
***
Xia yu keluar dari kamar fang yin dan menutup pintu nya setelah memastikan tidak ada orang lain di dalam kamar itu.
amarah yang sedari tadi dia tahan tak bisa dia bendung lagi. xia yu menatap lekat pada pria yang telah melecehkan fang yin.
sedangkan pria itu sudah beberapa kali menelan saliva nya saat mata indah xia yu menatap nya dengan intens. 'oh sungguh seorang dewi..' batin pria itu.
xia yu melewati para pria itu dengan santai nya. dia duduk di salah satu kursi yang di ada di dalam ruangan itu. mata nya meneliti semua tingkatan kultivasi orang-orang itu. 'ternyata mereka hanya sampah masyarakat, berani sekali mereka menyentuh fang yin ku.. akan ku buat kalian menangis meminta ampun seperti yang fang yin rasakan.' cibir nya dalam hati.
"siapa kalian..?" tanya dengan aura nya yang mengintimidasi mereka. dia ingin sekali membantai mereka sekarang juga. tapi dia ingin tahu maksud kedatangan mereka datang kemari untuk apa. xia yu tak mau membaca pikiran orang menjijikan seperti mereka. yang ada nanti dia akan mual dan muntah.
'sebenar nya siapa orang yang berkuasa di sini sih.?' batin salah satu anak buah pia besar itu.
"nona.. beliau adalah ketua dari klan bandit." satu jawaban dari anak buah pria besar itu.
"klan bandit..?" ulang xia yu berpikir mengenai kata yang tidak asing di telinga nya. "ah.. aku ingat.. aku pernah berhubungan dengan beberapa seorang bandit, jadi kau adalah ketua dari si bandit basah itu..?." sambung nya mengingat kejadian saat dia melenyapkan para bandit itu.
'menarik...' batin si ketua. dia semakin tertantang untuk mendapat kan xia yu.
"hey nona... sekarang kau harus bertanggung jawab atas kematian saudara kami.."
"diam lah.." bentak si ketua. "nona.. aku tidak akan memperpanjang masalah kematian orang kepercayaan ku. tapi dengan syarat kau menjadi istri ku." ujar si ketua dengan tidak tahu malu nya ingin mempersunting xia yu.
..HA..HA..HA..HA...
tawa xia yu pecah dia ingin sekali muntah saat itu juga saat mendengar ucapan pria itu. berbeda dengan para bandit itu. mereka terkejut dengan keberanian xia yu.
"kau bilang ingin menjadikan ku istri mu..?" ulang xia yu.
"benar.. aku tidak akan menuntut yang lain selain kau menjadi istri ku." jawab si ketua dengan percaya diri nya.
"ho..ho... tapi itu tidak mungkin.! karena kau tidak termasuk dalam kriteria pria idaman. aku rasa sudah cukup dengan tanya jawab ini, sekarang waktu nya untuk menghukum kalian..!"
..HA..HA..HA...HA...
semua bandit itu tertawa saat tawa ketua itu menggema di dalam ruangan itu.
"kau hanya seorang diri bagaimana cara mu menghukum kami..?"
xia yu menyeringai tipis dan menatap mereka dengan sinis lalu menjawab ucapan mereka. "aku sendiri saja sudah cukup untuk kalian. tidak perlu memanggil teman-teman ku untuk melenyapkan tikus got seperti kalian."
para bandit itu mulai geram dengan ucapan xia yu. salah satu bandit mulai menyerang xia yu dengan tangan kosong.
