The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
242. Kenangan sepuluh tahun yang lalu..



***


"Gadis itu berada di dalam kamar yang disediakan untuknya. Dan saya juga sudah meminta anak buah saya untuk mengikat kedua kakinya dengan Tali Ajaib." Jelas Weyang.


"Bawa aku ke sana!" Pinta Raja Iblis yang kini sudah mengenakan Jubah Hitam miliknya. Dia terlihat begitu gagah dan perkasa. Namun, kesan menyeramkan tidak hilang dari sorot matanya.


"Baik Yang Mulia.." Jawab Weyang. Mereka pun pergi menuju salah satu kamar yang ada di dalam Istana Kerajaan Iblis.


👣👣👣...


Setibanya didalam sebuah kamar yang bernuansa putih. Huang Zhuzi atau Raja Iblis segera masuk ke dalam kamar.


Didalam kamar, Pria berambut putih itu menangkap sosok gadis yang sedang terbaring di atas sebuah tempat tidur sederhana. Tubuhnya di selimuti kan tebal berwarna putih.


Perlahan namun pasti, Huang Zhuzi berhasil menghampiri sosok gadis itu. Kedua mata merahnya menatap tajam pada wajah gadis itu. Dia memperhatikan pahatan wajah yang terlihat sempurna sedang tertidur.


"DEG!"


Tiba-tiba desiran aneh muncul di dalam hatinya. Jantungnya berdegup kencang saat melihat kecantikan Gadis itu. Tiba-tiba dia mendudukkan pantatnya di atas pinggiran tempat tidur. Tangan kanannya terulur begitu saja, dan mulai menyentuh wajah yang menarik hatinya.


"Wajah ini..!!" Suaranya terdengar lirih.


Tangannya mulai mengabsen aset kecantikan Gadis itu. Wajahnya mengingatkan Huang Zhuzi pada sosok gadis kecil yang pernah dia temui sepuluh tahun lalu.


Flashback.on


Sepuluh tahun yang lalu.. Seorang gadis kecil berusia tujuh tahun sedang berjalan di dalam keramaian pasar. Gadis kecil itu berjalan sambil memeluk kantung kain yang berisi beberapa pakaian mahal milik ibu tiri dan kedua adik tirinya.


Diwaktu yang sama, seorang pria berumur Dua puluh tahun berlari kearahnya. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam, dia juga mengenakan kain hitam yang menutupi setengah wajahnya. Hanya memperlihatkan kedua mata merahnya.


Ternyata pria bercadar itu, sedang di kejar oleh beberapa orang yang memakai pakaian serupa. Orang-orang itu adalah para pengawal kerajaan Xing.


Pria bercadar itu masuk dalam keramaian. Dan pertemuan antara gadis kecil dengan seorang pemuda pun terjadi.


"Brukh!"


Pria bercadar itu menabrak gadis kecil yang membawa kantung kain. Seketika kantung kain yang dibawa gadis kecil itu terlempar. Sedangkan pria bercadar itu berlalu pergi dari kerumunan dan bersembunyi di samping kereta kuda yang memuat bahan pangan.


Gadis kecil itu melihat apa yang di lakukan si pria bercadar. 'Hum, sepertinya paman itu sedang di kejar oleh pengawal kerajaan! Kira-kira kejahatan apa yang di lakukannya?!' Batin gadis itu.


Kedua mata milik gadis itu menatap netra merah milik pria bercadar. Tatapan itu menyiratkan sebuah permintaan. 'Tolong aku!' Begitulah gadis itu menerjemahkan tatapan pria bercadar itu.


Gadis itu menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya begitu saja.


"Baiklah.. Aku akan menolong mu!" Gumamnya sambil menatap lekat pada pria bercadar itu.


Kedua alis pria bercadar itu terangkat. Dia melihat jelas tatapan dan gerakan bibir gadis kecil itu. Tapi dia tidak dapat mengerti apa yang di ucapkan gadis itu, karena dia tidak mendengarnya. Hingga saat dimana gadis itu berteriak dan menangis dengan keras di dalam keramaian.


"Pencuri! Pencuri! Huaaa.. Tolong ada pencuri! Hiks.. Hiks.." Teriak gadis kecil itu di iringi tangisannya yang pilu, membuat orang-orang di sekitar langsung mengarahkan pandangan mereka kepadanya. Dia kini jadi pusat perhatian.


"Sial! Gadis itu mengira aku Pencuri!" Decak kesal pria itu melihat dan mendengar teriakkan dan tangisan gadis itu. Baru saja dia akan melangkah pergi dari tempat persembunyiannya. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar lanjutan ucapan gadis itu.


"Paman pengawal, tolong saya.. Seorang pria berbaju hitam mencuri kantung koin saya! Tolong kejar pria itu, dia lari kearah sana.."


Suaranya terdengar lirih dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Seolah gadis kecil yang polos itu benar-benar kehilangan barang berharganya. Bahkan dia menunjuk arah yang salah.


"Apa pencuri yang kamu maksud memakai Kain hitam di wajahnya?!" Tanya salah satu pengawal.


