The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
222. Terbongkarnya penyamaran Tabib Miaterius gadungan..



***


*Beberapa jam yang lalu..


Di dalam ruangan yang megah dan elegan, terlihat beberapa orang tengah berkumpul dalam satu meja.


Seorang pria dewasa dengan paras yang begitu tampan mengalahkan dewa-dewa yang ada di yunani. Wajahnya yang tegas serta karisma yang memancar dari tatapannya, sungguh meluluhkan hati para kaum hawa, namun berbanding terbalik ketika para kaum adam yang mengetahui siapa jati dirinya, seketika akan bertekuk lutut saat berhadapan dengan pria tampan itu.


Lensa matanya berwarna biru jernih, bagaikan air terjun yang terlihat begitu indah sungguh memikat, dan menarik perhatian semua orang. Dan matanya akan sedikit menyipit ketika dia menampilkan senyum manis di bibirnya, dan seketika tatapan hangat dari mata jernih itu menghilang, ketika si pemilik wajah tampan itu mendengar berita yang di bisikkan oleh pengawal pribadinya.



(Jika tidak sama dengan wajah Yuan Zhu-Ming maaf ya, Author hanya ingin memberi ilusi tentang ekspresi wajah Kaisar Yuan Zhu-Ming)


Kaisar Yuan Zhu-Ming menampilkan tatapan dingin yang mampu membuat orang bergidik ketakutan, dia menatap gadis cantik yang mengenakan jubah biru di hadapannya dengan sangat tajam, sehingga membuat gadis itu gugup dan salah tingkah.


Semburat rona merah muncul seketika di wajahnya, perasaan gugup juga menyusul ketika sang penguasa kerajaan Tiankong menatap lekat padanya. Yuri mengira jika lelaki tampan di hadapannya memiliki ketertarikan terhadapnya, padahal selama ini tidak ada satu pun perempuan yang berhasil dekat dengan lelaki itu.


Tidak berapa lama setelah mendengar berita dari pengawalnya, Yuan Zhu-Ming pun mulai mengeluarkan pertanyaan untuk sang tabib gadungan.


"Tabib, anda mengatakan jika saya bisa sembuh setelah anda menemukan bunga Baibaihe bukan?" Ujar Yuan Zhu-Ming dengan sopan. Ini kedua kalinya dia bertemu dengan gadis yang mengaku sebagai Tabib Misterius.


"Benar yang mulia, namun saya gagal mendapatkan Bunga Baibaihe, bahkan saya kehilangan keluarga saya ketika pencarian bunga tersebut. Kakak pertama dan paman saya di bunuh oleh wanita gembel yang ada di Hutan Kehidupan." Tutur Yuri menjawab pertanyaan Kaisar Yuan Zhu-Ming.


Mendengar jawaban dari gadis di hadapannya, Yuan Zhu-Ming teringat dengan sosok gadis berjubah merah dengan cadar merah transparan merah yang menutupi sebagian wajahnya. Yang dia kenal sebagai Gadis penari atau Gadis Pencuri.


'Sepertinya gadis penari itu bukan orang biasa, sebenarnya dia siapa dan kenapa gadis muda sepetinya bisa memiliki keberanian dan kekuatan yang di luar logika manusia.' Batin Yuan Zhu-Ming bermonolog di dalam hatinya, ketika mengingat Gadis yang telah berhasil mengusik pikirannya.


Kembali lagi ke inti cerita. Kini Yuri tidak segan lagi memperlihatkan perasaannya terhadap Yuan Zhu-Ming, dia bahkan telah membuka tudung jubahnya, yang sedari tadi bertengger di kepalanya. Dia memperlihatkan senyum manis untuk menarik perhatian pria yang terlihat melamun itu.


Yuri melihat situasi yang lumayan kondusif untuk melancarkan aksinya, para pengawal dan pelayan yang ada di dalam ruangan itu membalikan tubuh mereka sedari tadi, mengingat jika sekarang mereka tengah bersama pemimpin kerajaan ini, yang terkenal kejam terhadap penghianat dan pemberontak, namun baik terhadap rakyatnya.


Yuri melakukan sesuatu dengan tangannya, dia mengeluarkan bungkusan kecil yang berwarna kuning dari balik pakaiannya, lalu membukanya secara perlahan. Ternyata di dalamnya terdapat serbuk berwarna abu-abu, seperti kertas jimat yang telah di bakar dan berubah menjadi abu.


Di waktu yang sama dia memasukkan serbuk abu itu ke dalam mangkuk teh Kaisar Yuan Zhu-Ming, tentunya tanpa sepengetahuan orang-orang di sana.


Yuri berpikir jika hal yang di lakukannya tidak di ketahui oleh siapa pun, ternyata dia salah, karena mata yang terlihat tidak fokus dan dia kira sedang melamun itu, ternyata melihat semua yang dia lakukan.


Setelah memastikan abu ajaibnya larut, Yuri kembali ke posisi awalnya. Dia pun berkata dengan lembut untuk menyadarkan pria yang dia kira sedang melamun.


"Yang Mulia, saya akan melakukan apa pun untuk mendapatkan kembali bunga Baibaihe dari wanita liar itu, dan kelak anda tidak perlu risau lagi tentang penyakit anda." Tutur Yuri memberikan harapan pada Yuan Zhu-Ming.


Setelah itu Yuri meraih mangkuk kecil yang berisi anggur putih, dia berniat bersulang untuk kesembuhan Kaisar Yuan Zhu-Ming.


Yuan Zhu-Ming yang mengerti maksud dari Yuri pun menghentikan gerakan tangannya yang akan memasukan minuman beralkhohol itu kedalam mulutnya, di iringi dengan kata-kata yang membuat Yuri kaget bukan kepalang.


