
Kedai paman han..
***
"Maaf tuan kami tidak bermaksud membuat keributan di tempat tuan.!" ujar xia yu berdiri menghadap ke arah pria yang baru saja keluar dari ruangan nya.
paman han mengalihkan pandangan nya ke arah xia y. gadis yang baru saja berdiri dengan wajah gadis nya yang kotor karena ulasan tanah yang dia jadikan sebagai penyamaran nya sebagai pendatang baru di daerah sana. paman itu bertanya pada xia yu. "nona ini siapa.?"
"saya dan teman saya hanya warga biasa dari kerajaan xing tuan." jawab xia yu. dia mengalihkan pandangan nya ke arah fang yin dan memberi kode supaya dia tetap diam menutup mulut nya.
"lalu kenapa semua orang di sini mengatakan jika ku tidak menyukai mie pedas buatan ku.?" tanya si paman yang memang mendengar semua ucapan pengunjung tapi tak mendengar obralan xia yu dan fang yin karena suasana nya masih tenang.
"Kami menyukai mie pedas buatan tuan, kami tidak pernah mengatakan jika mie tuan tidak enak. teman saya hanya menyanjung saya saja karena saya suka memasak untuk nya, kami tidak bermaksud menghina atau menyepelekan masakan tuan.!" jawab xia yu dengan lancar nya menyanggah semua tuduhan pengunjung di sana.
"apa bukti nya jika kau tidak berbicara seperti itu.?" tanya salah seorang pengunjung yang sedari tadi nyinyir pada xia yu.
"bukti..?" ulang xia yu dengan tenang nya mengalihkan pandangan nya kepada seorang pemuda di sebelah kanan meja nya.
"ya.. buktikan jika kau memang tidak menghina masakan paman han." ujar pemuda itu dengan tatapan penuh dengan penekanan pada xia yu.
"bukti ya..? mm.." ujar xia yu dengan jari tangan kanan nya memegang dagu nya seperti tengah berpikir, tapi itu hanya sandiwara nya saja. "apa mangkuk ini bisa di jadikan bukti.?" sambung nya dengan mengangkat mangkuk keramik kualitas rendah bekas wadah mie yang dia makan sampai habis tak menyisakan satu helai mie di dalam mangkuk itu.
"tidak..! itu tidak bisa di jadikan bukti.!" ujar pria tadi menyanggah ucapan xia yu.
"kenapa tidak bisa di jadi kan bukti.? bukan kah jika mie ini habis berarti mie buatan tuan ini memang enak.?" jawab xia yu tidak mau kalah.
"nona.. kenapa pemuda itu kekeh sekali menuduh nona mengatakan mie buatan tuan han tidak enak.? maaf jika boleh saya tahu apa nona mengerti cara memasak.? jika iya lebih baik nona bukti kan saja dengan masakan nona. apakah lebih lezat dari masakan tuan han atau tidak.? itu lebih baik dari pada terus berdebat seperti ini." ujar salah satu pria paruh baya yang menjadi salah satu pengunjung di sana.
xia yu memikirkan ucapan pria itu dan berkata di dalam hati nya. 'hm.. memasak.? bisa juga sih dari pada terus tertahan di kedai ini dengan tatapan mencemooh mereka karena penampilan ku.' batin xia yu.
"nona.." lirih fang yin cemas.
xia yu mengangguk kan kepala nya pelan agar fang yin tak terlalu cemas. dia pun membalik kan badan nya ke arah paman han dan berkata. "tuan apakah saya bisa meminjam dapur anda untuk membuat mie pedas seperti buatan anda.?" tanya xia yu.
"tapi.." lirih paman han ragu kaena penampilan xia yu.
"tenang saja saya akan membayar nya dengan tagihan mie yang saya makan dan bahan yang akan saya pakai di dapur anda.!" jawab xia yu melihat keraguan paman han.
"baik lah silahkan.. nona bisa menggunakan dapur terbuka saya untuk anda memasak." jawab tuan han menunjuk kan tempat dimana para karyawan nya sedang menggantikan dia memasak karena para pelayan nya juga telah mahir dalam memasak mie buatan nya.
