
***
Satu hari sebelum kedatangan Yuan Zhu-Ming ke Istana Neraka di Kerajaan Kegelapan..
Daihe telah mencari informasi tentang kisah di balik pernikahan terdahulu Xia yu dari orang-orang terdekatnya. Dia mulai bertanya pada adik laki-laki Xia yu, namun Minghao hanya memberikan jawaban yang menurutnya tidak terlalu mendetail. Tapi tidak di pungkiri, Daihe mendapatkan kisah masa lalu menyedihkan Tabib Misterius, tepatnya kisah hidup Xia wei, sebelum berganti dengan jiwa Xia yu. Daihe pun rela menurunkan harga dirinya untuk bertanya pada pelayan pribadi Xia yu.
Siang kemarin, Daihe tidak sengaja melihat guratan amarah dari wajah Fang yin ketika mendengar kabar yang di bawa oleh Xiao huang dan Hei tian. Wajah Fang yin semakin kesal ketika Xia yu memberitahu Daihe tentang pernikahannya dengan Raja Liu. Dari situlah Daihe mulai bertanya-tanya.
'Ada apa dengan gadis itu? Kenapa dia begitu marah mendengar kabar yang dibawa kedua pria itu? Memangnya ada apa dengan pernikahan terdahulu Nona Xia yu?' Batin Daihe bertanya.
Sore harinya, Daihe melihat seorang gadis berpakaian pria yang tengah dicarinya sepanjang hari. Gadis itu tidak adalah Fang yin yang sedang berdiri di tepi danau. Sosok gadis yang ingin Daihe ajak bicara, lebih tepatnya mengorek masa lalu seseorang dari Fang yin.
Wajah Fang yin yang biasanya tegas, saat itu terlihat murung. Kedua tangan gadis itu mengepal kuat sambil menatap lurus pada pemandangan indah yang ada di depan matanya. Namun sepertinya dia tidak sedang menikmati pemandangan itu. Fang yin lebih terlihat seperti sedang menatap bayangan manusia yang ada di dalam pikirannya. Dari kedua matanya tampak jelas kekesalan, kebencian dan amarah yang siap kapan saja di lampiaskan.
Dan benar saja, Gadis polos itu mulai mengumpat kasar dengan suara yang tinggi, menyumpahi seseorang dengan kata-kata kasar, sambil menendang kerikil batu yang tidak bersalah sedikitpun padanya. Daihe mengerutkan alisnya, dia tidak mengerti kenapa Fang yin menyumpahi mantan suami Xia yu sampai segitunya?
Karena rasa penasaran dengan masa lalu Xia yu, Daihe pun mendatangi Fang yin, dia yakin yang lebih tahu rincian hidup seorang Tabib Misterius adalah pelayan pribadinya. Awalnya dia mengira akan sulit mendapatkan informasi itu, namun ternyata begitu mudah. Fang yin memberitahu apa yang ingin dia ketahui dengan umpatan kekesalannya pada Raja Liu. Mulai dari kisah Xia wei bisa terjerat dalam pernikahan. Berbagai Fitnahan, siksaan, sampai perceraian pun Fang yin ceritakan semuanya.
"Kenapa Nona Xia yu tidak melawan mantan suaminya dan orang-orang yang jahat padanya waktu itu?" Ujar Daihe yang berada tepat di belakang Fang yin.
Pertanyaan Daihe tentu saja membuat Fang yin terkejut sampai dia reflex membalikan tubuhnya dengan gerakan cepat. Dia seolah sadar bahwa dirinya telah menceritakan kisah tuannya terlalu jauh. Dan Fang yin lupa kalau dirinya saat ini sedang memainkan perannya. Tapi karena memang benci terhadap Raja Liu, dia terlalu bersemangat dan lupa dengan rencana Xia yu.
'Hufh.. Hampir saja!' Batin Fang yin, dia membuang nafas secara kasar di hadapan Daihe. Lalu menoleh pada pria itu dan memberi tatapan tajam padanya.
"Kau! Sejak kapan kau ada di sini?" Tanya Fang yin dengan nada ketus.
