
***
Tuan Neraka memakai topeng peraknya dan membawa Xia yu keluar dari ruang pemandian. Kepergian mereka di ikuti oleh tiga penjaga wanita yang berjalan dibelakang. Diruangan depan Xia yu menunggu dengan cemas sahabatnya. Hampir sepuluh hari dia tidak mendengar suaranya yang cerewet.
Kedatangan Fang yin juga akan menjadi pembawa kabar untuk Xia yu. Dia yakin bahwa orang-orang yang mengenalnya pasti merasa khawatir, ketika mereka mendapat kabar dirinya di culik oleh orang-orang dari Kerajaan Iblis.
Daihe dan Bayangan Satu berjalan masuk ke dalam gedung utama dengan mengapit seorang pemuda yang berbadan lebih kecil dari mereka. Ketika mereka sampai di dalam gedung, Daihe dan sosok pemuda itu tampak terkejut saat melihat sosok gadis berpakaian putih yang duduk bersebelahan dengan Tuan Neraka.
Berbeda dengan Bayangan Satu yang telah melihatnya lebih dulu. Namun melihat betapa dekatnya gadis itu dengan Tuan Neraka, Bayangan Satu dapat menyimpulkan bahwa gadis itu adalah Tabib Misterius. Gadis yang semalam berada di kamar Tuannya.
Ketika Xia yu melihat kedatangan Fang yin dengan dua pemuda itu, dia langsung berdiri. Dia segera menghampiri Fang yin dan memeluknya dihadapan Tuan Neraka dan kedua pemuda itu. Mereka tampak terkejut melihat Xia yu memeluk Fang yin yang sedang menyamar sebagai lelaki.
"No.. Nona!" Pekik gadis yang menyamar sebagai Feng yi. Dia terlihat sangat terkejut dengan pelukan Xia yu. Tubuhnya terasa kaku ketika Xia yu memeluknya.
"Feng yi, aku sangat merindukan mu! Kamu baik-baik saja 'kan? Mereka tidak menyakitimu 'kan?" Xia yu bertanya sambil meneliti setiap jengkal tubuh Fang yin. Dia takut sahabat baiknya mendapatkan penyiksaan atau apalah itu.
"A.. Aku baik-baik saja!" Suaranya terdengar tidak lancar. Terlihat sangat gugup.
Gadis yang dipanggil Feng yi, merasakan aura luar biasa ketika dia mendapatkan pelukan dari Xia yu. Seolah dia tidak pernah merasakan pelukan dan kedekatan seperti itu dengan gadis dihadapannya. Belum lagi, dia mendapatkan sorot tatapan tajam dari pria tampan yang memakai topeng perak. Pria itu menatap tidak suka padanya.
"Kamu yakin, kamu baik-baik saja?" Xia yu tidak percaya kalau temannya itu baik-baik saja.
"Saya baik-baik saja Nona." Feng yi atau Fang yin berubah menjadi lebih tenang. Gadis itu bahkan menjauhkan sedikit tubuhnya dari Xia yu. Menjaga jarak diantara mereka agar tidak berdekatan.
Xia yu yang melihat itu akhirnya sadar dan memaklumi sikapnya. Namun entah mengapa dia merasa kalau Fang yin terlihat berbeda. Sahabatnya itu berubah menjadi lebih dingin dan terlihat acuh. Xia yu tidak merasakan hal yang sama ketika dia berpelukan dengannya. Bahkan dia merasakan kalau Fang yin bukanlah sahabatnya. Tapi jelas-jelas wajah dihadapannya itu adalah wajah sahabatnya.
Daihe membungkukkan badannya terlebih dulu untuk memberi hormat kepada Tuannya. Setelah itu dia berjalan menghampiri Tuan Neraka dan memberitahunya bahwa pemuda yang dipeluk Xia yu adalah seorang gadis. Sama seperti Nonanya. Dari sanalah Tuan Neraka merasa sedikit tenang. Tapi dia tetap tidak suka jika gadis yang di sukainya dekat dengan orang lain, bahkan dengan sesama jenisnya pun.
"Eheemm!"
