The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
230. Lepaskan topeng?



***


Keesokan harinya..


Salah satu pria yang menjemput Xia yu dari Kerajaan Bei datang ke halaman mata air panas. Ketika melihat sosok berpakaian serba merah yang tengah duduk di meja sambil sarapan, pria paruh baya itu menghampirinya sambil tersenyum lebar. Dia pun memberi salam dengan menundukan setengah badannya, kemudian berkata dengan sopan.


"Selamat pagi Tuan Jing Xi yang terhormat, saya datang dengan pesan dari Tuan kami yang ingin bertemu dengan anda.."


"Mm.."


Xia yu menjawab dengan anggukan kepala ringan. Kemudian menyimpan sumpitnya karena telah merasa kenyang, tidak lupa menyeka ujung bibirnya dengan kain sutra yang selalu di sediakan oleh sahabatnya.


Setelah itu dia berjalan menghampiri pria paruh baya itu dan berkata.


"Ayo pergi.."


"Silahkan lewat sini.."


Jawab pria paruh baya itu bersikap sangat hormat pada Xia yu. Dia telah mengetahui bahwa Xia yu bukanlah orang biasa. Maka dari itu, dia tidak berani menyinggung perasaan Xia yu sedikit pun.


Ada yang mengatakan bahwa Xia yu tidak berasal dari kerajaan Bei, dan tidak ada satu pun yang mengetahui dari mana dia berasal. Namun, ketika melihat kapal terbang, dia sama sekali tidak terlihat terkejut sedikitpun. Dia malah acuh tak acuh saat menaiki kapal megah yang menjadi kebanggaan Otoritas Pasar Gelap Negeri Awan. Xia yu seolah-olah sudah terbiasa melihat artevak terbang tersebut dan tidak ada rasa penasaran dalam pandangannya.


Bagaimana mau terkejut, orang di dunia modern dia udah pernah naik pesawat jet kelas kakap.


Lagipula setelah tiba di Negeri Awan, dia hanya menunjukkan keanggunan dan ketenangan. Sikapnya tidak membuat orang lain merasa jijik, sehingga bisa membuat mereka ingin menghinanya.


Mungkin ada satu orang yang tidak senang dengan kehadirannya. Siapa lagi kalau bukan pemimpin para penjaga yang salam memaksa masuk kedalam kamarnya.


Pria paruh baya itu membawa Xia yu ke aula utama tempat pertemuan Otoritas Pasar Gelap, setelah mengumumkan kedatangannya yang menjadi tamu undangan.


"Apakah Tuan Jing Xi yang terhormat bersedia masuk ke dalam?"


Lagi-lagi Xia yu hanya mengangguk pelan, lalu berjalan masuk ke dalam aula, sedangkan Fang yin menunggu di luar aula.


Ternyata di dalam aula terdapat beberapa orang yang duduk berbaris dalam posisi yang sangat teratur. Melihat sosok berpakaian serba merah itu datang, beberapa orang di sana melihatnya dengan tatapan jijik. Sementara beberapa orang lainnya menatap Xia yu dengan tatapan penuh selidik.


Di waktu yang sama, Xia yu juga melihat semua orang yang ada di aula. Mulai dari tetua Kultivator dari Otoritas Pasar Gelap yang di duduk di kursi megah, tidak lupa jajaran Kultivator Medis dan ketua pengurus pasar gelap yang duduk di kursi masing-masing dengan menghadap ke arah para tetua. Kemudian Xia yu menatap orang yang duduk di kursi paling utama.


Dia adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah megah berwarna hitam. Pria itu duduk dengan tenang, kedua kakinya agak terbuka. Aura kepemimpinan memancar dari tubuhnya. Dan saat ini, sepasang matanya tengah menatap Xia yu dengan tajam.


Satu detik kemudian, pria paruh baya yang duduk di kursi utama itu berkata dengan suara yang lirih.


"Tamu yang terhormat, silahkan duduk.." Pria itu mempersilahkan Xia yu duduk di bangku kosong yang berada di sebelah kiri. Bahkan tangannya memberi isyarat agar Xia yu mengetahui tempat duduk bagiannya.


Xia yu menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah lengkungan manis, ketika dia berjalan menuju kursi bagiannya.


Dia baru saja akan duduk, namun sebuah kekuatan besar mendorong kursi itu. Kedua mata Xia yu melirik ke arah pria paruh baya yang duduk di sebelah kiri bagian bawah. Dia tersenyum, lalu mengeluarkan secuil kekuatan mistik di telapak tangannya, guna menarik kembali kursi yang terdorong mundur itu.


Akhirnya, kursi bagiannya kembali ke tempat semula dengan posisi yang sama persis. Kemudian, Xia yu duduk di sana dengan tenang. Tidak berapa lama suara deritan pun terdengar.


'Krakkk!'


'Brakkk!'


