The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
178. Kaisar Yuan Zhu-Ming..



***


Hilangnya kesadaran, membuat Xia yu terjatuh dalam pelukan pria misterius. pria misterius itu berjalan dengan langkah besar kearah Xia yu. menangkap tubuh kecil itu dengan satu tangannya. seraya menekuk satu kakinya untuk menopang bobot tubuh gadis kecil yang memperkenalkan dirinya sebagai pencuri.


pria misterius membuka kain hitam yang menutupi kelopak matanya. kini dua manik mata biru keabuan itu menatap tajam pada dua kelopak mata yang terpejam. tak terasa hembusan nafas mereka beradu. sekarang matanya beralih memperhatikan dengan seksama pahatan wajah si gadis pencuri. terdapat kain hitam yang menutupi sebagian wajahnya.


samar-samar ia bisa melihat lengkungan indah bulu mata yang terpejam itu. ada perasaan yang berbeda saat memperhatikan wajah si gadis pencuri. tidak terasa pria misterius itu melontarkan satu kata yang tidak pernah ia ucapkan selama hidupnya.


"cantik..!" lirihnya memuji separuh kecantikan Xia yu dengan senyuman terpampang jelas di bibirnya. baru kali ini dia memuji kecantikan seorang gadis. padahal selama hidupnya pria itu di kelilingi puluhan gadis cantik. namun ia tak pernah tertarik dengan mereka.


tapi, hanya dengan melihat setengah wajah Xia yu, pria misterius langsung menyebutkan kata yang asing itu. entah apa yang akan dia ucapkan ketika melihat keseluruhan wajah si gadis pencuri?


sesaat kemudian pria itu mengedarkan pandangan nya kearah tempat tidur. kemudian membopong tubuh gadis pencuri itu dengan kedua tangan kokohnya, lalu membaringkan nya. kemudian menyelimutinya dengan selimut yang sebelumnya ia kenakan.


setelahnya, pria itu memanggil seseorang yang sedari tadi berada di luar ruangan. orang yang ia larang masuk karena tengah menjalani hukuman.


"MO.." panggil pria itu.


tidak berapa lama pintu kamar terbuka dari luar dan menampilkan sosok pria muda dengan pakaian berwarna hitam dan pedang di belakang punggungnya. pria muda itu adalah pelayan sekaligus pengawal pribadi tuannya. yaitu pria yang berada di dalam kamar.



Li Mo Han, di panggil dengan nama panggilan Mo. pria muda berumur dua puluh tiga tahun, masih lajang dan masih perjaka. kemampuan beladiri nya berada di tingkatan warrior level empat. sedangkan tuannya berada di tingkat grand master.


Mo, berlari kecil menghadap tuannya yang tengah membuka ikatan tirai tempat tidur. seolah tuannya tengah menyembunyikan sesuatu di dalam sana.


langkah Mo terhenti setelah berjarak satu meter dari tuannya. matanya melirik ke arah tempat tidur yang tertutup tirai transparan. menelisik dan mendapati sosok manusia tengah terbaring di atas tempat tidur tuannya.


"Mo..!" panggil pria itu lagi dengan suara yang lebih keras untuk menyadarkan Mo. jika yang sedang ia lakukan itu tidak di perbolehkan tuannya.


Mo tersadar, jika yang sedang di lakukan nya itu tidak benar. ia segera mengalihkan pandangan nya dan menjawab panggilan tuannya.


"hah..? ahh.. ya, ma-maaf yang mulia.. a-ada yang bisa sa-aya bantu?" jawab Mo gelagapan sambil menundukkan kepalanya. menandakan jika ia mengakui kesalahannya.


"panggil Yuche kemari.." titah pria itu pada Mo agar memanggil orang yang bernama Yuche.


"baik yang mulia, hamba mohon undur diri." jawab Mo singkat. kemudian melenggang pergi keluar ruangan.


Mo, tidak mau membuat tuannya marah kembali. meskipun ia sangat penasaran, ia tetap harus mentaati peraturan dan perintah yang di ucapkan oleh tuannya. dengan rasa penasaran itu, ia pergi keluar ruangan untuk memanggil seseorang yang bernama Yuche.


tidak berapa lama Mo kembali ke kamar tuannya dan membawa pria berkepribadian lebih dewasa dari dirinya. di dalam kamar, Mo dan Yuche langsung menghampiri tuannya. mereka melihat tuannya sedang menatap sosok manusia yang terbaring di atas tempat tidur.


kini rasa penasaran itu menghampiri Yuche. namun Yuche masih bisa menahan rasa penasaran itu. dia segera memberikan hormatnya pada sosok pria yang ia hormati. melebihi hormatnya kepada orang tua.


