The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
172. Asal usul hutan kehidupan...



***



"Wow.. Amazing.. baru kali ini aku melihat sebuah bangunan megah di atas air terjun, dan bukan hanya satu. tapi ada beberapa bangunan lainnya." ujar Xia yu menatap kagum pada objek yang tengah dia lihat.


semua teman-temannya juga menatap kagum pada tempat itu. sementara bai shizi mulai menjelaskan bangunan apa yang di bangun di atas air terjun dan asal usul bangunan itu, tentunya dari penjelasan yang dia dapatkan dari tuannya.


*BAB PENJELASAN..


Bangunan itu adalah istana hutan kehidupan. di bangun pada abad dinasti kerajaan yang pertama. ternyata yang membangun tempat ini bukan manusia biasa. tapi manusia titisan dewa.


sang dewa di turunkan kebumi dengan sebuah tugas dari tuhan nya. yaitu membuat peradaban bagi umat manusia yang menyembah padanya.


dulu hutan itu hanya hutan biasa. tapi setelah kedatangan sang dewa dan bangunan itu hutan biasa itu berganti nama dengan hutan kehidupan. karena dalam hutan itu terdapat berbagai jenis tanaman obat, racun, dan makhluk sakral serta para siluman. belum lagi kemanjuran dari air kehidupan yang bisa memberi kehidupan bagi makhluk hisup yang sekarat.


dulu bangunan itu hanya sebuah kuil kecil dan belum tertutup seperti sekarang ini. dewa itu tinggal di dalam kuil selama berbulan-bulan lamanya. namun, di bulan ke tujuh kuilnya di datangi seorang pria muda.


tubuh pria itu di penuhi dengan luka, luka yang di sebabkan oleh racun. entah apa nama racun itu, namun racun itu telah membuat tubuhnya melepuh bagaikan terkena air panas atau api.


tujuannya ke hutan itu untuk mencari tanaman obat yang dapat bisa menyembuhkan dan membersihkan racun yang ada di dalam tubuhnya.


dia berhenti di kuil itu bermaksud untuk beristirahat dan berserah diri pada tuhan nya. di dalam kuil, pria itu memohon pertolongan dan kesembuhan untuk nya. sementara di luar kuil titisan dewa itu mendengarkan keluh kesah dan permohonan pria di dalam kuil.


sang dewa merasa iba dengan penderitaan yang di alami pria itu. dia pun ingin menunjukan rasa sosial nya dengan cara mengobati penyakit pria itu. dia menghampiri pria itu dan memberitahunya jika dirinya adalah biksu di kuil itu.


pria tadi langsung mempercayai ucapan pria di hadapannya. kemudian sang dewa mengajak pria itu ke sebuah kamar. sesampainya di sana dia memeriksa keadaan tubuh pria itu. sang dewa terkejut saat mengetahui penyebab penyakit pria itu.


namun, dewa itu tidak ingin berlama-lama dengan keterkejutannya. dia pun memberikan air kehidupan yang selalu dia siapkan dalam botol kecil dan menyimpannya di ruang dimensi pribadinya.


setelah meminum air kehidupan, tubuh pria itu bercahaya. sepereti mendapat kekuatan baru, dia bangkit dari posisi terbaringnya dan alangkah terkejutnya dia bisa berdiri dengan tegak. tubuhnya tidak terasa sakit lagi, semua luka nya juga hilang. sungguh ajaib. pikir pria itu.


pria itu bersujud di kaki sang dewa, namun dewa itu menghindar. tak mau menerima perlakuan seperti itu dari pria yang di tolongnya. berbeda dengan si pria, wajahnya terlihat sadih. apa aku sudah menyinggung tuan itu. pikir pria itu lagi.


"maaf aku tak bisa menerima perlakuan seperti itu. jika kau ingin berterimakasih. sediakah kau menjadi murid ku?" ujar sang dewa.


pria itu terkejut bukan main, dengan mimik wajah yang masih melongo itu dia menyetujui permintaan sang dewa.


pria itu bernama Liu shin, hidup sebatang kara. di dalam kehidupannya dia selalu di kucilkan oleh orang-orang sekelilingnya. sampai-sampai ada orang yang meracuninya.


waktu kecil dia di buang oleh orang tuanya, dan berakhirlah dia menjadi pria yang hidup sebatang kara. namun di umur remaja dia berprestasi di bidang pelajaran. dia mengambil pelajaran tentang ilmu pengobatan.


dia sekolah dengan biaya yang dia dapatkan dengan percuma. karena dia pernah membantu sang kepala sekolah itu saat menyamar menjadi gelandangan. dan yang mau menolong nya hanya pria itu. sementara oran lain menatap jijik pada tubuh nya yang di penuhi luka borok.


Selama lima tahun, Liu shin menjadi murid dewa itu. sang dewa kembali ke asalnya karena tugasnya telah selesai. dia telah memperbaiki bangunan itu menjadi bangunan yang megah dengan kemampuannya. dia menitipkan tempat itu pada Liu shin.


kemampuan ilmu pengobatan Liu shin telah mencapai tingkat alchemist. kini dia di kenal dengan sebutan tabib Liu. namanya telah di kenal oleh semua kerajaan. dan dia telah menjadi alchemist satu-satunya.


