
***
Setelah kepergian Tuan Neraka yang pergi begitu saja, Xia yu merasa sikap pria itu benar-benar sangat aneh. Dia kembali pada rutinitas malamnya, seperti biasa dia akan membersihkan diri sebelum tidur. Berhubung dia menginginkan kenyamanan yang hakiki untuk kebebasan tidurnya malam ini.
Keesokan harinya, Xia yu datang kembali ke Menara Medis. Dia melihat pria paruh baya yang mengajaknya bicara kemarin hari.
"Pak Tua Lin, aku akan memilih beberapa peralatan dan tanaman obat lagi. Apakah kamu mau ikut bersamaku?"
"Memilih tanaman obat lagi? Yang kamu ambil kemarin.." Pak Tua Lin terlihat terkejut dengan penuturan Xia yu.
"Yang kemarin hanya separuh ramuannya saja. Aku mendiamkan ramuan itu semalaman penuh, dan hasil endapannya akan memberikan hasil obat yang aku racik. Namun saat ini membutuhkan dua jenis tanaman yang aku lupa bawa kemarin. Tanaman itu adalah campuran terakhir yang harus aku masukan kedalam hasil endapan." Jelas Xia yu.
"Err..." Pak Tua Lin terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa. Tapi ketika mengingat sikap Tuan Neraka terhadap pemuda itu, maka dia hanya bisa menghela nafas.
"Pergilah memilih tanaman obat dan peralatan Medis yang kamu butuhkan. Setelah selesai mengambilnya, aku hanya akan mencatat semua yang kamu pilih. Aku masih sibuk mengerjakan sesuatu dan tidak bisa menemani kamu."
Kedua mata Xia yu berbinar. "Pak Tua Lin, aku tidak menyangka bahwa kamu sangat mempercayai ku. Tenanglah aku akan segera menyelesaikan obat yang di minta oleh Tuan Neraka. Dengan begitu aku bisa segera mendapatkan kembali kekuatan mistik ku. Dan meracik obat penawar yang di inginkan olehnya. Kalau begitu aku sangat berterimakasih atas kepercayaan yang anda berikan."
Setelah mengucapkan semua itu, Xia yu pergi dengan berlari kecil menaiki tangga yang mengarah pada lantai atas tempat penyimpanan tanaman obat dan peralatan medis. Pak Tua Lin hanya menggelengkan kepada dan meneruskan pekerjaannya.
Sesampainya di lantai atas, Xia yu mengambil cukup banyak peralatan dan tanaman obat.l ajaib. Kemudian, dia kembali ke rumah kecilnya. Dia mengunci dirinya di dalam sambil meracik tanaman-tanaman obat itu tanpa henti.
Ketika malam tiba, dari arah luar terdengar ketukan pintu. Di sana terlihat Serigala Abu-abu yang berwajah muram datang mengetuk pintu kamar Xia yu.
Sementara itu, di sisi lain gedung utama, Tuan Neraka sedang duduk di ruang kerjanya. Di hadapannya terdapat buku yang terbuat dari bilah bambu. Tangan kanannya menopang dagu, sementara kedua matanya menatap tulisan yang tertera di atas bilah bambu. Namun tatapannya terlihat kosong, dia bukan sedang membaca, melainkan sedang berpikir.
Entah apa yang sedang dia pikirkan. Terkadang dia mengerutkan alisnya. Bahkan sudut bibirnya melengkung sehingga membentuk senyuman manis.
'Itu aneh, bahkan sangat aneh!'
Kultivator berjubah hitam yang sedang berjaga di sampingnya menjadi sangat tegang dan merasa agak takut.
Tuan Neraka mengambil teh yang tersedia di atas meja kerjanya. Ketika akan meneguk teh itu, dia menyadari bahwa tehnya sudah dingin. Dia pun meletakkan kembali cangkir teh yang dia pegang kemudian dia menolehkan kepalanya ke arah Kultivator berjubah hitam. Lalu bertanya.
"Yuche, kemana Li Mo Han itu akan pergi." Tuan Neraka bertanya tentang Serigala Abu-abu. Ketika tidak ada orang lain, dia akan memanggil dua orang itu dengan nama mereka.
"Lapor Tuan, Li Mo Han sedang pergi konsultasi dengan Tabib Misterius mengenai suatu penyakit.." Belum usai dia menjawab pertanyaan tuannya. Dia malah di buat terkejut oleh Tuan Neraka.
Lelaki yang tadi sedang duduk dan menuangkan secangkir teh langsung menghentikan pergerakannya. Ketika mendengar kalimat penjaga di sampingnya, wajahnya langsung berubah. Seketika Tuan Neraka menggunakan topeng di wajahnya dan pergi seperti angin. Dia meninggalkan pengawal bayangannya yang sedang menatapnya sambil terbelalak kaget, bahkan mulutnya terbuka lebar.
Kamar Kecil Xia yu..
Xia yu sedang menatap Serigala Abu-abu yabg berwajah suram sambil berdiri di depan pintu. Salah satu alis Xia yu terangkat. Dia melipat kedua tangannya di depan dada. Dia mengangkat dagunya kemudian bertanya.
"Apakah kau ada urusan denganku?"
"Aku datang untuk berobat." Mo berusaha berbicara dengan tenang dan menahan keinginannya untuk membunuh pemuda di hadapannya. Namun suara yang sangat tegang dan aura pembunuh di sekujur tubuhnya masih terlihat, menunjukkan apa yang sedang dia rasakan.
