The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
235. Operasi Kecil..



***


Yuri telah kembali ke tempatnya berdiri. Kini giliran Xia yu yang di tanya oleh ke delapan Juri.


"Baiklah Tuan muda, Nona muda di sampingmu telah membuktikan dirinya. Bagaimana dengan mu?" Juri yang pertama berbicara pada Xia yu adalah Juri yang duduk tepat di samping Yuan Zhu-Ming.


Xia yu terlihat sangat tenang ketika mendapatkan pertanyaan itu. Wajah seriusnya bisa di lihat meskipun tertutupi topeng. "Saya tidak akan membuat obat!"


Ketika pernyataan itu terdengar. Semua orang terlihat kebingungan, mereka tidak menduga jika Xia yu bisa berkata seperti itu. Mereka pikir Xia yu akan membuat obat yang lebih hebat dari yang gadis itu. Tapi ketika mendengar pernyataannya tentu saja membuat semua orang di sana menyimpulkan dirinya mengaku kalah.


"Apa Tuan Muda mengakui identitas Tabib Misterius anda adalah Palsu?" Tanya Juri itu.


Xia yu tidak menjawab, karena dia mendengar kata-kata yang menyudutkannya.


"Hahaha... Ternyata Lelaki Bertopeng itu adalah Tabib Misterius yang palsu!" Suara lantang dengan gelak tawa berasal dari pria paruh baya yang memiliki masalah dengan Xia yu.


"Sungguh tidak tahu malu.. Orang seperti dia ingin menjadi peserta dalam Pertemuan Agung Obat Ajaib!" Sambung ketua penjaga yang berhadapan dengan Xia yu ketika di mata air panas.


"Kenapa Pasar Gelap mengirimkan seorang pecundang?" Timbul pertanyaan dari peserta lainnya.


"Mungkin mereka tidak tahu jika Tabib Misterius yang asli akan ada di sini. Jadi mereka mengirim Lelaki bertopeng itu untuk menyamar sebagai Tabib Misterius yang handal!"


Gelak tawa dan ejekan terdengar sangat memekakkan di telinga Xia yu. Mereka tidak tahu saja jika orang yang sedang mereka cemooh adalah Tabib Misterius yang asli.


Di sudut kanan terlihat seoang pria paruh baya tengah menahan amarah dan rasa malu. Pandangannya terlihat memelas ketika bersitatap dengan gadis berpakaian serba merah. Sementara gadis itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, memberi sedikit ketenangan untuk pria paruh baya itu.


Merasa puas mendengarkan cemoohan mereka, Xia yu membalikan tubuhnya ke arah Anak remaja yang kini wajahnya terlihat pucat.


Semua orang tidak sadar jika keadaan anak remaja itu terlihat bermasalah. Dan tidak berapa lama semua orang yang ada di aula di kejutkan dengan suara penjaga, yang berteriak karena terkejut melihat kondisi anak remaja itu.


"Tuan besar.. Anak ini...." Ujar penjaga itu menggantungkan ucapannya.


Anak remaja itu kejang-kejang dan luka sayatan pedang itu berubah menjadi keunguan. Bahkan suhu tubuhnya kini berubah menjadi panas. Semua mata tertuju pada Yuri, pandangan mereka seolah meminta penjelasan.


Yuri menghampiri anak remaja yang menjadi relawannya. Wajahnya terlihat panik ketika melihat kondisi anak itu. Dia segera memeriksa anak itu. Mulai dari denyut nadinya dan luka sayatan di tangannya. Wajahnya berubah pucat.


'Kenapa jadi seperti ini? Apa yang terjadi?' Batinnya bertanya kenapa obatnya berefek samping.


Ayahnya juga terlihat panik setelah dia melihat kondisi anak remaja itu. Para juri turun dari atas panggung untuk melihat kondisi anak itu, dan mereka tercengang dengan apa yang mereka lihat.


"Ada apa dengan anak ini Nona?" Tanya para Juri. Baru kali ini mereka melihat kejadian seperti ini.


Salah satu dari para Juri itu melangkah maju dan memeriksa tubuh anak itu. Denyut nadinya sangat cepat dan kulit di area yang terluka berubah menjadi keunguan. Wajahnya juga terlihat pucat dan suhu tubuhnya sangat panas.


