Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Bidadari mungil nan cantik yang melengkapi mereka



Murat langsung menggenggam erat telapak tangan Aisha, dimana ketika tiba-tiba sang istri langsung memejamkan bola matanya, sedang kan kedua tangan sang dokter telah bersiap dibawah sana.


Beberapa waktu bisa Murat dengar kan ringisan dari bibir Aishe, perempuan itu bahkan menancapkan kuku-kuku indah nya di Jemari Murat, dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba sesuatu keluar dari bawah sana.


Begitu cepat dan refleks Di mana tangan sang dokter langsung menyambar sesuatu dibawah sana uang tidak lain seorang bayi mungil yang masih belum mengeluarkan suaranya.


Aishe langsung berbalik lantas duduk dan sang dokter entah bergerak bagaimana Murat tidak begitu fokus melihat nya, yang dia tahu tiba-tiba Dokter itu berbalik dan menyerahkan bayi itu ke pelukan Aishe sejenak.


Terdengar tangisan kencang keluar dari mulut sang bayi yang belum Murat ketahui jenis kelamin nya itu.


Sejenak Aishe meneteskan air matanya, memeluk bayi mungil itu untuk beberapa waktu.


Setelah itu sang dokter kembali meraih bayi itu dan melakukan tindakan lanjutan seperti membersihkan bayi nya dan lain sebagainya.


Diikuti Dua orang perawat langsung membawa Aishe agar keluar dari bak bayi tersebut dan bersiap untuk melakukan tindakan lanjutan nya.


Murat masih seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan, dia fikir dia seolah-olah batu saja bermimpi mendapatkan durian runtuh yang luar biasa, bayi mereka benar-benar telah lahir dan hadir di antara mereka.


Oh god.


Laki-laki itu mencoba menetralisir detak jantung nya terpacu 10x lipat dari biasanya, Seketika laki-laki itu mencoba untuk menyadarkan diri dari alam keterkejutan nya, laki-laki itu langsung duduk di atas kursi sofa yang tergeletak di pinggir ranjang khusus untuk Pasien melahirkan beristirahat nanti, Murat tampak tersenyum senang sambil memejamkan sejenak bola matanya.


Entah berapa lama dia menunggu hingga akhirnya Dua perawat tadi membawa Aishe, mulai membaringkan sang istri ke atas kasur itu, salah satu perawat nya mencoba membenahi posisi tubuh sang istri agar mendapatkan posisi ternyaman nya kemudian tidak lama sang dokter muncul sambil membawa bayi mereka, memberikan nya pada Aishe dan membiarkan perempuan itu menggendongnya dengan penuh haru dan cinta.


"Bayi lahir dengan kondisi normal, sehat, dengan jenis kelamin perempuan, berat badan xxxxxx dan tinggi xxxxxx "


Ucap dokter itu sambil mengelus lembut punggung Aishe.


Ucap Aishe sambil meneteskan air matanya.


Rasanya begitu luar biasa, setelah perjuangan panjang sejak semalam hingga akhirnya kini dengan jutaan rasa tidak percaya sudah ada bidadari mungil dan cantik yang telah hadir memenuhi kehidupan mereka, yang akan melengkapi seluruh isi rumah mereka setelah hari ini.


Murat secepat kilat berdiri dari posisi duduknya, dia berjalan mendekati Aishe, menatap ibu dan anak itu dengan tatapan takjub.


Sang dokter menyingkir sambil melebarkan senyuman nya, membiarkan pasangan muda itu menikmati moment bahagia mereka bersama.


"Ini begitu luar biasa


Bisik Murat lantas langsung mencium lembut puncak kepala dan kening Aishe, laki-laki itu menjongkok kan tubuhnya, menatap putri mereka untuk beberapa waktu, kemudian laki-laki itu mulai mencium bayi kecil itu dengan penuh cinta.



...Hanya visual...


...(Bayangkan ini Murat dan Aishe sama baby nya ya MAKKKK💋💋💋💋🤭🤭🤭)...


Seketika bayi itu menggeliat perlahan, Tampak ingin menangis manja dimana mendapatkan ciuman pertama dari sang Daddy nya.


"Oh my god, dia menangis, begitu tersentuh"


Aishe bicara sambil jari telunjuk nya menyentuh lembut pipi sang bayi.