"dasar wanita jala*g.. mati kau.!!" ujar bandit yang menyerang xia yu.
perkelahian pun mulai terjadi dalam ruangan itu. satu persatu para bandit itu mulai menyerang xia yu. mereka merasa terhina di sebut tikus oleh gadis yang menurut mereka tidak memiliki kekuatan apa pun.
kedua mata xia yu berbinar. dia menajamkan kewaspadaan nya untuk melawan mereka. xia yu tersenyum. tubuh nya segera bergerak dan bersiap menghadapi lawan nya yang tidak sebanding.
serangan demi serangan para bandit itu berikan pada xia yu. namun, tak ada satu pun serangan mereka yang mengenai xia yu.
wajah sang ketua terlihat suram. dia merasa di permainkan oleh xia yu. dia pun mengehentikan semua anak buah nya itu dengan mengangkat tangan nya.
semua anak buah nya berhenti dan menyisakan xia yu di tengah ruangan itu. sang ketua itu mendekat ke arah xia yu dan sembari menyalurkan kekuatan spiritual pada tangan nya. lalu dia mencengkram tangan xia yu dan memutar nya ke belakang.
namun, xia yu sangat licin seperti ular. dia melepaskan diri dari cengkraman pria itu dan malah mencengkram balik pergelangan tangan nya. xia yu segera menarik nya ke depan bagian bawah tubuh pria itu agar kehilangan keseimbangan nya.
pria itu merasakan gelombang kekuatan yang besar dari cengkraman xia yu. tiba-tiba tubuh pria itu terangkat dan terpelanting ke arah belakang. membuat tubuh pria itu terbanting ke atas lantai sampai menimbulkan suara yang menggema di ruangan itu.
"tuan..!"
para bandit itu terbelalak kaget melihat tuan nya bisa di banting dengan mudah nya oleh xia yu. sedangkan pria yang terlentang itu segera bangun dan menstabilkan kembali tubuh nya. bukan sakit yang dia rasa namun rasa malu yang amat besar yang iya rasakan. bagaimana tidak malu dia kalah kan oleh gadis kecil di hadapan semua anak buah nya.
pria itu menghadap xia yu dengan rasa malu nya masih terpampang jelas di wajah nya. dia kembali menampilkan aura iblis nya pada xia yu dan berkata dengan sinis. "aku lihat kau cukup mengetahui beberapa gerakan. sayang sekali kau tidak bisa di ajak bernegosiasi.."
"memang sayang sekali.." xia yu mengangguk setuju. dia menatap sedih pada pria besar itu.
pria itu semakin terpancing dengan xia yu. dia mengeluarkan pedang yang sedari tadi berada di belakang punggung nya. "setidak nya kau harus takut dengan pedang ini bukan." pria itu membanggakan pedang besar milik nya. pedang yang sangat tajam dan berbentuk menyeramkan yang pasti nya telah menebas dan menyayat tubuh utuk manusia yang telah menjadi korban nya.
mendengar hal itu si ketua langsung murka. dia menyalurkan kekuatan spirit nya pada pedang yang dia pegang. lalu menghunuskan pedang nya pada xia yu.
...'CLANG'...
...'CLANG'...
suara pedang yang yang beradu.
para bandit itu terkejut saat melihat xia yu memegang sebuah pedang yang mengeluarkan cahaya biru. cahaya yang terpancar sungguh cerah dan cemerlang di seluruh negri.
"PEDANG BIRU..?!"
mata mereka kembali terbelalak kaget. ada rasa ingin memiliki yang terpancar dari mata mereka. bahkan pria yang di sebut ketua bandit itu juga ingin memiliki pedang itu.
"bagaimana bisa kau memiliki pedang biru.?"
"kalian tidak perlu tahu.! sebaik nya kalian harus siap menerima hukuman dari ku."
setelah mengucapkan hal itu. xia yu menyerang mereka seperti iblis. tetapi dia tidak menyerang para anak buah itu. dia malah kembali menyerang sang ketua dengan kelincahan nya menggunakan pedang biru yang haus akan darah.
