The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
251. Kerajaan Tiankong?



***


Sosok misterius itu berjalan menghampiri kurungan kayu yang sudah tergeletak di atas tanah. Pintunya masih terkunci, karena terdapat rantai dan sebuah gembok panjang yang diperkirakan sudah digunakan selama puluhan tahun.


Sementara, semua gadis yang ada didalam kurungan itu terlihat sedang berlutut. Mereka menangis meminta pengampunan kepada Sosok misterius yang saat ini sedang berdiri dihadapan mereka. Ditangan kanannya masih terdapat pedang pusaka, yang dia gunakan untuk menghabisi para Kultivator Medis yang biadab itu.


"Tu-tuan to-tolong kami.. Tolong ampuni kamiii!"


"Lepaskan kami! Kami ingin pulang!"


Teriak gadis lainnya ikut menangis histeris meminta pengampunan. Ketujuh gadis itu terlihat sangat menyedihkan. Dari tubuh mereka terdapat banyak luka lebam. Rambut dan pakaian mereka berantakan. Ditambah mata yang sembab dan mengitam karena kebanyakan menangis.


Melihat penderitaan dan mendengar tangisan mereka. Hati Xia yu mendadak terasa sesak dan sakit. Dia dapat mengerti dan merasakan apa yang ketujuh gadis itu rasakan.


Kejadian yang menimpa mereka pasti akan membuat mereka menjadi trauma. Tapi dia tidak bisa menghilangkan trauma itu. Karena hal itu akan membuat mereka lupa tentang kasus penculikannya, dan penyiksaan yang saudaranya lakukan. Ditambah mereka harus bersaksi atas kasus yang menimpa mereka.


Akhirnya Xia yu mengambil keputusan untuk jalan terbaik. Dia akan membawa mereka keluar dari hutan ini dengan selamat. Jika dia biarkan para gadis ini sendiri keluar dari hutan. Para penjaga dari Kerajaan Iblis pasti akan menangkap mereka kembali. Dia pun mulai berbicara kepada tujuh gadis itu.


"Berhentilah menangis! Tenang saja, saya bukan orang jahat. Saya datang untuk menyelamatkan kalian!" Suara yang terkesan acuh tak acuh itu berasal dari Xia yu. Dia tidak bisa menunjukkan dirinya yang merasakan iba terhadap mereka. Sebisa mungkin Xia yu harus menutupi jati dirinya. Jika tidak, itu akan berakibat buruk padanya.


Setelah mendengar perkataan Xia yu, ketujuh gadis itu berhenti menangis. Mereka mengucap syukur dalam hati mereka. Dan berterimakasih dengan berulang kali memberikan sujud kepada sosok pemuda misterius yang ada dihadapan mereka.


"Terimakasih Tuan! Terimakasih.."


Xia yu sangat tidak suka diperlakukan seperti itu. Maka dari itu, dia menghentikan mereka dengan nada suara yang sedikit tegas.


"Cukup! Aku tidak suka dengan cara berterimakasih kalian!" Seketika ketujuh gadis itu menghentikan pergerakan tubuh dan mulut mereka. Menatap sosok misterius dihadapannya.


"Kalian berasal darimana?" Tanya Xia yu ketika ketujuh gadis itu berhenti berterimakasih.


"Kami berasal dari Kerajaan Tiankong!" Jawab ketujuh gadis itu secara bersamaan.


'Kerajaan Tiankong? Kenapa semua orang dari Klan golongan hitam selalu ada sangkut pautnya dengan kerajaan itu? Hum, sebaiknya aku selidiki kerajaan ini juga.' Batin Xia yu bertanya.


"Baiklah, Ini sudah larut malam, sebaiknya aku segera membawa kalian pergi dari hutan ini. Sebelum para penjaga disana tersadar." Ucap Xia yu sambil mengeluarkan satu bungkus bubuk obat bius dari dalam ruang dimensinya.


"Maaf kalian tidak bisa menikmati perjalanan kalian.." Sambungnya ketika dia menyebarkan bubuk obat bius itu kepada para gadis dengan cara ditiup.


'Huuuffhh!'


Bubuk obat bius itu Xia yu gunakan untuk membuat mereka tidak sadarkan diri. Agar mempermudah dirinya membawa mereka pergi dari hutan ini.


Setelah ketujuh gadis itu tak sadarkan diri. Xia yu memanggil Xiao huang yang sedari tadi sudah berdiri dibelakangnya.


"Xiao huang!" Panggilnya.


"Ya, Tuan.." Jawab Xiao huang berjalan menghampiri Xia yu, hingga kini dirinya berdiri sejajar dengan tuannya.


"Apa kau bisa membawa kurungan ini dengan wujud burungmu?" Tanya Xia yu tanpa basa-basi.


"Bisa tuan." Jawab Xiao huang yang mengerti maksud dari pertanyaan Xia yu.