"terimakasih tuan.." ujar xia yu. dia dan fang yin pun beranjak dari tempat nya dan berjalan ke arah dapur itu. semua orang yang penasaran dengan gadis yang membuat keributan itu pun mengikuti nya dari belakang dan mulai memperhatikan xia yu yang sedang mencuci tangan dan mulai memilah-milah bahan masakan yang tersedia di dapur terbuka itu.
di dalam dapur itu terdapat banyak sekali bahan masakan. xia yu mengambil dua tepung, telur dan bahan lain nya untuk membuat mie yang selalu dia buat saat bersama fang yin. xia yu mulai membasahi dua jenis tepung itu dengan air telur dengan memberi sedikit garam untuk memberi rasa pada adonan mie nya. setelah itu di mulai menguleni nya sampai berbentuk adonan yang yang kalis. berhubung tidak ada cetakan untuk membuat mie di hanya menggiling adonan itu dengan gilingan tepung yang terbuat dari kayu.
...tak..tak..tak..tak..
suara pisau besar yang memotong adonan dengan potongan yang sangat kecil memanjang. semua orang terpukau dengan keahlian memotong xia yu.
di sebelah nya fang yin tengah memanggang daging asap yang di buat toping oleh paman han. sebelum nya xia yu memberikan sedikit perasan jeruk, garam pada daging itu karena rasa daging asap itu terasa hambar di mulut xia yu dia juga membalurkan nya dengan kecap yang tersedia di sana dan menyuruh fang yin untuk membakar nya di atas wajan yang datar entah di gunakan untuk apa oleh si pemilik kedai.
..Gleg...
semua orang menelan saliva nya dengan kasar saat mencium bau harum dari daging itu. mereka juga mencium bau harum dari uap kuah yang tengah mengepul di atas panci yang terbuat dari tanah liat kuah yang berwarna coklat bening.
ya xia yu telah membuat kuah mie dengan bumbu yang dia tumbuk sendiri setelah dia membuat mie. dia juga merebus beberapa sayuran seperti jamur dan sawi dan terakhir merebus mie nya di wadah yang berbeda dan merendam telur yang telah di rebus oleh paman han ke dalam mangkuk yang berisi cairan kecap yang di beri garam dan bawang merah.
semua bahan yang xia yu masak mulai ia tata di dalam mangkuk, xia yu membuat tiga porsi mie. xia yu mulai mengiris daging yang fang yin panggang dan menaruh nya di atas mie yang telah di temani oleh kedua sayuran itu.
..syurr...
guyuran kuah mie masuk ke dalam mangkuk, dia mengambil dua batang daun bawang dan mengiris nya dengan potongan kecil. setelah itu menabur kan nya ke atas masakan nya dengan biji wijen dan cabai yang tersedia di sana.
fang yin membawa mie buatan xia yu ke dalam kedai dengan nampan besar yang dapat memuat tiga empat mangkuk mie. kini semua orang dapat melihat mie perbedaan penampilan dari mie buatan xia yu dan paman han karena fang yin menaruh nya di atas meja tamu yang masih tersedia satu mangkuk mie yang masih utuh.
(gambar saya ambil dari pinterest ya.. ini hanya sebagai ilustrasi saja."
***
semua orang terpukau dengan penampilan mie buatan xia yu yang terlihat berwarna dan terlihat menggugah selera mereka.
xia yu mengahadapa paman han dan berkata. "tuan silahkan anda cicipi mie buatan saya apakah rasa dari mie saya dapat membuktikan jika perkataan teman saya memang tidak salah." ujar xia yu percaya diri dengan mie buatan nya yang dapat paman han memihak pada nya.
paman han tidak langsung menjawab ucapan xia yu namun dia duduk di hadapan mangkuk yang berisi mie buatan xia yu. paman han memperhatikan semua detail masakan xia yu. xia yu melihat keraguan di mata paman han dia pun kembali berkata. "masakan saya tidak mengandung racun.!! bahkan mie ini tidak akan membuat orang yang memakan nya gemuk. berbeda dengan mie buatan anda yang mengandung kalori dan lemak yang cukup banyak dan dapat membahayakan pengunjung anda jika mereka memakan mie anda setiap hari dan setiap waktu." jelas xia yu.
tentu saja ucapan xia yu membuat semua orang menatap tak percaya pada nya. "kenapa kau mengklaim mie buatan paman han berbahaya..?" ujar si pria yang terus saja sewot sama xia yu.
xia yu meraih tangan pemuda itu dan mendeteksi denyut nadi nya. namun si pria malah berontak dengan menghempas kan tangan nya dan membentak xia yu. "apa yang kau lakukan..?" bentak pria itu.