"Minumlah anggur ini.." Ucap Yuan Zhu-Ming dengan intonasi yang kuat, sehingga berhasil membuat Yuri tidak berkutik selain menerima uluran gelas kecil yang berisi anggur dengan campuran abu buatannya.


"Ta-tapi yang mulia, anggur ini adalah milikmu.." Sanggah Yuri enggan menerima gelas berisi racikannya.


Kedua ujung bibir Yuan Zhu-Ming sedikit terangkat, hingga menampilkan senyuman, namun bukan senyuman hangat yang dia tampilkan, melainkan senyum sinis terhadap kelakuan rendahan yang di lakukan gadis peniru di hadapannya. Dia pun berkata seraya memberikan anggur racikan jampi-jampi Yuri.


"Bukankah anggur ini racikan mu..?" Tanya Yuan Zhu-Ming dengan sinis.


"Ma-maksud Yang Mulia?" Jawab Yuri dengan gugupnya.


Bukan jawaban yang Yuri dapatkan, melainkan pertanyaan dari sang kaisar yang telak membuatnya tak bisa berkutik lagi.


"Apa kau pikir jika aku tidak tahu, jika kau menaruh sesuatu ke dalam minumanku?" Ujar Yuan Zhu-Ming dengan intonasi yang kuat.


"Ti-dak yang mulia, saya tidak melakukan apa yang baru saja anda tuduhkan!" Yuri keras kepala tak mau mengakui perbuatannya, karena dia tahu jika miniman yang di beri racikan oleh nya tidak akan merubah warna atau pun bau.


"Sebenarnya kau bukan Tabib misterius yang terkenal itu bukan? Karena Tabib yang sebenarnya berada di Kerajaan Bei."


Mendengar ucapan terakhir dari pria tampan di hadapannya, membuat Yuri kehilangan akal sehatnya. Penyamarannya telah terbongkar oleh sang penguasa, bisa di pastikan jika identitas sebagai Tabib Misterius tidak bisa lagi di sandang olehnya. Maka dari ritu, dia tidak segan lagi untuk bisa dekat dengan pria idamannya.


Yuri membuka jubah Birunya dan segera berjalan menghampiri pria tampan di hadapannya. Belum sempat dia mendekat, sang pengawal yang sedari tadi seperti patung, langsung menghentikan langkahnya dengan mencekal tangannya dari arah belakang. Sontak saja Yuri tak terima, dia pun mulai menyerang pengawal Yuan Zhu-Ming yang tidak adalah Mo.


Pertarungan antara Tabib gadungan dengan sang pengawal Kaisar pun terjadi dengan sangat dramatis. Berbeda dengan Kaisar yang seolah dirinya menikmati pertarungan itu, namun dalam benaknya muncul kembali ingatan tentang pertarungan gadis kecil yang melawan sekelompok orang dari perguruan klan Yu.


Yuri kalah telak, dia di ringkus oleh Mo, kedua tangannya di ikat dengan tali ajaib. Yang tidak akan bisa terbuka meskipun memotongnya, yang ada malah senjatanya yang potong. Hanya ajian atau mantra yang bisa membuka tali itu.


Melihat gadis yang berusaha menodainya itu telah kalah, Yuan Zhu-Ming mendekat dan menatap sinis pada gadis yang menurutnya rendahan itu.


Dengan enggan Yuan Zhu-Ming mengulurkan tangannya untuk memegang kepala wanita itu, dia akan mengeluarkan inti kekuatan yang di punya oleh Yuri, dia tidak ingin gadis itu menipunya atau menipu orang lain lagi. Karena jika hal itu terjadi, maka nama baik Kerajaan dan dirinya akan tercoreng dengan kelakuan salah satu rakyatnya yang gemar menipu.


Seketika Tubuh Yuri ambruk, dia tidak lagi merasakan ketakutan yang luar biasa dalam dirinya, dia menatap lekat pada pria di hadapanya dengan tatapan mengiba, meminta pria itu untuk tidak mengilangkan kekuatannya.


Tapi sayang, pria itu tidak akan segan terhadap orang-orang yang telah berhasil menyinggungnya, seharusnya Yuri bersyukur, karena sang penguasa yang biasanya kejam itu hanya mengambil inti kekuatannya saja, tidak mengambil nyawanya.


Inti kekuatan gadis itu sebesar telur burung puyuh utuh yang berwarna hitam. Yuan Zhu-Ming kembali memberi tatapan tajam pada gadis itu, di susul dengan kata-kata yang membuat semu orang di dalam sana terkejut ke tika mengetahui kebohongan gadis itu.


"Ck..Ternyata kau salah satu murid Alchemist Golongan Hitam?" Dugaan Yuan Zhu-Ming ternyata benar, gadis itu berkaitan dengan orang-orang yang berasal dari kerajaan iblis.


Usai mengeluarkan inti kekuatan gadis di hadapannya, Yuan Zhu-Ming menghancurkan elemen berwarna hitam itu, seketika gadis itu terkejut, kekuatan yang selama ini membantunya dalam meramu tanaman obat hancur begitu saja.


"Bawa dia dari hadapanku, jangan biarkan dia menginjakkan kakinya lagi di istanaku!" Bentak Yuan Zhu-Ming yang tidak bisa lagi menahan emosinya, dia tahu bahwa masalah dengan matanya akan segera muncul, maka dari itu di menyuruh pengawalnya membawa tabib gadungan itu keluar dari ruangan itu.


Sang pengawal yang tahu jelas tentang penyakit tuannya hanya bisa menjalankan perintahnya saja, dia membawa gadis itu keluar dari ruangan itu. Sementara Yuan Zhu-Ming langsung melesat pergi ke kamarnya.


Apa yang akan terjadi pada mata Yuan Zhu-Ming ketika penyakitnya kambuh?


**tbc