The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
204. Tutup mulutmu!



***


Masih di dalam hutan kehidupan, Xia yu telah sampai di depan gerbang air terjun. Di sana terdapat dua penjaga yang dia panggil Si kecil, namun bobot tubuhnya berbanding terbalik. Dia menyapa mereka sebelum masuk, setelah itu masuk ke dalam gerbang air terjun.


Setibanya di dalam air terjun, Xia yu langsung pergi ke kamarnya, tanpa menemui teman-temannya. Dia memilih untuk melanjutkan tidurnya, karena semalam tidak terlalu cukup tidur. Tentunya karena gangguan dari binatang kecil, seperti nyamuk, serangga pohon dan lain-lainya yang bandel. bukan karena gigitan mereka, melainkan suara yang mereka keluarkan dari pergerakan anggota tubuhnya.


Selang beberapa menit kemudian, semua penghuni kerajaan air terjun telah mengetahui ratu barunya telah kembali. Mereka bergegas pergi menuju halaman yang kamar utama kediaman bak istana dia atas air terjun itu. Mengejutkan beberapa penghuni yang belum mengetahui kedatangan ratunya.


"Ada apa ini? Kenapa mereka semua berkumpul di halaman?" Gumam Fang yin yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Mereka semua berkumpul di halaman, karena mereka ingin memberikan salam penghormatan pada yang mulia ratu." Suara besar berasal dari Singa putih yang gagah perkasa muncul dari balik dinding.


Fang yin setengah terkejut mendengarnya, tapi tidak di pungkiri jika dia senang mendapat kabar kepulangan Xia yu dari ucapan Bai shizi. "Maksudmu, Nona Xia yu telah kembali?"


"Ya.. Yang mulia ratu telah kembali dan langsung pergi ke kamarnya. Saya rasa yang mulia ratu sangat kelelahan, setelah ia bertarung dengan kawanan manusia serakah tadi malam!" Jawab Bai shizi telah mengetahui semua aktifitas yang di lakukan Xia yu, dari burung kecil temannya tadi pagi sebelum Xia yu kembali.


"Apa maksud mu, aku tidak mengerti?" Tanya Fang yin dengan wajah bingung di tambah cemas.


"Tadi malam, nona telah menghabisi sepertiga kelompok yang membunuh beberapa penjaga hutan kehidupan. Dan.. Bla..Bla...Bla.." Bai shizi menceritakan semua yang ia ketahui dari burung kecilnya pada pelayan pribadi ratu barunya, dia juga meminta Fang yin untuk segera menyiapkan kebutuhan Xia yu, dari mulai makanan, kebutuhan mandi, dan riasannya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera pergi ke kamarnya!" Ucap Fang yin segera berlalu dari hadapan Bai shizi. Sementara Bai shizi memberi hanya menggelengkan kepalanya pelan, kemudian memerintahkan penghuni istana air terjun kehidupan untuk tetap terjaga dan diam sebelum Xia yu bangun.


...


Di dalam sebuah ruangan yang megah, terlihat seorang gadis cantik masih asyik dengan tidurnya. Gadis cantik itu tidak lain adalah Jing Xia yu, gadis muda yang umurnya masih belia, namun sudah memiliki banyak bakat dan kemampuan yang luar biasa.


Sedangkan di luar kamar terdapat gadis yang selama hidupnya melayani sang nona yang berada di dalam kamar. Entah saat raga di dalam tubuh gadis itu masih yang sama atau berbeda, namun tidak di pungkiri, dia lebih senang dan bahagia melayani nona dengan raga yang sama, tapi berbeda dalam segala hal dengan nona terdahulunya.


'TOK..! TOK..! TOK..!'


Gadis pelayan itu mengetuk pintu dengan pelan, takut mengganggu tidur nyenyak sang empu kamar yang masih tidur. Tapi tidak berapa lama gadis pelayan itu kembali mengetuk pintu, diikuti suara halus panggilannya kepada sang nona.


'TOK..! TOK..! TOK..!'


"Nona!"


Ketukkan kedua kali Fang yin berhasil membangun kan Xia yu dari tidurnya.


"Masuklah.." jawab Xia yu bangun dari tidurnya dengan rambut yang sedikit acak-acakan.


"Baik nona.." Fang yin pun segera masuk ke dalam kamar dengan beberapa hewan yang di latih sebagai pelayan istana. Mereka sudah seperti manusia saja, berjalan dengan dua kaki dan dua tangan mereka di gunakan untuk memegang nampan, yang berisi berbagai macam jenis makanan, yang pastinya semua makanan itu di siapkan oleh Fang yin.


Setibanya di dalam kamar, Fang yin melihat nonanya masih berada di tempat tidur. Dia pun menyuruh semua hewan pelayan meletakkan nampan berisi makanan, di atas meja yang tersedia di dalam kamar, setelahnya menyuruh mereka segera keluar. Karena dia ingin segera menanyakan kabar nonanya dan memberitahukan hirup pikuk yang sedang terjadi di halaman.


"Nona, bagaimana keadaanmu?" Ujar Fang yin penuh kekhawatiran. Dia berjalan menghampiri Xia yu setelah kepergian mereka.


