Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuh nya



Setelah Eden dan Asha menikah.


Masih dalam rencana pindah ke Itali


Al Jaber company


Indonesia.


Eden tampak berdiri di area parkiran perusahaan sambil menyentuh pelan keningnya, Tidak tahu kenapa tapi Eden mulai merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuh nya belakangan ini, dia benar-benar merasa ada yang salah dengan dirinya, di mulai dari


-Mual akut.


-Mengalami Gangguan pencernaan.


-Terjadi perubahan pada berat badan.


-Sembelit atau diare.


-Sakit kepala dan sakit gigi tiba-tiba tanpa sebab.


-Terjadi peningkatan atau penurunan ***** makan.


-Perubahan suasana hati yang tidak bisa dia kendalikan


-Bahkan Gatal di kulit serta insomnia.


Eden menarik kasar nafasnya sambil tangan kanannya mulai mencoba melonggarkan kerah kameja nya dan dasinya.


Rasa mual dan pening kembali menerjang nya.


"Ada apa?"


Murat muncul dari arah belakang laki-laki itu.


Eden menoleh sejenak.


"Entahlah, mungkin aku butuh istirahat"


Jawab Eden cepat, dia langsung membuka pintu mobilnya.


"Aku fikir belakangan kondisi tubuh mu aneh"


Murat bicara sambil mengerutkan keningnya, laki-laki itu membuka pintu mobil nya yang terletak tepat di samping mobil Eden.


"Aku khawatir itu efek karena kamu terluka tempo hari, sebaiknya periksa kondisi mu ke dokter, Eden"


Lanjut nya lagi.


"Aku sedang menyesuaikan jadwal konsultasi nya"


Jawab Eden Cepat.


Sepersekian detik kemudian Aishe muncul di antara mereka.


"Kenapa?"


Aishe bertanya ke arah 2 laki-laki itu.


"Aku Fikir kondisi Eden sedikit kurang baik belakangan ini"


Ucap Murat lantas mulai membukakan pintu untuk Aishe.


"Masih merasa pusing dan mual?"


Aishe bertanya ke arah Eden.


"Ini bahkan lebih buruk"


Ucap Eden sambil menghela nafasnya kasar.


Aishe Bertanya ke arah Murat.


"Ya?"


Eden dan Murat bertanya secara bersamaan.


"Sindrom couvade, biasa nya di alami laki-laki saat sang istri hamil"


Jawab Aishe cepat.


"Apa kak Asha hamil?"


Tanya Aishe lagi.


Eden tampak mengulum senyumannya.


Hamil? bahkan menyentuhnya pun aku belum.


Batin Eden.


"Aku malah takut itu Mungkin efek samping kejadian malam penyerangan terhadap Karl"


Murat menjawab Cepat.


Aishe tampak diam sejenak, menoleh ke arah Eden sejenak.


"Kamu harus segera berkonsultasi ke dokter"


Ucap Aishe lantas Langsung masuk kedalam mobilnya.


"Aku akan melakukan nya"


Eden bicara sambil mengembangkan senyuman manis nya.


"Sayang aku ada janji dengan Ailee, biarkan aku mampir ke Gramedia sejenak"


Aishe bicara menoleh ke arah Murat lantas mengeluarkan handphone nya.


Eden tampak tersenyum, ikut masuk ke dalam mobil nya.


Laki-laki itu sejenak diam di dalam mobilnya, tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dia mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Apa dia baik-baik saja?"


Eden bicara melalui headset bluetooth nya.


"Hmmm itu cukup membuat aku tenang"


Setelah berkata begitu Eden langsung mematikan panggilan nya.


Lagi-lagi rasa pening dan mual menghantam diri nya, Eden mencoba untuk memijat-mijat kepalanya sejenak.


"Oh god, come ada apa dengan mu Eden?"


keluh laki-laki itu kesal.


Secepat kilat tangan Eden mencari sebuah permen mint di dashboard mobil nya, membuka nya secara perlahan lantas langsung memasukkan ke dalam mulutnya.


Beberapa waktu ini, satu-satunya penangkal rasa mual hebat nya hanya permen.


Eden benar-benar merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuh nya, bahkan dia cukup kesulitan untuk menelan makanan, semua terasa aneh untuk tenggorokan dan perutnya, apalagi jika ada aroma makanan yang mengganggunya, Eden benar-benar merasa waktu kematian seolah-olah ada didekat nya.


Mual, pusing, ingin muntah lalu tiba-tiba isi perutnya buyar begitu saja.


Oh shi..t Aku pasti sudah gila!


Batin Eden dengan perasaan dongkol.