Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Lea dan Luck "Menegang"



Di sisi lain


Seorang gadis terlihat menarik sesuatu dari lemari pakaian nya dengan tergesa-gesa, Sembari tangan nya terlihat gemetaran bersamaan dengan ekspresi ketakutan, gadis tersebut terus melirik kearah pintu yang ada di sisi kiri nya.


Air mata gadis tersebut terlihat menetes beberapa kali, namun dia berusaha untuk menghapus tetesan air matanya dengan punggung tangannya beberapa kali juga, gadis itu berusaha untuk tidak mengeluarkan isakan tangisan nya karena dia tahu mungkin sebentar lagi akan menjadi waktu kematiannya.


malam ini adalah waktu dia untuk melarikan diri dari sosok iblis yang begitu mengerikan, dia tidak mungkin lagi bertahan di tempat ini lebih lama lagi.


kehidupan yang dia bayangkan selama ini dengan berpindah di kota tidak semanis yang dia impikan, dia pikir kehidupannya akan tenang, pergi ke kota demi untuk mencari uang untuk pengobatan orang tuanya rupanya malah berakhir tragis, dia harus bertemu dengan laki-laki mengerikan yang katanya jatuh cinta dengannya tapi dengan cara yang mengerikan juga.


Laki-laki tersebut lebih tepatnya seperti seorang pesakitan, psikopat yang berkata jatuh cinta dengan nya berkali-kali menyakiti dirinya dan hampir memperkosa nya.


Satu-satunya cara adalah kabur dan kembali ke tempat dimana dia berasal, kesuksesan bukan lagi menjadi ladang impian nya.


Gadis itu pikir sebelum laki-laki tersebut datang kesana dimana tempat tersebut dijadikan laki-laki tersebut tempat untuk nya tinggal, maka dia sebaiknya melarikan Diri dengan cepat.


sejenak dia mendapatkan sebuah pistol dari balik lemari pakaiannya, tidak tahu ada berapa isi pistol tersebut namun gadis itu pikir setidaknya benda itu bisa melindunginya ketika dia melarikan diri.


secara perlahan dirinya bangun dari tempat gimana dia menjongkokkan tubuhnya tadi, kini dia bergerak mencoba mengintip ke arah pintu sisi kiri di mana dia berada.


sudah satu minggu ini gadis tersebut memantau lokasi sekitar tempat itu, dia menemukan sebuah jalan untuk melarikan diri, dan dia pikir malam ini adalah kesempatan.


Pukul 02.10 dini hari.


Dia yakin laki-laki psikopat tersebut pasti sudah terlelap didalam tidurnya, beberapa penjaga bahkan sudah terlelap dari tidur nya juga, ini akan sedikit memberikan kelonggaran untuk nya melarikan diri dengan cepat.


Tidak peduli bagaimana caranya untuk pergi, dia harus pergi melangkah keluar saat ini juga.


Gadis tersebut mulai membuka pintu kamar nya dengan bersusah payah, tidak menimbulkan efek suara sedikitpun agar tidak ada yang terjaga tiba-tiba dari tidur nya.


Dengan langkah perlahan dan awas dia mulai melangkahkan kakinya untuk kabur dari sana, dia memilih untuk tidak menggunakan sandal atau sepatu sama sekali, demi menghindari seorang gesek atau berisi dari langkah kakinya tersebut.


tangan kanannya terus menggenggam pistol yang dia bawa tadi, sembari dia terus melangkah ke arah sisi kirinya dan bergerak menuju ke satu tempat yang telah dia perkirakan.


gadis itu pikir seandainya dia gagal melarikan diri malam ini maka bisa dia pastikan salah satu diantara mereka harus meregang nyawa dan mengakhiri hidupnya.


dia tidak ingin lagi hidup dalam naungan kegelapan bersama laki-laki mengalihkan tersebut, jadi yang dia pikirkan adalah ketika dia gagal maka harus dipastikan satu di antara mereka harus mati malam ini juga.


sembari bola matanya terus datang ke arah sisi kanan dan juga belakangnya, gadis itu terus melangkah menuju ke arah depan dengan tangan dan tubuh gemetaran.


dia mencoba bergerak ke arah satu sisi di mana terdapat sebuah pintu penghubung menuju ke sisi lain nya dengan gerakan yang awas dan hati-hati, gadis tersebut berusaha untuk membuka pintu itu secara perlahan.


dia mencoba memejamkan bola matanya, berharap semoga suara pintu yang dia buka tersebut tidak mengeluarkan suara decitan nya hingga membuat orang-orang yang ada di dalam tempat kegelapan tersebut terbangun dari tidur mereka.


Klekkkkk.


Hahhhh.


Begitu suara knop pintu di putar, gadis itu meminjamkan bola matanya sembari mencoba menahan nafas nya, jangan ditanya bagaimana detakan jantungnya saat ini, keringat dingin atau peluh jelas mulai berkucuran dari area kening hingga ke pelipis kiri dan kanannya.