Kursi yang diduduki pria paruh baya sebelah kiri tadi tiba-tiba patah, dan membuat pria itu terjatuh begitu saja hingga akhirnya dia terduduk di atas kursi yang patah. Dia pun menjerit kaget.


"Akhhh!!"


'Sakit bukan?' batin Xia yu tersenyum sinis.


Pria lain yang melihat kejadian itu langsung tersenyum. Namun mereka segera memalingkan pandangan dari sana.


Ketika melihat senyuman mengejek dari mereka, wajah pria paruh baya itu berubah menjadi merah. Rasa malunya berubah menjadi amarah, dia menatap sosok berpakaian merah di hadapannya dengan sangat tajam. Kemudian dia berteriak pada Xia yu sambil berdiri dari lantai.


"Lancang sekali..!! Kamu, berani-beraninya memainkan trik rendahan ini padaku. Apa kamu tidak tahu siapa aku ini?!"


Xia yu duduk bersandar pada sandaran kursi. ketika mendengar perkataan itu, dia hanya meliriknya dan berkata dengan acuh.


"Saya memang tidak tahu siapa Anda, tapi saya dapat menebak bahwa anda berasal dari Otoritas Pasar Gelap ini juga kan? Dan sepertinya pria di samping anda adalah orang yang semalam datang, bersama para penjaga dan berniat memasuki kamar saya untuk menggeledah."


Jawab Xia yu yang mengenali pria paruh baya lainnya yang tepat berdiri di belakang pria paruh baya yang terjatuh tadi. Pria itu tidak lain adalah pria paruh baya yang semalam, dan dialah yang telah memprovokasi tuannya untuk mengerjai Xia yu.


"Bukankah sebagai tuan rumah harus menyambut tamu yang datang? Namun, sikap macam apa yang anda lakukan barusan? Apakah sikap yang anda berikan kepada saya adalah benar?!" Sambung Xia yu.


"Kultivator Deng.. Tuan Jing Xi benar. Dia adalah tamu yang datang dengan undangan. Apakah pantas bagi seorang tuan rumah bersikap kasar seperti itu?"


Pria paruh baya yang duduk di kursi utama mencoba menegur sikap kasar Kultivator Deng, dengan suaranya yang lirih. Hal itu tentu saja membuat Kultivator Deng diam seribu bahasa, tidak berani mengucapkan sepatah katapun. Karena Pria paruh baya yang duduk di kursi utama adalah pemimpinnya.


"Ketua, lihatlah.. Kandidat ini masih mengenakan topengnya, seolah dia tidak berani berhadapan dengan orang lain. Saya mempertanyakan asal-usulnya. Bagaimana kita bisa mempercayai orang seperti ini?"


"Benar ketua, kita tidak mungkin mempertaruhkan reputasi pasar gelap Negeri Awan tahun ini kepada pria seperti itu. Lihatlah sikapnya yang acuh dan tidak memiliki sopan santun. Aku menduga jika dia bahkan belum dewasa. Coba bayangkan bagaimana orang seperti itu bisa memikul tanggung jawab yang berat?"


Pria paruh baya yang di panggil ketua itu memandang Xia yu dari kejauhan, tatapannya tertuju pada topeng emas dengan ukiran burung Phoenix yang di kenakan oleh Xia yu. Lalu dia pun bertanya.


"Saya ingin tahu, apakah Tuan Jing Xi bersedia melepaskan topeng dan menunjukkan wajah tuan kepada kami.." Ucap Pria itu dengan sangat hati-hati.


'Lepaskan topeng? Huh!' Batin Xia yu, dia menghembuskan nafas dengan kasar, lalu menjawab pertanyaannya.


"Bukankah kalian mengundang saya ke sini untuk mengikuti sebuah perlombaan?" Jawab Xia yu dengan sedikit senyuman yang tidak hilang dari bibirnya. Tatapannya mulai terasa dingin bagaikan hawa dingin di kutub Utara.


"Tapi sepertinya saya datang ke tempat yang salah, karena para ketua hanya memandang fisik dan umur!" Setelah mengatakan hal itu tidak ada satupun yang mengeluarkan suara.


Xia yu pun memilih membersihkan pakaiannya dan beranjak dari kursi. Kini tatapan Xia yu tertuju pada pria paruh baya yang duduk di kursi utama. Lalu dia berkata.


"Karena anda tidak mempercayai saya, maka dengan senang hati saya undur diri. Silahkan anda bisa menemukan orang lain yang lebih baik untuk melakukannya! Sejujurnya saya benar-benar tidak tertarik melakukan hal semacam ini."


Usai mengatakan semua itu, Xia yu berbalik tanpa menunggu pria yang di ajaknya bicara, dan segera berjalan menuju pintu yang tadi dia lewati.


Namun, di waktu yang sama terdengar kembali suara lirih yang meminta Xia yu membuka topengnya.


"Tuan Jing Xi yang terhormat, bersediakah anda berhenti sebentar.."