Tuan Neraka berdiri sambil berdehem. Dia berjalan menghampiri Xia yu dan Fang yin. Xia yu langsung menoleh dan mendapati Tuan Neraka yang berdiri di belakangnya.
"Apa kalian sudah selesai?" Pertanyaan itu di tujukan untuk Xia yu dan Fang yin.
Xia yu berbalik arah dan berdiri tepat di depan Tuan Neraka. Tubuhnya seolah menghalangi lelaki itu untuk mendekat kearah Fang yin.
"Ya!" Ucapnya singkat.
Setelah selesai dengan pertemuan Xia yu dan Fang yin. Tuan Neraka mengajak Xia yu keluar dari gedung utama. Para penjaga yang ada dihalaman tampak terkejut ketika melihat Tuannya muncul dari balik pintu bersama dengan seorang gadis cantik yang memakai pakaian mewah.
Bukan pakaian mewah yang membuat mereka terkejut, melainkan kecantikan alami dan aura sang dewi yang memancar dari gadis itu. Tuannya yang terkenal dingin dan acuh tidak pernah sekalipun terlihat dekat dengan manusia yang berjenis kelamin perempuan. Tapi saat ini, mereka melihat Tuannya berjalan beriringan dengan gadis cantik yang seperti dewi.
Mereka berdua terlihat sangat serasi! Ketampanan dan keagungan yang di miliki Tuan Neraka tampak sangat serasi bersanding dengan kecantikan dan keanggunan yang di miliki gadis itu.
"Wahh.. Siapa gadis itu?"
"Apakah dia seorang Dewi?"
"Sejak kapan di gedung utama ada perempuan?"
"Siapa sebenarnya gadis yang bersama dengan Tuan?"
Decak kagum dan pertanyaan dari para pria yang berbaris di halaman gedung utama. Ada sekitar dua belas Kultivator dari Tingkat Warrior dan Foundation Mistikal Spirit. Mereka semua adalah anak buah Tuan Neraka. Lebih tepatnya Penjaga Bayangan atau Pengawal Bayangan.
Kedua belas kultivator itulah yang biasanya bertugas mengumpulkan atau mencari informasi tentang keadaan kota, kondisi keuangan kerajaan dan segala macam jenis informasi yang berkaitan dengan dua kerajaannya. Mereka juga selalu menjadi mata-mata untuk mencari informasi pergerakan musuhnya.
Masing-masing dari mereka memiliki tugas. Dan ketika berperang, meraka akan berubah menjadi para pemimpin dari para prajurit bayangan. Mereka tinggal di puncak gunung kulun, tempat persembunyian yang khusus melatih para prajurit bayangan. Dan ketiga gadis penjaga yang ada di belakang Tuannya juga berasal dari klan perguruan itu.
Namun ada yang kurang dari mereka, karena sosok Serigala Abu-abu tidak terlihat di sana. Sepertinya satu anak buah sekaligus pelayan Tuan Neraka itu sedang mendapatkan tugas di luar kerajaan kegelapan.
Tuan Neraka membawa Xia yu kehalaman paviliun yang di beri nama Paviliun Sakura. Pavilun yang sengaja di buat khusus untuk Xia yu. Dua hari yang lalu, Tuan Neraka meminta beberapa anak buahnya memerintahkan para penjaga di Istana Neraka menyiapkan satu paviliun khusus untuk seseorang. Mereka tidak menduga jika orang yang akan menempati paviliun itu adalah seorang gadis.
Jarak dari gedung utama ke paviliun Sakura tidak terlampau jauh. Hanya terhalang beberapa bangunan saja. Menurutnya, Xia yu akan menjadi wanita miliknya. Oleh karena itu, dia tidak ingin terburu-buru dan membuat Xia yu takut. Hal itu tidak akan memberinya keuntungan.
"Bagaimana.. Apa kamu menyukai tempat tinggal baru mu?" Tuan Neraka bertanya pada Xia yu.
Xia yu berjalan masuk kedalam halaman dan melihat sekeliling tempat itu. Kemudian, dia berkata. "Biasa saja!"
Suaranya terdengar acuh tak acuh. Wajahnya yang cantik menunjukan ekspresi datar. Tidak tampak terkejut atau terpesona. Namun itu semua hanya kedoknya, atau aktingnya! Bagaimana mungkin Xia yu tidak menyukai tempat itu?
