
***
"Kenapa? Kau takut? Aku bahkan belum memulainya,"
Bisikan Tuan Neraka berhasil membuat bulu kuduk Xia yu merinding. Kedua mata Tuan Neraka meneliti setiap lekuk tubuh Xia yu. Dalam jarak sedekat itu, Tuan Neraka bisa melihat dada Xia yu yang naik dan turun ketika dia bernapas.
Dengan keberanian yang tersisa, Xia yu kembali berbicara. Dia memohon agar Tuan Neraka tidak melakukan pelecehan terhadapnya. Jika hal itu terjadi, bisa dipastikan bahwa tindakannya itu akan membuat Xia yu membencinya seumur hidup.
"Tuan, tolong lepaskan saya.. Saya mohon jangan seperti ini. Ini tidak baik!"
Xia yu memohon dengan wajah dinginnya. Dia memang takut Tuan Neraka akan melecehkannya. Namun sebisa mungkin dia tidak menunjukkan ketakutan itu lagi. Dia yakin bahwa Tuan Neraka hanya menggodanya saja, tidak bermaksud menodainya.
'Ck! Cepat sekali gadis ini merubah ekspresinya.' Decak Tuan Neraka yang mendengar permohonan dan melihat perubahan mimik wajah Xia yu.
Tuan Neraka menatap lurus pada wajah Xia yu. Kemudian, dia bertanya. "Nona, apa kamu sedang memohon padaku?"
"Iya, saya sedang memohon. Jadi tolong lepaskan saya. Kita bisa bicarakan masalah ini secara baik-baik oke!"
Mau tidak mau Xia yu mengakui bahwa dia sedang memohon. Ini adalah permohonan pertamanya di kehidupan keduanya. Dia harus lebih pintar ketika berhadapan dengan orang seperti Tuan Neraka. Dan Xia yu telah mengetahui alasan kuat kenapa pria itu tertarik padanya.
Ketika Xia yu memegang pergelangan tangan Tuan Neraka beberapa saat yang lalu. Hanya dalam waktu sepersekian detik itu, dia mengetahui bahwa dalam tubuh Tuan Neraka terdapat Racun Api Neraka. Racun yang berasal dari perut bumi atau sering disebut neraka bawah tanah. Racun itu mengalir dipembuluh darahnya, yang terasa panas oleh Xia yu.
"Sebenarnya, aku juga berpikir kamu tidak mungkin begitu. Bayangan Satu juga mengatakannya. Bahwa kamu adalah orang yang suci dan terhormat. Tidak mungkin kamu melakukan pemaksaan seperti ini. Kalau tidak, Bayangan Satu tidak akan membawakan dua wanita cantik untuk menemanimu tidur bukan?"
Bayangan Satu yang ada diluar hampir menangis ketika mendengarnya.
"Bisakah dia tidak membawa-bawa namaku pada setiap ucapannya?"
Bisik Bayangan Satu kepada temanya. Dia benar-benar merasa frustasi dengan apa yang dia dengar. Serigala Abu-abu hanya menangkat bahu ketika mendengar keluhan Bayangan Satu.
Setelah mendengar kata-kata Xia yu, secara tiba-tiba Tuan Neraka beranjak dari Tubuh Xia yu dan wajahnya terlihat sedikit suram. Dia duduk diatas kasur sambil membelakangi Xia yu. Kemudian dia berkata dengan suara dingin.
"Sekarang sudah larut malam. Kamu istirahatlah dikamar ini. Aku tidak akan mengganggumu lagi."
Ketika mengatakan semua itu, Tuan Neraka berdiri dan menyelimuti tubuh Xia yu dengan selimutnya. Kemudian dia berjalan kearah pintu luar. Dan ketika dia menggapai pintu untuk membukanya, Tuan Neraka kembali berkata.
"Tidurlah dengan baik, aku akan kembali setelah urusanku selesai. Jangan bertindak ceroboh jika kamu masih ingin bertemu dengan pelayan setia mu!"
