
***
Keesokkan harinya, Xia yu membawa beberapa botol obat-obatan dari tingkat empat, lima dan enam yang dia buat untuk di bawa ke Pak Tua Lin. Dia yakin obat yang dia buat dapat membuat pak tua itu berlaku sopan padanya.
Ketika Xia yu sampai di Menara Medis, Pak Tua Lin merasa sangat terkejut dan bersemangat ketika melihat obat-obatan yang di bawa Xia yu. Xia yu segera memikirkan apa yang ingin dia tanyakan prihal nama tempat yang membuatnya penasaran.
Setelah menyerahkan obat-obatan itu, Xia yu pun mulai bertanya pada Pak Tua Ling sambil menyeringai.
"Pak Tua Lin, apakah aku boleh bertanya kepadamu?"
"Hahaha, ada apa? Tanyakan saja, aku pasti menjawabnya!" Jawab Pak Tua Lin yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari obat-obatan yang di bawa Xia yu.
Pak Tua Lin menyimpan obat-obatan itu dengan hati-hati. Dia memperlakukan obat-obatan itu seperti harta karun yang berharga. Dia berpikir bahwa dia ingin menunjukkannya kepada Tuan Neraka siang nanti.
"Tempat seperti apa Menara Diatas Awan itu?" Xia yu bertanya dengan acuh tak acuh sambil menyantap camilan yang ada di meja Pak Tua Lin.
"Menara Diatas Awan adalah rumah pelacuran untuk pria gay. Kenapa kamu menanyakan hal itu padaku??" Pak Tua Lin tinggal di Menara Medis seharian penuh kemarin. Dia tidak tahu bahwa Serigala Abu-abu telah di lemparkan ke Menara Diatas Awan atas perintah Tuan Neraka.
"Uhuk! Uhuk!"
Xia yu terbatuk, dia merasa sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya, sehingga membuat camilan yang seharusnya turun ke tenggorokkan malah tercekat. Dengan sigap Pak Tua Lin menuangkan air minum. Begitu pula dengan Xia yu yang langsung menenggak habis tanpa menyisakan setetes air pun.
"Pak Tua, tadi kau bilang apa?"
"Yang mana?" Tanya Pak Tua Ling terlihat bingung. Dia pun berpikir tentang ucapannya sebelum Xia yu terbatuk.
"Owh, Rumah Pelacuran Pria Gay?" Ucapnya ketika ingat.
"Apa?? Gay... Pria gay?!" Ucap Xia yu dengan kedua mata yang terbelalak kaget. Namun setelah itu, dia tertawa sampai terbahak-bahak.
"Hahahahaha! Rumah Pelacuran Pria gay!"
Pak Tua menggelengkan kepalanya ketika melihat si ayu yang terlihat sangat gembira. Dia berkata. "Jika kamu membutuhkan tanaman obat lagi, silahkan ambil saja di lantai atas. Aku akan membawa obat-obat tadi kepada Tuan Neraka terlebih dulu."
Setelah menagtakan hal itu, Pak Tua Lin meninggalkan Xia yu yang sedang terkekh sendirian.
"Lucu sekali. Aku benar-benar tidak menduga kalau Tuan Neraka mengirim anak buahnya ke tempat seperti itu. Kenapa sih dia sebenarnya?" Gumam Xia yu yang belum mengerti akan situasi tadi malam.
Dilain tempat, Pak Tua Lin tiba di gedung utama. Di sana, dia tidak melihat Serigala Abu-abu yang biasanya selalu berada di samping tuannya. Tapi dia judtru melihat Bayangan Satu yang sedang berjaga di halaman. Dia menghampirinya dan bertanya.
"Bayangan Satu, Kenapa di sini aku tidak melihat Serigala Abu-abu? Kemana dia?"
Bibir Bayangan Satu berkedut setelah mendengar pertanyaannya. Dia melirik ke dalam ruangan sebelum menjawab pertenyaanya sambil berbisik.
"Serigala Abu-abu sedang berada di Menara Diatas Awan dan melayani pelanggan!"
"Apa?!" Ucap Pak Tua Lin kaget. Dia pun bertanya sambil berbisik juga. "Me-melayani pelanggan di.. Menara Diatas Awan?"
'Apakah aku tidak salah dengar?' Batin Pak Tua Lin.
Bayangan Satu memberi isyarat kepada Pak Tua Lin untuk menjalankan suaranya sambil menuju ke dalam ruangan. Pak Tua Lin menyeka keringat dingin di wajahnya.
"Ada sesuatu yang perlu aku katakan pada Tuan. Aku akan pergi sekarang."
Di dalam ruangan, Tuan Neraka sedang duduk di meja kerja sambil membaca informasi yang di kirimkan dari berbagai tempat. Saat itu, terdengar dua ketukan pada pintu. Suara Yucheh yang memberitahukan kedatangan Pak Tua Lin pun terdengar.
"Tuan, Pak Tua Lin datang ingin melaporkan suatu hal."
"Masuklah."
Pak Tua Lin menarik nafas dan berjalan masuk. Dia melihat sosok berpakaian hitam yang sedang sibuk di belakang meja. Dia berjalan dan membungkuk dengan hormat kemudian dia memberikan tiga botol obat.
"Tuan, tiga botol obat ini dibuat oleh si Misteri dan anak buah anak anda telah memeriksanya. Semua ini adalah obat tingkat empat, lima dan enam."