"saya memberi hormat pada yang mulia.." ujar Yuche tepat di hadapan tuannya.



Yuche, adalah tangan kanan pria itu. Yuche telah mengabdikan hidupnya selama 10 tahun. dari umur lima belas tahun Yuche telah menjadi pelayan, pengawal, teman, sahabat. bahkan sekarang ia telah di anggap saudara oleh pria misterius itu. tumbuh hidup bersama menjadi orang kepercayaan dari keluarga kerajaan.


Yuche adalah anak dari salah satu Kasim kerajaan. ayahnya tiada karena mengorbankan nyawanya untuk menghadang serangan yang akan mengenai pewaris kerajaan. hari itu juga beliau tiada, namun ia meminta satu permintaan pada sang pemimpin untuk memperbolehkan anaknya mengabdikan diri pada pewaris kerajaan.


sang kaisar menyetujui permintaannya. detik itu juga anaknya yang tidak lain adalah Yuche di perintahkan bersumpah mengabdikan hidup dan matinya pada sang pewaris yang tidak lain adalah pria misterius.


selang satu tahun kemudian, kaisar tiada karena penyakit yang sulit di sembuhkan. terjadilah pertumpahan darah karena pemberontakan dari paman si pria misterius.


bekas luka di dahi are alis kiri Yuche adalah luka yang di dapat saat pemberontakan itu terjadi. saat itu Yuche menghadang panah yang akan mengenai jantung pria misterius. sayangnya panah itu menyerempet area wajah kirinya. meninggalkan bekas luka yang dalam. bahkan sampai sekarang masih terlihat jelas. jadi wajar saja jika Yuche telah di anggap saudara oleh si pria misterius.


...


Pria misterius itu bernama Yuan Zhu-Ming. di kenal sebagai kaisar Zhu-Ming dari kerajaan tiankong (langit).


Yuan Zhu-Ming datang ke kerajaan bei bersama dua orang kepercayaan nya. namun, mereka tidak menggunakan identitas asli. (mereka menyamar).


kedatangan mereka ke kerajaan bei adalah mencari seorang pelayan yang melarikan diri dari kerajaan tiankong.


*kembali ke inti pembicaraan..


Mendengar ucapan Yuche, Yuan Zhu-Ming bangkit dari duduk nya dan membuka tirai transparan itu. menunjukkan sosok gadis yang terbaring di tempat tidurnya.


"kemari lah..! lihat, apakah kalian mengenal perempuan ini?" ujar Yuan Zhu-Ming pada Mo dan Yuche. memerintahkan mereka untuk melihat Xia yu. sementara dirinya berjalan kearah tempat duduk.


Mo dan Yuche melangkah maju menghampiri tempat tidur. sesampainya disana mereka tertegun di tempat, terpaku pada kedua kelopak mata yang terpejam itu. memperhatikan dengan serius. apakah mereka mengenali wajah gadis yang tertutup itu. bahkan Yuche mengulurkan tangannya untuk merasakan denyut nadi pada pergelangan tangan gadis itu. ternyata gadis itu masih bernafas. awalnya Yuche berpikir jika tuannya telah membunuh gadis itu.


'gadis ini masih hidup.?' batin Yuche terkejut saat mengecek tubuh gadis itu. baru kali ia mendapati manusia yang masih bernafas. biasanya orang yang muncul secara tiba-tiba di hadapan tuannya akan berada dalam kondisi meninggal. mau mata-mata atau pembunuh. laki-laki atau perempuan sama saja di hadapan tuannya.


ini pertama kalinya Yuche melihat tuannya berbaik hati pada orang tak di kenal. padahal tuannya adalah sosok pria dingin dan kejam. tak pernah membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya. kejadian ini semakin membuatnya bingung.


Yuche membalikan badannya. menjawab pertanyaan tuannya.


"maaf yang mulia saya tidak mengenali gadis ini." ucap Yuche seraya menundukkan kepalanya, meminta maaf karena tidak mengenali sosok gadis yang masih tak sadarkan diri itu.


"bagaimana denganmu?" tanya Yuan Zhu-Ming pada Li Mo Han.


"saya juga tidak mengenalinya yang mulia." jawab Mo seraya menggeleng kan kepalanya pelan.


..Hufh..


Yuan Zhu-Ming mendengus kesal karena gadis ini tidak dikenali oleh mereka berdua. 'sebenarnya siapa gadis ini? kenapa dia menyebut dirinya pencuri, dan mencuri sesuatu dari ku?' batin Yuan Zhu-Ming.


sebenarnya Zhu-Ming bukanlah pria yang di maksud Xia yu. pria yang seminggu lalu menempati kamar ini adalah petinggi di kerajaan bei. pemuda ini selalu datang ke penginapan ini untuk melakukan kegiatan kesukaan di penginapan ini.