"Nona, tolong jelaskan. Kenapa anak ini bisa jadi begini? Dan kenapa anda hanya diam saja, bukannya mengobati anak yang bersedia menjadi relawan anda!" Ujar salah satu juri kesal melihat Yuri hanya diam. Bukannya mengobati anak yang rela menjadi relawannya.


"A-Aku tidak tahu.." Jawab Yuri gugup, dia benar-benar tidak tahu cara mengatasi masalah yang di buat olehnya.


"TIDAK TAHU!!" Ucap semua orang secara bersamaan. Mereka tidak percaya jika gadis yang mereka kira Tabib Misterius tidak tahu apa yang terjadi pada relawannya. Sementara si anak terlihat begitu kesakitan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


Ketika semua orang panik, dari arah belakang kerumunan itu. Seorang gadis berjalan dengan santai menghampiri mereka. Dengan pertanyaan yang menyadarkan mereka.


"Bukankah Nona muda ini Tabib Misterius? Tapi, Kenapa hal sepele seperti itu saja anda tidak tahu!" Ujar Xia yu. Yang kembali menarik perhatian semua orang dan juga Yuan Zhu-Ming yang tidak ikut turun dari panggung.


"Apa maksudmu?!" Bentak Yuri.


"Apa kalian pernah dengar? Seorang tabib menyelamatkan seorang permaisuri kerajaan dari persalinan yang bisa saja merenggut nyawanya saat itu juga?"


Mendengar pertanyaan Xia yu membuat semua orang di sana teringat dengan awal mula terdengarnya kabar tentang kehebatan Tabib Misterius.


"Apakah anda Tabib Misterius?!" Tanya Xia yu tepat di hadapan gadis yang sepantaran dengannya.


"A-Aku...." Yuri tidak dapat menjawab pertanyaan terakhir Xia yu.


Tidak mendapatkan jawaban dari gadis itu, Xia yu memilih melewatinya dan menghampiri anak remaja yang tengah berjuang melawan kematian.


Melihat tatapan dingin dan acuh-tak acuh dari Xia yu membuat mereka mengerenyitkan alis. Tidak memahami maksudnya. Salah satu juri yang mengerti maksud Xia yu langsung menyuruh mereka mundur.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Ayah Yuri dengan kasar dia meraih pundak Xia yu untuk menghentikannya.


Xia yu melirik tangan Ayah Yuri yang terletak di pundaknya. Dia pun berkata tampa melihat pria di belakangnya yang tengah panik dan sekaligus menahan marah.


"Lepaskan, atau aku buat tanganmu LUMPUH!" Ucap Xia yu dengan suara yang di penuhi tekanan.


Mendengar hal itu. Ayah Yuri langsung melepaskan tangannya dari pundak Xia yu.


Xia yu berhasil berdiri di hadapan anak yang tengah tergeletak tak berdaya du atas lantai. Kemudian dia mulai memeriksa denyut nadi, Pupil mata dan luka di lengan anak itu. Dugaannya benar, anak ini over dosis. Tanaman herbal yang du gunakan Yuri terlalu kuat untuk anak seumuran itu. Kekebalan tubuh dan daya tahan serta anak itu tidak mempunyai tingkat kultivasi. Menyebabkannya over dosis atau keracunan obat.


Xia yu melirik penjaga yang berjaga di sana agar orang-orang tidak mendekat. "Tolong angkat anak ini ke atas meja. Cepatlah!"


Para penjaga yang mendengar itu langsung melaksanakan permintaan Xia yu. mereka membawa anak itu ke salah satu meja yang di tempati para peserta.


Setibanya di sana Xia yu langsung meminta para penjaga membawa beberapa wadah besar dan juga air hangat, serta kain putih yang bisa di sebut kasa.


Pertama-tama Xia yu merobek pakaian atas anak remaja itu, hingga memperlihatkan tubuhnya yang setengah telanjang. Pembuluh darah atau Urat-urat anak itu kini terlihat. Darahnya membeku hingga membuatnya kejang-kejang, tubuhnya membiru, suhu tubuh panas.


Xia yu mengeluarkan beberapa peralatan dari ruang dimensi yang di manipulasi oleh cincin ruang. Satu set jarum akupuntur, pisau bedah, cairan antiseptik yang telah dia masukan ke dalam porselen putih, agar tidak ada yang mencurigainya. Dan juga beberapa botol obat buatannya. Semua orang tercengang melihat apa yang sedang di lakukan oleh Xia yu.