Sebuah perhatian dan ancaman keluar secara bersamaan dari mulut Tuan Neraka. Setelah mengatakan itu dia keluar dengan langkah tegasnya, meniggalkan Xia yu yang sudah terduduk diatas tempat tidur.
Gadis itu mengambil bantal kecil disampingnya dan melemparkannya kearah pinyu sambil menggerutu.
"Dasar pria menyebalkan! Benar-benar menyebalkan! Ergh.."
Xia yu menatap sebal Tuan Neraka yang telah berjalan keluar pintu. Gadis itu turun dari tempat tidur dan membentangkan selimut tebal Tuan Neraka diatas tempat tidur. Kemudian dia menggulung tubuhnya sendiri dengan selimut itu, seperti sosis yang di gulung dengan telur dadar. Kemudian, dia menutup matanya dan masuk ke alam bawah sadarnya. Sebelum tidur dia terus saja menyumpahi Tuan Neraka dengan sumpah serapahnya.
...
Di halaman gedung utama, tepatnya di gazebo taman. Tuan Neraka sedang duduk di kursinya dan tidak bergerak sama sekali. Jarinya sesekali mengetuk atas meja dengan ringan. Tiba-tiba suaranya terdengar memanggil seseorang.
"Bayangan Satu."
Bayangan Satu sudah mempersiapkan diri setelah Tuan Neraka menyuruhnya untuk ikut kesana. Dia berdiri disamping Tuan Neraka.
"Ya, Tuan."
"Kamu mengatakan padanya bahwa aku menyuruhmu membawa dua wanita kesini untuk menemani aku tidur?" Tuan Neraka bertanya. Kedua matanya tersenyum samar tertuju pada Bayangan Satu. Pengawalnya tahu bahwa senyuman itu bukanlah senyuman hangat, melainkan sebuah ancaman.
Bayangan Satu tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin muncul di dahi Bayangan Satu. Dia tiba-tiba tidak bisa berbicara dengan lancar.
"Anak buah anda.. bertemu dengan Tabib Misterius. Dia menanyakan tentang kedua wanita tadi. Lalu.. lalu anak buah anda..."
Wajah Bayangan Satu berubah menjadi pucat setelah mendengarnya. Kata-kata Tuan Neraka bagaikan sebuah petasan yang meledak dikepalanya. Dia segera berlutut dan memohon kepada Tuannya.
"Tuan, tolong redakan amarah anda. Anak buah anda tidak akan melakukannya lagi!"
"Bangunlah, lupakan masalah kedua wanita itu. Tapi, jika hal ini terjadi lagi, kamu tidak akan dimaafkan dengan semudah itu!" Tuan Neraka memilih memaafkan Bayangan Satu yang berprangsangka buruk padanya.
"Terimakasih atas kemurahan hati Tuan. Anak buah anda berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
Bayangan Satu menghela nafas lega dalam hati. Dia segera berdiri dan mengangkat kepalanya untuk menatap Tuan Neraka. Dia melihat Tuannya seperti sedang berpikir.
Melihat itu, Bayangan Satu teringat dengan apa yang dia dengar dan saksikan di gedung utama. Rasa penasarannya kembali muncul dan hatinya tergelitik untuk bertanya. Namun sebelum itu meminta maaf terlebih dulu.
"Maaf, Tuan. Jika saya boleh tahu, apa.." Kata-kata Bayangan Satu terpotong karena ucapan Tuan Neraka.
"Kau ingin bertanya tentang Tabib Misterius?"
"Be.. Benar, Tuan." Jawab Bayangan Satu dengan gugup, dia takut pertanyaannya akan menyinggung hati Tuannya.
Namun siapa sangka, Tuan Neraka malah terseyum. Dia mengingat kembali cara Xia yu menghindarinya seolah-olah dia adalah seekor kalajengking beracun. Tanpa sadar, alisnya mengerut dan tangannya mengusap dagunya sambil bergumam.
