
***
Li Zyan bergegas mandi dan cepat cepat berganti baju. Dia langsung pergi keluar untuk menjadi penjaga, di luar pintu kamar yang ada di samping kamarnya, apa yang di lakukannya membuat beberapa tamu penasaran saat melihatnya.
Xia yu membutuhkan cukup banyak waktu untuk mandi, hingga sekitar satu jam kemudian dia baru selesai, pintu kamarnya terbuka dari dalam. Li Zyan mendengar suara pintu yang terbuka di belakangnya. Dia segera berbalik dan ketika dia menatap ke dalam kamar, tanpa sadar kedua matanya terbelalak, perasaan terkejut dan tidak percaya terpampang jelas di wajahnya.
"Yu'er..?"
"Mmm.." Xia yu menjawab singkat. Di bawah tudung wajah berwarna merah, kedua ujung bibirnya sedikit terangkat, membentuk senyuman yang merekah.
Seperti matahari terbenam yang cemerlang, begitu indah hingga tak bisa dilihat langsung ke dalamnya. Tubuh Xia yu benar-benar sangat menarik, lekuk tubuhnya yang panjang dan ramping mengisi gaun merah itu dengan sangat baik.
Tudung merah yang menutupi wajah Xia yu terlihat misterius, dan membuat seluruh tubuhnya mengeluarkan kesan misterius, membuat orang-orang ingin mencuri pandang ke arahnya, demi melihat keindahan yang tersembunyi di bawahnya. Namun sayang sekali, pandangan mereka tak bisa menembus tudung itu.
Namun, melihat rambut Xia yu yang tergerai di punggungnya, hanya dengan pita sutra merah yang mengikat longgar, dan beberapa anak rambut yang ikal menggantung di sisi wajahnya, semakin membuatnya terlihat begitu memikat dan mempesona. Kedua mata yang terlihat di balik tudung itu sedikit menyipit sambil tersenyum, alisnya pun memancarkan kepercayaan diri dan keangkuhan..
Dihiasi dengan setelan pakaian merah, Xia yu tampak sangat memikat dan mempesona. Dan pada saat yang sama, dia juga terlihat liar serta menarik perhatian. Terutama ketika Xia yu memancarkan keangkuhan dingin seperti bunga persik merah di musim salju. Sikapnya tidak pemalu dan lembut seperti gadis-gadis berpendidikan pada umumnya, tapi, dia memiliki aura kehormatan yang mulia, seperti aura yang di miliki para penakluk.
Melihat keindahan dalam balutan warna merah di hadapannya, Li Zyan menjadi terdiam dalam waktu yang lama, hanya bisa berpikir bahwa adik perempuannya itu sangat cantik luar biasa..
"Yu'er... Kamu benar-benar cantik sekali. Bahkan bidadari-bidadari di langit, tidak secantik dirimu. Hehe.." Li Zyan tersenyum konyol, ketika memikirkan gadis secantik itu adalah adik perempuannya, tiba-tiba hatinya di penuhi oleh kesombongan.
"Haha.. Ayo kita pergi!" Ucap Xia yu sambil tertawa ringan. Memakai pakaian perempuan membuat suasana hatinya semakin baik, dia berjalan ke lantai bawah terlebih dahulu dari kakaknya.
"Oh, baiklah!" Li Zyan langsung bergegas menyusul Xia yu. Tiba-tiba, seolah Li Zyan baru teringat sesuatu, dia melihat ke sekelilingnya. Dan benar saja, dia melihat seluruh pria di lantai bawah menatap kaget adik perempuannya.
Melihat hal itu, disamping merasa bangga dalam hatinya, Li Zyan diam-diam bersumpah dalam hati, bahwa dia pasti akan menjaga gadis itu sebagaimana seorang kakak menjaga adik perempuannya. Dia tidak akan membiarkan para pria dengan mudah mendekatinya.
Seluruh pria di sana baru kembali tersadar setelah kedua orang itu keluar dari penginapan.
"Cantik sekali... Siapa wanita itu? Sejak kapan wanita secantik itu datang ke kota kita?"
