
***
"Ada yang tidak beres.." Lirih pelayan pria itu Menelan air liurnya dengan susah payah. Pelayan itu segera berlari keluar kamar untuk menemui dua Kultivator Warrior yang berjaga di pintu depan.
Kamar yang di tempati oleh Xia yu, di jaga ketat oleh lima Kultivator Warrior berjubah hitam yang berjaga di sekeliling kamar. Dua Kultivator berjaga di depan pintu. Dua lagi berjaga di masing-masing jendela kanan dan kiri. Dan yang terakhir berjaga di atas atap.
Mereka melakukan semua itu, karena tidak ingin mendapat hukuman dari Raja Iblis. Jika Xia yu atau Tabib Misterius kabur lagi, dapat di pastikan bahwa mereka akan mendapat hukuman yang lumayan keji dari tuannya. Meskipun mereka adalah orang yang lumayan dekat dengan Raja itu.
"Tu-tuan!" Lirih pelayan itu dengan terbata-bata setibanya dihadapan dua Kultivator Warrior yang berjaga di depan pintu.
"Ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kau keluar, dimana bocah tengik itu?!" Kedua Kultivator itu memberondong si pelayan dengan beberapa pertanyaan.
"Pe-pemuda itu ada di dalam! Tapi ada yang aneh dari pemuda itu!" Ucap pelayan itu mencoba menjelaskan, dia memberitahukan dugaannya kepada kedua pria kuat itu.
"Apa maksudmu?! Apa yang aneh dari pemuda itu?" Tanya salah satu dari mereka berdua tidak memahami maksud ucapan pelayan itu.
"Se-sepertinya, orang yang berada di dalam bukan seorang pria! Melainkan seorang gadis?!"
"APA!!" Kedua Kultivator itu berteriak kaget, hingga mengejutkan Kultivator Warrior lainnya. "Gadis?! Bagaimana bisa?"
"Benar tuan. Penampilan pemuda itu memang seperti pria. Namun wajahnya tidak bisa membohongi, kalau dia seorang gadis. Bahkan pemuda itu tidak memiliki jakun, yang seharusnya sudah muncul. Mengingat penampilannya yang terlihat beranjak dewasa." Jelas si pelayan. Dia tidak berani memberitahu tentang dada pemuda yang di dalam, yang terlihat lebih berisi.
Para Kultivator itu terlihat berpikir. Hingga salah satu dari mereka memberikan saran yang pas untuk membuktikan dugaan si pelayan.
"Untuk memastikan benar atau tidaknya ucapan mu. Lebih baik suruh pelayan wanita agar memeriksa tubuh bocah itu!" Ucap Kultivator Warrior lainnya memberi saran.
"Masuk akal juga. Baiklah, suruh pelayan yang di sana memeriksa tubuh bocah itu! Setelah itu segera beritahu kami hasilnya." Sambung temanya yang bisa di pastikan jika dia adalah ketua dari mereka.
"Baik tuan!" Jawab si pelayan.
Setelah menerima perintah dari tuannya. Pelayan itu segera memanggil pelayan yang di tunjuk oleh ketua dari kelima orang tadi. Pelayan itu memberitahukan tugas yang di berikan oleh tuannya. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar.
Tiba di dalam kamar, pelayan itu langsung menghampiri Sosok manusia yang sedang terbaring di atas kasur. Sedangkan Kelima Kultivator itu juga masuk bersama kedua pelayan tadi. Mereka ingin memastikan ucapan pelayan pria itu benar atau tidak.
Seorang pelayan wanita berumur Dua puluh tahun memasuki bilik kamar Xia yu. Pelayan wanita itu bisa melihat sosok berpakaian merah sedang terbaring tak berdaya di atas kasur. Dengan perasaan was-was, pelayan wanita itu segera memeriksa tubuh Xia yu.
'Pantas saja tuan memerintah saya memeriksa pemuda ini. Ternyata paras wajahnya sangat Cantik untuk tampilan seorang pria.' Batin pelayan itu, mengagumi kecantikan Xia yu yang tidak memakai riasan sedikit pun.
Pelayan itu pun mulai memeriksa Xia yu. Mulai dari wajah, leher, dan bagian dadanya yang terlihat datar dari luar. Pelayan itu segera membuka ikatan tali pakaian Xia yu. Kedua mata pelayan itu terbelalak kaget, ketika melihat lilitan kain putih membungkus payudara Xia yu.
"Ha'?!" Pekik pelayan wanita itu sambil terlonjak kaget. Namun dia segera menutup kembali kain yang telah terbuka itu, agar ke enam pria yang berada di dalam ruangan itu tidak melihat tubuh Pemuda yang ternyata seorang Gadis!
Melihat reaksi pelayan itu kelima Kultivator langsung menghampiri dan bertanya secara bersamaan.
"BAGAIMANA? PEREMPUAN ATAU LAKI-LAKI?!" Tanya si ketua.
"Pe-perempuan!" Jawab pelayan wanita itu sambil menundukkan kepalanya karena takut.
"HAH?!" Kelima Kultivator itu terbelalak kaget, bahkan mulutnya menganga dengan sangat lebar.
"Kau yakin dia seorang perempuan?!" Tanya Kultivator lainnya.