"Baik nona.." Fang yin berjalan semakin tergesa-gesa. Dia pun membantu Xia yu berdiri, dan menuntunnya ke pemandian. Di sana sudah tersedia air hangat dan beberapa macam wewangian dari bunga.


Xia yu meminta bantuan Fang yin untuk membersihkan bagian tubuh, yang tak tergapai olehnya seperti bagian punggung. Fang yin juga membantu Xia yu mencuci rambutnya yang panjang sampai melewati pinggangnya. Setelah selesai mereka segera keluar dari pemandian dan kembali ke dalam kamar megah Xia yu.


Xia yu berjalan ke arah lemari pakaian, meninggalkan Fang yin di dalam kamar. Fang yin memanfaatkan waktu berganti Xia yu untuk membereskan tempat tidurnya. Kini tempat tidur Xia yu kembali rapi dan cantik. Xia yu telah keluar dari ruang ganti, dia terlihat begitu cantik dengan riasannya, di tambah pemanis di bagian keningnya. Dia juga memakai hiasan di telinga dan pertengahan garis rambut kepalanya, terlihat sangat serasi dengan pakaiannya. Sosoknya memancarkan kecantikan yang dewasa, anggun, lembut, namun tangguh dan berani.



Fang yin tidak pernah, tidak terpesona dengan kecantikan Xia yu. Seperti sekarang ini dia menatap Xia yu bagaikan pemuda polos yang baru pertama kalinya melihat gadis cantik.


"Fang yin! Apa kau mengundang lalat masuk?" Tanya Xia yu mengejutkan Fang yin.


"Hah?" Beo Fang yin terlihat linglung.


"Tutup mulut mu! Jika kau masih mangap, lalat di luar sana akan menjadikan mulutmu sebagai rumahnya!" Ucapan Xia yu berhasil membuat Fang yin menutup mulutnya dalam sekali gerakan. Dan Xia yu tersenyum penuh kemenangan.


"Kemarilah.." Xia yu memanggil Fang yin untuk bergabung bersamanya menikmati makanan yang sudah terhidang di atas meja.


"Baik..!" Jawab Fang yin dengan pipi merahnya karena menahan malu, lagi-lagi dia ketahuan saat terpesona dengan kecantikan nonanya.


"Duduklah, kita makan sama-sama." Ucap Xia yu memberikan satu pasang sumpit pada Fang yin, setelah dia duduk di hadapannya.


"Terimakasih.." Mereka pun menikmati semua makanan yang ada di sana dengan nikmat, saking nikmatnya Xia yu menghabiskan dua mangkuk nasi, dengan aneka lauk pauknya. Fang yin tidak mau kalah, dia juga menghabiskan dua mangkuk nasi. Kini yang tersisa hanya pencuci mulut, yaitu kue osmanthus dan buah-buahan.


"Hufh.. Kenyangnya! Kamu Sudah selesai?" Xia yu bertanya sembari menyenderkan punggungnya karena kekenyangan.


"Mm, sudah nona.." Jawab Fang yin, menyerahkan kain putih untuk lap mulut, pada Xia yu.


"Baguslah! Hem.. Sekarang kamu bisa jelaskan, ada keributan apa di luar? Kenapa sangat berisik?" Tanya Xia yu yang memang sudah mendengar keributan, saat ia masih ada dalam alam bawah sadarnya.


Fang yin pun menjelaskan apa yang terjadi di luar, namun hal itu tidak terlalu membuat Xia yu terkejut, karena dia sudah menduganya. Dia malah memerintahkan Fang yin untuk mengumpulkan teman-temannya, setelah dia menunjukkan dirinya di hadapan semua penghuni yang sudah berkumpul di halaman.


Mereka pun keluar dari kamar, menuju ke paviliun yang menghadap halaman utama, ternyata di sana sudah ada Bai shizi dan kedua temannya, Xiao huang dan Hei tian, serta semua penghuni istana ini.


Melihat kedatangan orang yang ditunggu-tunggu, mereka semua segera bertekuk lutut memberi penghormatan kepada gadis muda yang kini menjadi pemimpin mereka. Xia yu tidak terlalu menyukai hal semacam ini, mungkin ini adalah bentuk penghormatan pertama dan yang terakhir kalinya dia terima. Setelah ini dia akan mengumumkan, larangan ketat untuk sebuah penghormatan.


Xia yu berdiri di hadapan mereka semua, menerima penghormatan mereka dengan wajah yang mengintimidasi, membuat semua penghuni bergidik ketakutan dengan tatapan tajam gadis di hadapannya. Aura pemimpin yang di keluarkan oleh Xia yu, benar-benar menekan mereka sampai tak berani mengangkat kepala, sebelum di perintahkan olehnya.


Xia yu pun menyuruh mereka bangkit, dan langsung mengumumkan larangannya, setelah itu kembali masuk ke dalam paviliun. Tidak lupa dia juga menyuruh ketiga teman hewannya untuk mengikutinya, karena ada yang akan dia bicarakan pada mereka.


**tbc