"Baiklah, tunggu disini! Semoga pencuri yang mengambil kantung mu adalah orang yang sama. Semuanya Kearah utara!" Ujar si pengawal sambil memberi arahan pada pengawal lainnya.


Mendengar perintah ketuanya, para pengawal lainnya langsung pergi dari keramaian kota. Sementara si gadis kecil telah beranjak dari tempatnya, dia mengambil kantung kainnya dan pergi dari keramaian di sana. Membuat orang-orang di sekitar sana terlihat kebingungan. Berbeda dengan seorang pria yang bersembunyi di balik kereta.


Pria itu menyunggingkan senyuman di balik kain hitamnya. Dia tidak pernah menduga, bahwa dirinya yang seorang Raja bisa mendapat pertolongan dari seorang gadis kecil.


"Gadis pemberani.. Terimakasih, semoga di lain hari kita bisa bertemu kembali.." Ucap Huang Zhuzi melihat kearah gadis kecil itu pergi. Untuk pertama kalinya dia mengungkapkan terimakasih kepada orang. Sedari kecil sampai dewasa, dia tidak pernah mengucapkan kata-kata formalitas itu. Bahkan terhadap ayah kandungnya sendiri.


Gadis kecil itu ternyata adalah Xia Wei yang berumur tujuh tahun. Xia Wei kecil yang masih memiliki keberanian, kepolosan dan keceriaan sebelum mendapatkan perlakuan buruk dari kedua saudara dan selir ayahnya.


Flashback.off


Kembali kedalam ruangan kamar Gadis yang sedang tidur, ralat pingsan maksudnya. Raja Iblis masih memperhatikan pahatan wajah gadis di hadapannya. Dengan desiran perasaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.


Meskipun di kerajaannya terdapat banyak sekali wanita Cantik. Namun, dia tidak pernah merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat wajah Gadis itu. Yang dia ketahui bahwa dia seorang tabib yang sedang terkenal.


"Ternyata gadis kecilku sudah dewasa. Bahkan sekarang kamu sudah menjadi orang hebat!" Ucapnya di penuhi kekaguman terhadap gadis muda yang sedang terlelap. Dia tidak tahu saja, kalau gadis kecilnya telah berpulang kepada yang maha kuasa.


"Mulai Hari ini, kamu akan tinggal di istanaku. Aku tidak akan membiarkan kamu menghilang lagi." Ucapnya dengan kalimat yang menyatakan bahwa dia tidak akan membiarkan Xia yu meninggalkannya.


'Cup!'


Kecupan ringan di bibir Xia yu seolah memberi tanda bahwa dirinya telah berhasil meluluhkan hati seorang Raja Iblis yang terkenal sadis, keji, licik, dan tidak berprikemanusiaan.


Setelah mengatakan semua itu, Raja iblis beranjak dari tempat tidur Xia yu. Tidak lupa dia memerintahkan Pengawalnya untuk menjaga ketat kamar Xia yu. Pelayan juga tidak di perbolehkan meninggalkan kamar itu.


***


Beberapa menit kemudian...


Gadis yang sedang tertidur di atas kasur dan diselimuti kain tebal berwarna putih itu mulai menggerakkan kedua matanya yang tertutup rapat. Wajahnya yang tidak memakai riasan terlihat begitu bersih berseri. Rambut hitamnya tergerai indah, tertindih kepalanya.


Perlahan kedua mata yang tertutup itu mulai terbuka. Beberapa kali kedua mata itu terbuka dan tertutup lagi. Xia yu dia menyesuaikan cahaya yang terasa menusuk matanya. Tidak berapa lama dia berhasil menyesuaikan penglihatannya. Xia yu segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. Setelah itu dia berkata.


"Kamar ini lagi?!" Ucapnya yang memang sudah mengenal ruangan itu.


Dia pun bangun dari posisi tidurnya. Seketika Xia yu terkejut saat melihat pakaiannya sudah berganti. Bahkan pakaian dalamnya di dadanya terasa longgar. Tidak seperti biasanya ketika dia memakai kain kembennya.


"Berani sekali orang-orang di sini mengganti pakaian ku saat aku tidak sadar!" Decak kesal Xia yu.


Dia pun mengeluarkan gelang ikat rambut, kemudian mengikat setengah rambutnya dengan perasaan kesal. Setelah itu dia berniat beranjak dari tempat tidur. Namun, dia tidak menyangka jika ada yang tidak beres dengan kedua kakinya yang terasa seperti di ikat.


"Apa ini?!" Ucap Xia yu setelah menyingkap selimut yang menutupi separuh tubuh bagian bawahnya. Dia melihat sebuah cahaya yang terlihat seperti sebuah tali melingkar di pergelangan kedua kakinya.



(Ilustrasi Penampakan kondisi Xia yu saat ini.)


Note; Ikuti saja alur ceritanya.. oke


****tbc


Sampai sini dulu.. Maaf semalam author tidak up, dan baru sekarang author tebus..


Anak bungsuku lagi sakit, jadi sedikit rewel hingga membuat aku tidak bisa berpikir dengan benar.. Semoga nanti sore bisa nulis dan imajinasi ku tidak oleng..hehe.. Terimakasih 🙏🙂**