"Bagus! Berubahlah sekarang kita tidak punya banyak waktu lagi. Setidaknya kamu bisa membawa mereka keluar dari hutan ini." Jelas Xia yu.


"Baik Tuan! Saya siap melaksanakan perintah dari Tuan."


"Hey, burung hantu kemarilah.." Panggil Xia yu kepada burung menyeramkan itu.


"Baik Yang Mulia.." Jawab burung itu tidak lagi memanggil Xia yu dengan sebutan Nona. Dia terbang dan berhenti mendarat di atas tanah.


"Tolong cari petunjuk tentang rencana Kerajaan Iblis, untuk masa depan! Setelah mendapatkan informasinya, kamu kembali ke hutan kehidupan! Aku akan menemui mu disana." Ujar Xia yu memberikan tugas kepada burung hantu itu.


"Baik Yang Mulia." Begitulah jawaban burung itu.


Setelah selesai mengatakan semua itu, Xia yu melompat keatas tubuh Xiao huang yang telah berubah wujud menjadi burung Phoenix api besar.


"Tolong jaga dirimu dengan baik. Kami pergi.." Ujar Xiao huang memberi perhatian kepada burung hantu itu.


"Terimakasih atas perhatiannya.. Saya akan kembali setelah mendapatkan informasi yang anda inginkan." Jawab burung hantu itu sembari terbang mensejajarkan dengan Xiao huang.


Setelah selesai dengan percakapan singkat itu. Xiao huang mulai terbang membawa kurungan kayu yang berisi manusia. Melintasi pepohonan tinggi yang menjulang keatas langit. Tanpa ada manusia yang mengetahui kepergian mereka. Pergi dari hutan Neraka dengan membawa tujuh nyawa yang berada dalam kurungan.


Xiao Huang telah berhasil keluar dari hutan Neraka, kini dia sedang terbang ke arah kerajaan Tiankong. Melintasi langit malam yang gelap dan dingin. Diperkirakan waktu saat ini sudah pukul dua pagi. Karena para Kultivator Medis Golongan Hitam itu melakukan ritual pada saat tengah malam.


Sekarang Xiao Huang dan Xia yu telah sampai di langit perbatasan kerajaan Tiankong. Kerajaan itu berada di pulau yang berbeda dengan kerajaan lainnya. Orang-orang yang ingin datang ke kerajaan itu harus melintasi perairan dengan menggunakan perahu, sampan atau yang lainnya. Namun tidak dengan Xia yu, karena dia sedang terbang di atas langit itu.


"Xiao huang, kita turun dibawah sana!" Ucap Xia yu menunjukkan lokasi dimana burung hantu itu harus berhenti.


Xiao Huang melihat lokasi yang di tunjuk oleh tuannya sebelum dia menjawab.


"Di dekat sungai itu?" Tanya Xiao huang memastikan lokasi yang ditunjukkan oleh tuannya.


"Ya!" Xia yu memilih lokasi hulu sungai, sebagai tempat pendaratan mereka.


Setelah mendapatkan jawaban dari tuannya, burung Phoenix api besar itu mulai terbang rendah agar bisa mendarat dengan sempurna. Karena sekarang dirinya sedang membawa banyak nyawa.


'Drap!!'


Kurungan kayu itu mendarat dengan sempurna dipinggir sungai. Xia yu bergegas turun dari atas punggung Xiao huang, begitu pula dengan temannya.


"Kita harus cepat-cepat mengeluarkan mereka dari kurungan kayu ini. Dan pergi sebelum orang-orang berdatangan jika ada yang melihat kedatangan kita!" Jelas Xia yu.


"Baik Tuan.." Jawab Xiao Huang yang mengerti maksud tuannya. Karena dia juga sempat melihat ada orang-orang yang masih terjaga di jam sepagi ini.


Xia yu mengeluarkan pedang birunya, memotong rantai yang mengunci kurungan kayu itu.


'Prang!'


Seketika rantai besi itu terpotong dan membuka pintu kurungan itu dengan sempurna. Xia yu segera menyimpan pedangnya kembali kedalam ruang dimensinya. Sementara Xiao Huang telah berubah menjadi manusia membantu Xia yu mengeluarkan satu persatu gadis yang berada di dalam kurungan.


Gadis-gadis itu kini bersandar pada batu besar yang terdapat ditempat itu. Xia yu mengeluarkan kembali pil obat penghilang ingatan dan memasukkan satu persatu pil kedalam mulut gadis-gadis itu.


Setelah selesai dengan mereka, Xia yu menyuruh Xiao Huang melempar kurungan itu kedalam aliran sungai yang deras. Yang berguna untuk menghilangkan bukti bawa dia yang membawa mereka ketempat ini.


"Maaf saya hanya bisa membawa kalian sampai disini. Semoga kalian kembali kepada keluarga kalian dengan selamat!" Lirih Xia yu sebelum pergi dari tempat itu.


**tbc