"Dia meracik tiga jenis obat?" Tanya Tuan Neraka yang dapat mengetahui jenis obat yang di buat Xia yu. Namun dia lumayan terkejut dengan tingkatan ketiga obat itu.
"Benar, Tuan. Ketiga obat ini memiliki tingkatan yang tinggi dan obat ini sangatlah unggul. Di antara semua obat yang diracik di Menara Medis, kami belum pernah melihat satu saja obat tingkat empat. Tapi pemuda itu membuat tiga jenis obat dengan tingkat tinggi hanya dalam dua hari. Bukan kah itu sangat pantastis?!"
Ketika membicarakan hal itu Pak Tua Lin menjadi agak bersemangat. Dia tidak menyangka bahwa si Misteri yang tampak biasa-biasa saja memiliki kemampuan yang sangat hebat. Wajar saja jika Tuan Neraka memberikan perlakuan yang istimewa kepadanya.
Berbeda dengan Tuan Neraka. Dia terlihat berpikir selama beberapa saat. Kemudian dia berkata.
"Ketika kamu kembali, biarkan pemuda itu menggambar lambangnya pada botol obat. Kemudian kirimkan obat itu ke rumah lelang. Perintahkan mereka melelangnya atas nama Tabib Misterius."
Pak Tua Lin cukup terkejut ketika mendengarnya. "Apakah tuan ingin mendongkrak ketenaran Tabib Misterius?"
Jika hal itu di lakukan dengan campur tangan Tuan Neraka, maka Tabib Misterius akan di kenal di seluruh Negeri hanya dalam waktu kurang dari Tiga bulan!
"Lakukan saja!" Tuan Neraka tidak ingin bicara lebih banyak. Dia melambaikan tangannya sebagai isyarat agar Pak Tua Lin segera pergi.
"Baik, Tuan." Pak Tua Lin membungkuk kemudian keluar dari ruangan.
Di sisi lain, di dalam Menara Diatas Awan.
Serigala Abu-anu sedang bersembunyi didalam kamarnya. Saat dia melirik bagian bawah tubuhnya, dia mengatakan giginya dengan keras sambil mengumpat.
"Bajingan tengik itu! Seharusnya aku tahu, bahwa dia tidak akan merawatmu begitu saja! Seperti yang aku duga, dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk!"
Saat itu pintu kamar terbuka. Seorang pria tampan dengan kulit yang halus masuk ke dalam kamar. Dia melirik bagian tubuh Serigala Abu-abu yang berdiri tegak. Dia pun tersenyum nakal.
"Serigala Abu-abu, apa yang membuat kamu merasa sangat frustasi? Orang lain berharap agar 'barangnya' tetap berdiri tegak dalam waktu yang lama. Sedangkan kamu.. Lihat, sudah berapa lama 'itu'-mu berdiri tegak?Kekuatan yang seperti itu membuat kami merasa tidak ada apa-apanya, kamu tahu kan?!"
Ketika mendengar ucapannya, Serigala Abu-abu menatap pria itu dengan tajam dan berkata.
"Kamu masih saja tertawa? Bukankah kamu seharusnya membantuku memikirkan jalan keluar dari masalah ini? Apakah kamu masih menganggap aku teman seperjuangan?!"
"Aku bukannya tidak punya ide."
Pria itu tersenyum sambil berjalan mendekat. Dia berkata. "Kamu mengerti tempat macam apa ini. Kami tidak kekurangan pria gay. Kenapa aku tidak meminta mereka untuk meredam gairahmu yang berapi-api?"
"Berhenti membuat situasi menjadi lebih buruk! Aku sudah merasa cukup frustasi!" Serigala abu-abu berbicara dengan penuh amarah.
"Baiklah kalau begitu!" Pria itu bertepuk tangan. Kemudian, beberapa pelayan datang membawa jubah tibis berwarna meras cerah transparan serta bedak dan pemerah pipi.
Ketika melihat itu semua, Serigala Abu-abu langsung waspada. "Apa yang kamu lakukan?"
Pria itu tertawa jahat, kemudian dia berkata. "Aku tentu saja hanya melaksanakan perintah dari Tuan! Apakah kamu berpikir bahwa kamu akan tetap bisa bersembunyi di kamar ini?"
"YAK! He Ming, kamu berlebihan!" Teriak kesal Serigala Abu-abu.
"Aku hanya melaksanakan perintah dari Tuan dan tidak akan melakukanya secara berlebihan. Tenang saja, aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkanmu kehilangan malam pertama." He Ming berbicara sambil tersenyum. Dia melambaikan tangan sebagai isyarat agar pelayan-pelayan maju dan membantu Serigala Abu-abu mengganti baju.
"Aku bisa mengganti baju sendiri!" Serigala Abu-abu berteriak. Namun ketika dia mengambil jubah merah yang setipis sutra, wajahnya menjadi sangat suram.
"Aku.. Apakah aku harus menggunakan pakaian ini? Cih, ini benar-benar transparan!"
He Ming meliriknya dan berkata. "Kamu bisa pergi ke sana sambil bertelanjang jika kamu mau. Aku yakin kamu akan menjadi pusat perhatian sehingga bisni kami akan meningkat pesat selama beberapa hari ke depan."
Serigala abu-abu akhirnya terpaksa mengenakan jubah merah yang sangat tipis dan juga riasan wajah. Dia pun diantarkan ke atas panggung. Dan....
**tbc
Teng.. 🕐