The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
168. Kisah Zi Hua..



***


"aku belum percaya kau adalah ratu hutan kehidupan. siapa tahu kau itu semacam siluman yang mencoba mengelabui ku." tegas Xia yu yang masih meragukan kebenaran jati diri ratu Zi Hua.


"aku memang seorang ratu," ucap Zi Hua namun terhenti karena ucapan Xia yu.


"lalu kenapa kau bisa tiada, dan kenapa kau tidak hilang dari dunia ini.?" Xia yu ingin meminta kepastian.


"tutup mata mu.. aku akan menunjukan kisah hidup ku pada mu." jawab ratu Zi Hua karena Xia yu meminta kepastian jati dirinya.


"kenapa harus menutup mata? kenapa tidak langsung cerita saja?"


"tutup saja, jika kau ingin mengetahui jati diri ku."


Dengan rasa waspada Xia yu pun menutup matanya karena tidak punya pilihan lain. dalam keadaan yang sangat sadar xia yu melihat seberkas cahaya dalam kegelapan.


*Flashback.on


Dalam dunia yang asing, Xia yu melihat seorang gadis cantik dengan hanfu berwarna merah muda. gadis itu terlihat sangat anggun dan polos. anting-anting di telinganya menambah kesan elegan. gadis itu tidak lain adalah ratu Zi Hua yang masih dalam usia belia. kira-kira umurnya sekitar lima belas tahun.



Zi Hua tengah berada di sebuah taman. di taman itu terdapat pohon sakura yang sedang bermekaran. tidak jauh dari sana, terdapat seorang pria paruh baya yang tengah berada di sebuah gazebo. pria baya itu sedang menikmati teh hijau buatannya.


Zi Hua menghampiri pria baya itu dan duduk di sebelah kanannya. "ayah.. kita ada dimana?" tanya Zi Hua yang tidak mengetahui dimana dirinya sekarang berada.


"kita berada di hutan kehidupan nak.." jawab ayah nya. sebenarnya, Zi Hua di bawa ke tempat itu secara diam-diam, tanpa ada yang mengetahui kepergian mereka.


sosok pria baya itu adalah ayah kandung dari Zi Hua. beliau adalah raja hutan kehidupan yang saat itu sedang menduduki tahta. seharusnya yang menjadi penerus pemimpin hutan kehidupan itu adalah seorang pria.


namun, karena ayah Zi Hua itu tak memiliki keturunan anak laki-laki. maka dari itu Zi Hua lah yang menjadi penerusnya. mereka berasal dari kerajaan bei.


ayah Zi Hua sudah berumur 150thn lebih pada saat itu. dia telah menjadi manusia abadi. tapi tetap saja, kematian akan tetap datang pada setiap makhluk ciptaan tuhannya.


sepeninggal ayahnya, Zi Hua lah yang menjadi pemimpin hutan kehidupan. Zi Hua telah di bekali kekuatan oleh ayahnya. kemampuan Zi Hua kecil saat itu berada di tingkat fighter. namun, dengan seiring waktu dan keteguhan hati dalam latihannya, dia berhasil mencapai tingkat satu warrior dalam kurun waktu satu bulan.


selama sebulan, Zi Hua bermeditasi di dalam goa itu. di sana juga tempat berlatih ayahnya dan semua leluhurnya. intinya tempat itu telah menjadi pusat spritual dari semua tempat yang ada di daratan itu.


peningkatan demi peningkatan, kultivasi Zi Hua telah berada di tingkat grand master. tingkatan tertinggi pada masa itu.


pada umur tujuh belas tahun, Zi Hua berhasil meraih tahtanya. syarat sebagai penerus adalah kultivasi tertinggi. dan dia telah berhasil memenuhi syarat itu.


dia di hormati oleh semua makhluk yang ada di hutan kehidupan. namun, manusia tidak ada yang mengetahui keberadaan nya. karena saat itu dia tidak pernah menampakkan wajahnya. hanya dia lah manusia yang hidup di hutan kehidupan.


sampai pada saat usia dua puluh, Zi Hua berpapasan dengan seorang pemuda yang berhasil menemukan keberadaan nya di hutan itu.


pria itu bernama Long Wei. dia berasal dari kerajaan kegelapan, kerjaan tersembunyi yang paling di takuti oleh semua kerajaan.


Long Wei pergi ke hutan kehidupan dengan maksud mencari letak mata air kehidupan, air itu sering di sebut dengan nama air kehidupan. khasiat air itu adalah, dapat menyembuhkan segala macam penyakit. dari penyakit bawaan, kiriman, atau pun racun.


saat itu tubuh Long Wei sedang terkena racun es, racun pelumpuh saraf yang dapat membuat seseorang menjadi lumpuh dan membeku bagaikan patung es. dia di serang oleh musuhnya saat perjalanannya ke kerajaan tiankong. kerajaan tertinggi dan terhebat dari semua kerajaan.


Long Wei tak sadarkan diri saat dia tiba di depan air terjun. di sana dia tidak bisa lagi menahan bobot tubuhnya. sebagian saraf nya telah lumpuh, tubuhnya sangat dingin bagaikan bongkahan es.


Zi Hua yang saat itu akan pergi memeriksa keadaan hutan pun terkejut melihat pria yang tergeletak di depan air terjun. dia merasa iba tatkala mengetahui keadaan pria itu. karena ketulusannya lah dia membawa masuk pria itu kedalam kediamannya dan mengobati penyakit yang di karena kan racun es itu.


Zi Hua yang berada di dekatnya pun menjawab gumaman hati Long Wei. "kau sudah sadar? minum lah, tenggorokan mu mungkin akan terasa sakit." ujarnya sembari menyerahkan satu gelas air.