Xia yu terlihat menggulung lengan pakaiannya, setelah sebelumnya dia meminta sahabatnya Fang yin datang membantunya. Kemudian Xia yu mulai melakukan pengobatan pada anak itu, setelah dia membiusnya dengan memberikan pil yang berguna untuk membius. Agar anak itu tidak merasakan sakit ketika dia melakukan operasi kecil di lengannya.


Xia yu mulai menyayat kulit di bagian luka sayatan yang sudah tidak mengeluarkan darah. Orang-orang di sana tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa menyaksikan apa yang sedang di lakukan oleh Xia yu.


Satu detik.. Dua detik.. Sampai sepuluh detik, darah tidak keluar. Tapi di detik ke sebelas, darah langsung mengalir dengan deras. Xia yu segera membersihkan luka dengan cairan antiseptik dan alkohol. Ketika darah tidak lagi terlihat, Xia yu mengambil bubuk obat untuk luka pedang. Lalu dia bubuhkan serbuk obat itu pada bagian luka. Kemudian dia mulai menjahit luka yang ternganga itu.


Semua orang tercengang dengan apa yang sedang Xia yu lakukan. Luka yang ternganga kini tertutup rapi dengan jahitan yang Xia yu lakukan. Kini tubuh anak itu tidak lagi membiru keunguan.


Tangan Xia yu beralih pada kaki kiri anak remaja itu, setelah kain bebatnya di lepaskan oleh Fang yin. Dengan teliti Xia yu memeriksa luka yang terdapat di sana. Dan ternyata kaki anak itu terdapat dua bisul besar. Sebenarnya Xia yu sangat jijik ketika berhadapan dengan yang namanya bisul. Tapi apalah daya, sumpah sebagai dokter harus selalu siap mengobati luka apapun itu. Bahkan dia pernah mengobati Wasir seorang kakek kaisar.


Xia yu mulai menekan kedua bisul itu secara bersamaan dan darah serta nanah keluar dengan bersamaan. Membuat orang-orang di sana langsung ngeri sekaligus jijik.


"Kenapa Tuan Muda itu terlihat santai saat melakukan hal menjijikan seperti itu?"


Xia yu tidak memperdulikan apa yang baru saja dia dengar. Meski dia tahu kalau dia sangat enggan ketika melakukan operasi dan seperti yang sekarang sedang dia lakukan. Tapi apa daya, hatinya selalu membuat keputusan ketika melihat penderitaan manusia tidak berdosa itu.


Akhirnya.. Operasi dadakan itu selesai.


Xia yu melakukan operasi di hadapan semua orang. Operasi adalah hal di luar nalar bagi orang-orang di zaman itu. Fang yin membantu Xia yu membebat luka di tangan dan kaki anak itu dengan bebat yang tidak terlalu kuat. Setelah itu dia membersihkan tangan dengan air biasa kemudian, membilas kembali dengan cairan antiseptik. Dan memasukkan kembali semua peralatannya ke dalam ruang dimensi.


Setelah itu dia melakukan totok di bagian tertentu. Guna menyadarkan anak itu.


"Hey nak.. Mau sampai kapan kamu tidur?" Tanya Xia yu ketika melihat pergerakan di kedua mata anak itu.


Tidak berapa lama anak itu terbangun, dengan terkejutnya dia melihat Sosok yang tadi mencegahnya menjadi relawan.


"Tu-tuan!" Ucap anak itu dengan suara lirihnya.


"Minumlah.." Xia yu memberikan satu gelas air minum pada anak itu. Dia tahu anak remaja itu pasti lelah dan haus setelah bangkit dari kematian.


"Terimakasih.." Ujar anak itu. Xia yu membalasnya dengan senyuman dan anggukan pelan.


"PROKK! PROKK! PROKK!"


Riuh tepukan tangan mengapresiasi kehebatan pengobatan Xia yu. Mereka sangat-sangat terkejut dengan kehebatannya. Anak remaja yang tadi di ambang kematian kini telah lepas dari ancaman itu. Bahkan kini wajahnya terlihat berseri meski pucat di wajahnya belum hilang.


****tbc


Maaf jika ada typo..


Semua ini hanya imajinasi, jangan salah tangkap yang jika sudah operasi langsung sadar karena operasi itu hanya operasi kecil**..