Sementara itu, dalam sebuah restoran di sebrang penginapan, Raja Liu XingSheng sedang berdiri di samping jendela. Dia melihat sosok berpakaian serba merah lewat, dan kedua matanya tiba-tiba menjadi bingung.
'Kenapa punggung orang itu terlihat sangat familiar?'
Bukan pertama kali Raja Liu XingSheng melihat penampilan misterius seperti itu, dia beberapa kali salah mengira jika orang yang berpakaian seperti itu adalah mantan istrinya. Tapi kali ini dia benar-benar memiliki perasaan yang aneh saat melihat siluet orang itu. Karena keraguan yang ada di dalam hatinya, dia pun menuruni tangga untuk mencari sosok berpakaian serba merah yang dilihat tadi..
Di sisi lain, Xia yu dan Li zyan batu saja menemukan restoran yang bagus. Mereka menyewa ruangan pribadi (VIP), memesan lebih dari sepuluh hidangan makanan, serta dua botol anggur merah. Lalu mereka menutup pintu dengan rapat, kemudian duduk dan makan.
Xia yu Menyingkirkan tudung wajahnya, menuangkan anggur merah sembari berkata. "Kakak, mari kita tinggal di sini untuk sementara waktu! Aku belum ingin kembali ke ibu kota." Ucap Xia yu dengan nada manjanya.
"Kenapa?" Li Zyan bingung dengan perkataan Xia yu.
"Entahlah.." Xia yu merasa hatinya bimbang. "Ayo kita sewa tempat kecil dengan halaman depan yang bagus. Pasti akan nyaman daripada tinggal di penginapan!"
"Baiklah, kita akan mencarinya setelah ini." Li Zyan tidak keberatan dengan permintaan Xia yu. Dia juga harus memulihkan benar-benar tangannya dulu agar ayahnya tidak cemas saat dia kembali.
"Yu'er, jangan terus-terusan minum anggur merah. Makan sup ayam ini dulu.." Li Zyan mengisi satu mangkuk sup dengan sendok besar, kemudian dia mengambilkan sepotong daging yang di goreng dengan telur ke atas mangkuk nasi Xia yu. Semuanya dilakukan oleh tangan kirinya. "Cobalah, rasakan apakah itu enak atau tidak?"
"Terimakasih.." Setelah mengatakan itu, Xia yu baru sadar kalau Li Zyan belum terbiasa menggunakan tangan kirinya, dia bahkan tidak bisa memegang sumpit dengan benar.
Karena itulah, Xia yu mengambil makanan sedikit demi sedikit, dan menumpuknya di mangkuk Li Zyan. "Setelah kita kembali ke ibu kota, aku akan menemukan seluruh tanaman obat yang di butuhkan untuk menyembuhkan tanganmu."
Li Zyan terkejut mendengar kata-kata itu. "Apa masih bisa di sembuhkan?"
"Mmm, tentu. Hanya saja, tanaman-tanaman obat yang di butuhkan tidak mudah di temukan." Xia yu meminum semangkuk sop itu dan sempitnya mengambil beberapa suap makanan sambil berkata. "Tapi tidak usah cemas, aku sangat percaya diri kalau aku bisa memulihkan tanganmu seperti semula."
Dengan keahlian Xia yu dalam hal pengobatan, selama dia bisa menemukan semua tanaman obat yang dibutuhkan, tidak ada penyakit yang tak bisa diobati. Belum lagi kalau itu hanya sekedar urat di bahu yang sobek karena gigitan serigala. Walaupun seluruh lengan yang benar-benar terputus sekalipun, habis masih bisa menyambungkan lengan itu.
Meskipun Li Zyan tidak menyesali lengannya yang lumpuh, namun ketika dia mendengar Xia yu berkata kalau lengannya masih bisa diobati, Li Zyan tetap saja merasa bersyukur. "Yu'er, kalau tanganku benar-benar bisa diobati, aku akan bekerja keras untuk kultivasiku dan melindungimu!"
"Tentu." Xia yu mengangguk lalu tersenyum. dia tahu kalau Li Zyan memiliki kekuatan yang besar. Dia juga percaya kalau kakaknya ini bisa menjadi lebih kuat di masa depan!
