Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Cukup tidak setuju



Sang Mommy jelas menunggu jawaban Edo soal calon menantu nya, yang dijanjikan sejak Minggu kemarin.


"Kamu bilang akan membawa nya kerumah kita?"


Mommy nya kembali bertanya kearah Edo.


"Dia ..."


"Grandma aku bawa oleh-oleh untuk grandma, vio jamin grandma suka dengan oleh-oleh nya"


Vio menyela cepat sebelum suasana menjadi semakin serba salah.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambil nya di mobil, uncle bukan kah kita akan membuat barbeque? kita akan tidur disini malam ini kan?"


Lanjut vio lagi.


"Ah kalian akan tidur disini? tunggu dulu hanya ada satu kamar, kamar lainnya digunakan pelayan, satu nya lagi di buat gudang untuk barang-barang Grandpa mu"


Ucap Grandma nya cepat.


"Aku akan tidur dengan uncle"


Jawab Vio Cepat sambil melebarkan senyuman nya, lantas perempuan itu langsung berlarian menuju ke arah mobil.


"Tidur sekamar?"


Daddy Edo tampak mengerut kan dahinya.


"Kalian sama-sama sudah dewasa, tidak baik untuk tidur bersama didalam kamar yang sama, sebaik nya kamu tidur dengan daddy dan Vio tidur dengan Mommy mu"


Protes daddy Edo cepat.


"Aku bisa tidur di sofa"


Jawab Edo cepat.


"Apa kalian sering tidur satu kamar?"


Daddy nya terus mengerutkan keningnya.


"Jangan dibiasakan, kamu tahu? laki-laki memiliki tingkat hasrat yang tinggi, ketika sisi adrenalin nya naik dan membuncah dia tidak akan mengenali siapa lawan nya, apalagi vio sudah remaja, sangat tidak masuk akal jika kalian tidur satu kamar meskipun hubungan kalian sudah seperti anak dan ayah"


Saat mendengar ceramah daddy nya seketika Edo menelan salivanya.


"Tugas mu melindungi Vio, jangan sampai mendapatkan satu kecerobohan hingga berakibat fatal, apalagi hingga merusak nama baik keluarga"


Sejenak Edo memijat-mijat kepalanya yang tiba-tiba menjadi sakit.


Ini benar-benar akan menjadi Sulit.


Batin Edo.


Sebenarnya tujuan dia kemari untuk bicara pada Daddy nya 4 mata soal mereka, tapi belum pula Edo masuk kedalam rumah, sang Daddy jelas sudah mewanti-wanti diri nya soal vio.


Bisa dia lihat ekspresi tidak suka Daddy nya saat vio berkata mereka akan tidur sekamar, apalagi jika Edo berkata mereka sudah menikah.


Oh shi..t.


Umpat Edo sambil terus memijat-mijat kepalanya, lantas laki-laki itu berjalan kearah depan mendekati Vio untuk membantu sang istri mengangkat beberapa macam oleh-oleh yang mereka bawa untuk orang tua Edo.


"Jadi calon istri mu benar-benar tidak datang?"


Tampak gurat kekecewaan besar yang terlihat dari balik wajah Mommy Edo.


"Apa dia begitu sibuk? sampai-sampai tidak bisa datang di akhir Minggu ini?"


Wanita itu bertanya sambil berjalan ke arah salam, disisi kanan Edo Tampak membawa beberapa macam paper bag dan Kanton, disisi kiri Vio membawa beberapa makanan yang telah di packing rapi.


"Mom...jika calon istri ku seusia Vio, bagaimana?"


Tanya Edo tiba-tiba sambil terus melangkah mengikuti langkah sang Mommy nya.


"Ohhhh?"


Sang Mommy jelas terkejut.


"Itu sangat tidak masuk akal, mereka masih terlalu muda Edo, mengingat usia mu sudah terlalu matang, jarak cocok paling jauh itu 7 tahun, jika lebih dari itu sangat tidak memungkinkan lagi"


Ucap Mommy Edo cepat sambil menoleh ke arah Edo.


"Mommy tidak Setuju kamu menikahi seorang anak-anak"


Mendengar Jawaban sang Mommy seketika Edo melirik ke arah Vio.


Perempuan itu tampak menundukkan kepalanya, bola matanya terlihat berkaca-kaca.


No sayang jangan menangis, please!.


Batin Edo pelan.