Ketika sampai di paviliun sakura, Xia yu tampak sedikit terkejut. Paviliun yang disiapkan oleh Tuan Neraka tampak sangat indah. Pada halaman paviliun itu di tumbuhi pohon sakura yang sedang berbunga. Bunga sakura berwarna merah muda tampak sedang bermekaran, membuat siapa saja akan terpesona ketika melihatnya. Tidak di pungkiri jika Xia yu juga terpesona, namun gadis itu sepertinya tidak ingin mengakui kekagumannya.
Ketika mendengar jawaban Xia yu, wajah Tuan Neraka tiba-tiba terlihat sedikit suram. Aura dingin menyeruak membuat Bayangan Satu ketakutan. 'Ya ampun Nona.. Bisakah anda memuji sedikit Tuan kami..'
Bayangan Satu menelan salivanya yang terasa berat. Dia menarik nafas dan menghampiri Tuan Neraka. Kemudian, dia menjelaskan kenapa ekspresi wajah Xia yu terlihat biasa saja.
"Tuan, Nona mungkin sudah terbiasa melihat keindahan bunga Sakura. Maka dari itu dia tidak terkejut ketika melihat halaman Paviliun. Mungkin Nona akan senang ketika melihat halaman belakang."
Setelah mendengar penjelasan Bayangan Satu, Tuan Neraka langsung menghampiri Xia yu yang berjalan menjauh darinya. Dia segera mengajak Xia yu ke halaman belakang paviliun Sakura. Disana ternyata ada ruangan khusus untuk Xia yu. Sebuah halaman yang di tumbuhi banyak jenis tanaman obat, seperti yang ada di Menara Medis. Bedanya halaman ini versi kecilnya.
Sayangnya upaya untuk membuat gadis itu senang tidak mudah. Dugaan Bayangan Satu yang mengira Xia yu akan senang ketika melihat itu malah membuatnya kesal.
Xia yu menatap Tuan Neraka dengan wajah kesal. Kemudian, dia bertanya dengan suara yang agak tinggi.
"Tuan, aku tahu kamu membutuhkan obat penawar untuk Racun Api Neraka. Tapi apakah ini tidak keterlaluan?" Kekesalan Xia yu meledak ketika melihat halaman belakang paviliun sakura yang di penuhi oleh tumbuhan obat-obatan.
"Kamu menyuruhku meracik obat sepanjang hari. Memangnya aku ini bukan manusia?"
"Bukan begitu.." Tuan Neraka tidak bermaksud menyuruh Xia yu membuat obat sepanjang hari. Dia hanya menyuruh anak buahnya menyiapkan pavilun untuk Tabib Misterius. Dengan memberi keindahan dan menyiapkan kesukaannya. Dia tidak menyangka jika semua yang disiapkan anak buahnya malah membuat gadis itu marah.
Bayangan Satu juga terkejut, dia tidak habis pikir dengan prilaku Xia yu. 'Diberi keindahan salah, diberi hal yang dia sukai juga salah. Apa sih maunya gadis ini?'
"Tuan, sebaiknya anda kembali ke gedung utama. Aku membutuhkan waktu sendiri bersama pelayanku." Xia yu menyuruh Tuan Neraka dan anak buahnya kembali ke gedung utama. "Feng yi, ikut dengan ku!"
"Baik, Nona." Jawab Fang yin yang memang sedari tadi mengikuti mereka.
Xia yu berjalan kedalam paviliun, langkahnya di ikuti oleh Fang yin dan ketiga penjaga wanita. Bibirnya terlihat berkedut ketika dia melihat kedua lelaki itu terdiam saat tadi berteriak marah.
Melihat Xia yu yang masuk ke dalam Paviliun. Tuan Neraka menoleh ke samping dan menatap Bayangan Satu dengan tajam. Kemudian, dia berkata. "Bayangan Satu, ikut dengan ku!"
"Baik, Tuan."
Bayangan Satu hanya bisa menghela nafas kasar, dia yakin tuannya saat ini sedang marah. Mereka harus siap mendapat hukuman yang aneh dari Tuannya.
**tbc