
***
Matahari sudah tenggelam, menunjukkan bahwa siang telah berganti dengan malam. Orang-orang yang mencari keberadaan Tabib Misterius telah kembali ke tempat asal mereka. Dan seorang gadis bersama teman burungnya telah berhasil keluar dari ruang dimensi.
Sosok manusia berjubah hitam dengan topeng senada sedang berdiri di atas puncak pohon. Sosok itu tampak sangat mempesona ketika angin malam membuat pakaian dan rambutnya terbang. Ditambah burung Phoenix api kecil yang bertengger dipundaknya. Membuat sosok misterius itu semakin mempesona.
Sosok misterius itu tidak lain adalah Xia yu. Dia sudah merubah penampilannya menjadi semakin Misterius. Xia yu menggunakan Jubah hitam yang lumayan tebal, dia juga memakai topeng hitam yang senada dengan jubahnya.
Dia terlihat begitu mempesona sekaligus Misterius. Xia yu tidak akan membiarkan orang lain tahu tentang dirinya yang memiliki binatang sakral ajaib, dan identitas dirinya yang memiliki tubuh Goddess Spirit. Inilah sosok yang akan melawan kejahatan dan menegakkan keadilan bagi orang-orang lemah.
Xia yu pergi melalui jalan udara. Melopat dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Dalam setiap langkahnya, dia tidak akan meninggalkan jejak sedikitpun.
Xiao huang, burung Phoenix itu juga terbang mengikuti tuannya. Bedanya dia terbang lebih tinggi. Memberi arahan jalan yang harus dilewati oleh tuannya. Mereka berdua pergi kearah puncak gunung.
Dari ketinggian itu, Xiao huang dapat melihat kepulan asap putih yang berasal dari atas bukit. Dia mulai terbang merendah untuk memberitahu Xia yu.
"Tuan, lihat ke arah utara. Di sana ada kepulan asap yang lumayan besar!" Ucap Xiao huang menunjukkan lokasi dimana kepulan asap itu berada.
Xia yu menghentikan langkahnya, dia berdiri dipuncak pohon. Pandangannya langsung tertuju pada objek yang di tunjuk oleh sahabatnya.
"Kepulan asap!" Lirih Xia yu dengan ekspresi wajah yang terlihat berpikir. Lalu dia berkata. "Sepertinya orang-orang disana sudah memulai ritualnya! Sebaiknya kita bergegas, sebelum kejadian buruk terjadi."
Kepanikan muncul seketika saat dia mengingat ucapan para Kultivator Warrior yang dia dengar tadi pagi. Malam ini adalah malam yang bulan purnama. Malam yang bisa meningkatkan kekuatan bagi orang-orang dari golongan hitam.
"Xiao huang, berubah lah!" Teriak Xia yu. Suara lantangnya mengejutkan penghuni hutan. Burung-burung yang sedang tidur langsung terbangun ketika mendengar teriakannya.
"Baik Tuan!"
Dalam sekejap, Xiao huang berubah menjadi burung Phoenix api besar. Dia terbang melayang di atas langit malam yang hitam kebiruan. Cahaya bulan menyinari tubuhnya yang berwarna Orens. Terlihat seperti matahari dalam kegelapan malam.
Xiao huang terbang merendah, menghampiri tuannya. Sesampainya dihadapan Xia yu, burung Phoenix api besar itu menundukkan kepalanya. Memberi hormat dan tanda bahwa tuannya sudah bisa menaiki tubuhnya.
"Silahkan Tuan!"
Xia yu begitu terpesona melihat perubahan wujud temannya. Malam ini adalah kali kedua dia melihat wujud asli Xiao huang. Tanpa menjawab Xia yu langsung menaiki pundak burung Phoenix itu. Kemudian dia duduk, lalu berkata.
"Jalan.."
Burung Phoenix api besar itu pun mulai mengepakkan sayapnya. Terbang membelah langit malam yang gelap. Berkat bulu burung dan suhu tubuh Xiao huang, Xia yu tidak merasakan dinginnya angin malam. Yang ada, hanya kehangatan. Meskipun udara disana sangat dingin.
Tidak membutuhkan waktu lama agar mereka bisa sampai ketempat tujuan. Dalam jarak beberapa puluh meter dari kepulan asap itu. Xia yu memerintah Xiao huang berhenti.
"Kita turun dibawah sana!" Perintahnya yang segera dilaksanakan oleh Xiao huang.
Xia yu turun dari punggung sahabatnya. Tidak lupa dia mengucapkan terimakasih. Kemudian dia meminta sahabatnya untuk berubah kembali menjadi burung Phoenix api kecil. Dan menyuruhnya masuk kembali kedalam ruang dimensi. Namun Xiao huang menolak. Dia meminta kepada Xia yu agar memperbolehkannya berada diluar.
