
***
Sesampainya di Kerajaan Iblis. Huang Zhuzi langsung memerintahkan anak buahnya, yaitu Weyang agar membawa Xia yu ke paviliun khusus untuk Xia yu. Namun karena paviliun itu masih belum selesai di bersihkan, Weyang memutuskan untuk membawa Xia yu ke Paviliun yang biasanya disiapkan untuk semua gadis yang terpilih melayani Tuannya.
Kedatangan mereka di ketahui oleh sosok pemuda tampan yang berjiwa liar. Pemuda itu mengira kalau Weyang membawa gadis cantik untuk melayani Raja Iblis. Bukan untuk menjadi permaisurinya. Disaat yang sama, dia menoleh pada prajuritnya. Kemudian memberikan sebuah titah.
"Aku menginginkan gadis itu! Bawa dia ke tempat ku nanti malam."
Suaranya terdengar sangat angkuh dan arogan. Pria dengan paras wajah yang terlihat lebih muda dari Raja Iblis itu memberikan perintah seenaknya. Dia tidak mau tahu anak buahnya harus melaksanakan perintahnya.
"Ba.. Baik, Tuanku." Jawab kedua prajurit itu. Meskipun mereka tahu kalau hal itu akan berakibat fatal. Namun, mereka tidak terlalu gelisah. Karena Raja Iblis selalu memaafkan perlakuan pemuda itu.
Kembali pada Weyang, dia telah meletakan tubuh Xia yu di atas tempat tidur yang terlihat sangat megah. Kemudian membiarkan gadis itu beristirahat dengan nyaman, karena dia tahu kalau Xia yu akan tersadar setelah dua jam berlalu.
Siang harinya, Raja Iblis datang ke Paviliun tempat Xia yu beristirahat. Dia disana untuk melihat keadaan Xia yu.
Di dalam kamar, Huang Zhuzi melihat sosok perempuan berpakaian serba merah sedang tertidur dengan nyaman. Dia terdiam sesaat, Huang Zhuzi begitu terpesona dengan Kecantikan Xia yu. Wajah cantik itu tidak bisa hilang dari ingatannya.
Huang Zhuzi duduk di tepi tempat tidur. Wajah cantik Xia yu tertutupi helaian rambut yang sepertinya terbang karena angin dari jendela yang terbuka. Huang Zhuzi menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Xia yu. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman hangat.
"Kecantikan yang begitu sempurna. Kamu memang layak menjadi permaisuri ku."
Gumam Huang Zhuzi sambil membelai wajah Xia yu. Dia begitu mengagumi keindahan paras cantik yang tersaji di depan matanya. Dia begitu terobsesi untuk memiliki Xia yu seorang diri.
Selama hampir tujuh hari, dia di buat merindu dan gelisah karena tidak mendapat kabar dari anak buahnya. Namun, ketika salah satu mata-matanya memberi kabar bahwa mereka menemukan keberadaan Tabib Misterius yang ada di Kerajaan musuhnya. Huang Zhuzi langsung memberikan perintah untuk penyamaran itu. Sehingga dia bisa kembali bertemu dengannya.
Dalam waktu yang sama, Xia yu mulai tersadar ketika dia mendapatkan belaian lembut di wajahnya. Serta kata-kata manis yang diucapkan oleh Huang Zhuzi membuat Xia yu sadar. Seketika kewaspadaannya muncul begitu saja. Namun, dia tetap menutup matanya.
"Besok pagi, aku akan menyuruh para pelayan menyiapkan upacara pernikahan kita. Untuk berjaga-jaga, aku akan mengambil kekuatan mu. Aku tidak mau kamu melarikan diri lagi."
Setelah kata-kata itu keluar, Huang Zhuzi membangunkan tubuh Xia yu hingga dia berada dalam posisi terduduk. Huang Zhuzi menggerakan tangannya seperti jurus, kemudian dia menempelkan telapak tangannya pada punggung Xia yu.
Mengetahui hal itu, Xia yu langsung mengunci Meridian nya, agar kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya tidak ikut menghilang. Dia tidak bisa melawan pria itu sendirian, karena jika itu terjadi. Sama saja dia dengan bunuh diri. Namun, karena kekuatannya di ambil secara paksa. Tubuhnya melemas dan kembali tidak sadarkan diri. Untungnya Meridian nya telah terkunci.
Beberapa saat kemudian..
Kini Xia yu sedang menghadapi masalah gawat ketika dia terbangun dari tidur panjangnya. Dia tidak bisa lagi mengenali lingkungan sekitarnya!
Di sekitarnya tampak ada tirai katun halus, beranda antik dan kurungan kayu dari anyaman, serta koridor berkelok-kelok dan sebagainya. Dia memandang keluar lewat celah kain yang menutupi wajahnya. Disepanjang koridor, pemandangan yang menyambutnya benar-benar terlihat mengerikan.
Saat itulah dia menyadari kalau dirinya sedang terbaring di atas pundak beberapa pria yang menggotongnya!
