
Seketika Lea membeku saat dia sadar Mommy dan Daddy baru nya sudah berdiri tepat dihadapan mereka didepan pintu masuk mansion Luck.
Hahahhaha kenapa hidup ku semakinnnnnn sulit saja? saat mertua dan Grandma belum kembali, sekarang ada Mommy dan Daddy, apa aku harus pura-pura diculik saja? biar bisa menghilang dari muka bumi ini?
Lea bicara dari dalam hati nya seolah-olah ingin menangis.
"Oh sayang"
Sang Mommy nya secepat kilat memeluk erat tubuh Lea.
Sedangkan ekspresi sang Daddy tiba-tiba menjadi tidak bersahabat, menatap ke arah belakang Lea dengan pandangan yang begitu mengerikan.
Daddy nya menatap dongkol ke arah Luck.
"Aku fikir aku menitipkan putri ku pada dirimu, tapi yang terjadi kamu menikahi nya tanpa se izin dari kami"
Ucap Daddy Lea dengan tatapan penuh kemarahan dengan rahang yang tiba-tiba mengeras.
Seketika suasana menjadi tegang dan terasa memanas.
God... ada apa ini?
Batin Lea sambil menggigit bibir bawahnya.
"Henry?"
Tiba-tiba sang Grandma Luck keluar dari dalam sambil mengembangkan senyuman nya.
Wajah Henry yang marah seketika melembut.
"Grandma juga disini?"
Tanyanya pelan lantas langsung memeluk tubuh wanita tua itu.
"Oh sayang, kamu sudah lama tidak berkunjung ke rumah utama Stephard"
Grandma Luck bicara sambil mengelus-elus lembut punggung laki-laki itu.
"Aku belum mendapatkan waktu cuti pada pekerjaan ku"
Jawab Henry cepat.
"Ohhh inj Mommy nya Lea?"
Wanita itu bertanya, menatap Mommy Lea dengan lekat.
Malika Mommy Lea langsung memeluk wanita tua itu dengan hangat.
"Ini pertama kali nya kita bertemu"
Wanita tua itu mengangguk-angguk kan kepala nya
"Masuklah, ada Stephard muda dan Sena di dalam"
Grandma luck bicara sambil menoleh kearah Henry.
Setelah berkata begitu, semua orang tampak mulai masuk kedalam, tapi bisa Lea lihat ekspresi Daddy nya jelas terlihat tidak suka saat menatap Luck.
Henry hanya merasa seolah-olah pesan nya pada Luck saat dia menitipkan Lea sama sekali tidak di dengar kan, dia fikir bagaimana mungkin dia menikahi putri nya, Meskipun Lea bukan putri kandung nya, dia jelas menganggap Lea seakan-akan putri kandung nya, sebab sejak Lea masih di bangku SD mereka sudah begitu dekat.
*******
Dan suasana makan malam jelàs berjalan begitu tenang, namun sayangnya setelah selesai makan malam tiba-tiba saja semua berubah menjadi sedikit tidak mengenakkan.
Ketika Luck dan Daddy nya sibuk bermain catur, tiba-tiba grandma Luck berkata.
"Karena kamu sudah ada disini sebagai Daddy nya Lea, aku fikir sebaiknya kita membicarakan soal peresmian pernikahan mereka"
Wanita itu bicara memecah kesunyian.
"Ya?"
Tunggu dulu.....jangan sekarang.
Lea langsung membulat kan bola matanya.
Seketika Daddy Lea menoleh ke arah grandma Luck, ekspresi laki-laki itu terlihat tidak mengenakkan.
"Sebenarnya aku tidak tahu perihal pernikahan ini, jika bukan karena Malika yang bercerita aku tidak akan pernah tahu jika Luck menikahi putri ku"
Ucap laki-laki itu cepat lantas langsung menoleh ke arah Luck.
"Dan dia tahu-tahu berkata pada Malika jika dia sudah menikah dengan Lea beberapa hari sebelum nya"
Seketika suasana menjadi begitu suram.
"Aku fikir Lea masih terlalu muda untuk menikah, bahkan ini cukup tidak masuk akal, Lea putri ku meskipun aku hanya ayah tiri nya, tapi aku punya hak untuk menentukan masa depan putri ku bukan, grandma?"
Ucap laki-laki itu lagi.
"Aku fikir kamu mengerti maksud ku bukan, Uncle Stephard?"
Tanyanya lagi pada Daddy luck.
Seketika Daddy Luck menghentikan kegiatan tangan nya bermain catur nya, dia menoleh perlahan ke arah laki-laki itu.
Tidak tahu kenapa tapi Lea merasa seolah-olah hal buruk akan terjadi saat ini.