Di lantai satu, Raja Liu XingSheng sedang minum di meja, dan matanya yang tenang terlihat tenggelam dalam pikirannya. Raja Liu XingSheng tidak tahu, apa yang membuatnya mengikuti sosok itu sampai ke sini. Dia juga tidak paham kenapa dia berpikir, jika figur serba merah itu adalah Xia wei atau Xia yu. Namun, hanya dengan satu lirikan dari atas tadi, pandangan punggung itu benar-benar terlihat mirip, punggung yang dia saksikan saat di pukuli oleh papan.
Akan tetapi, setelah mengikuti mengikuti mereka sampai ke sini, Raja Liu XingSheng merasa tak yakin, takut dia salah mengenali lagi, dan berujung pada rasa malu.
Jing Xia yu yang dulu orangnya lemah lembut, sedangkan wanita berpakaian mereka itu orang yang liar dan menggoda. Pakaian merah yang digunakan sangat menarik pandangan, dan walaupun Xia yu yang dulu juga cantik, tetapi tetap saja mereka berdua berbeda.
Apalagi, Xia yu yang dulu tidak pernah memakai warna merah, sekali-kali nya memakai warna merah hanya saat pernikahan saja. Sejak itu Raja Liu XingSheng sangat membenci warna merah, dia akan marah saat melihat Xia yu yang dulu mengenakan pakaian warna merah.
Kenapa Raja Liu XingSheng bisa berpikir, bahwa orang itu adalah mantan istrinya. Namun, sebuah suara di hatinya masih mempertanyakan hal itu, dan tidak mempunyai pilihan lain selain mengikutinya.
Beberapa saat sudah berlalu, ketika pintu ruang pribadi yang ada di lantai atas terbuka, sosok berpakaian serba merah sekali lagi muncul di hadapan Liu XingSheng. Tatapan terkejut dan terpesona dari pengunjung di lantai atas maupun bawah, tak bisa menahan untuk mengikuti sosok itu. Tudung wajah yang sedikit berayun saat wanita itu berjalan, membuat mereka semua berharap agar ada angin meniup gedung itu, dan memperlihatkan apa yang ada di dalamnya.
Liu XingSheng menaikkan pandangannya untuk melihat, dan dia kembali melihat wanita berpakaian serba merah dengan sikap yang menarik perhatiannya berjalan turun perlahan. Tiap langkah yang wanita itu ambil terlihat sangat percaya diri, pakaian merahnya seperti kobaran api, terang seperti matahari yang terbenam. Tetapi, dari tubuh wanita itu, terpancar aura dingin yang sulit didekati, membuat orang yang ingin mendekatinya merasakan aura penakluk yang terhormat dan mulia, terpancar sara alami dari dalam tubuhnya.
Merasakan ada sepasang mata yang mengawasinya, Xia yu berbalik melihat ke arah itu secara refleks. Ketika tatapan mereka bertemu satu sama lain, tak ada yang bisa memahami cahaya yang berkilau di mata mereka.
Xia yu sedikit terkejut melihat Raja Liu XingSheng berada di sini. Sebenarnya dia sudah menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Namun, karena dia tidak merasakan niatan jahat dari orang itu, dia tidak memperdulikannya. Mengingat kembali, orang yang mengikutinya adalah mantan suami pemilik tubuh sebelumnya.
'Bukankah dia seharusnya ada di kerajaan Xing? Tapi kenapa dia muncul di sini? Dan.. Apa maksud tatapan penuh selidik yang ada di mata pria itu?' batin Xia yu bermonolog.
Di bawah tudung, senyuman nakal terlihat pada bibir Xia yu. Dia pun lanjut berjalan keluar, kedua matanya terlihat acuh tak acuh. Tetapi, Xia yu baru mengambil beberapa langkah, pria yang duduk itu tiba-tiba berdiri di hadapannya.
Xia yu tidak mengatakan apapun dia hanya mengangkat pandangannya untuk melihat l pria itu. Liu XingSheng juga tidak mengatakan apapun. Dia hanya berdiri di hadapan Xia yu, diam-diam menatap kedua matanya, mencoba mencari setitik rasa familiar dari mata itu.
Apakah Liu XingSheng dapat mengenali sosok misterius di hadapannya?
Lanjut di chapter selanjutnya oke..
**tbc