Long Wei tertegun melihat penampakan bidadari yang tengah berdiri di sampingnya. dia tidak pernah menduga jika kepergiannya ke hutan kehidupan akan bertemu dengan seorang gadis cantik. namun, dia tidak ingin menunjukkan rasa ketertarikannya pada gadis itu. wajahnya berubah menjadi tegas dan berwibawa layaknya seorang raja atau kaisar dari sebuah kerajaan.


bukannya menerima gelas air itu, Long Wei malah bertanya dengan nada yang tegas. "siapa kau? Di mana aku? kenapa aku ada disini? apa kau mencoba mencelakai ku?" tanya long wei dengan penuh selidik.


Zi Hua berdecak kesal, bukannya ucapan terimakasih yang dia dapatkan. malah pertanyaan penuh selidik. dia pun menaruh kembali gelas berisi air dan menjawab pertanyaan Long Wei dengan ketus.


"kau berada di kediaman ku, 2 hari yang lalu kau tidak sadarkan diri di depan air terjun. aku yang menyelamatkan mu dan mengobati tubuh mu yang terkena racun es." jeda Zi Hua dia berbalik dan meletakkan satu botol obat yang berisi air kehidupan di atas meja. "sepertinya kau sudah sehat, aku rasa kau sudah bisa meninggalkan tempat ini. bawa botol ini, isi dalam botol itu adalah air kehidupan." sambungnya meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang di tekuk karena kesal.


sementara Long Wei tertegun mendapati sikap kesal gadis itu. bukan karena dia kesal atau marah, melainkan merasa gemas melihat wajah kesal Zi Hua. bau kali ini dia merasakan sesuatu yang berbeda dalam hatinya saat berhadapan dengan seorang gadis. biasanya dia akan dingin dan tak tersentuh, sampai membuat para kaum hawa itu menjauh, bahkan semua orang yang melihatnya akan menundukkan kepalanya karena merasa tertekan saat berhadapan dengannya.


Long Wei berniat mengejar Zi Hua, saat berdiri dia merasa ada yang beda dengan dirinya. dia kira akan merasakan sakit, lemah, atau bahkan sampai tak bisa menggerakan dirinya sendiri. tapi dugaannya salah, dia bisa berdiri dan tubuhnya serasa batu bangun tidur. tak merasakan sakit atau dingin. biasanya dia akan merasa kedinginan dan tubuhnya serasa di tusuk oleh belati. bahkan jantungnya serasa di remas.


dia mengejar Zi Hua dalam keterkejutannya. ternyata dia berada di sebuah istana, namun tak ada pelayan. yang ada hanya hewan yang berbaris rapi di sisi kiri dan kanan, mempersilahkan gadis itu melenggangkan kakinya keluar dari ruangan tempat itu.


"tunggu..!" ucap Long Wei dengan suara sedikit keras. "aku tidak bermaksud seperti itu," sambung teriaknya saat mengejar Zi Hua.


langkah Zi Hua terhenti karena teriakan itu, dia berbalik dan menatap lelaki yang tengah mengejarnya dengan langkah yang tergesa-gesa.


..hosh..


..hosh..


deru nafas dingin yang keluar dari mulut Long Wei berhasil menerpa wajah Zi Hua. wajah Zi Hua bersemu merah, dia merasa malu. baru kali ini dirinya sedekat itu dengan seorang pria.


"m..me..men..menjauh lah." lirih Zi Hua dengan ucapan grogi nya.


Long Wei pun sadar jika gadis di hadapannya itu merasa tidak nyaman saat berdekatan dengannya. "maaf..maaf." ucapnya, Long Wei pun sedikit menjauhkan dirinya beberapa inci dari gadis itu.


setelah Long Wei menjauh, Zi Hua pun memberanikan diri bertanya pada Long Wei. "ada apa.?" tanya nya dengan intonasi yang tegas dan kuat, tak mau memperlihatkan rasa aneh yang ada dalam hatinya.


"maaf nona, tadi saya tidak bermaksud menuduh mu yang tidak-tidak, saya hanya terkejut dengan keadaan tadi. maaf jika pertanyaan saya tadi menyinggung perasaan nona." ucap Long Wei meminta maaf dengan tulus.


Zi Hua dapat melihat ketulusan dan kejujurannya. dia pun menerima permintaan maaf nya. "saya maafkan, sekarang anda sudah bisa pergi dari kediaman saya. maaf saya masih memiliki pekerjaan." jawab Zi Hua masih dengan nada yang sedikit ketus. kemudian melanjutkan kembali langkahnya ke tempat dimana dia bercengkrama dengan hewan-hewan yang dia latih.


bukan nya merasa kesal, Long Wei malah semakin penasaran dengan Zi Hua. ia ingat jika dua hari yang lalu dirinya pergi ke hutan kehidupan, bukannya berhasil mendapatkan air kehidupan, ia malah tak sadarkan diri di depan air terjun, kemudian tersadar di ruangan yang asing dan juga berhadapan dengan gadis cantik.


'siapa sebenarnya gadis ini? kenapa ia berada di hutan kehidupan,? dan juga kenapa ada bangunan seperti ini di dalam hutan?' batin Long Wei bertanya. seingatnya di hutan kehidupan tidak ada manusia yang hidup di sana, yang lebih tidak mungkin adalah bangunan yang terlihat seperti istana kecil yang di isi dengan berbagai hewan.


**tbc


**Terimakasih & Maaf**


Maaf selalu telat up, karena sedari kemarin saya lembur kerja. sekali lagi mohon maaf.


Terimakasih kepada para reader yang masih setia dengan novel saya.


tolong semangattin saya terus ya. agar saya selalu semangat untuk melanjutkan novel ini.


terimakasih 🙏 saya sayang kalian..😘