The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
181. Kekesalan Xia yu..



***


Di dalam ruang dimensi, Xia yu kembali berkutik dengan berbagai macam tanaman obat. tanaman itu ia masukan ke dalam botol kaca berukuran sedang.


di dalam botol-botol itu terdapat tanaman obat yang kering dan yang basah. Xia yu susun botol-botol tanaman obat itu di atas rak kayu dalam laboraturiumnya.


semua yang ia lakukan, tidak lain untuk memudahkan dirinya saat hendak meracik obat.


(ilustrasi gambar..)



Xia yu mengambil beberapa macam tanaman obat, kemudian menumbuk nya hingga halus.



Xia yu sedang membuat beberapa macam


obat untuk kebutuhan pengobatan di kediaman nya. karena setelah menghukum tuan Li zhu, Xia yu akan kembali ke hutan kehidupan untuk berkultivasi. dengan aktivitas Xia yu mencoba menenangkan pikirannya. karena tidak bisa langsung membalas perbuatan alchemist golongan hitam. tapi dia tidak berputus asa, senyuman iblis nya muncul saat mendapat kan ide ekstrim.


"pak tua keriput, amanah mu akan tetap aku jalankan.. kau telah membangkitkan ku dari kematian. sudah sepantasnya aku mengabulkan permintaan terakhir mu. tenang saja, keluarga mu akan baik-baik saja selama aku bersama mereka. meskipun para alchemist golongan hitam itu tidak bisa aku lenyap kan. aku akan membuat satu persatu dari mereka yang bersekongkol dengan Li zhu menyusul mu. tapi aku pastikan jika mereka lebih memilih bunuh diri dari pada di siksa oleh ku." dialog Xia yu di tengah-tengah meracik obat.


Xia yu telah mendapatkan keluarga, pelayan dan penjaga yang setia padanya. mereka yang berani mempertaruhkan hidup, demi kelancaran rencana balas dendam kakek Li telah Xia yu anggap tanggung jawabnya. ia akan berusaha menjaga mereka. kini hidup dan mati mereka berada di tangan nya.


Xia yu mengangkat ramuan yang berhasil dia buat tinggi-tinggi. kemudian mengucapkan dialog dengan kalimat sebuah ancaman.


"Tuan Li zhu, permainan mu berakhir malam ini.. sebaiknya kau tidak tertarik dengan ku, jika tidak... malaikat maut mu ini akan dengan mudah membawa mu bertemu dengan saudara yang selama ini kau benci." lirih Xia yu yang tidak hentinya menyulam senyum sinis di bibir sexy nya.


dalam dunia nyata, tuan Li zhu yang sedang melakukan rutinitas tidur siang nya terbangun karena mimpi buruk.


dalam mimpinya ia melihat sosok manusia dengan jubah hitam di temani adik nya Li Yue yang telah ia bunuh. dua sosok itu menghampiri nya dengan senyuman iblis yang tidak hilang dari bibir mereka. namun, saat kalimat yang di lontarkan kakaknya terdengar...


"WAHAI MALAIKAT MAUT, TOLONG JEMPUT ADIKKU.. AKU RINDU SEKALI DENGANNYA..!!" kalimat yang di lontarkan oleh tuan Li Yue untuk tuan Li zhu.


seketika tuan Li zhu terbangun dari tidurnya dengan seluruh tubuhnya di penuhi keringat dingin. mimpi buruk yang baru pertama ia dapatkan setelah beberapa tahun lamanya kakaknya ia bunuh.


****


Xia yu kembali ke kamarnya dengan bau herbal di seluruh tubuh, setelah empat jam lamanya ia berada di dalam ruang dimensi.


Xia yu meletakan botol-botol kecil berisi obat ke atas nampan. kemudian bergegas ke arah kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya yang di penuhi dengan aroma menyengat. entah itu dari tanaman herbal atau keringat.


🛀🛀🛀


Di sela-sela mandi nya, Xia yu mengingat kejadian semalam, kejadian yang terjadi di dalam kamar penginapan.


Xia yu berdecak kesal saat mengingat pelecehan yang akan di lakukan oleh Yuan Zhu-Ming.


..PAKK..


..PAKK..


..BYURR..


(suara tangan yang memukul kubangan air dalam bak mandi)


"Mesum..mesum..mesum.. dasar lelaki mesum.!!" jerit Xia yu dengan kesal dan geram pada Yuan Zhu-Ming.


Xia yu memukul mukul kan tangannya pada air yang ia gunakan untuk berendam.


..PAKK..


..BYURRR..


"BRENGSEK..!! Lelaki mesum..!!"


"berani benar lelaki itu membuka cadar ku, berusaha mesum pada ku lagi,.!!


lihat saja, akan ku beri sambel doerr tuh mulutnya. tangannya akan ku kebiri sekalian.." ucapnya menggebu-gebu.


"tidak-tidak itu tidak cukup, sebaiknya aku sumpahi lelaki itu agar jadi cendikiawan... huh!! kesal aku." sambung gerutu Xia yu mengeluapkan semua kekesalannya terhadap Yuan Zhu-Ming dengan mengumpat dan menyumpahinya.


🌬️..Hacchhuuuuhh...🤧


suara bersin dari pria yang sedang Xia yu umpat dengan sumpah serapah nya.


🕟🕔


Selang beberapa menit kemudian Xia yu keluar dari kamar mandi dan memanggil Fang yin.


Fang yin bergegas masuk ke dalam kamar nona nya dan menjawab panggilan Xia yu. "ya nona.." jawabnya.


Fang yin mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. mendapati siluet tubuh yang polos tanpa pakaian, hanya di tutupi dengan kain putih sebatas dada dan paha. Xia yu gunakan kain putih itu sebagai handuk.