"aku hanya memeriksa denyut nadi mu saja." jawab xia yu jujur.
"memang nya kenapa dengan denyut nadi ku..? kau jangan berlaga sebagai seorang tabib.!" bentak si pria.
"maaf paman han.. aku hanya tidak rela masakan paman sebut membahayakan oleh gadis ini." jawab pemuda tadi yang bernama lao yi.
"sudah lah.. sekarang biar kan paman mencoba masakan nya, kamu juga duduk makan lah." ujar paman han. lao yi pun menuruti perintah paman han untuk duduk dan mulai memegang sumpit bagian nya.
fang yin mulai membagikan mie itu di depan paman han dan lao yi sedang kan yang satu nya lagi iya taruh di depan kursi yang masih kosong. xia yu mengalihkan pandangan nya ke arah pria paruh baya yang tadi menyuruh nya untuk memasak. lalu dia berkata. "paman apakah anda bersedia mencoba masakan saya dan menilai masakan saya.?" ujar xia yu pada pria itu.
"dengan senang hati nona." jawab pria itu beranjak dari duduk nya dan duduk di satu meja dengan paman han dan lao yi.
"silahkan.." ujar fang yin memberikan sumpit pada pria yang baru saja duduk.
"terimakasih.." jawab pria itu menerima sumpit dari fang yin.
"silahkan cicipi masakan saya.." ujar xia yu agar mereka bertiga mulai mencicipi mie buatan nya.
mereka bertiga pun mulai menyuap kan kuah mie buatan xia yu untuk permulaan
..srrup...
betapa terkejut nya mereka bertiga saat merasakan kuah yang beraroma kuat dengan rempah-rempah bumbu dapur. mereka pun mulai mengambil mie nya kemudian memasuk kan nya ke dalam mulut mengunyah nya dengan pelan merasakan tekstur yang lembut dan kenyal meluncur ke tenggorok kan mereka.
setelah itu mereka mulai menjajah pendamping mie nya dari daging asap, dan telur yang telah di rubah cara masak nya oleh xia yu. sayuran yang masih segar dengan tekstur nya yang krunchi membuat melodi di dalam mulut.
semua pengunjung terhipnotis dengan pemandangan ketiga orang itu yang fokus dengan mie buatan xia yu menatap nya dengan tatapan lapar bahkan sampai meneteskan air liur mereka. kalian bisa bayang kan jika kalian di hadap kan dengan masakan yang terlihat enak saat bau uap masakan itu tercium oleh indra penciuman kita.
'whoww..... mie ini sangat lezat dan ringan di perut tidak meninggal kan rasa begah atau pun mual.' batin paman han dan pria tua itu.
(karena mie buatan paman han jika setelah makan perut mereka pasti langsung begah dan mual seperti telah memakan banyak sekali mie padahal hanya satu mangkuk.)
...sruup..
...sruup...
....eeeuuuuu......
lao yi dengan tidak malu nya bersendawa setelah menenggak habis kuah mie itu setelah menghabis kan mie dan pendamping lain nya. semua orang yang berada di sana tertegun melihat ke tiga mangkuk yang berisi mie buatan xia yu telah kosong di santap oleh ketiga orang itu. 'apa seenak itu mie buatan nya.?' batin mereka yang penasaran dengan mie buatan xia yu.
"nona... mie buatan anda ini sangat-sangat lezat.!" ujar paman han mengakui kelezatan mie xia yu.
"benar nona.. mie buatan anda adalah mie terlezat dari semua mie yang saya pernah makan.!" sambung pria paruh baya.
"terimakasih.. jadi apakah saya dan teman saya terbukti tidak mengatakan kebohongan.?" jawab xia yu. dia langsung mengungkit masalah tadi.
"tentu saja nona.. kami percaya seratus persen dengan nona.." jawab paman han dan pria itu.
"terimakasih.. tapi apakah pria ini juga mempercayai ku.?" ujar xia yu menunjuk pada lao yi.