Liu shin juga seorang kultivator. dia kembali ke negaranya dan menikah dengan gadis pilihanya. istrinya melahirkan tiga anak kembar. namun istrinya meninggal setelah melahirkan. entah kenapa air kehidupan tak berpengaruh pada tubuh istrinya.


sepeninggal istrinya, Liu shin menjadi sosok yang lebih keras dan dingin. ketiga anaknya di asuh oleh dirinya sendiri. pada usia satu bulan, Liu shin memberikan semua anaknya pada keluarga yang menginginkan seorang anak. satu keluarga satu anak. semua keturunannya dia titip kan pada ketiga keluarga itu.


sebelum memberikan anak-anaknya, Liu shin menandai mereka dengan sebuah tanda yang hanya di miliki oleh penerus hutan kehidupan. sementara dirinya kembali kehutan kehidupan bertapa, sampai dia menghembuskan napas terakhirnya di dalam goa. kerangka tubuhnya di tumbuhi dengan tanaman dan berubah menjadi pohon yang terbalik, belum lagi lingkaran cahaya kehidupan mengelilinginya menjadi pusat spiritual dalam masa itu.


semua penerus nya telah mencapai umur dewasa dan mereka mendapatkan mimpi yang menjelaskan siapa mereka sebenarnya dan dari mana asal usul mereka.


mereka mencari tempat yang dimaksud dalam mimpi mereka, sampai di tempat itu mereka juga tercengang dengan apa yang mereka lihat. mereka mendapat tugas nya masing-masing. ada yang bertugas menjadi seorang raja, pengusaha dan seorang tabib.


mereka bertiga meneruskan keturunan mereka dan menetapkan satu penerus dalam keluarga nya, dan sampai seterusnya seperti itu.


tapi ada satu penerus yang serakah dan dia menginginkan hutan kehidupan menjadi istana nya. terjadilah perdebatan sampai semua keturunan itu tiada, hanya menyisakan ayah Zi hua. dia lah menjadi satu-satunya penerus yang hidup. karena waktu itu tak ada yang mengetahuinya jika dirinya adalah salah satu penerus. ayah Zi hua lah yang menjadi satu-satunya penerus pria.


"lalu cahaya biru apa yang ada di atas bangunan itu?" beo Xia yu yang menunjuk pada cahaya biru yang ada di atas kuba bangunan itu.


"itu adalah pusaka hutan kehidupan. asalnya cahaya pusaka itu berada di dalam tanah. namun, sepeninggal ratu Zi hua cahaya itu muncul di atas kuba dan sampai saat ini tak ada yang bisa memindahkan cahaya itu lagi." jelas bai shizi.


'hmm.. pusaka hutan kehidupan? koq rasanya pernah mendengar nama ini ya?' batin Xia yu. "apa kegunaan pusaka itu?" tanya Xia yu.


"maaf nona, saya tidak tahu." jawab bai shizi yang memang tidak tahu menahu tentang pusaka itu. dia hanya pernah melihat dan mendengar namanya saja.


"ya sudah tidak apa, apa aku bleh masuk?" tanya Xia yu.


"tentu saja, sekarang anda lah yang menjadi ratu kami. semua yang ada di hutan ini adalah milik anda dan semua penjaga akan tunduk pada ratu baru nya."


"SALAM HORMAT PADA YANG MULIA RATU. KAMI PARA PENJAGA HUTAN KEHIDUPAN SIAP MENGABDIKAN HIDUP DAN MATI KAMI PADA RATU." ujar salah satu penjaga yang telah berada di sana semenjak pintu air terjun kekhidupan terbuka.


Xia yu kembali tercengang, dia tidak menduga jika dia akan menjadi seorang pemimpin. semua penjaga telah berubah menjadi manusia. sama halnya dengan bai shizi yang telah menguasai ilmu perubah tubuh. total penjaga hutan kehidupan ada dua puluh penjaga. mereka bertekuk lutut di hadapan Xia yu. memberi hormat dengan sangat antusias pada ratu barunya.


Xia yu pun mempersilahkan mereka untuk bangun dengan menerima hormat mereka. setelah itu bai shizi mengantarkan nya pada ruangan yang di tempati Zi hua, sementara yang lainnya terpisah kamar.


Di dalam kamar Ratu hutan kehidupanw..


Xia yu tengah merenung dan memikirkan sesuatu. sementara fang yin menyiapkan makanan untuk Xia yu dan yang lainnya. tentunya dengan bantuan dari Hei tian dan di recoki oleh Xiao huang.


"hari ini adalah hari ketiga, aku meninggalkan tuan Li wei dan Li zyan. aku sudah menemukan hutan kehidupan dan masa depan ku. dan sekarang aku harus segera menemukan kelemahan alchemist golongan hitam. agar aku segera terbebas dari tugas ku yang melelahkan ini.. huh.. sebaiknya aku mandi agar lelah ku ini hilang." gumam Xia yu dalam renungannya. dia pun bergegas mandi, dia berniat mandi dengan berendam di kolam air terjun.