Mau tidak mau Xia yu menyutujui permintaan Xiao huang. Tapi dia memberikan syarat mutlak untuknya. Xiao huang tidak boleh merubah wujud aslinya di sembarang tempat. Dia hanya boleh menggunakan wujud manusia atau wujud burung Nuri. Dan Xiao huang menerima syarat itu dengan senang hati. Dia merubah wujudnya menjadi burung kuning kecil.
Setelah perdebatan itu selesai. Mereka pun mulai berjalan menghampiri kepulan asap yang ternyata adalah tumpukkan kayu besar yang terbakar oleh api.
Api yang membara itu sedang di kelilingi oleh Lima belas orang yang duduk bersila menghadap kearah yang sama. Mereka adalah para Kultivator medis dari golongan hitam. Atau bisa di sebut juga dengan sebutan Alchemist Golongan hitam. Mereka adalah orang-orang yang menjadi target buruan Xia yu. Yang diketahui akan melakukan sebuah Ritual persembahan atau penebusan yang akan dilakukan malam ini. Xia yu juga mendengar orang-orang itu melafalkan sebuah ajian yang tidak dia mengerti.
Di sana juga terdapat dua puluh penjaga yang berdiri di belakang para Kultivator. Mereka dilengkapi oleh senjata tajam, mulai dari pedang, panah dan tombak. Sedangkan para Kultivator sepertinya memiliki senjata masing-masing dalam cincin ruang mereka. Yang tidak dapat ditebak senjata jenis apa yang mereka punya.
Saat sedang asik melihat orang-orang itu, Xia yu tidak sadar bahwa di atas api yang membara itu terdapat kurungan yang terbuat dari kayu. Menggantung diantara dia pohon yang besar.
Didalam kurungan itu terdapat Tujuh perempuan yang memakai pakaian berwarna putih. Semua perempuan itu terlihat masih muda. Bisa dipastikan jika mereka adalah para gadis yang di culik oleh para kultivator itu.
Kedua mata Xia yu memicing, bersamaan dengan kedua alisnya yang terlihat merengut. Ekspresi wajahnya saat ini terlihat terkejut sekaligus bingung. Melihat kejadian yang terjadi didepan matanya.
Dalam pikirannya hanya satu pertanyaan yang menggambarkan kejadian apa yang sedang dia lihat. "Apa mereka akan menggunakan nyawa dari para gadis itu untuk Ritual persembahan?"
Pertanyaan dalam pikirannya itu, terucap sempurna dari mulutnya. Xiao huang yang sedari sudah bertengger dipundaknya sontak mengalihkan pandangannya kearah Xia yu yang sedang memperhatikan kurungan manusia itu.
Kini Xiao huang mengerti kenapa Xia yu berkata seperti itu. Dia mengikuti arah pandangan Xia yu, dan ternyata apa yang tuannya perhatikan membuatnya terkejut.
"Biada*! Brengse*! Manusia tak berot*k! Iblis!" Berbagai umpatan kasar lolos begitu saja dari paruh kecil itu.
Xia yu terkejut mendengar umpatan kasar Xiao huang. Baru kali ini dia mendengar sahabatnya berkata kasar.
"Tenanglah.. Jika kau berisik, bisa-bisa mereka menyadari kedatangan kita." Bukannya memelan, suara cicit burung kecil itu semakin keras.
"Tapi Tuan, kita tidak bisa membiarkan orang-orang itu melakukan hal keji seperti ini!" Ucap Xiao huang yang terbang didepan wajah Xia yu. Dia berbicara dengan suara yang lumayan keras. Menghasilkan suara burung yang mengusik indra pendengaran beberapa penjaga.
Xia yu meraih burung kecil itu dengan tangannya. Kemudian bersembunyi dibalik pohon besar. "Xiao huang. Diamlah!" Hardik Xia yu dalam persembunyiannya.
"Aku tahu, apa yang harus aku lakukan. kau tidak perlu berteriak seperti itu." Decak kesal Xia yu.
Suara cicit Xiao huang yang lumayan keras itu menyadarkan beberapa penjaga yang berdiri dibelakang para Kultivator Medis golongan hitam. Mereka terlihat celingukan mencari asal suara yang mengusik indra pendengaran mereka.
Tiba-tiba suasana kembali seperti semula. Namun tidak berapa lama terdengar suara berat yang berhasil mengejutkan Xia yu dan Xiao huang.
"Nona.. Burung kecil yang kau pegang itu bisa kehabisan nafas. Jika kau terus membekap mulutnya seperti itu!"
**tbc