The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
259. Menghilang tanpa jejak!



***


"Hormat kepada Tetua Deng."


Sepuluh Kultivator dari kerajaan Iblis menghampiri sosok pria dewasa yang baru saja turun dari artevak Kapal Terbang. Sepuluh kultivator itu menundukkan kepala mereka serentak, guna memberikan sikap hormat kepada pria itu, mereka juga memanggil nama pria itu dengan sopan.


"Tetua Deng?!"


Seluruh anak buah Yuan Zhu-Ming sedikit terkejut mengetahui siapa pria itu. Mereka tidak menduga, bahwa dalam perjalanan kali ini akan di pertemukan dengan salah satu kultivator ahli sihir yang ternama. Banyak anggota perguruan yang ingin merekrutnya masuk kedalam klan perguruan mereka. Namun tidak ada yang di tanggapi olehnya.


Tetua Deng, Kultivator Black Magician, seorang ahli sihir dari kota Six Path. Ternyata pria itu memilih Kerajaan Iblis sebagai sekutunya, pria itu benar-benar layak hidup di kerajaan itu. Lihatlah, penampilannya benar-benar seperti iblis!


Beberapa anak buah Yuan Zhu-Ming memperhatikan penampilan keseluruhan pria itu. Wajahnya terlihat suram, di tambah telinganya yang sedikit meruncing, layaknya seekor siluman. Rambutnya yang hitam sepanjang pundak terlihat begitu klimis, seperti di beri minyak yang sangat banyak agar terlihat sangat rapih.


Ketika Tetua Deng yang berpakaian merah itu berhasil mendarat di atas kapal Yuan Zhu-Ming, tatapannya langsung tertuju pada Xia yu. Gadis kecil yang juga memakai pakaian berwarna merah.


Secara refleks Xia yu menoleh pada orang yang menatapnya dengan tatapan menyelidik. Saat dia melihat pria yang berpakaian merah itu tidak mengalihkan pandangannya, alisnya pun terangkat. Dia menyipitkan matanya saat menyadari tatapan mesum orang itu.


Saat menyadari tatapan tidak senang dari lawannya, Tetua Deng mengalihkan pandangannya pada Weyang yang berbicara padanya.


"Tetua Deng, pemuda berpakaian serba merah itu adalah Tabib Misterius. Gadis kecil yang di inginkan oleh Yang Mulia." Ucap Weyang yang berbisik di akhir kalimatnya.


Bukan tidak ada maksud Weyang berkata seperti itu, dia tahu betul orang seperti apa Tetua Deng. Dia tidak ingin pria itu berniat tidak senonoh pada gadis yang di inginkan oleh tuannya, bagaimanapun gadis itu harus berhasil dibawa kembali ke kerajaan iblis tanpa lecet sedikitpun.


"Jadi dia orangnya?" Tanya Tetua Deng meminta kepastian pada Weyang masih dengan tatapan mesum yang kembali pada sosok gadis berpakaian merah itu.


"Benar Tetua Deng."


"Baiklah, kalian urus pemuda itu dan bawa dia naik ke atas kapal. Sisanya biar aku yang urus."


Tetua Deng memperintahkan Weyang dan yang lainnya untuk fokus menangkap Xia yu, sementara dia akan mengurus Yuan Zhu-Ming dan yang lainnya.


Sepuluh Kultivator iblis itu menganggukkan kepala mereka secara bersamaan, memberi tanda bahwa mereka paham dengan apa yang di perintahkan oleh Tetua Deng. Mereka langsung bergerak untuk menangkap Xia yu, tapi langkah mereka lagi-lagi tertahan ketika seluruh anak buah Yuan Zhu-Ming menghadang mereka.


Hal itu tentu saja membuat Tetua Deng yang tempramen mudah berubah itu terlihat tidak senang, dia berjalan dan berhenti tepat dihadapan sosok pria berjenggot itu. Lalu berkata dengan suara yang dalam sambil menatap penuh ancaman pada pria itu.


"Tuan, sebaiknya anda merendah diri. Biarkan kami membawa pemuda itu dengan tenang." Tetua Deng berbicara pada Yuan Zhu-Ming.


Yuan Zhu-Ming terlihat acuh tak acuh saat di ajak bicara oleh Tetua Deng. Sepertinya dia tidak akan mengindahkan permintaan pria itu. Terlihat dari sikapnya yang memilih berjalan menghampiri Xia yu yang di kelilingi oleh anak buahnya, lalu dia berhenti tepat di depannya, seolah dia sedang menghadang pria bertelinga runcing itu mendekat kearah Xia yu. Lalu dia berkata.


"Pemuda ini tidak akan pergi kemana-mana." Ucapnya dengan wajah datar.


Sosok gadis kecil di belakangnya terlihat kaget dengan perlakukan pria itu dan para pekerjanya. Awalnya Xia yu mengira bahwa pria itu benar-benar seorang pembisnis, karena dia sempat melirik kamarnya yang dipenuhi dengan gulungan buku dan buku biasa.


Xia yu berdiri di belakang tubuh kekar Yuan Zhu-Ming, kedua sudut bibirnya terangkat sambil menaikkan dagunya, mencoba mengambarkan senyum manis saat tatapannya tertuju pada sosok pria yang dia panggil Paman.


'Aku sangat kuat Paman!' Batin Xia yu tidak bisa menahan ujung bibirnya yang naik, dan dia hanya diam karena ingin terus mengikuti permainannya sambil melihat pria berjenggot itu dengan tatapan kagum.