Daihe pun menjawab tanpa rasa bersalah telah menguping umpatan kekesalan Fang yin. "Sejak kamu berteriak marah-marah dan menyumpahi mantan suami Nona Xia yu."
"Cih.. Menjauh lah dari ku!" Gertak Fang yin dengan suara yang tinggi membuat Daihe terkejut dengan keberanian Fang yin yang berani menggertak-nya.
Selama ini tidak ada yang berani berbicara kasar seperti itu terkecuali Tuannya, adiknya dan temannya. Tapi gadis ini mampu melawannya tanpa rasa takut sedikit pun. Daihe tidak tahu kalau Fang yin memiliki kekuatan bertarung yang setara dengannya. Karena Xia yu pun memberikan pelindung kekuatan untuk Fang yin.
Setelah berhasil mengintimidasi Daihe, Fang yin langsung meninggalkan pria itu seorang diri saja. Di wajahnya terdapat senyuman jenaka yang terlihat begitu manis meski senyumannya hanya samar-samar. Fang yin segera kembali ke paviliun Sakura, dia akan melaporkan tugasnya yang baru saja di selesaikan nya.
Di paviliun sakura, Xia yu begitu senang umpannya termakan dengan sempurna. Dia yakin, tidak lama lagi ikan besar akan mendatanginya.
>>>>>
Keesokan harinya, Xia yu tidak melakukan rutinitas yang berat. Dia hanya berdiam diri di halaman paviliunnya. Sedari kemarin, Xia yu terlihat tidak bersemangat. Di dalam hidupnya seolah ada beban yang membuatnya terlihat tidak bahagia.
Siang telah berganti petang, waktu menunjukkan pukul enam sore. Saat-saat yang merupakan waktu istirahat bagi sebagian orang. Namun ada pula yang memulai pekerjaan atau bersenang-senang bersama teman mereka.
Seperti halnya dengan apa yang di lakukan seseorang saat ini. Di halaman Paviliun megah tepatnya di dalam sebuah Gazebo, Xia yu dan beberapa orang terdekatnya baru saja menyelesaikan makan malam. Xiao huang dan Hei tian telah kembali ke tempat peristirahatan mereka. Meninggalkan Xia yu yang sedang asik meneguk anggur merah dengan kadar alkohol tinggi. Sementara Fang yin hanya menemani Nona-nya tanpa ikut bergabung untuk minum.
Xia yu bukanlah orang yang suka menenggelamkan kesedihannya dengan alkohol, tapi kali ini, sepertinya tidak ada apa pun selain alkohol yang bisa menghilangkan kepenatan dalam hidupnya. Rasa lelah dan kehampaan dalam hatinya terlihat jelas di wajahnya.
Dia bisa berpura-pura menjadi dingin, kejam dan percaya diri di depan teman dan orang lain. Namun, hanya dia dan Fang yin yang tahu betapa lelah hatinya.
Xia yu menuangkan segelas anggur merah lagi untuk dirinya. Dia adalah peminum yang hebat, tapi saat ini sepertinya dia, sedikit mabuk. Rona merah sudah terlihat jelas di wajahnya, bahkan kedua matanya yang selalu memberikan tatapan dingin terlihat sendu.
Melihat Nona nya sudah sedikit mabuk, Fang yin menghampirinya dan menghentikan aksi Xia yu yang akan kembali . "Nona, tolong hentikan! Anda sudah minum anggur terlalu banyak." Lirih Fang yin terlihat khawatir. 'Jangan sampai kesadaran anda hilang Nona, aku takut hal itu terjadi lagi..' Sambungnya dalam hati.
"Tidak, Fang yin.. Biarkan aku minum banyak malam ini.. Aku lelah.." Imbuh Xia yu dengan suara seperti orang mabuk. Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke tepi Gazebo.
Fang yin terus mengikuti Nona nya, dia mengulurkan tangannya untuk membantu Xia yu sambil berkata. "Tidak, Nona.. Anda sudah mabuk, sebaiknya kita kembali ke kamar.." Ujar Fang yin kembali.
Dia tidak bisa membiarkan Xia yu minum lagi. Jika itu terjadi, Xia yu akan mabuk parah. Fang yin takut Xia yu akan melakukan sesuatu yang bisa menyakiti dirinya sendiri. Fang yin tentu pernah melihat hal mengerikan ketika setengah kesadaran Xia yu hilang karena mabuk.