"yang mulia apa gadis ini ada hubungannya dengan pelayan wanita yang kita cari?" tanya Yuche.


"entah lah, aku juga tidak tahu.." jawab Yuan Zhu-Ming.


"apakah gadis pembunuh bayaran?" celetuk Mo.


"bukan.! gadis ini bilang jika dirinya adalah seorang pencuri." jawaban Yuan Zhu-Ming membuat Mo dan Yuche terkejut.


"PENCURI..?" ulang Mo seolah meminta penjelasan yang lebih rinci.


"maaf yang mulia, jika boleh tahu. bagaimana kronologi gadis ini bisa ada di dalam kamar yang mulia.?" ucap Yuche.


Yuan Zhu-Ming pun menjelaskan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu. "saat aku hendak istirahat, terdengar suara seseorang menampakan kakinya di atas lantai. aku tanya siapa dirinya? lalu dia menjawab jika dirinya adalah seorang pencuri. gadis ini berkata. jika, seminggu yang lalu di kamar ini. ia mencuri barang dari tamu yang menginap sebelum nya. dan hari ini ia datang untuk mengganti barang yang ia curi. tapi saat ia beranjak untuk pergi entah kenapa ia tak sadarkan diri."


'gadis ini tak sadarkan diri begitu saja saat hendak pergi? sebenarnya apa yang terjadi pada tubuhnya?' sambung Zhu-Ming dalam hatinya. ia penasaran dengan kondisi tubuh dan jati diri Xia yu.


"yang mulia sebaiknya anda pindah kamar, saya khawatir jika gadis ini adalah mata-mata atau pembunuh bayaran." usul Yuche mengkhawatirkan keselamatan tuannya.


"ck.. apa kau pikir aku ini lemah?" decak Zhu-Ming yang tak suka dengan usul pengawal nya. "penglihatan ku memang tidak sebaik dulu, tapi insting dan gerakan ku tidak sebanding dengan fighter atau warrior tingkat satu." lanjutnya yang tidak senang jika pengelihatan dianggap sebagai kelemahan.


"maaf yang mulia, saya tidak bermaksud demikian." Yuche membungkuk kan setengah badannya. meminta maaf atas kelancangannya.


"sudah, keluar lah.. aku akan mengintrogasi gadis ini sendiri." titahnya pada mereka berdua.


"baik yang mulia.. kami akan berjaga di depan pintu. saya harap yang mulia tidak gegabah di hadapan gadis misterius ini." ucap Yuche yang tidak bisa lepas dari kekhawatiran nya.


"CK.. kau sudah punya panggilan khusus saja untuk gadis ini." decak Yuan Zhu-Ming pada Yuche.


"apa ada yang salah dengan panggilan saya? bukan kah gadis ini memang misterius?" jawab Yuche yang mulai berbahasa lebih santai.


"ya..ya.. gadis ini memang misterius, sudah pergi sana.. apa kalian tidak ada kerjaan?" gerutu Yuan Zhu-Ming dengan pertanyaan bodohnya.


"pekerjaan kami melayani dan menjaga anda yang mulia.." ucap Mo dan Yuche serentak menjawab gerutuan tuannya. jawaban itu telak membuat Yuan Zhu-Ming semakin kesal.


karena kesal Yuan Zhu-Ming mengeluarkan kalimat yang selalu membuat nyali dua orang itu ciut.


"apa kalian ingin mendapat hukuman lagi?" ucap Yuan Zhu-Ming dengan seringainya.


melihat seringai itu, bulu kuduk mereka berdiri. dengan cepat mereka menjawab dan keluar dari kamar itu.


"kami mengerti yang mulia, kami mohon undur diri.." ucap Mo dan Yuche serentak. kemudian keluar kamar dengan terbirit-birit layaknya anak kecil yang takut dengan hukuman dari gurunya.


senyum manis tercetak jelas di bibir Yuan Zhu-Ming. seolah kepuasan tersendiri saat melihat raut wajah ketakutan dari mereka berdua.


"dasar bodoh..!" umpatnya merutuki kelemahan dua pengawalnya. entah ia yang bodoh atau mereka berdua yang bodoh.


****tbc


Bonus, visual wajah kaisar Yuan Zhu-Ming..


semoga kalian suka.. 😘


selalu maaf keun author ya, karena sering menggantung cerita ini. mau nya author sih up setiap hari. namun, kondisi hati dan tubuh itu selalu tidak bisa di prediksi. jadinya kayak gini deh..


semoga kalian tidak bosan dengan cerita Xia yu dan tidak bosan pula mendukung serta mensupport author.


Terimakasih.. author sayang kalian..😘**