The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Memasak ikan..



Dalam perjalanan pulang fang yin terus bertanya perihal apa yang terjadi di psar tadi dia sangat khawatir dan penasaran, kenapa seorang tuan gong bisa bersikap rendah seperti tadi dan juga ada tatapan takut dan senang dalam matanya. sedangkan xia yu sangat risih dengan fang yin yang tak berhenti bertanya, setibanya di kediaman pengasingan xia yu masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri sedangkan fang yin masuk ke dalam dapur untuk membersihkan ikan dan bahan-bahan tadi yang di beli olehnya di pasar.


setelah selesai membersihkan diri dan berdandan kembali menjadi xia wei yang tak suka merias diri kini penampilan xia yu terlihat biasa saja dengan hanfu putih yang polos seperti di zaman kerajaan korea atau china jika seorang permaisuri atau putri yang tengah di hukum di pengasingan dia akan berpakaian seperti itu. xia yu menggelung rambutnya karena dia akan memasak ikan yang fang yin beli, dia sangat ingin sekali memakan masakan ikan zaman modern karena di zaman ini ikan hanya dibuat sup saja dan itu membuat xia yu mual hanya dengan menyebut namanya apa lagi jika dia ke kedai restorant yang di minta oleh pengunjung disana adalah sup kepala ikan yang terkenal tapi tidak dengan xia yu dia paling benci dengan makanan sup seperti itu.


saat sampai di dapur dia melihat fang yin yang sedang berjongkok dekat pancuran air dari bambu yang mengalir dari kaki gunung dia masih sibuk membersihkan bahan makanan karena perintah xia yu yang sangat peduli dengan kebersihan dia menyuruh fang yin membersihkan buah-buahan dan sayuran jika ingin memasak dan memakan secara langsung harus mencucinya dengan 3x air bersih baru bisa di pakai. (harap maklum karena xia yu adalah dokter di kehidupan yang dulu).


"fang yin apa kau sudah membersihkan semuanya" tanya xia yu kepada fang yin yang sedang serius membersihkan buah mangga


"ya nona... ini sudah pencucian ke3" jawab fang yin


"baguslah... oh ya dimana ikan yang telah kau bersihkan.?" tanya xia yu menanyakan ikan yang akan dia masak


"sebentar saya ambilkan nona" jawab fang yin beranjak dari tempatnya dan mengambil ikan itu "ini nona... saya juga telah memberi garam dan jeruk sesuai yang nona perintahkan." lanjut fang yin saat menyerahkan ikan itu pada xia yu.


"terimakasih fang yin.. jika kau sudah selesai beristirahatlah sebentar dan setelah itu tolong kupas satu mangga lalu potong dengan sangat tipis dan memanjang.." ujar xia yu memberi perintah.


"baik nona.."jawab fang yin menerima titahnya.


fang yin melihat masakan nonanya yang sangat menggugah selera, bagaimana tidak menggugah ikan itu masih utuh dengan tubuhnya yang garing di luar tapi lembut didalam kemudian warna dari lobak mangga tomat cabai dengan sedikit kuah yang kuning sangat memanjakan mata dan lidah. tidak hanya masakan itu xia yu juga membuat satu kerupuk dari biji melinjo dan nasi putih yang masih mengepul sunguh membuat perut fang yin minta di isi dengan penuh.


...kruwuk..kuruwuk... Aha..ha..ha..ha...suara perut fang yin yang nyaring seperti suaranya membuat xia yu tertawa terbahak-bahak.


"..he..he.. nona ikan ini sungguh indah dan menggugah seleraku"ujar fang yin dengan menelan saliva dengan kasar.


"kau ini...  cepat bersihkan tanganmu dan bawa semua hidangan ini kemeja makan. aku akan kembali ke kamar untuk membersihkan diri dulu." ujar xia yu dengan titahnya kepada fang yin yang sudah tak bisa menahan rasa laparnya karena.


"baik nona..."jawab fang yin dengan semangat.


semua hidangan telah tertata rapi di atas meja satu-satunya kediaman ini tempat xia yu dan fang yin mengobrol, membicarakan bisnis dan kehidupannya. piring-piring telah beralaskan daun pisang gelas sudah terisi dengan air teh yang hangat dan harum semua masakan telah menunggu untuk di santap oleh sang empunya yang sedang berganti pakaian karena terkena cipratan bumbu saat di tumbuk xia yu tidak suka dengan pakaian kotor dan bau yang menyengat karena itu dia kembali membersihkkan diri.


**tbc