The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
171. Teka-teki part-2..



***


"HOAHHH...." suara menguap dari seorang gadis yang baru saja terbangun dari tidurnya. gadis itu tidak lain adalah Xia yu.


tidak di sangka jika kedua temannya juga sudah bangun, bahkan Bai shizi telah menyediakan buah-buahan segar di atas rumput.


ternyata setengah jam yang lalu, dia sudah bangun dan memerintahkan para monyet hutan mengumpulkan buah-buahan yang tumbuh di hutan kehidupan.


buah-buahan itu terdiri dari buah persik, buah apel, buah jeruk, pisang dan buah hutan lainnya seperti beri-berian.


dengan senang hati Xia yu menerima semua buah-buahan itu dan menyuruh mereka menyantap buah-buahan itu bersamanya. dia juga mengeluarkan kedua temannya yang berada di dalam ruang dimensi.


Bai shizi terkejut melihat itu. dia tidak menduga jika pemimpin barunya juga memiliki ruang dimensi yang bisa menyimpan makhluk hidup. dia semakin yakin jika Xia yu adalah penerus dari ratu Zi hua nya.


sementara Xia yu telah menyuruh teman-temannya untuk makan bersamanya. dia juga mengajak Bai shizi, namun Bai shizi menolak ajakannya untuk makan buah-buahan itu, pikirnya tidak sopan jika makan bersama tuannya.


seusai mengisi perut mereka dengan buah-buahan itu. mereka kembali fokus pada tujuan mereka. Hei tian dan Fang yin telah mengetahui mereka berada dimana dan sedang apa mereka di tempat itu.


mereka tengah memperhatikan ketiga pohon besar kembar yang berjajar rapi itu. di perhatikan dengan jelas ternyata terdapat beberapa akar pohon yang muncul dari bawah tanah. xia yu mengingat kata-kata teka-teki yang di berikan oleh Zi hua.


"berhentilah di tiga titik pusat bumi yang menyentuh langit dan temukan sebuah belati yang keluar di antara tiga titik itu. jika kau bisa menemukan belatinya, maka kau ak menemukan dunia mu." ucap nya sembari memikirkan jawaban yang bersangkutan dengan apa yang dia lihat saat ini.


dalam jarak satu dua meter dia melihat akar pohon yang berbentuk seperti belati, dan akar itu keluar di antara ketiga pohon itu. lebih tepatnya keluar dari pohon yang berada di di tengah. "apakah yang di maksud belati itu adalah akar pohon?" lirih Xia yu yang bertanya pada dirinya sendiri.


ternyata gumaman nya terdengar oleh teman-temannya. dengan segera mereka mengalihkan pandangannya mengikuti pandangan Xia yu yang tengah menatap pada objek yang muncul dari atas tanah.


"apa akar itu yang di maksud belati yang keluar dari tiga titik pusat bumi?" beo Fang yin. menatap lekat pada akar pohon itu.


"sebaiknya aku pastikan saja dulu, barangkali memang itu jawabannya. kalian tunggu di sini." ujar Xia yu dengan titahnya agar mereka tidak mengikutinya. kemudian berjalan mendekat ke arah akar pohon itu.


semakin dekat Xia yu semakin yakin jika akar itu memang jawaban dan kunci menuju air terjun hutan kehidupan. sesampainya di hahdapan akar itu. Xia yu berjongkok dan dengan perasaan yang lumayan was-was segera memegang akar pohon yang berbentuk belati itu.


Xia yu menarik akar itu dengan kekuatan sedang namun tidak terjadi apa-apa. kemudian mencoba menariknha dengan sekuat tenaga, tapi tetap saja tidak terjadi apa-apa.


Xia yu tidak putus asa, dia kembali mencoba menggerak-gerakkan akar itu ke arah kanan dan kiri. tiba-tiba...


..WUSHHH...


angin yang begitu besar dan sejuk keluar dari sela-sela pohon kembar itu. tidak di sangka jika pohon yang berada di tengah itu mundur dari jajaran kedua pohon yang berada di sisi kiri dan kanan nya. terdapat cahaya dan gemuruh air dari kedua celah pohon yang telah terbuka lebar.


semua makhluk yang berada di sana takjub sekaligus terkejut melihat itu semua. mereka tertegun dengan mata dan mulut yang terbuka lebar. hanya bai shizi yang terlihat biasa-biasa saja. entah itu karena memang dia mengetahui yang akan terjadi atau tidak saat Xia yu menarik akar itu.


mereka sadar dari keterkejutannya karena suara gemuruh air yang semakin jelas terdengar oleh telinga mereka. pikiran mereka tertuju pada satu kata, yaitu.. air terjun.


Xia yu menjadi yang pertama melangkahkan kakinya masuk kedalam sana, langkahnya di ikuti oleh teman-temannya.


sesampainya di dalam, mereka kembali dikejutkan dengan keindahan air besar yang begitu deras, terjun bebas dari atas tebing yang tinggi dan curam.


terlihat sangat indah, karena airnya berwarna biru jernih. terdapat bebatuan yang berbentuk seperti anak tangga. namun, langkah mereka terhenti karena kemunculan dua makhluk dengan postur tubuh yang besar. tingginya setinggi jerapah, malah lebih tinggi. sedangkan wajahnya terlihat begitu menyeramkan.


melihat mereka berdua Xia yu langsung teringat dengan ucapan Zi hua yang menyuruh nya memanggil kedua makhluk besar itu dengan sebutan adik kecil.


'apa mereka yang dia maksud adik kecil?' gumam Xia yu dalam hati.


"BERHENTI..! SIAPA KALIAN?" ucap kedua makhluk besar itu dengan intonasi suaranya yang kuat.


