihat ke arah fang yin yang tengah menyiram tanaman yang dia tanam.


Fang yin yang tengah menyiram bunga mendengar suara langkah kaki yang berasal dari arah luar paviliun. Dia memperhatikan seseorang yang tengah berjalan setelah melewati pembatas luar dan dalam paviliun.


Seorang laki-laki yang fang yin kenal telah memasuki halaman paviliun gardenia. Sosok itu sangat di kenal oleh fang yin karena laki-laki itu juga berasal dari kediaman jendral ho. Laki-laki itu tidak lain adalah dali pengawal yang di kenalnya.


'Kenapa paman bisa kemari..?' batin fang yin bertanya. Dia melamun karena melihat dali berada di kediaman raja liu.


Dali berjalan menghampiri fang yin yang masih melamun sampai pada saat dia berhasil mendekat pada gadis yang tengah memegang gayung batok kelapa.


"Kenapa kau melamun..?" tanya dali mengagetkan fang yin dengan suara nya.


"Paman.. Kenapa bisa ada di sini..?" tanya fang yin setelah tersadar dari lamunannya.


"Kenapa kau selalu memanggil ku paman..? Apa ku terlihat tua..?" tanya dali kesal dengan fang yin yang memanggil nya paman. Padahal dali baru berumur 21 thn.


"ti....tidak pam.. Eh kak..?" Jawab fang yin grogi karena dali semakin mendekat membuat fang yin salah tingkah.


"Jangan panggil aku paman lagi... Jika tidak aku akan membungkam mulut mu dengan mulut ku." ujar dali membuat fang yin semakin salah tingkah bahkan sekarang wajahnya memerah seperti tomat.


"Baik pam.." jawab fang yin terpotong karena terkejut dan dia merasakan benda lembut menyentuh bibir mungilnya.


...cup.. Dali mengecup bibir fang yin sekilas menghentikan ucapannya. Membuat fang yin diam dengan mata yang 😲 terbuka lebar.


"Tadi aku bilang juga apa.. jangan sebut aku dengan panggilan apa..?" ujar dali dengan nada santainya memberi pertanyaan jebakan pada fang yin.


"Paman.." jawab fang yin polos tidak tahu jika dali hanya mempermainkan nya.


Benar saja setelah fang yin menjawab dali kembali melakukan aksinya.


...Cup... Bibir Dali mengecup bibir fang yin.


...tuk.. Suara gayung tempurung kelapa terlepas dari tangan fang yin dan terjatuh ke atas batu.


Dali seakan lupa diri saat kedua kalinya mengecup bibir fang yin, dia ingin memperdalam kecupannya menjadi ciuman. Dan ciuman beberapa detik itu pun terjadi karena kebodohan fang yin.


fang yin mendorong tubuh dali sampai terjatuh di hadapannya. Dia mengusap bibirnya yang tadi di cium dali dengan tangan kosongnya.


..Hahahahahaha..... Suara tawa dari dalam paviliun. Tawa itu adalah milik xia yu yang memergoki tingkah ke dua sejoli yang Terciduk olehnya.


"Nona.." lirih fang yin mencari sosok yaang tengah tertawa itu.


"Fang yin.. Tawa siapa itu..?" tanya dali bangun dari tanah dan menghampiri fang yin.


"Kau Jauh-jauh lah.." jawab fang yin sedikit menjauh dari dali.


"Baiklah.. Asal kau tidak memanggil ku paman lagi." ujar dali mengalah.


"Baik.. Aku pergi dulu.." jawab fang yin berbalik ingin meninggalkan dali.


"Hey.. Aku belum selesai bicara." ujar dali menghentikan langkahnya.


"Apa lagi.." jawab fang yin menjaga jarak aman dengan dali.


"Tolong berikan ini pada nona sulung.. Ini di tulis langsung oleh tuan besar. Aku kemari karena di perintahkan mengantar surat ini." jelas dali memberikan surat dari jendral ho.


"Baik. Aku akan memberikan surat ini langsung pada nona." jawab fang yin mengambil surat yang di berikan dali.


"Ya sudah itu saja aku pamit.." ujar dali pamit.


"Hm.." dehem fang yin mempersilahkan dali pergi.


..cup.. Dali mengecup pipi fang yin. Lalu lari terbirit-birit takut di amuk fang yin.


"DALIIIIIII.....!" jerit fang yin geram dengan ulah dali.


Meskipun fang yin kesal tapi tidak dengan bibir nya yang tersenyum saat menyentuh pipi yang di kecup oleh dali. Rona merah di pipinya semakin memerah seperti memakai blush on warna merah cabai.


Semua tingkah fang yin dan dali di pergoki oleh ke dua mata xia yu.


"Hiburan yang sangat menyegarkan mata hahaha.. 😂😂" gumam xia yu terkekeh melihat ke romantisan pasangan muda yang terciduk olehnya.


**tbc