The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
273. Terpeleset..



***


Xia yu kembali ke halaman kecilnya. Dia bergegas pergi ke ruang pemandian untuk membersihkan tubuhnya hingga bersih. Dia segera keluar ruangan setelah membebat kembali payudaranya dengan kain putih. Tubuhnya yang polos telah tertutupi jubah mandi yang berwarna putih. Dan saat ini Xia yu sedang menatap pantulan dirinya dalam cermin perunggu.


Dia mengambil beberapa tanaman obat yang dia simpan tidak jauh dari tempatnya berdiri. Itu semua adalah Tanaman obat yang dia cari untuk menyembuhkan tendon tangan kakaknya, Li Zyan.


Senyum kepuasan muncul di bibirnya. Kemudian dia berkata. "Datang ke tempat ini adalah keberuntungan bagiku." Ucapnya sembari memegang beberapa jenis tumbuhan obat ajaib itu.


"Aku akan menyimpan kalian didalam ruang dimensi terlebih dulu, sekalian ganti baju. Huh! Tidak nyaman rasanya memakai pakaian pemberian orang lain." Sambungnya, yang langsung memfokuskan pikirannya untuk masuk ke dalam ruang dimensi.


Didalam ruang dimensi, Xia yu melihat sahabatnya Xiao huang sedang duduk dalam posisi teratai. Lelaki itu sepertinya sedang melakukan Kultivasi. Melihat itu, Xia yu tidak berniat mengganggu. Dia segera melangkah masuk kedalam rumah dan pergi menuju kamarnya untuk berganti baju.


Seperti biasa dia mengambil setelan jubah berwarna merah cerah dan kain panjang berwarna senada untuk mengikat rambut panjangnya. Tidak lupa dia menambahkan gelang rambut berwarna hitam. Xia yu mengambil topeng emas dengan ukiran burung Phoniex, kemudian mengenakannya. Itu adalah topeng cadangannya. Topeng yang sebelumnya menghilang entah dimana.


"Selesai!" Ucap Xia yu merasa puas dengan penampilannya. Tidak ada riasan sama sekali di wajahnya, namun takdir sebagai seorang wanita tidak bisa menghilang dari dirinya. Xia yu terlihat begitu menawan dalam balutan hanfu merah ditambah jubah hitam sebagai luaran pakaiannya.


Xia yu mengambil tanaman obat ajaib yang dia simpan di atas meja, kemudian berjalan keluar kamar. Di Sana dia menemukan sahabatnya Xiao Huang sedang berdiri di ambang pintu luar. Sepertinya dia baru saja menyelesaikan Kultivasinya.


"Tuan!" Ucap Xiao Huang terlihat sedikit terkejut ketika melihat sosok berpakaian merah keluar dari kamar.


"Kamu sudah selesai?" Tanya Xia yu sambil berjalan ke arah ruang laboratoriumnya, dengan membawa tanaman obat ditangannya.


"Iya, Tuan. Maaf saya tidak tahu kalau Tuan sudah bisa masuk kembali ke dalam Ruang Dimensi." Jawab Xiao Huang. Dia memang tahu jika beberapa hari yang lalu Xia yu tidak bisa masuk ke dalam ruang dimensi. Itu semua karena Xia yu berkomunikasi dengannya melalui pikirannya yang bisa menembus dimensi.


Setelah menyimpan tanaman obat itu, Xia yu kembali ruangan tengah. Di sana dia melihat Xiao Huang menyiapkan baru saja akan menyiapkan makanan yang sepertinya dibuat khusus olehnya.


"CK, sejak kapan sahabatku ini bisa masak?"


Mendengar pertanyaan itu, Xiao huang merasa malu. Dia pun menjawab tuannya dengan senyum malu-malu. "Mm, se-sejak terakhir kali tuan memasakan makanan untuk ku."