'Argh!'
sang ketua tak sadar jika leher nya telah tersayat oleh xia yu. mata nya terbelalak. hal itu terlalu mendadak bagi nya. kecepatan dan kegesitan xia yu saat menyerang nya.
semua orang tidak percaya jika xia yu dapat membunuh ketua mereka dengan kecepatan yang sangat cepat. dalam benak mereka saat ini hanya satu kata yaitu LARI.
xia yu dapat melihat ketakutan para bandit itu dari wajah mereka yang pucat pasi. xia yu menyeringai tipis lalu mencibir mereka.
"apa kalian benar-benar berpikir bisa keluar dari sini hidup-hidup.?"
mendengar hal itu nyali para bandit itu semakin menciut. jika mereka ingin hidup, hanya satu jalan yaitu membunuh gadis di depan nya.
mereka pun saling pandang dan menyusun rencana untuk menyerang xia yu dengan bersamaan. mereka mengeluarkan pedang mereka dari sarung pedang yang tergantung di pinggang nya.
"BUNUH DIA.!"
para bandit itu berteriak penuh dengan amarah. mereka memegang pedang nya masing-masing menyerang xia yu dengan ganas nya.
xia yu melihat kemarahan dan ketakutan yang bercampur dalam mata mereka. 'maaf, aku tidak bisa membiarkan orang jahat seperti kalian hidup di dunia ini.' batin nya menyesal melakukan perbuatan itu. tapi dia tidak punya pilihan lain karena mereka telah melakukan perbuatan jahat.
...'Clang'...
..Cap...
..Syatt..
..Syatt...
..Jleb...
semua bandit itu terkapar dengan bersimbah darah. tak ada satu pun orang yang lolos dari serangan xia yu. aura pembunuh yang sudah lama terpendam oleh xia yu kini kembali muncul karena seseorang yang berani menyentuh miliknya.
sifat posesif nya tidak akan membiarkan orang lain terlepas dari hukuman yang selalu dia berikan pada mereka yang memprovokasi nya. namun, itu hanya berlaku pada orang dan hewan yang setia pada nya.
kini ruangan itu terlihat seperti tempat pembantaian manusia. xia yu bergegas ke kamar fang yin dia lega jika gadis kecil itu tertidur dengan lelap nya setelah dia melakukan sedikit trik pada ingatan nya saat dia membaringkan nya di tempat tidur.
xia yu membisik kan sesuatu pada telinga saat kesadaran nya mulai hilang. dia menghapus kenangan buruk yang terjadi malam ini. jika xia yu tidak melakukan hal itu, fang yin akan mengalami trauma yang hebat saat dia sadar. maka dari itu dia melakukan nya dengan kesadaran nya yang masih tergoncang.
xia yu membawa masuk fang yin ke dalam ruang dimensi. tentu saja itu membuat kedua penghuni di dalam ruangan itu terkejut melihat keadaan fang yin yang tak sadar kan diri. mereka bertanya apa yang terjadi pada fang yin. tapi xia yu tidak bisa menjelas kan nya untuk saat itu. dia hanya memerintahkan mereka berdua untuk menjaga nya.
xia yu membasuh tubuh fang yin dan mengobati luka-luka nya. xia yu bersyukur fang yin tidak kehilangan kesucian nya sebagai perempuan. di zaman ini seorang gadis yang kehilangan kesucian nya dengan cara seperti itu akan di pandang sebelah mata.
setelah memastikan fang yin baik-baik saja. xia yu kembali ke dunia nyata nya. dia bergegas membereskan semua pakaian dan benda berharga milik fang yin dan milik nya. setelah itu dia juga memasuk kan kedua kuda nya yang berada di halaman ke dalam ruang dimensi. xia yu tidak pernah berpikir akan mengalami hal yang seperti ini. di lain hari jika dia akan mencoba untuk bisa menahan amarah nya agar tidak membahayakan semua yang dia sayang.
xia yu menghilang dari tempat itu dengan kemampuan teleportasi nya. dia harus bergegas pergi agar tidak ada yang mengetahui keberadaan nya. dia akan mencari tempat persembunyian dan masuk ke dalam ruang dimensi nya.
**tbc