Xia yu menepis tangan Fang yin yang ingin membantunya berjalan. Dan dia berbalik hendak kembali berjalan ke arah tepi lain Gazebo. Ditangannya masih terdapat gelas tembaga yang berisi anggur merah. Namun karena Xia yu habis minum cukup banyak, kakinya tersandung saat berjalan.
'Aaa!'
Jerit Xia yu refleks. Begitu pula dengan Fang yin, dia berteriak memanggil Xia yu karena terkejut.
"Nona!"
Namun, sebelum tubuh Xia yu jatuh di atas tanah. Sebuah tangan kekar menangkap tubuhnya dan membawa tubuh Xia yu ke dalam pelukannya. Setelah itu terdengar suara orang berteriak.
"Apa-apaan ini?!"
Ada empat pria yang datang ke gazebo itu. Salah satunya adalah pria yang sedang memeluk tubuh Xia yu. Sementara tiga pria lainnya berdiri tidak jauh dari Fang yin dan kedua orang yang sedang berpelukan.
Daihe hampir terkencing di celana karena terkejut melihat Xia yu yang hampir terjatuh. Berbeda dengan Xia yu, dia sedikit terpana selama beberapa detik. Kemudian, dia menyadari bahwa dirinya sedang berada di dalam pelukan pria. Wajahnya langsung memerah tatkala melihat orang yang dia tunggu-tunggu, datang dengan cara yang begitu manis.
'Menyelamatkan gadis pujaannya dari rasa sakit yang tak seberapa.' Pikir Xia yu. Hatinya tergelitik ketika mendengar isi pikirannya. Dia terkekeh dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Yuan Zhu-Ming. Kemudian dia berkata.
Wajah Yuan Zhu-Ming tanpa ekspresi. Mata dinginnya melirik ke arah Daihe dan kedua anak buahnya. Pengawal Daihe selalu merasa ketakutan saat mendapatkan tatapan dingin dari Tuannya.
Xia yu merasa pusing di kepalanya, tanpa sadar dia mencoba mengulurkan tangannya untuk memegang sesuatu, tetapi kakinya tiba-tiba goyah, tidak dapat menopang berat tubuhnya yang mulai merosot kebawah tanpa sadar. Kepalanya yang pusing semakin pusing, dan secara naluriah dia menutup matanya untuk mengurangi rasa sakit.
Namun, karena ada lengan kekar yang sedari tadi memeluknya tak membiarkan tubuhnya menyentuh tanah. Yuan Zhu-ming mengangkat tubuh Xia yu dengan kedua tangannya. Dia memandangi wajah Xia yu yang mabuk dengan mengernyitkan alisnya.
"Jing Xia yu, seberapa banyak kamu minum?"
Dengan setengah kesadarannya Xia yu membuka matanya, dia menjadi bingung setelah menyadari bahwa pria itu tahu namanya. Dengan tatapan kebingungan, Xia yu bertanya pada pria itu.
"Anda mengenalku?"
Mata Yuan Zhu-Ming tenang, emosinya hampir tidak terlihat dari ekspresinya. Kemudian, bibir tipisnya tertarik ke atas.
"Tidak, aku tidak mengenalmu."
....
Yuan Zhu-Ming membawa Xia keluar dari Gazebo. Sementara Xia yu merangkul leher pria itu dengan wajah mabuk yang merona merah. Matanya juga setengah tertutup, dia sangat mabuk.
Fang yin dan ketiga anak buah Yuan Zhu-Ming mengikuti kedua insan yang pergi keluar Paviliun. Yuan Zhu-Ming mengendong tubuh Xia yu dengan gaya Bridal Style. Membawanya masuk ke dalam sebuah kereta istana Neraka. Didalam kereta, Yuan Zhu-Ming melepaskan gadis di pelukannya dan mendudukkannya di kursi kereta, kemudian dia pun duduk di samping Xia yu.
