The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
199. Kesalahan yang Fatal!



***


Beberapa saat yang lalu, saat Xia yu di kejar-kejar oleh kelompok Zhen shao. Dia berlari dengan gerakannya yang aneh dan cepat, membuat Zhen shao dan yang lainnya bingung.


Tiba di depan pohon besar Xia yu melihat ke arah atas, dia mendapatkan sebuah ide untuk mengecoh Zhen shao. Xia yu pun menghilang, seolah-olah dia masuk ke dalam pohon, padahal dia hanya menghilang beberapa menit saja, dan muncul kembali di atas pohon besar lainnya.


Tidak berapa lama Yuri dan pamannya datang menyusul. Dari atas pohon, Xia yu menyaksikan dan mendengarkan semua percakapan di antara mereka bertiga.


Saat itu juga mata Xia yu terbelalak, bahkan mulutnya menganga, karena saking terkejutnya. Tapi untungnya dia tidak mengeluarkan suara. Saat mulutnya terbuka Xia yu segera menutup mulutnya, dia pun hanya bisa bermonolog dalam hati.


'Hewan penjaga hutan?! Apa yang baru saja aku dengar? Apa mereka sedang membahas hewan penjaga hutan ini? Apa? Mereka membunuh beberapa hewan penjaga dan mengambil inti kekuatan hewan itu?' desah Xia yu bermonolog dalam hatinya.


Hati Xia yu bergemuruh! Dia merasakan sesak di dadanya saat mendengar perlakuan mereka, terhadap para hewan penjaga hutan kehidupan. Dia tidak tahu jika mereka memburu penghuni hutan yang kini menjadi tanggung jawabnya.


'Kenapa Zi hua tidak memberitahuku masalah ini? Para penjaga hutan kehidupan telah diburu oleh mereka, sekarang target mereka adalah Bai shizi?


Aku tidak bisa diam saja! Aku harus memberi pelajaran pada mereka, setidaknya amarah dari arwah hewan-hewan tak berdosa itu, tidak lagi berkeliaran karena rasa dendam mereka, terhadap manusia kejam seperti orang-orang di bawah sana!' Xia yu kembali bermonolog.


Jika dia tahu mereka telah melakukan kejahatan di daerahnya, mungkin dia tidak akan melepaskan mereka begitu saja, saat dia medapatkan serangan dari mereka.


"CK.. Manusia serakah!" decak kesal Xia yu, dia pun melayangkan tatapan tajam pada kelompok itu, terutama kepada Zhen shao dan pria paruh baya itu. Tatapannya bagaikan sebilah pedang yang siap menyayat kulit anggota tubuh kelompok itu.


"Karena kalian telah kesalahan yang fatal! Berani menyentuh para penjaga hutan kehidupan, pertemuan kita hari ini adalah hari kesialan bagi kalian! Aku tidak bisa membiarkan kalian bertingkah seenaknya lagi. Akan ku tunjukkan siapa penerus penguasa hutan ini! Darah di balas dengan darah, nyawa di balas dengan nyawa, kalian akan mendapatkan penyesalan karena perbuatan jahat kalian! Tidak ada ampun bagi manusia perusak seperti kalian, lebih baik aku kirim kalian pada dewa kematian!!" ucap Xia yu dengan suara pelan, mengemukakan emosinya yang tengah menggebu-gebu.


Di saat itu juga, kelompok Zhen shao merasakan aura dingin yang mencekam, bulu kuduk mereka berdiri, bahkan mata mereka berkeliaran mencari penyebab dari aura yang mencekam itu. Namun nihil mereka tidak menemukan penyebab nya, mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Sementara Xia yu, dia baru saja menangkap sosok manusia berjubah hitam. Xia yu dapat menebak jika sosok itu adalah seorang pria. Dia bisa mengetahuinya dari bentuk tubuh sosok itu. Tinggi tubuhnya sekitar 185cm, dan bahunya sangat lebar. Pria misterius itu berdiri di balik pohon besar yang tidak jauh dari kelompok Zhen shao.


