The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
187. Ciuman yang klimaks..



***


Di peluknya tubuh Xia yu dengan erat. tak terasa tangan Yuan Zhu-ming menyentuh bagian punggung Xia yu yang terbuka.


..Engh!..


lenguhan Xia yu saat merasakan tangan Yuan Zhu-ming menyentuh punggung nya. dingin dan nyaman itu yang Xia yu rasakan. tak terasa ia mengangkat tangannya untuk mencari sesuatu yang membuatnya nyaman. namun, pergelangan tangannya di pegang oleh Yuan Zhu-ming.


bibir Yuan Zhu-ming terangkat, menampakan senyuman yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain. bahkan Mo dan yuche pun tek pernah melihatnya.


'ternyata gadis ini terkena Ramuan Cinta, kurasa kamu membutuhkan bantuan ku untuk mendetoksifikasi racun itu.' batin Yuan Zhu-ming.


"baiklah.. meskipun kau telah mengganggu meditasi ku, aku akan berbaik hati menolong mu.." bisik Yuan Zhu-ming dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya.


Yuan Zhu-ming pun mulai mengecup pundak Xia yu dengan sentuhan nya yang lembut.



..Engh!..


kembali terdengar lenguhan dari Xia yu. dia merasakan sentuhan sensual di tubuhnya. secepat kilat ia membuka matanya. betapa terkejutnya saat ia melihat bayangan wajah tampan Yuan Zhu-ming.


"si-siapa kau..? bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Xia yu dengan penglihatannya yang tidak jelas karena efek racun.


"seharusnya pertanyaan itu untuk mu nona. kenapa kau ada di dalam goa ini dengan berpakaian terbuka. apakah kau datang untuk menyerahkan dirimu padaku?" alih-alih menjawab pertanyaan Xia yu, Yuan Zhu-ming malah memberi jawaban yang sarkas.


"aku tanya sekali lagi, siapa kau?" tanya Xia yu mencoba untuk membuat penglihatannya normal kembali.


"kau tidak perlu tahu siapa aku! bukan kah kau membutuhkan sentuhan ku untuk menghilangkan racun di tubuh mu?" jawab Yuan Zhu-ming dengan sensual kembali mengecup pundak Xia yu.


"engh!.. le-lepaskan aku.. aku tidak butuh sentuhan mu.. lepas.. hosh..hosh!" ucap Xia yu dengan lenguhan dan nafasnya yang terengah-engah merasakan tubuhnya semakin tak nyaman.


"Ck.. lain di mulut lain di hati, tenang lah aku tidak akan melampaui batas. aku hanya ingin membantu mu." decak Yuan Zhu-ming.


Yuan Zhu-ming melepaskan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Xia yu. dengan gerakan yang lembut tangan kiri Yuan Zhu-ming menyentuh wajah Xia yu. kemudian mendekati bibir ranum Xia yu dan mempertemukan bibirnya dengan bibir Xia yu.


..Cup..


..Glegk..


kedua orang itu menelan saliva mereka secara bersamaan. Xia yu menelan salivanya karena terkejut. sedangkan Yuan Zhu-ming merasakan sesuatu yang lembut, hangat, dan manis menjadi satu. baru kali ini ia menggunakan bibirnya untuk mencium seseorang.


'lembut, manis..' batin Yuan Zhu-ming.


'lembut! kenapa ciumannya terasa nikmat?' batin Xia yu merasakan kenikmatan dari ciuman Yuan Zhu-ming. tentu saja itu karena dirinya sedang terangsang.


Xia yu membalas ciuman pria di hadapannya. tak perduli lagi, yang penting racun di tubuhnya, yang susah untuk di obati ini segera hilang dan ia pulih kembali. toh saat di zaman modern dia juga pernah berciuman dengan kekasihnya. pikir Xia yu.


Yuan Zhu-ming tersenyum karena Xia yu membalas ciumannya. ia pun mencoba memperdalam ciumannya dengan saling membelitkan lidah mereka. mengabsen setiap gigi Xia yu dengan mata terpejam menikmati ciuman itu.


sedangkan tangan kirinya ia mainkan di area sensitif wanita. yaitu telinga dan leher. tentu saja hal itu membuat bulu kuduk Xia yu meremang namun nikmat.


kini ciuman Yuan Zhu-ming berpindah ke ceruk leher jenjang Xia yu. Xia yu menengadahkan wajah nya, membiarkan bibir Yuan Zh-ming bermain di daerah ceruk lehernya.


dengan rakusnya Yuan Zhu-ming menghisap kulit leher Xia yu hingga meninggalkan bekas merah di tempat yang ia hisap.


meskipun ia sangat penasaran dengan jati diri Xia yu. ia tidak bisa memanfaatkan kelemahan gadis itu saat ini, hanya untuk memenuhi rasa penasarannya. karena itu bukan sifatnya. ia murni ingin membantu Xia yu terlepas dari racun perangsang di tubuhnya.


ciuman mereka berlangsung selama lima belas menit. tak terasa Xia yu telah mencapai kelimaksnya. berbeda dengan Yuan Zhu-ming. sedari ia menyentuh tubuh Xia yu, pusaka kejantanan nya telah menegang. namun, ia tahan karena ia tak mau menaburkan benihnya di sembarang tempat. sebisa mungkin ia tahan hasrat dan nafsunya, meskipun ia sangat tertarik dengan gadis di hadapannya.