Sementara di luar kereta, Fang yin terlihat Khawatir. Dia tidak tahu akan di bawa kemana Xia yu oleh Yuan Zhu-ming. Dia bahkan bertanya pada Daihe, Bayangan Satu, dan Serigala Abu-abu. Namun mereka tidak memberikan jawaban padanya.
Bayangan Satu dan Serigala abu-abu menaiki kereta itu juga, bedanya mereka duduk di tempat kusir. Bayangan Satu bertanya.
"Kemana kita akan pergi, Tuan?"
"Gedung utama." Jawab Yuan Zhu-Ming tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Xia yu.
"Baik, Tuan."
Kereta itu pun melaju di jalan yang sunyi pada larut malam, Xia yu sangat mabuk sehingga dia menempelkan kepalanya jendela kereta dengan mata terpejam. Dia bahkan tidak mampu untuk berpikir.
Di kehidupannya yang dulu, Xia yu kalau mabuk tidak pernah membuat keributan atau pun berisik. Dia hanya akan tertidur. Hal itu menyebabkan dia tidak menyadari keadaan dirinya sendiri, apalagi untuk menyadari bahwa ada seorang pria di sampingnya. Kesadarannya lemah dan pikirannya benar-benar kacau.
Kereta itu melaju dalam keheningan yang aneh selama beberapa menit. Sebelum percakapan aneh terjadi di kursi penumpang.
Xia yu mengerutkan kening, secara tiba-tiba dia membuka matanya. Tatapannya yang samar bersinar dengan lapisan kabut bertemu dengan mata tajam bak elang. Xia yu baru saja mendapatkan mimpi aneh yang membuatnya seketika sadar dari tidurnya. Namun, ketika terbangun dia melihat tatapan acuh dari pria yang sedari tadi bersamanya.
Seketika wajahnya berubah menjadi sendu. Air mata menyeruak dari kelopak matanya yang indah, pemandangan itu dapat membuat siapa saja ikut hanyut dalam suasana haru gadis itu.
Suara seorang pria tiba-tiba terdengar di sampingnya. "Apakah pantas merasa sedih untuk pria seperti itu?"
Xia yu tersadar, dia meliriknya. Dalam penglihatannya yang kabur, seorang pria duduk di sampingnya dengan punggung tegak, matanya yang dingin sedang menatapnya. Xia yu segera menyeka air matanya dan menjawab pertanyaan pria itu.
"Siapa bilang aku sedih karena dia?" Xia yu mulai memerankan perannya.
Yuan Zhu-Ming menaikan alisnya, tatapannya tertuju pada mata Xia yu yang memerah tetapi indah.
Xia yu menjelaskan. "Aku sedih bukan karena dia. Aku sedih memikirkan diriku sendiri."
Yuan Zhu-Ming mengangguk setuju. Kemudian, dia berkata. "Apakah kamu tahu cara terbaik untuk mengatasi pernikahan yang gagal?"
"Bagaimana?" Tanya Xia yu bersemangat. 'Umpan semakin mendekat.' Sambungnya dalam hati.
"Menikah denganku!"
Dua kata yang keluar dari bibir tipis pria itu tidak di sangka membuat jantung Xia yu bergetar. Xia menatap mata Yuan Zhu-Ming dengan lekat. Mencari keraguan atau kebohongan dalam tatapannya.
Di bawah cahaya redup, postur pria itu tinggi dan tegap. Cahaya membuat bayangan di sisi wajahnya, membuat wajahnya lebih tegas dan lebih tiga dimensi. Yuan Zhu-Ming tampak dingin dan mempesona.
Ini bukan kali pertama Xia yu melihat pria yang menarik. Bahkan kedua sahabat dan adiknya pun sangat tampan. Namun, jika di bandingkan dengan pria di depannya, perbedaannya jauh sekali.
Sebagaimana bintang tidak pernah bisa bersaing dengan matahari atau bulan, pria di hadapannya terlalu mempesona. Dia seperti elang yang melayang di langit tinggi. Auranya kuat dan tak tertandingi. Belum lagi, dia memiliki wajah yang bisa membuat para wanita berteriak histeris.
Sebuah senyuman kemenangan muncul di garis bibir Xia yu. Dengan susah payah dia menelan ludah sambil menatap wajah pria itu.
"Aku bersedia.."'
**tbc