Xia yu yang mendengar suara itu pun berjalan menghadap kedua makhluk besar itu dan membuka penutup kepalanya. "adik kecil.." panggil nya agar mengingatkan kedua makhluk itu pada sosok tuannya. "apa kalian sudah lupa dengan ku?" tanya Xia yu dengan memanfaatkan status Zi hua di kehidupan mereka. di tambah dia menengadahkan wajahnya agar mereka berdua bisa dengan jelas melihat kemiripan dirinya dan Zi hua.


mendengar panggilan khusus itu kedua makhluk itu terkejut. hanya satu orang yang biasa memanggil mereka dengan panggilan sayang seperti itu. mereka pun langsung merubah ekspresi wajah mereka. tatkala mengenali wajah Xia yu yang mirip dengan Zi hua.


melihat reaksi mereka berdua seperti itu. xia yu bukannya menerima panggilan mereka. dia malah menolak, panggilan yang memanggil dirinya dengan sebutan ratu. yang artinya dia di kira sebagai ratu mereka yaitu Zi hua.


dia lebih memilih mengaku sebagai dirinya sendiri. "maaf aku bukan ratu kalian, nama ku Jing Xia yu." jawab Xia yu tak mau di panggil ratu. kedua makhluk itu membatu masih dalam posisi membungkuk dengan mata yang tertuju pada gadis di hadapannya. mereka bingung sekaligus terkejut dengan penuturan Xia yu.


"bangunlah.." jawab Xia yu menyuruh mereka berdua untuk bangkit dari sikap hormat nya. mereka pun bangun kembali menegakan tubuh mereka dan wajah nya kembali ke ekspresi yang pertama mereka tampilkan.


'ck.. cepat sekali mereka mengubah ekspresi wajah.' decak Xia yu dalam hati dengan perubahan ekspresi mereka yang lebih cepat dari membalikan telapak tangan.


namun Xia yu tidak berlarut-larut dalam menanggapi perubahan mereka. dia kembali membuka suara. "apakah kalian penjaga air terjun ini?" tanya Xia yu tanpa basa-basi.


"ya, kami adalah penjaga air terjun kehidupan. ratu terdahulu memerintahkan kami menjaga kawasan ini dan tidak membiarkan makhluk lain atau penerus laki-laki dapat melewati atau menjawab teka-teki yang kamu berikan." jelas salah satu dari mereka berdua.


"jika aku dapat menjawab teka-teki yang kalian berikan, apa kalian akan membiarkan aku masuk ke dalam air terjun itu." ujar Xia yu dengan intonasi ketegasan dalam ucapannya.


"kami dengan senang hati membukakan pintu air terjun ini, jika nona dapat menjawab teka-teki kami." jawab mereka dengan kesombongan jika teka-teki mereka tidak ada yang pernah menjawab nya dengan benar.


"bagus lah.. silahkan ucapkan teka-teki kalian." ujar Xia yu menantang mereka.


"Seorang pria terjebak dalam goa, ia kebingungan karena goa tersebut sangat gelap. Di tangannya ada lilin dan obor. Apa yang harus ia nyalakan terlebih dahulu?" begitu kiranya teka-teki yang selalu mereka berikan pada para calon penerus hutan kehidupan.


'teka-teki apa itu, kenapa terdengar seperti soal pertanyaan anak sekolah dasar sih..?!' gerutu Xia yu dalam hati. dia kira jika teka-teki yang akan mereka berikan adalah teka-teki yang sulit. tapi ternyata hanya teka-teki logika yang sangat gampang.


"bagaimana nona, apa anda bisa menjawab teka-teki dari kedua makhluk itu?" tanya bai shizi yang harap-harap cemas pada jawaban Xia yu. dia takut jika Xia yu salah memberi jawaban.


"tenanglah.. aku bisa menjawab teka-teki mereka," jawab Xia yu menenangkan bai shizi sementara teman-temannya sudah tahu pasti akan kejeniusan nona nya.


pandangan Xia yu beralih kembali pada kedua makhluk besar di hadapannya dan mengeluarkan jawaban dari mulutnya.


"seorang pria terjebak dalam goa, ia kebingungan karena goa tersebut sangat gelap. di tangannya ada lilin dan obor. Apa yang harus ia nyalakan terlebih dahulu?" ucap nya mengulang teka-teki.


"yang harus di nyalakan terlebih dulu adalah API. karena jika tidak ada api, lilin dan obor itu tidak akan menyala." jelas Xia yu.


kedua makhluk itu menatap nya dengan tatapan yang tidak terbaca. namun sesaat kemudian sebuah senyuman tersungging indah dari kedua sudut bibir mereka.


"jawaban anda benar nona.." lirih kedua makhluk itu dan..


..WUSSHHH...


air terjun itu terbelah menjadi beberapa tahapan. belum lagi terdapat bangunan rumah atau kuil yang khas dengan gaya China.


kira-kira seperti ini penampakan air terjun kehidupan yang telah terbuka.



...WOOWWW...


Ujar Xia yu dan teman-temannya takjub dengan apa yang mereka lihat.


"selamat datang di air terjun kehidupan yang mulia ratu." ujar mereka berdua menyambut ratu barunya.


sementara Xia yu dan teman-temannya membatu. mereka terkagum-kagum dengan keindahan air terjun kehidupan. mata mereka bergeliria menatap kesempurnaan tempat itu. keindahan yang tidak pernah mereka lihat, bahkan tidak pernah Xia yu lihat di kehidupan moderen.


Xia yu merasa beruntung, dengan kelahiran kedua nya. dia bisa melihat keindahan dinasti kerajaan. terbebas dari tanggung jawab pada negara dan pekerjaan nya. di tambah dengan kemampuan dan keberuntungan di setiap tujuannya.


**tbc