Xia yu berdiri di depan lemari dengan tangan memegang kain putih bagian atas, menjaga kain itu agar tak melorot.


Fang yin melongo di buatnya. jika ia laki-laki, mungkin kedua lubang hidungnya telah mengeluarkan darah panas. saking terpesona nya dengan tubuh mulus Xia yu. padahal ini bukan pertama kalinya ia melihat tubuh Xia yu. tapi tetap saja ia terpesona.


'oh, dewa.. kau benar-benar mengirimkan malaikat ke dunia ini.,' batin Fang yin mengagumi kecantikan wajah dan hati Xia yu.


"kenapa kau malah melamun di sana?" tanya Xia yu membalikan tubuhnya setelah menyadari keberadaan Fang yin.


"kemari lah.. cepat bantu aku memakai pakaian dan perhiasan ini.." lanjut Xia yu meminta Fang yin membantunya memakai hanfu dan hiasan kepala yang super ribet itu.


Fang yin yang sadar segera berjalan menghampiri Xia yu. "baik nona.." jawabnya.


Xia yu menggunakan hanfu berwarna merah muda dengan kombinasi warna hitam. merah muda menyimbolkan jika dirinya adalah sosok gadis polos nan lugu, sementara warna hitam menyimbolkan kemisteriusan nya.


"nona.?" panggil Fang yin dengan sopan dan sedikit manja.


"Hemm.." jawab Xia yu dengan deheman.


"apa saya boleh bertanya?" ujar Fang yin ragu-ragu.


"tanya lah.." jawab Xia yu dengan mata tertutup karena terlalu lelah. sepertinya ia butuh tidur barang beberapa menit.


"sebenarnya dua hari kemarin, nona pergi kemana?" tanya Fang yin.


"CK.. ternyata kau tidak bisa dibohongi ya.!!"


"hehe.." Fang yin cengengesan dengan ekspresi Wajah yang kikuk.


"aku pergi ke hutan kehidupan.. apa kau puas?"


"iya..iya saya puas.." jawab Fang yin dengan senyuman. namun ekspresi wajah nya kembali berubah dan itu di saksikan sendiri oleh Xia yu.


"kenapa wajah di tekuk seperti itu.?" tanya Xia yu penuh selidik.


"hah? tidak-tidak.. saya tidak kenapa-napa."


"apa yang sebenarnya ingin kau tanyakan. kurasa bukan hanya kepergian ku saja yang ingin kau ketahui."


"sa-saya khawatir nona.."


"khawatir? apa yang kau khawatir kan?"


"wajah nona telah terlihat oleh semua orang yang hadir di istana. sekarang identitas tengah di selidiki oleh pihak kerajaan dan para bangsawan. saya khawatir jika tuan Li zhu juga tertarik untuk menyelidiki nona, dan menggunakan segala cara untuk memiliki nona seutuhnya." jelas Fang yin mengeluarkan semua kekhawatirannya.


Xia yu membalikan badannya menghadap Fang yin. kemudian meraih kedua tangannya yang sedang memegang sisir. ya Fang yin saat ini sedang merapihkan rambut Xia yu.


"jika mereka bertanya siapa aku? jawablah mereka dengan jujur, siapa aku..." jawab Xia yu membuat Fang yin bingung.


"maksud nona..?" tanya Fang yin tak mengerti.


"beritahu mereka siapa nama ku dan darimana aku berasal. toh aku masih memiliki identitas lain bukan?" jelas Xia yu kembali menatap dirinya dalam cermin tembaga. "tenanglah.. jangan terlalu khawatir. malam ini aku memiliki rencana lanjutan." sambungnya dengan seringai evil di bibirnya.


"rencana lanjutan? maksud nona?" tanya Fang yin semakin tidak mengerti. karena yang ia tahu jika malam ini Xia yu hanya akan tampil dalam perayaan gelar alchemist tuan Li zhu.


jika penampilanny berhasil menarik minat tuan Li zhu. Xia yu akan di undang makan malam bersama dengan tuan Li zhu dengan hormat. satu-satunya kesempatan bisa satu ruangan khusus dengan tuan Li zhu.


"sudahlah.. nanti kau akan tahu sendiri. Oh, ya bagaimana pelantikan nya?" ujar Xia yu menanyakan prihal pelantikan yang di adakan kemarin.


"semuanya berjalan dengan lancar. tidak ada kejadian apapun yang terjadi dalam pelantikan itu. tuan Li zhu di lantik langsung oleh kaisar. hal itu tentu menjadi kebanggaan besar bagi klan Li." jelas Fang yin.


"hem.. apakah Hei tian telah kembali.?" tanya Xia yu karena belum bertemu dengan Hei tian sedari pagi.


"sudah nona, sekarang dia ada di paviliunnya bersama Xiao huang." jawab Fang yin.


"perintahkan mereka kemari, dan untuk mu segera bersiap lah. lihat juga apa Li zyan sudah bersiap atau belum. jika dudah perintahkan dia kemari." titah Xia yu.


"baik nona.." meski perasaan Fang yin masih gundah. ia tetap menjalankan printah Xia yu. Fang yin pergi ke paviliun dua, menyampaikan pesan Xia yu pada Xiao huang dan Hei tian. setelah itu pergi ke paviliun tiga menyampaikan pesan Xia yu pula pada Li zyan.


Fang yin kembali ke pavaliun satu setelah melaksanakan semua perintah Xia yu. ia kembali dengan beberapa pelayan yang membawa makanan. sementara pelayan dan penjaga pria mengurus barang-barang yang akan di bawa mereka ke kediaman klan Li.


**tbc