"Apakah menurutmu wajahku kurang tampan?" Tuan Neraka bertanya kepada Bayangan Satu.
Ketika mendengar pertanyaan itu, Bayangan Satu sedikit tersentak. Dia tidak pernah melihat sisi Tuan Neraka yang seperti itu. Sebaliknya, Tuan neraka yang melihat anak buahnya itu terkejut hanya bisa menghela nafas. Dia pun memberitahu siapa Xia yu sebenarnya.
"Dia adalah gadis pencuri yang pernah masuk kedalam kamar penginapanku. Dia juga gadis penari yang memeriahkan pesta di istana Kerajaan Bei." 'Dan gadis yang menerobos masuk kedalam goa Hutan Kehidupan' Sambung Tuan Neraka dalam hati.
Mendengar semua itu, Bayangan Satu langsung menggali ingatannya tentang perjalannya ke Kerajaan Bei. Hingga dia mengingat kedatangan Xia yu di malam saat Tuannya berpura-pura sebagai bangsawan. Ketika mereka menginap di salah satu penginapan ternama. Salah satu penginapan miliknya.
Betapa terkejutnya Bayangan Satu, dia tidak menduga jika seorang gadis yang dia kira hanya pencuri ulung, bisa memiliki identitas lain. Yang lebih membuatnya tidak percaya adalah kemana dia selama ini. Kenapa dia tidak pernah bisa menemukannya.
"Apa kau melupakan wajahnya?" Tuan Neraka kembali bertanya.
"Saya mengingatnya." Bayangan Satu langsung menjawab setelah dia berhasil mengingat Xia yu.
"Bagus. Sekarang tolong carikan beberapa penjaga wanita untuk menjadi pelayan Tabib Misterius."
Setelah memberikan perintah Tuan Neraka berlalu dan kembali masuk ke gedung utama. Sementara Bayangan Satu masih terdiam di tempat, sebelum dia disadarkan oleh temannya.
"Bayangan Satu, apa yang kamu bicarakan bersama Tuan?" Serigala abu-abu bertanya karena rasa ingin tahunya.
Bayangan Satu menoleh pada sahabatnya dan dia menjawab singkat pertanyaan Serigala Abu-abu. "Tabib Misterius adalah seorang gadis bukan seorang pria! Besok pagi dia akan kembali pada kodratnya sebagai perempuan!"
Setelah mengatakan itu, Bayangan Satu berlalu dan melaksanakan tugas dari tuannya. Meninggalkan Serigala Abu-abu yang terkejut.
Kembali ke dalam kamar di gedung utama, Tuan Neraka sedang melihat selimut yang menggulung diatas tempat tidurnya. Dia melangkahkan kakinya untuk melihat gulungan apa itu. Seketika kedua sudut bibirnya terangkat saat mengetahui siapa yang membuat gulungan itu.
Tuan Neraka melihat wajah Xia yu yang terlihat menggemaskan dengan selimut yang menutupi setengah wajahnya. Rupanya gadis itu menggulung tubuhnya untuk pertahanan diri. Tuan Neraka menaikkan satu kakinya dan membuka perlahan selimut itu, dia takut jika Xia yu tidur dengan cara seperti itu akan membuatnya kesulitan bernafas. Maka dari itu Tuan Neraka memilih melepaskan dengan caranya sendiri. Setelah itu menyelimuti tubuh Xia yu dengan selimut tadi.
'Cup!' Kecupan hangat mendarat di kening gadis yang sudah hanyut dalam tidurnya. Karena lelah berdebat serta kejar-kejaran dengan Tuan Neraka, Xia yu tertidur sangat pulas.
"Mulai sekarang, kamu adalah wanitaku! Hanya milikku!"
Tuan Neraka memproklamirkan kepemilikannya. Dia tersenyum dan memeluk tubuh Xia yu. Kemudian dia menutup matanya sambil bergumam.
'Selamat malam..'
**tbc