Xia yu tertegun dan tanpa sadar bergerak-gerak sedikit. Saat itulah dia menyadari tubuhnya kini tidak ditutupi sehelai kain pun! Hanya ada selimut tipis yang membungkus tubuhnya dengan rapat dari ujung kepala hingga kaki, dan hanya memperlihatkan wajahnya saja. Terlihat seperti mumi versi Indonesia. (pocong)
Xia yu mengepalkan tangannya erat-erat di balik selimut. Namun, tubuhnya saat ini telah terbungkus rapat seperti mumi. Lalu diangkut menuju suatu aula yang terlihat begitu megah.
Kedua pria itu berjalan dengan tergesa-gesa dan tiba di depan pintu masuk aula megah itu dalam sekejap mata. Pintu terbuka keluar tanpa suara..
"Ah... Ah.. Tolong! Ah.. Tolong aku! Tidak, tolong aku.. Aakkhh!"
Suara seorang gadis mengerang dan berteriak tak berdaya di dalam ruangan itu mengalihkan perhatian Xia yu dari pikirannya. Dengan cepat Xia yu mengamati tempat itu dan mengerutkan keningnya.
Pemandangan di aula itu begitu menakjubkan sekaligus mengerikan. Dua perabotan yang terbuat dari kayu Rosewood dan tabel lipat bermotif bunga yang terbuat dari cangkang penyu bersisik, menonjolkan desain aula yang sangat mewah. Perabot yang paling mewah di aula itu adalah tempat tidur super king dengan tirai bersusun.
Di atas tempat tidur tersebut, tampak dua sosok tubuh yang saling tindih sedang bersetubuh!
Pria yang berada di posisi atas itu tampak seperti lelaki berusia sekitar 25 atau 27 tahun. Pria itu terlihat sangat menawan dengan tusuk rambut batu giok hijau di kepalanya. Rambut putih panjang terurai hingga pundaknya. Tubuhnya yang berotot tampak samar-samar tetapi kelihatan gagah dan perkasa, dan ujung bibirnya melengkung ke atas dengan seringai dingin.
Sedangkan gadis yang ditindih pria itu terlihat sangat muda. Parasnya cantik tetapi sepertinya dia tidak sedang menikmati persetubuhan itu seperti halnya pasangan. Gadis itu tampak pucat dengan mulut sedikit terbuka. Suaranya semakin lirih dan rambutnya dibasahi oleh keringat dingin. Rupanya dia sedang merasakan kesakitan yang luar biasa!
Ekspresi Xia yu berubah seketika.
Bajingan itu sedang meniduri seorang gadis belia! Siapakah pria itu?
Dua pria yang menggotong tubuh Xia yu memasuki aula. Namun, kehadiran mereka tidak mengalihkan perhatian pria itu. Dia justru menyetubuhi gadis itu dengan gerakan makin cepat dan beringas! Hingga gadis muda itu tidak tahan lagi dan tak sadarkan diri setelah mengerang beberapa kali. Bahkan pupil matanya membesar dan dia berhenti bergerak.
"Sialan!"
Umpat pria itu memaki dengan suara pelan. Ia beranjak dari atas tubuh gadis itu lalu menendangnya dari tempat tidur.
Gadis itu sama sekali tidak bergeming, dan wajahnya berubah menjadi kekuningan dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau tidak.
"Dasar gadis tidak berguna! Jadikan dia makanan anjing di Kuburan Massal!" Pria itu berseru dengan nada yang tidak puas.
"Siap, Tuan!" Jawab kedua pria itu. Salah satu dari mereka berkata.
"Tuanku, harap tenang. Kami sudah membawa gadis yang anda inginkan. Gadis yang di bawa Panglima Weyang tadi pagi. Kami berhasil menculiknya dari Paviliun Teratai." Mereka menempatkan Xia yu yang terbungkus dengan selimut tipis di atas tempat tidur sambil berbicara pada sang Pangeran. Kini Xia yu kembali menutup matanya, berusaha tenang agar tidak mempersulitnya.
Pria itu menarik kain merah hingga menampakkan sosok tubuh yang terbungkus selimut. Pria itu memandang wajah Xia yu lalu tersenyum lebar dengan penuh makna. Kemudian, dia berkata.
"Rupanya Tabib Misterius ini sangat cantik! Pantas saja Kakakku yang tercinta begitu tergila-gila padanya. Aku dengar, dia telah menarik kekuatan mistiknya, apa benar?"
Rupanya, Xia yu mengetahui tentang kekuatan mistik yang telah hilang darinya. Dia hanya mengingat satu hal, bahwa dia di bawa ke Kerajaan Iblis dan Pria iblis itu ingin menikahinya besok pagi. Mengetahui kekuatan mistiknya telah hilang, Xia yu tidak bisa bersikap ceroboh. Dia akan mati jika menyerang balik saat itu juga. Maka dari itu, untuk sekarang dia hanya bisa menahan diri tanpa ada bersuara sambil mencari peluang.
**tbc