Xia yu merasa bersalah karena tidak memperhatikan sahabatnya yang berada di ruang dimensi. Sebenarnya, Xiao huang bisa saja makan hewan hidup. Namun semenjak merasakan makanan Xia yu, Jelamaan burung phoenix itu seolah tidak bisa lagi memakan hewan hidup atau daging mentah.


Dia menghampiri Xiao huang dan langsung memeluknya. Bukan pelukan pasangan kekasih, melainkan pelukan seorang kakak untuk adik laki-lakinya yang telah belajar mandiri.


"Tuan!" Cicit Xiao huang terkejut mendapat pelukan hangat dari Xia yu. Biasanya dia akan mendapatkan pukulan mentah atau sentilan kecil di kepalanya. Namun kali ini dia mendapatkan pelukan hangat, tentu saja hal itu membuatnya terkejut.


Xia yu melepaskan pelukannya dan menatap sosok pria yang lebih tinggi darinya. Kemudian, dia berkata. "Maafkan aku karena tidak memperhatikan mu dengan baik." Ucapnya sambil mengelus rambut kecoklatan milik Xiao huang.


Kedua sudut bibir Xiao huang terangkat, membentuk lengkungan senyum yang begitu manis. Kedua matanya berbinar mendapat perlakuan istimewa dari tuannya. Dia benar-benar merasa bahagia dengan kasih sayang yang diberikan oleh Xia yu.


"Baiklah, ini sudah sangat siang. Aku harus kembali ke dunia nyata. Orang-orang di Istana Neraka akan ribut jika aku tidak ada di sana!" Ucap Xia yu menyadari jika dirinya sudah terlalu lama berada di ruang dimensi.


"Tuan, jika kamu sudah keluar dari Istana Neraka. Tolong keluarkan aku. Aku sudah lumayan bosan berada disini sepanjang hari."


"Baiklah, aku akan mengingatnya. Ya sudah, aku pergi dulu. Baik-baiklah di sini, setelah menyelesaikan masalah dengan Tuan Neraka aku akan kembali ke Kerajaan Bei bersamamu."


"Mm,"


Gumam Xiao huang sambil menganggukan kepalanya. Percakapan itu pun berakhir ketika sosok berpakaian merah itu menghilang dari hadapannya.


Xia yu muncul kembali dihalaman kecilnya. Dia melihat situasi disana masih aman. Tidak ada orang yang berteriak mencari keberadaannya. Yang artinya tidak ada orang yang mengetahui jika beberapa saat yang lalu dirinya tidak ada di sana.


Xia yu berjalan mengampiri meja bundar, lalu mengambil satu genggam kuaci yang tersedia di sana. Kemudian, dia keluar sambil mengunyah biji bunga matahari itu.


Semula, dia hanya ingin berjalan-jalan sebentar. Namun setelah datang ke lokasi yang bebatuan besar, dia melihat sosok berpakaian hitam sedang berdiri di tepi kolam sambil menekuk kedua tangannya ke belakang punggung. Sebagian wajahya terlihat sangat tampan dan topeng perak yang dia kenakan terlihat berkilauan akibat terkena pantulan sinar matahari.


Xia yu berbalik berniat pergi dari tempat itu. Tapi dia teringat dengan permintaannya yang semalam. Akhirnya, dia berjalan menghampiri sosok berpakaian hitam itu.


"Tuan Neraka, kamu.... Akkhhh!"


Xiayu baru saja bicara. Tetapi, kakinya tiba-tiba terpeleset. Seluruh tubuhnya tersungkur ke depan dengan puluhan biji bunga matahari yang terlepas dan terbang.


Bayangan Satu yang berdiri tidak jauh dari sana, melihat Xia yu terpeleset dan tubuhnya kehilangan keseimbanyan. Saat Xia yu hampir jatuh ke dalam kolam, Bayangan Satu diam-diam tertawa.


Kamu pantas mendapatkannya, bocah nakal!' Ucap Bayangan Satu dalam hatinya. Tetapi apa yang dia lihat selanjutnya membuat tubuhnya terasa tidak nyaman.