"Sa-saya yakin tuan. Jika anda tidak percaya, anda bisa melihatnya sendiri." Ucap pelayan itu tidak sadar jika ucapannya terkesan fulgar.
"Tunjukkan!" Ucap salah satu Kultivator yang tidak paham maksud pelayan itu.
"Baik Tuan." Pelayan wanita itu pun berlutut di hadapan tubuh Xia yu, dia sedikit menurunkan kerah baju Xia yu dan memperlihatkan celah di antara dua gunung kembarnya.
'Blushh!'
"Lancang sekali kau!!" Ketua dari kelima Kultivator itu membentak pelayan wanita, yang dengan kurang ajar memperlihatkan Aurat Xia yu.
"Ma-maaf Tuan.." Lirih pelayan wanita itu segera bersujud, tanpa menutup kembali aurat Xia yu.
"Bersihkan tubuh wanita itu! dan ganti pakaiannya!" Ucap ketua sambil melangkah pergi keluar dari kamar. Langkahnya di ikuti oleh ke empat temannya.
"Huh! Untung saja Yang Mulia tidak ada di sini. Jika tidak, habis kita.." Dengkus si Ketua. Dia kesal dengan sikap kurang ajar pelayan wanita itu.
"Benar! Mengerikan sekali.." Sahut temannya.
"Kak, Bocah tengik itu ternyata seorang gadis! Apakah kau akan memberitahukan hal ini kepada yang mulia?"
"Tentu saja! Apa kalian ingin, kepala kalian terpisah dari tubuh kalian. Hah?!" Ucap si ketua dengan nada yang meninggi.
"Tidak kak! Kami tidak mau!" Jawab Keempat kultivator lainnya sambil memegang leher mereka secara bersamaan. Keempat pria itu bergidik ngeri membayangkan kepala mereka terpisah dari tubuh.
"Ya sudah. Awasi gadis itu baik-baik! Jika perlu, ikat kaki gadis itu menggunakan Tali Ajaib."
"Baik Kak!" Jawab Keempat pria secara bersamaan. Mereka langsung kembali ke posisi mereka masing-masing.
Kutivator yang di panggil ketua itu pun melangkah pergi menuju tempat tuannya istirahat. Apalagi jika bukan kamarnya.
Sementara di dalam kamar, tubuh Xia yu baru saja di bersihkan dan sekarang dia sedang di pakaikan baju oleh beberapa pelayan wanita.
Sekiranya ada lima pelayan wanita yang melayani Xia yu. Kelima pelayan wanita itu sangat terpesona dengan kecantikan dan kemolekan tubuh Xia yu. Mereka juga tidak menduga jika, orang yang di bawa oleh dua puluh Kultivator itu adalah seorang gadis.
***
Di dalam sebuah kamar yang bernuansa merah darah, terlihat seorang pria sedang duduk sambil menenggak anggur yang berada di dalam gelas kecil. Pria itu adalah Huang Zhu-zi atau Raja iblis.
Di dalam kamar itu, bukan hanya ada dia. Terdapat empat pelayan wanita yang siap melayaninya. Tiba-tiba, sosok bayangan hitam muncul di balik tirai. Sosok pria berpakaian serba hitam itu segera berlutut sambil memberi hormat.
"Weyang, menghadap Yang Mulia!" Ucap sosok bayangan hitam yang ternyata adalah ketua sekaligus tangan kanan Raja Iblis.
"Ada apa kau kemari malam-malam seperti ini? Apakah tidak ada waktu lagi?!" Dengus Raja iblis dengan acuhnya.
"Maaf beribu maaf Yang Mulia. Maaf saya telah mengganggu waktu istirahat anda. Namun saya memiliki suati informasi yang harus segera Yang Mulia ketahui.." Lirih ketua yang di ketahui namanya adalah Weyang.
"Katakanlah.. Informasi apa yang mampu membuatmu kehilangan sopan santun!" Ucap Raja iblis sambil meminum kembali anggurnya setelah di isi lagi oleh pelayan wanita yang berdiri di sampingnya.
"Informasi ini, tentang Tabib Misterius Yang Mulia. Ternyata dia bukan seorang pemuda, melainkan seorang gadis!" Jelas Weyang.
Mendengar hal itu, Raja Iblis melirik tajam pada pria di balik tirai. Kedua alisnya mengkerut hingga terlihat seperti menyatu. Dia terkejut setelah mendengar informasi yang di berikan Weyang.
"Gadis!" Ulang Raja iblis seakan tidak percaya dengan ucapan tangan kanannya itu.
"Benar Yang Mulia. Hamba sudah memastikannya dengan meminta pelayan wanita memeriksa Tabib kecil itu. Dan semuanya benar, Tabib kecil itu seorang gadis."
"Dimana dia sekarang?!" Tanya Raja Iblis sambil beranjak dari tempat duduknya. Dia mengeluarkan secuil kekuatannya untuk mengambil Jubah hitamnya.
"Gadis itu berada di dalam kamar sebelumnya. Tapi saya telah meminta anak buah saya untuk mengikatnya dengan Tali Ajaib." Jawab Weyang.
"Bawa aku ke sana.." Pinta Raja Iblis.
"Baik Yang Mulia.."
**tbc