"Eh.. Siapa orang itu? Mengapa dia memata-matai kelompok tua bangka itu?" lirih Xia yu pelan, bertanya pada dirinya sendiri.


Dia mencoba membaca tingkat kultivasi dari pria itu, tapi entah kenapa dia tidak bisa membacanya. "Mungkin, kelompok itu musuhnya !" sarkas Xia yu menebak. Dia pun tidak mau lagi memperdulikan orang yang menurutnya tidak penting.


Xia yu memilih pergi dari tempat itu, sebelumnya dia memakai cadar tipis yang di dapatkan dari ruang dimensinya. Warna cadar itu sangat senada dengan pakaiannya. Xia yu tidak bisa gegabah lagi seperti tadi, saat dia berhadapan dengan kelompok Zhen shao. Xia yu tidak memakai cadar atau pun topeng, dia hanya mengandalkan penutup kepalanya untuk menutupi wajahnya.


Xia yu pun menghilang dari atas pohon, karena dia telah mendapatkan sebuah ide brilian untuk memberi pelajaran pada kelompok Zhen shao. Xia yu akan memainkan sebuah permainan, yang melibatkan dia dan penghuni hutan ini.


Permainan seperti apakah itu?


.


.


***


Tidak terasa langit semakin gelap, bulan telah menyinari langit, dan gemerlapnya bintang telah menghiasi angkasa dengan sangat indahnya. Hewan-hewan nokturnal pun telah melakukan aktifitas mereka.


Di bawah langit malam, terlihat satu kelompok manusia yang berada di hutan kehidupan telah mendirikan tenda. Mereka juga menyalakan api unggun guna menghangatkan tubuh dari dinginnya angin malam.


Terlihat pria paruh baya atau paman dari tuan muda Zhen shao dan nona Yuri, sedang berjalan menuju tenda untuk berlindung dari dinginnya malam. Entah kenapa, udara malam ini sangat dingin, dan sedari tadi suasana mencekam tidak hilang, sejak pertemuannya dengan gadis berjubah merah.


"ROARRR!"


Tiba-tiba terdengar raungan ganas tidak jauh dari kelompok Zhen shao. Pria paruh baya itu pun menghentikan langkahnya, pandangannya yang semula terlihat lelah langsung berubah menjadi tajam dan meneliti ke sekeliling tempat itu dengan hati-hati.


Yuri, Zhen shao dan yang lainnya juga mendengar raungan itu, mereka pun melayangkan tatapan pada pria paruh baya itu, mencari jawaban pertanyaan yang ada di benak mereka.


"Waspada lah!" imbuh pria tua itu memberi himbauan kepada keponakan dan yang lainnya. Kini dari sorot mata Zhen shao dan pamannya terdapat kewaspadaan yang sangat tinggi, mereka merasakan ada bahaya yang mengancam nyawa mereka.


"Roarr!"


"Ahh! Tolong!"


Tubuh mereka menegang, mencoba menebak apa yang sedang terjadi pada pemilik jeritan itu.


Yuri menatap pamannya dengan dalam, kemudian bertanya dengan hati-hati. "Paman ketiga, suara apa itu?"


Sejak mendengar raungan keras dan jeritan itu, paman ketiga telah menajamkan indra pendengarannya, dan menangkap beberapa suara langkah kaki binatang berukuran besar dan kaki kecil manusia. dia sudah bisa menebak jika langkah kaki kecil itu milik gadis berjubah merah.


"Sepertinya, ada yang sudah berani membuat sekelompok hewan buas terbangun dari tidurnya!" jawab paman ketiga menyeringai.


"..Hewan buas?" imbuh Yuri.


"Ya, naiklah ke atas pohon! Aku tidak tahu hewan buas apa yang sedang mengamuk itu?" titahnya.


"Baik paman! Kalian juga hati-hati." ucap Yuri, dengan gesit dia menyelinap ke atas pohon besar yang ada di sampingnya, dan berdiri di atas dahan yang lebar, mengawasi mereka dari atas pohon.