Setelah ucapan pria paruh baya itu terdengar, para penjaga yang berjaga di luar pun langsung menghentikan Xia yu. Namun, saat berusaha menghentikannya. Muncul kekuatan besar dengan teriakan dingin yang acuh tak acuh, lalu tubuh kedua penjaga itu terlempar begitu saja.


"Enyahlah..."


"Akhhh!!"


Suara teriakan tajam dan erangan kesakitan, berhasil mengejutkan orang-orang yang berada di dalam aula.


Beberapa orang yang ada di dalam aula langsung beranjak dari kursi mereka, ketika melihat Xia yu menyerang kedua penjaga itu. Salah satu dari mereka berteriak dengan penuh amarah sambil menunjuk Xia yu.


"Kurang ajar!! Tangkap Pria itu!!" Teriak Kultivator Deng.


"Kalian semua berhenti!!"


Pria paruh baya yang berada di kursi utama berteriak dengan keras. Sehingga membuat para penjaga segera mundur dan menoleh pada pria itu. Pria lainnya yang berada di aula kini menghadap ke arahnya.


Sedari kedatangan Xia yu, Pria paruh baya itu merasakan tekanan yang sangat kuat. Dan ternyata tekanan itu berasal dari sosok yang di kenalnya sebagai Tuan Jing Xi. Sekarang dia yakin bahwa gadis yang dia kira laki-laki itu dapat dipercaya.


Pria paruh baya itu beranjak dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah Xia yu. Sesampainya di hadapan Xia yu, pria paruh baya itu berbicara dengan nada menyesal.


"Tuan Jing Xi, tolong jangan salah faham. Itu bukan maksud saya."


"Hanya saja, perlombaan kali ini sangat penting bagi kami. Otoritas Pasar Gelap telah kalah selama tiga tahun berturut-turut. Kami benar-benar tidak ingin kehilangan waktu lagi. Selain itu, atasan kami telah mengirimkan kabar.. Jika kami kalah lagi tahun ini, maka saya sebagai ketua akan di gantikan. Karena itu.. Saya hanya bisa memohon kepada Tuan agar bersedia membantu." Pria paruh baya itu berbicara sambil tersenyum pahit.


Xia yu memandang pria paruh baya itu, Kemudian dia berkata. "Dari awal, alasan saya mau membantu hanyalah demi reputasi pasar gelap, dan juga untuk membalas jasa Tuan Rong yang bersedia mempercayai saya dan semua obat yang saya buat. Tapi setelah datang kesini, saya malah di buat tidak senang oleh Ketua Mu. Jika anda masih membutuhkan bantuan saya, kita harus membicarakan remunerasi.."


(Remunerasi adalah istilah yang umum digunakan dalam dunia pekerjaan. Istilah ini mengacu pada imbalan yang diterima oleh seorang pekerja, baik berupa upah, bonus, dan insentif).


Ketua Mu sedikit tersentak karena terkejut, namun dia segera mengangguk dengan semangat.


"Tentu! Itu sudah sewajarnya. Selama Anda memenangkan kompetisi tahun ini, maka kami tidak akan memperlakukan Tuan Jing Xi yang terhormat dengan buruk."


Xia yu tersenyum dengan puas setelah mendengarnya, lalu dia bertanya. "Jadi, kapan kompetisi obat ajaib diselenggarakan?"


"Dua hari lagi.."


"Kalau begitu, jelaskan padaku tentang semua hal itu. Agar aku bisa memahami situasinya dengan jelas. Namun, aku ingin Ketua Mu menjelaskannya di ruangan yang sunyi." Ujar Xia yu dengan melirik ke arah orang-orang yang ada di dalam aula, lebih tepatnya kepada Kultivator Deng.


"Tentu saja, tentu saja.." Ketua Mu lega karena Xia tidak jadi mundur dari kompetisi, belum lagi dia bicara dengan penuh percaya diri.


"Baiklah, kita bisa bicara di dalam ruang kerja saya! Mari, Silahkan.." Sambung Ketua Mu dengan gerakan tangan yang mempersilahkan Xia yu.


Xia yu kembali melanjutkan langkahnya keluar dari aula, tak memperdulikan pandangan orang-orang yang berada di sana. Kepergiannya di ikuti oleh Fang yin dan Ketua Rong, yang selaku penanggung jawabnya.


Di dalam ruangan kerja Ketua Mu, Xia yu di beri penjelasan yang sangat mendetail tentang kompetisi yang akan di selenggarakan. Setelah itu Xia yu membeberkan salah satu rahasia.


Rahasia jati dirinya sebagai seorang gadis muda, dan identitasnya sebagai Tabib Misterius. Tentunya dia melarang Ketua Mu membeberkan identitas aslinya, karena Xia yu mempunyai rencana yang membutuhkan bantuannya, untuk membongkar kedok Tabib Misterius tiruannya.


Betapa terkejutnya Ketua Mu saat mendengar hal itu, namun tidak di pungkiri jika dirinya senang dengan identitas Xia yu yang menurutnya sangat misterius.


**tbc