"Aku memang Tabib Misterius, tapi bukan berarti bahwa aku bisa mengobati penyakit seseorang begitu saja." Ucap Xia yu dengan santai. Senyuman yang licik dan kejam terlihat di wajahnya. "Lagipula, bukankah kamu telah menunjukkan padaku seberapa hebat dirimu? Kenapa sekarang kamu membutuhkan aku untuk mengobati penyakitmu?"
Serigala Abu-abu menggertak kan giginya. Dia menatap Xia yu dengan penuh amarah, lalu berkata. "Jika bukan karena kamu, kenapa aku bisa menjadi seperti ini?!"
Setelah mengatakan itu, tiba-tiba ujung sudut bibir Xia yu melengkung keatas. Dia mengarahkan pandangannya mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki Serigala Abu-abu. Lalu Xia yu tersenyum dengan sinis.
"Hey.. Aku berpikir bahwa tidak masalah jika kamu terus seperti ini! Karena kamu cenderung lebih menyukai laki-laki, maka kamu tinggal menurut dan mengambil posisi di bawah jika tidak bisa membuat 'Itu-'mu tegang! Kenapa kamu malah menyia-nyiakan usahamu untuk mengobatinya?"
"Kamu..!!"
Teriak Serigala abu-abu. Dia sangat malu akibat ucapan Xia yu yang terlalu gamblang. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya. Dia hanya bisa menggertak kan giginya sambil merasa tidak berdaya.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau mengobati ku?!" Tanya Serigala Abu-abu yang kedua matanya terlihat merah karena cemas.
Xia yu pun menjawab dengan licik. "Aku bisa saja mengobati penyakit mu, namun tentu keahlian ku tidaklah gratisan. Bukankah seharusnya kamu membayar biaya untuk pengobatan mu?"
Ketika mendengar kalimat itu, Serigala Abu-abu terlihat menghela nafas. Ucapan Xia yu artinya dia bersedia mengobatinya.
"Apa yang kamu inginkan?"
"Mm," Xia yu mengusap dagunya dengan serius, terlihat sedang berpikir. Tiba-tiba, wajahnya menjadi ceria ketika dia menyadari sesuatu.
"Aku dengar, kamu memiliki sebuah kristal inti Binatang mistik Laba-laba beracun level Enam? Bisakah kamu memberikannya padaku?"
"Kristal inti? Dari mana kamu mengetahui hal ini?" Serigala abu-abu menatap Xia yu dengan tajam. Kristal inti itu adalah harta Karun miliknya yang berharga.
'Kristal inti itu adalah benda berharga yang diberikan Tuan sebagai hadiah atas peningkatan kultivasi ku. Aku tidak bisa memberikan benda berharga ku kepada bocah ini!' Batin Serigala Abu-abu menolak memberikan barang berharganya.
Xia yu melihat jelas penolakan dari wajah Serigala Abu-abu. Dia hanya mengangkat alis sambil berkata. "Aku tahu dari Pak Tua Lin. Apakah ini artinya kamu menyetujui transaksi dari pengobatan ini? Kalau tidak, sebaiknya kamu kembali ke tempatmu. Karena saat ini aku sangat sibuk."
Serigala abu-abu terlihat putus asa. Dia menatap pemuda dihadapannya dengan kejam. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah kristal inti berwarna merah pekat dari cincin spasial yang dia kenakan. Dia pun menyerahkan benda berharga itu dengan enggan.
"Pegang lah dengan benar!"
Kedua mata Xia yu berbinar. Dia menerima benda bercahaya itu dengan senang hati. Kristal inti tingkat enam membuatnya terpana. Ini adalah kali kedua dia melihat inti kekutan dari binatang mistik. Yang pertama adalah ketika dia mendapatkan inti kekuatan dari siluman ular.
Setelah itu, Xia yu berbalik dan berjalan masuk kedalam kamar. Dan dia juga mengajak lelaki itu untuk mengikutinya.
"Silahkan masuk! Lepaskan bagian atas pakaianmu dan duduklah di atas kursi panjang itu!" Ucapnya sambil menunjuk kursi panjang yang berada di dekat jendela.
Serigala abu-abu dengan patuh mengikuti semua perintah Xia yu. Dia melepaskan bagian luar jubahnya setelah masuk ke dalam. Kemudian duduk di kursi.
"Wow, tubuhmu bagus juga ternyata. Ku kira akan terlihat lusuh!" Xia yu berdiri dengan tenang di belakang Serigala Abu-abu dan menatap otot-otot tubuhnya yang menonjol. Dia mengambil dua jarum perak dari atas meja, yang sebelumnya dia minta dari Pak Tua Lin. Kemudian, dia menusukkan jarum itu ke beberapa titik akupuntur di pinggangnya.
Ketika sedang asyik mengobati Serigala Abu-abu, dari arah luar kamar terdengar langkah tegap seseorang. Seketika pintu terbuka dengan sangat kencang.
"Brakk!"
Seorang pria dewasa memakai pakaian serba hitam dengan aksen bulu burung di pundaknya masuk ke dalam kamar. Separuh wajahnya tertutup topeng perak. Memberikan sisi Misterius yang membuat siapa saja akan bergidik ketakutan.
"Apa yang sedang kalian lakukan?!" Teriak sosok pria misterius itu.
**tbc