Beralih pada Zhen shao. "Paman, Apakah raungan keras itu berasal dari makhluk yang sedang kita cari?"


"Sepertinya bukan!"


"..?.." Zhen shao bingung, namun dia tetap mempercayai ucapan pamannya.


Di antara pepohonan yang mengelilingi kelompok Zhen shao, muncul sosok bayangan warna merah datang menghampiri mereka.


"Gadis itu?!" ucap mereka terkejut dengan kehadiran Xia yu, berbeda dengan paman ketiga, dia malah memperhatikan gerakan Xia yu yang menurutnya sangat aneh namun sangat cepat.


'Gerakannya sangat aneh, sudah jelas gadis itu tidak memiliki aura mistis, tapi kenapa gerakannya tidak terkejar oleh kumpulan binatang buas di belakangnya!' Batin paman ketiga.


Kehadiran Xia yu tidak terlalu membuat mereka terkejut, tetapi sekumpulan hewan buas yang mengejarnya lah, yang membuat mereka terkejut.


Xia yu di ikuti oleh sekumpulan Hyena yang berjumlah delapan ekor. Tubuh mereka sebesar singa jantan, mungkin karena mereka bukan hewan biasa. Rahang mereka terbuka lebar, memperlihatkan deretan giginya yang tajam dan haus akan darah, sungguh pemandangan yang membuat orang bergidik ketakutan.


"Sialan!" maki Zhen shao sambil mengeluarkan busur ajaib tingkat tiga dari kantong dimensinya. Dia masih menaruh dendam pada Xia yu, kali inin dia berniat membunuh Xia yu dengan bidikan panahnya.


"Cepat sembunyi!" titah Zhen shao pada pengawal nya, dia akan menyerang Xia yu secara diam-diam.


"Baik tuan muda!" jawab mereka serempak.


Orang-orang itu pun bersembunyi di balik pohon dan semak-semak, menuruti perintah dari tuan mudanya, mereka tahu jika Zhen shao memiliki rencana.


Zhen shao mengambil satu anak panah dari balik punggungnya, kemudian mulai membidik Xia yu. Dia akan melepaskan panah itu setelah sasarannya melewati tempat persembunyian mereka.


Ketika Xia yu melihat pria dewasa itu mengarahkan panah kepadanya, ujung bibirnya melengkung seperti pengait, terlihat sangat mengerikan.


Saat itu juga Xia yu berdecih meremehkan, menurutnya mereka hanya sekumpulan pecundang. "Cih.. Beraninya main belakang! Hanya segitu keberanian kalian? Dasar pengecut!" umpatnya.


Dihadapakan dengan orang yang berulang kali mencoba membunuhnya, Xia yu tidak akan mengampuni mereka lagi. Di tambah lagi, kedua tangannya terasa gatal. Dia akan menggunakan kelompok itu untuk menguji kekuatannya.


Targetnya sudah di tetapkan, insting pembunuhnya sudah terpancar, aura dingin sang penakluk sangat terasa. Matanya menatap tajam pada keompok di hadapannya, aura besar keluar dari tubuhnya, membuat kelompok itu, merasakan ketakutan yang tidak masuk akal, mereka merinding karena rasa ancaman luar biasa yang di perlihatkan oleh Xia yu.


Pria paruh baya itu sadar kalau gadis kecil itu sekarang sangat lah berbeda dari yang tadi dia temui. Kehadirannya sangat mendominasi, aura pembunuh yang dingin dan sorot matanya yang di penuhi rasa percaya diri, sudah cukup membuatnya meringding ketakutan.


Namun, gadis kecil itu tidak memiliki kekuatan misitis apapun. Pria paruh baya itu percaya, bahwa tidak peduli seberapa kuat aura yang di keluarkan oleh Xia yu, tidak mungkin bisa mengalahkan dia dan Zhen shao dalam pertarungan!


**tbc