...blush...
wajah lao yi memerah karena malu. dia sadar sekarang setelah dia menghabis kan makanan di hadapan nya. dia pun berlutut di hadapan xia yu untuk meminta pengampunan pada nya. "n..non..na.. saya minta maaf karena memfitnah nona saat saya tidak menyukai obrolan anda bersama teman anda.. saya mengaku salah nona, tolong maaf kan saya nona. saya benar-benar menyesal." ujar lao yi.
'cih.. tadi saja kau ngotot sekali memfitnah ku.' batin xia yu.
xia yu malas sekali menghadapi lao yi dia memilih mengeluarkan satu koin emas dari dalam katung koin yang dia punya untuk penyamaran nya. xia yu menaruh koin itu di atas meja dan berkata. "karena kami sudah terbukti tidak bersalah kami bisa pergi bukan.? m.. dan saya rasa dengan satu koin emas ini bisa mengganti semua bahan yang saya pakai bersama dua porsi mie yang telah kami makan. saya permisi karena saya harus melanjutkan perjalanan saya." ujar nya. lalu membalikan badan nya berniat untuk pergi dari kedai paman han.
semua orang tertegun mendengar ucapan xia yu, mereka "nona tunggu.!" panggil paman han menghentikan xia yu.
"ada apa lagi..?" tanya xia yu.
paman han memberikan koin emas itu pada xia yu dan berkata. "maaf nona karena semua ini bukan kesalahan nona.. anda tidak perlu membayar apa yang telah nona pakai. saya berterimakasih karena nona telah membiarkan saya merasakan masakan nona yang sangat lezat.. saya berharap nona bersedia memberi saran pada saya agar mie buatan saya tidak membahayakan pengunjung saya." ujar paman han dengan tulus.
"baik lah saya akan membantu anda karena saya tidak mau semua orang yang menjadi penggemar masakan merasa terancam dan membuat kedai anda tidak ramai karena asumsi saya." jawab xia yu. bagaimana pun dia adalah seorang dokter yang menjunjung tinggi kesehatan bagi semua orang.
"terimakasih nona.. terimakasih.!" jawab paman han membungkuk kan setengah badan nya berterimakasih pada xia yu.
"baik lah tolong berikan saya alat tulis untuk menuliskan resep mie buatan saya." ujar xia yu.
"sebentar nona.." jawab paman han. ia pun berlari kecil ke dalam ruangan nya dan kembali lagi dengan kertas dan kuas serta tinta di tangan nya. "ini nona.." ujar nya memberikan alat tulis itu pada xia yu.
"hm.." jawab xia yu dengan deheman nya. dia duduk di kursi yang tidak di duduki oleh pengunjung dan mulai menulis kan semua bahan dan cara memasak nya agar paman han bisa membuat mie versi buatan xia yu dengan benar. semua orang memperhatikan xia yu yang serius ketika menulis. semua orang kini terpesona dengan keanggunan yang di miliki oleh xia yu. meskipun wajah nya kotor dan tidak memakai pakaian yang bagus namun dia tetap saja memiliki kesan seorang gadis bangsawan dengan keanggunan yang tidak dia buat-buat.
tidak berapa lama xia yu selesai dengan resep nya. dia pun menggulung kertas itu dan menyerahkan nya pada paman han. "ini catatan untuk membuat mie yang saya buat.. jika anda ingin semua pengunjung anda tetap menikmati mie pedas, anda tinggal melihat resep mie pedas anda yang telah saya rubah di sebelah mie buatan saya." ujar xia yu.
"terimakasih nona.. saya sungguh berterimakasih atas kebaikan nona yang tidak pelit akan ilmu." jawab paman han.
"tidak apa tuan.. maaf saya tidak bisa berlama-lama.. saya akan berkunjung jika saya melewati desa ini lagi." ujar xia yu.
"baik lah nona.. hati-hati di jalan semoga anda selamat sampai tujuan anda." jawab paman han. mereka pun berpisah dengan xia yu dan fang yin yang telah meninggal kan kedai itu.
paman han sangat senang karena dia mendapat kan resep dari xia yu. berbeda dengan lao yi dan pria paruh baya itu. mereka langsung menceritakan rasa lezat mie buatan xia yu pada semua orang yang berada di sana. pengunjung lain nya merasa iri karena tidak bisa ikut merasakan mie buatan xia yu. mereka hanya bisa menggigit jari dan menelan saliva mereka saat mendengarkan penjelasan lao yi dan pria itu.
**tbc