"Rupanya kamu tidak ingin ada ketenangan dalam perjalananmu. Ya!" Decak kesal Tetua Deng, tiba-tiba dia mengeluarkan kepulan asap hitam dari telapak tangannya.


"Aku sangat yakin!" Yuan Zhu-Ming langsung menjawab ancaman Tetua Deng dengan wajah yang sangat datar.


Mendengar jawaban Yuan Zhu-Ming, Tetua Deng langsung terpancing emosi. Dia melemparkan kepulan asap itu kepada kelompok lawannya. Seketika kepulan asap itu membesar, hingga menyelimuti udara yang tadinya bersih menjadi hitam, seperti asap dari ledakan yang terjadi di atas kapal.


Beberapa Kultivator dari Kerajaan Iblis terlihat menjauh sambil menutup lubang hidung dan mulut mereka dengan menggunakan telapak tangan.


Asap hitam itu adalah gas beracun yang dapat melumpuhkan saraf dalam waktu sepuluh detik, setelah korbannya menghirup udara yang terkontaminasi oleh asap beracun. Asap itu akan bertahan selama satu menit, siapa pun yang terlanjur menghirupnya, mereka tidak akan bisa menggerakan seluruh organ tubuh selama lima menit. Terkecuali orang itu kebal racun dan meminum penawarnya terlebih dulu.


Satu menit telah berlalu, namun apa yang di lihat oleh Tetua Deng sangat berbanding terbalik dengan apa yang dibayangkan olehnya.


Bukannya orang-orang Yuan Zhu-Ming yang terkapar, melainkan sepuluh Kultivator Kerajaan Iblis lah yang terkapar di atas lantai kapal.


Satu menit sebelumnya.


Ketika Tetua Deng melemparkan asap beracun itu, Yuan Zhu-Ming sudah mengambil ancang-ancang. Dia memfokuskan pikirannya untuk melintasi pintu masuk yang akan membawanya kedalam Kerajaan Kegelapan. Ternyata, semua anak buahnya juga berpikiran sama dengannya. Itu semua berkat Telepati yang dia ajarkan secara langsung kepada mereka.


{Fokuskan pikiran kalian, kita sudah berada di jalur yang benar. Dalam hitungan ketiga Aku akan menuntun kalian masuk kedalam Kerajaan Kegelapan.} Telepati Yuan Zhu-Ming kepada anak buahnya.


{Baik Yang Mulia!} Jawab mereka serentak.


Seketika, saat asap hitam menyelimuti udara di sekitarnya, Yuan Zhu-Ming meraih tangan Xia yu dan membuatnya tidak sadarkan diri. Setelah itu dia menyalurkan kekuatannya membuat sebuah gebrakkan kuat saat mereka menghilang dalam satu kedipan mata, meninggalkan kapal miliknya dan para Kultivator dari kerajaan iblis. Kepergian mereka berhasil mengundang kemurkaan Tetua Deng.


"Berengsek! Dimana mereka? Kenapa mereka bisa menghilang dari tempat ini. Kemana perginya orang-orang itu?!"


Dengus kesal Tetua Deng tidak mendapati kelompok Yuan Zhu-Ming. Dia terkejut dan kebingungan. Wajahnya terlihat sangat suram, baru kali ini dia berhadapan dengan orang yang dapat lepas dari jeratan asap beracunnya.


Dengan amarah besar di dadanya, dia berjalan ke arah sepuluh kultivator yang terbaring diatas lantai kapal. Lalu menendang tubuh mereka satu persatu, sambil meneriakan beberapa umpatan kasar.


"Dasar bosoh! Payah! Kenapa kalian tidak bisa menahan nafas selama satu menit saja? Apakah kalian ini bocah ingusan yang sedang belajar jadi pembajak yang dungu! Argh! Betapa tidak bergunanya kalian." Keluhnya yang di iringi kekesalan tiada henti.


Sepuluh Kultivator itu sudah terbangun dari ketidak sadarannya. Mereka berusaha berdiri, namun terjatuh berkali-kali karena belum bisa menyesuaikan keadaan tubuh mereka yang sarafnya baru saja kembali normal.


Wajah mereka terlihat kebingungan, kerika melihat keadaan di sana. Weyang tidak melihat keberadaan kelompok Yuan Zhu-MIng dan gadis kecil tuannya.


"Kemana mereka? Dimana gadis kecil itu?!" Seru Weyang setelah sadar sepenuhnya.


Yuan Zhu-Ming dan yang lainnya telah menghilang dari tempat itu. Tidak ada jejak sama sekali dari kepergian mereka. Tiba-tiba kapal itu mengeluarkan suara deritan, dan mulai tenggelam secara perlahan.


"Ketua. Kapal ini akan tenggelam!" Teriak salah satu Kultivator anak buah Weyang.


"Melompat keatas kapal kita!" Teriak Weyang.


Tanpa aba-aba lagi mereka segera melompat dan mendarat di atas kapal terbang milik Kerajaan Iblis. Tidak berapa lama, kapal milik Yuan Zhu-Ming karam tenggelam kedalam air, meninggalkan jejak pusaran yang dalam setelah kapal itu benar-benar menghilang dari atas permukaan air.


"Siapa pria berjenggot itu sebenarnya, kenapa dia dan orang-orangnya bisa menghilang dari luasnya laut ini? Dan kekuatan apa yang dia miliki sampai-sampai bisa menenggelamkan kapal itu tanpa dia ada di tempat kejadian!" Kebingungan dan keterkejutan melanda orang-orang dari kerajaan iblis.


**tbc