Tuan Neraka langsung menoleh setelah mendengar suara Xia yu. Ketika dia melihat Xia yu terpeleset di atas batu, dia segera melompat dan menangkah tubuh Xia yu secara spontan.


Namun ketika Xia yu terjatuh kedalam pelukannya, Tuan Neraka tiba-tiba terkejut. Seluruh tubuhnya menjadi tegang.


Seorang gadis mungil terjatuh kedalam pelukannya. Tubuhnya yang lembut menempel di dada Tuan Neraka. Aroma bunga Gardenia tercium olehnya. Itu membuat hatinya bergejolak.


Sepasang tangan yang putih bersih memegang kerah jubah Tuan Neraka dengan erat. Wajahnya yang mungil tertutup topeng mendekap dadanya. Tuan Neraka hanya bisa melihat rambut hitam yang sangat halus.


Tiba-tiba gadis mungil itu mendongak kaget. Kedua mata gadis itu menatap kedua mata Tuan Neraka. Kedua pasang mata itu saling memandang dalam jarak yang sangat dekat. Lagi-lagi Tuan Neraka merasakan perasaan aneh dalam hatinya yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Bayangan Satu yang berdiri tidak jauh dari sana, melihat dua orang yang saling menatap dengan tatapan lembut. Dia merasa benar-benar bingung.


Mereka adalah dua pria dewasa. Meskipun pemuda itu bertubuh mungil, tapi dia tetaplah seorang pria! Tapi sekarang, Tuannya memluk pinggang pria itu dan tidak melepaskan genggamannya. Mereka berdua juga saling beradu pandang.


Hal itu membuat Bayangan satu memeriksa sekelilingnya. Dia khawatir jika ada orang lain yang melihatnya. Jika ada orang lain melihat itu, reputasi Tuan Neraka akan hancur!


Xia yu tertegun ketika mengetahui Tuan Neraka melingkarkan tangan di pinggangnya. Pikirannya kosong. Dia haya memikirkan satu hal.


'Saat ini aku sedang menyamar sebagai pria. Apakah pantas Tuan Neraka memeluk diriku seperti ini?'


Seluruh tubuh Xia yu merinding karena tatapan Tuan Neraka yang kembali memberinya tatapan tajam. Dia segera melangkah mundur, kemudian berkata.


"Maafkan aku, maafkan aku. Aku hanya terpeleset sedikit..." Xia yu mengatakannya sambil berjalan mundur. Dia benar-benar merasa malu, bahkan kedua pipnya telah bersemu merah. Untungnya rona merah itu tertutupi topeng.


"Aku, aku hanya datang untuk menyapa. Sekali lagi maafkan aku.." Setelah mengetakan itu dia bergegas pergi.


Sementara Tuan Neraka yang melihat kepergian Xia yu terdiam kaku. Tiba-tiba dia menundukkan kepala lalu menatap tangannya. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Hal itu membuat Bayangan Satu yang berdiri di samping Tuannya tidak tahan ingin bicara.


"Tuan, gadis gadis cantik di menara kecantikan baru saja datang beberapa hari yang lalu."


Tuan Neraka menoleh padanya setelah mendengar hal itu. Dia pun berkata. "Lalu?"


"Lalu.. Anak buah anda berpikir, apakah saya harus memanggil mereka agar mereka melayani Tuan malam ini?"


Setelah mengucapkan kata-kata itu Tuan Neraka menatap Bayangan Satu dengan tatapan yang dingin. Seketika seluruh tubuh Bayangan Satu merinding, dia hampir jatuh dengan posisi berlutut. Dia sangat tahu maksud dari tatapan dingin itu.


"Ma-maaf, Tuanku! Anak buah anda sudah begitu lancang." Ucap Bayangan Satu sambil menundukkan kepalanya.


Tuan Neraka tidak meladeni lagi bawahannya. Dia berlalu dan pergi menuju Menara Medis. Dia tidak terlalu suka dengan orang yang mengungkit gadis-gadis nakal yang mau bekerja di rumah bordil seperti itu.


**tbc