Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mulai merasa tidak enak



Seketika Lea dan luck gelagapan saat beberapa pelayan sang Grandma nya mendorong mereka agar masuk ke dalam kamar luck.



"Grandma... oh grandma sayang... aku fikir belum waktunya kami tidur"


Lea mencoba mengetuk-ngetuk pintu kamar luck dari arah dalam.


"Grandma... aku perlu ke kampus dulu sebentar"


Yah siapa yang percaya soal kekampus dikala langit sudah mulai menggelap.


Ucap lea sambil menarik nafasnya, gadis itu menyandarkan kepalanya ke pintu kamar, dia memutar-mutar tubuhnya sambil menyentak kan kakinya dengan penuh ke gelisahan.


"Ahhh fikirkan cara nya agar kita bisa keluar uncle"


Rengek Lea lantas berbalik ke arah luck.


Luck hanya bisa meletakkan Jemari nya di kedua pelipis kiri kanan luck, laki-laki itu benar-benar dibuat sakit kepala saat ini.


sakit kepala karena Lea dan kali ini karena grandma nya.


"Aku muntahkan saja makanan tadi"


Lea bicara panik, melesat menuju ke arah wastafel di kamar mandi luck, tapi berkali-kali dia mencoba memuntahkan nya tapi tetap juga gagal.


"Hueeekkkk...huekkkkk"


Aihhhh bagaimana ini???? sup nya lezat sihhh jadi rasanya tidak rela di keluarkan.


Omel Lea sambil berusaha terus memuntahkan makanan nya tapi tetap gagagl juga.


Gadis itu melesat keluar dari kamar mandi lantas berkata.


"Ahhhhhh uncle...."


Lea bicara sambil duduk dilantai, dia menggesek-gesekkan kaki nya ke lantai seperti anak kecil.


"Lakukan sesuatu"


"Kan aku sudah bilang jangan sembarangan di makan, bicara juga jangan terlalu jujur"


Protes luck sambil melemparkan sebuah bantal ke arah Lea.


Seketika bola mata Lea membulat saat bantal itu menimpuk kepalanya.


"Awhhh"


"Tidur dilantai, jangan coba-coba mengganggu tidur ku"


Ucap luck lantas laki-laki itu langsung beranjak menjauhi Lea menuju ke arah walk in closed, laki-laki itu tiba-tiba membuka pakaian nya hingga menyisakan tubuh six pack nya.


Seketika Lea menutup wajah nya dengan ke sepuluh jari tangan nya, awalnya sih bola mata Lea tertutup sempurna, kemudian secara perlahan dia mengintip laki-laki itu.


Oh my god..... itu badan penuh kotak-kotak.


Pekik Lea dalam hati.


Luck terlihat masa bodoh, laki-laki menyambar 2 handuk bersih didalam walk in closet lantas berjalan mendekati Lea.


Laki-laki itu kembali melempar kan handuk baru itu ke arah Lea.


"Mandi dan bersihkan diri mu agar efek obat yang kamu minum turun dengan cepat"


Ucap laki-laki itu lagi.


Lea melepaskan tangan nya dari wajahnya, dia memicing kan sebelah matanya sambil melirik kearah otot-otot kekar laki-laki itu.


Ckckckkcckk Aiyaaaa lama-lama aku bakal cepat dewasa karena melihat pemandangan seperti ini.


Ucap Lea dalam hati.


"Aku akan mandi lebih dulu"


Saat luck berkata akan mandi, seketika Lea ingat soal sesuatu.


"Aku juga belum mandi"


Luck menghentikan langkah kakinya.


"Karena itu tadi aku berikan handuk dan bilang agar kamu mandi"


Luck fikir ini anak tidak menyimak dia bicara tadi.


"Bukan itu Pak tua, tapi aku tidak punya baju"


Saat Lea bilang pak tua seketika luck melotot.


"Berhenti bilang aku tua, usia ku baru 34 tahun bukan 60 tahun"


Bentak luck kesal.


Oh god, lama-lama hidup dengan dia mungkin aku benar-benar bakal cepat tua.


Ucap nya dalam hati.


"Kamu bisa menggunakan pakaian mu untuk sementara"


Setelah berkata begitu luck secepat kilat melesat masuk ke kamar mandi untuk menetralisir otak gila nya saat ini.


Mendengar kata boleh menggunakan pakaian luck, secepat kilat Lea mencari pakaian yang paling cocok untuk dia pakai saat ini.


Setelah luck menyelesaikan mandinya Secepat kilat Lea meluncur untuk mandi juga dalam beberapa waktu, lantas dengan cepat melesat keluar menggunakan pakaian milik luck.


"Apa tidak ada pakaian yang lebih layak? misal nya baju tidur begitu?"


Tanya Lea ke arah luck.


Seketika luck menoleh, begitu melihat Lea seketika laki-laki itu menelan Saliva nya, dia baru tahu gadis itu punya tubuh yang begitu bagus di bagian bawah paha dan kakinya.


"Pakai celana mu"


Jelas saja luck berteriak kesal sebab Lea hanya menggunakan baju kaos oblong nya dan hanya menutup sedikit sekali bagian paha atasnya.


"Pinjam celana uncle saja"


Setelah berkata begitu Lea langsung mengacak-acak isi lemari luck.


Hahhhh ommo....!


Saat gadis itu menemukan barisan pakaian dalam, secepat kilat Lea membentang nya lebar-lebar.


Berapa ukuran nya? besar sekali.


Batin Lea sambil cekikikan.


"Yakkkkkk"


Luck seketika berteriak saat menyadari apa yang barusan dilakukan Lea, secepat kilat luck mendekati Lea, menarik ****** ***** nya dari tangan gadis itu lantas meletakkan nya ke dalam walk in closed lantas laki-laki itu menutup dengan keras pintu walk in closed nya.


"Berhenti melakukan hal-hal yang aneh hingga membuat ku benar-benar cepat menua"


Luck bicara sambil menepuk kening Lea dengan telapak tangan nya.


"Awhhhh"


Lea meringis


Apa-apaan sih.


******


Lea sejak tadi mulai tidak nyaman dengan tubuhnya, rasa panas jelas menghantam dirinya, sebentar-sebentar dia mencoba melirik ke arah AC di kamar laki-laki itu, memperhatikan suhu AC nya dengan seksama.


AC nya sudah benar-benar dingin kok.


Ucap gadis itu pelan.


Lea melirik sejenak ke arah luck, dia menghela nafasnya pelan, meskipun luck bilang tidur dibawah, realita nya laki-laki itu baik juga, akhirnya membiarkan Lea yang tidur di kasur dan luck yang akhirnya tidur di lantai.


laki-laki itu tampak memejamkan bola matanya, Lea Fikir mungkin laki-laki itu memang sudah terlelap, tapi keadaan Lea benar-benar tidak nyaman, bahkan rasanya Lea ingin segera keluar dari sana, mencari udara segar diluar.


"Uncle..."


Ucap Lea sambil terus menyentuh tengkuknya yang sejak tadi terasa merinding.


"Hmmm"


Luck menyahut pelan.


"Kenapa udara nya jadi panas begini?"


Keluh gadis itu sambil mencoba untuk mengipas-ngipas tubuhnya dengan sebuah majalah yang ada di atas nakas.


Luck menaikkan ujung alisnya, dia fikir hanya dia yang merasa gerah sejak tadi, rupa nya gadis itu juga merasa kan nya.


Sejenak luck mengerutkan keningnya , dia mulai curiga dengan rencana sang Grandma didalam obat yang mereka minum tadi.


Jangan-jangan?!.