Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Masuk ke markas utama



Markas utama


Alestor


01.30 AM



Semua tim terpecah menjadi beberapa bagian, dari sisi belakang Bern mulai membawa para anggota nya untuk melesat masuk ke dalam.


Bern mencoba memastikan posisi belakang, Mengangkat tangannya agar 1 Anggota nya mencoba masuk ke dalam, sesuai instruksi sang laki-laki yang diperintahkan mencoba bergerak mengintip ke arah dalam.


Laki-laki itu memberikan kode aman, meminta satu anggota lainnya melesat masuk ke dalam.


Sepersekian detik kemudian 1 laki-laki bergerak masuk dengan hati-hati dan cekatan, tiba-tiba tampak seorang pengawal dari Alestor yang bertubuh besar bergerak hilir mudik dengan tangan menggenggam erat sebuah senjata api.


Bern memberikan instruksi agar mereka melenyapkan laki-laki itu, dengan gerakan cepat sang anggota langsung melesat menghantam sang pengawal dengan lengannya dan


Brakkkkk


Sebuah hantaman besar menghantam laki-laki itu dari depan mengenai lehernya hingga tubuhnya jatuh ke lantai, kemudian laki-laki itu menghantam kembali dada lawan nya itu dengan siku satu nya.


Seketika laki-laki itu memberikan instruksi jika keadaan aman untuk melesat masuk.


"Clear"


Ucal Bern dari headset bluetooth nya.


*******


Luck dan Tim melesat mencoba masuk dari arah bangunan samping, tangannya memberi aba-aba jika ad 3 pengawal yang tengah berjaga Secara bergantian di sisi kiri bangunan.


Luck dengan gerakan perlahan mulai mendekati 1 pengawal tersebut dalam diam, sepersekian detik kemudian.


Sraattttttt


Brakkkkk


Luck menarik kencang kaki laki-laki tersebut hingga tersungkur ke lantai, tanpa basa-basi luck langsung naik ke atas tubuh laki-laki tersebut dannn


Kraakkkkkk


Dalam 1 gerakan laki-laki itu mematahkan lehernya.


Disusul oleh tim nya yang mulai ikut menarik 1 pengawal kain nya, menarik kaki harus nya hingga tersungkur ke bawah, naik ke atas tubuhnya dan.....


Ssrrrttttt


Darah segar mengalir dari balik leher laki-laki tersebut.


Mereka membiarkan anggota lain menyeret 2 manusia yang terkapar tersebut menuju ke Semak belukar.


Saat satu pengawal menyadari 2 teman nya menghilang, seketika dia mengerutkan keningnya.


"Brother? kalian dimana?"


Laki-laki itu bertanya heran, mencoba mengawasi langkah dan berjalan ke arah depan secara perlahan.


Namun sepersekian detik kemudian dia menyadari sesuatu jika ada seseorang dihadapkan nya, laki-laki itu berusaha mengokang senjata nya dan bersiap menembak tapi tiba-tiba seseorang menggenggam lehernya tanpa ampun dan...


Krakkkkkkk


"Clear"


Ucap Luck dari headset bluetooth nya


********


Murat dan Bahrat mulai menyusup naik dati sisi kanan, naik dengan gerakan cepat ke atas sana, tujuan mereka mendapatkan Liliana yang entah di letakkan disisi mana.


"Aku lebih suka membawa mobil ketimbang membunuh orang"


Oceh Bahrat cepat lantas berpegangan pada Murat dan mulai naik ke atas.


"Ini sangat membebani diri"


"Kita akan bermain jika ada yang melarikan diri nantinya"


"Yeah"


Dan tiba-tiba dari arah samping mereka muncul 3 orang laki-laki yang cukup terkejut dengan kehadiran Bahrat dan Murat.


"Shi..t penyusup, suarakan tanda peringatan"


Satu di antara 2 orang itu memberikan perintah agar kawan nya melesat lari membunyikan peringatan dari menara kontrol utama Alestor.


"Jangan bermimpi"


Oceh Murat, secepat kilat Murat itu mengejar langkah laki-laki itu tanpa basa-basi.


Bahrat langsung menyerang 1 laki-laki di hadapannya itu dengan beberapa kali pukulan dan terjangan, mereka saling menghantam lengan, siku dan kaki, cukup sulit mengalah kan nya sebab laki-laki itu jelas tahu bagaimana melakukan bela diri.


Beberapa kali pukulan melesat hingga akhirnya Bahrat menghantam leher laki-laki itu dengan lengan nya, kemudian langsung berbalik dan menghantam punggung laki-laki itu dengan lengannya.


"Breng..sek"


Laki-laki itu mengumpat sambil meludah di sembarang tempat, dia dengan cepat mencoba memukul dan menghantam bahrat, tapi Bahrat beberapa kali mampu mengelak dan balik memukul hingga akhirnya Bahrat memutar tubuhnya dan menghantam kepala laki-laki itu dengan tendangannya dan menjepit kepala itu dengan kaki nya sembari kedua tangan Bahrat menahan tubuh laki-laki itu dan...


Krakkkk


Seketika Bahrat mematahkan leher laki-laki itu.


Disisi lain Murat langsung mengejar langkah laki-laki yang akan melarikan diri tersebut, secepat kilat murat menarik tubuh laki-laki itu hingga terhempas ke lantai, tanpa basa-basi Murat langsung mengeluarkan belatinya dan..


Srattttt


Casshhh


Laki-laki itu menghujam belatinya tepat di dada laki-laki itu.


"Oh shi..t"


Umpat Murat sambil menarik kasar nafasnya.


*******


Farhan dan Winda mulai menyusup masuk menuju ke dalam melalui pintu belakang masuk mendahului Bern, tujuan utama mereka mencari Alestor dan Liliana.


Mereka terus menyusuri ruangan gelap yang menghubungkan antara satu ruang Menuju ke ruang lainnya.


Hingga akhirnya mereka berhenti pada satu sisi dimana beberapa penjaga tengah berdiri disatu pintu besar seperti menuju ke satu ruangan rahasia, terlihat pintu itu sedikit terbuka


Sepersekian detik kemudian terdengar beberapa suara yang saling bersahutan dari dalam sana.


"No...mom...aku tidak mau"


Farhan menaikkan ujung alisnya, dia hapal betul suara siapa yang ada di dalam sana, itu adalah suara Liliana.


"Aku tidak mau melakukan nya, aku tidak mau.. kenapa Mommy melakukan itu pada ku, aku putri mu kan? aku putri mu kan?"


Suara tangisan Liliana terdengar memecahkan keheningan.


Beberapa waktu kemudian tiba-tiba Brenda muncul sambil menyeret tubuh Liliana tanpa ampun di lantai.


"Bawa dia ke mobil, kita akan membawa nya menuju ke laki-laki itu"


Terdengar Brenda bicara sambil melepaskan genggaman tangan nya, membiarkan 2 laki-laki membawa Liliana menuju ke arah lantai bawah.


Dia....!!!


Farhan ingin mencoba menyeruak keluar, tapi winda secepat kilat menahan tangan nya.


Gadis itu menggelengkan kepalanya secara perlahan, seolah-olah berkata ini belum waktunya.


Tapi....!


No...!