Xia yu melepaskan diri dari Yuan Zhu-ming. ia tahu jika pusaka pria di hadapannya telah menegang. ia paling gugup jika berhadapan dengan situasi seperti itu. dengan pacarnya saja ia tak pernah melakukan ciuman selama itu. apa lagi dengan orang asing seperti pria di hadapannya ini. bagaimana kalau pria ini melampaui batas. itu yang membuatnya risau.


"nona, seperti itu kah cara mu berterimakasih?" decak Yuan Zhu-ming kesal dengan sikap Xia yu yang berterimakasih hanya dengan ucapan.


"lalu dengan apa aku harus berterima kasih? bukan kah kita sama-sama untung?!" celetuk Xia yu menjawab ucapan Yuan Zhu-ming dengan posisi membelakangi nya.


"maksudmu?" jawab Yuan Zhu-ming mengkerutkan alisnya karena bingung.


"kau menikmati ciuman tadi bukan? anggap saja itu rasa terimakasih ku, karena kau telah membantu ku terlepas dari racun sialan itu. maka dari itu aku tidak berhutang apapun pada mu." jelas Xia yu. ia pun melangkahkan lagi kakinya ke arah pintu goa, berniat pergi dari hadapan pria itu.


bibir Yuan Zhu-Ming terangkat, kembali mengulas senyum manis yang ia tujukan pada gadis di hadapannya.


'dasar gadis sombong!' ujarnya dalam hati. kemudian ia menggunakan ilmu peringan tubuhnya untuk keluar dari dalam air.


...WUSHH!...


Yuan Zhu-Ming berhasil keluar dari dalam air.


"nona kamu tidak bisa keluar dari goa ini.! pintu goa ini telah aku segel." ujar Yuan Zhu-Ming berhasil menghentikan langkah Xia yu.


"terus.?!" jawab Xia yu membalikan tubuhnya. mencoba mengetahui siapa pria yang menurutnya mengesalkan. sayang nya ia tidak bisa mengenalinya karena kurangnya cahaya.


"memohon lah pada ku.." ucap Yuan Zhu-Ming dengan seringainya.


"memohon kepadamu?! apa aku tidak salah dengar?!" tanya Xia yu dengan mengangkat alis sebelah kiri nya.


"kamu tidak salah dengar, memohon lah pada ku. maka aku akan membukakan segel itu untuk mu." jawab Yuan Zhu-Ming.


Xia yu menggelengkan kepalanya pelan. bahkan memukul keningnya pelan dan mengarahkan tangannya pada Yuan Zhu-Ming.


"ternyata kau pria bodoh ya! lihat aku berada di dalam goa bukan? aku berada di hadapanmu, itu artinya aku bisa keluar masuk gua ini tanpa bantuanmu. apa sekarang kau mengerti?" jelas Xia yu. kemudian ia membalikan kembali tubuhnya dan kembali berjalan mencari jalan keluar dari goa itu. ia memanfaatkan kebingungan Yuan Zhu-ming untuk menghilang dari tempat itu.


'benar juga, huh.. kenapa aku jadi bodoh di hadapan gadis ini? bukannya tadi aku ingin menanyakan bagaimana dia bisa masuk dalam goa ini.?' ujar Yuan Zhu-Ming dalam hati. ia tak sadar jika gadis itu sudah tidak ada di hadapannya. bahkan ia tak merasakan segel nya di lewati gadis itu.


"kemana gadis itu pergi?" tanya Yuan Zhu-Ming pada dirinya sendiri.


ia bergegas menyusul kepergian Xia yu yang berjalan kearah pintu goa. namun ia tidak melihat keberadaan gadis itu. Yuan Zhu-Ming pun membuka segel goa, di luar sana ada dua bawahannya baru saja usai menghukum pelayan yang mereka cari.


"apa kalian melihat gadis penari keluar dari goa ini?" tanya Yuan Zhu-Ming pada dua pengawalnya.


Mo dan yuche terkejut dengan kehadiran mendadak dari tuannya. mereka bangkit dari duduk nya dan menjawab pertanyaan tuannya.


"maaf yang mulia, kami tidak melihat siapa pun keluar masuk goa ini. kami hanya melihat yang mulia, tidak ada yang lain. apa ada seseorang yang menyerang anda?" jawab Yuche dengan pertanyaan nya.


"tidak.. kurasa hanya halusinasi ku saja.." jawab Yuan Zhu-Ming beralasan.


"halusinasi..?" ulang Mo dan Yuche serentak.


"ya halusinasi.. aku melihat gadis penari di kediaman klan Li ada di dalam goa. kemudian gadis itu pergi tanpa meninggalkan jejak apapun." jelas Yuan Zhu-ming dengan kebenaran 60% dan kebohongan 40%. kemudian ia membalikan tubuhnya. masuk kembali ke dalam goa. meninggalkan dua pengawalnya yang penasaran dengan pemikiran tuan nya.


"apa tuan tertarik dengan penari tadi, sampai-sampai tuan memikirkan nya dan berhalusinasi." tanya Mo yang memang punya sifat rasa ingin tahu yang tinggi. tidak beda jauh dari Fang yin.


sementara Xia yu telah kembali ke kediamannya. di sana masih ada Fang yin dan kedua sahabat nya. terlihat jelas kekhawatiran dari raut wajah mereka. ia pun memberitahu mereka jika ia sudah terlepas dari racun perangsang itu. mereka bertiga pun merasa tenang. karena memang penampilan Xia yu yang sekarang dan tadi terlihat lebih baik. mereka pun beristirahat di kamar masing-masing. meskipun mereka sangat penasaran dengan memar merah keunguan di ceruk leher Xia yu.


****tbc


Alhamdulillah dua episode untuk malam ini mengganti episode kemarin yang telat hehe..


Terimakasih 🙏😘**