
Catatan \=
Part nya gantian yaaa Edo dan Vio, Lea dan luck, Ramira dan Farhan.
Sabarrrr pleaseeee
********
Lea menggeliat pelan dari tidur panjang nya, rasa lelah, tidak enak badan dan entah apa lagi terus menghantam tubuh nya.
Gadis itu Secara perlahan membuka bola mata nya dengan perasaan enggan.
"Ngggg.."
Seketika Lea membeku, bola mata nya membulat dengan sempurna saat dia tahu siapa yang ada di hadapannya itu.
What ...? wait...! uncle luck..?
Tunggu dulu.
Lea jelas panik, dia fikir bagaimana mereka bisa tidur bersama, bahkan laki-laki itu memeluk erat tubuh nya, wajah mereka saling berhadapan dengan sempurna, dan Lea bisa mendengarkan deru nafas luck yang begitu teratur itu.
Lea berusaha melepaskan diri, tapi itu malah menjadi Titik kesalahan nya, laki-laki itu malah menggeliat sejenak lantas ikut terbangun dengan enggan, bola mata luck dan Lea sejenak bertemu.
Alih-alih terkejut, laki-laki itu malah tersenyum lantas kembali memejamkan bola matanya, semakin mempererat pelukannya pada tubuh Lea.
Tunggu dulu.
"Uncleeee..."
Jelas saja Lea panik, dia berteriak kecil Menatap tidak percaya pada luck.
"Lepaskan uncle..."
Pekik Lea sambil berusaha melepaskan diri.
"Bersikap lah lembut seperti semalam, kamu terlihat imut dan manis saat bersikap seperti itu"
Ucap luck masih sambil memejamkan bola mata nya.
"Ya?"
Seketika Lea bertanya kaget.
"Se.. semalam?"
Lea berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.
Sekelebat ingatan ketika dia merasa begitu kepanasan, memanggil luck, dia terlihat gelisah dan
Hahhhhh
seketika Lea tercekat.
Dia mencium paksa bibir laki-laki itu, samar-samar ingatan dikamar mandi ciuman panas, sentuhan-sentuhan lembut dan....
Wait...kami bercinta???
"Kamu begitu garang semalam"
Luck mencoba untuk mengerjai Lea, dia berusaha menahan tawa nya, luck Fikir bagaimana rasanya menjahili gadis ini, bukankah gadis ini selalu menjahili diri nya? kali ini dia ingin mencoba bergantian menjahili gadis ini.
"God...tunggu dulu"
Lea panik, benar-benar panik.
"Kamu mencium ku dengan paksa"
Seketika wajah Lea memerah, otak nya berputar dengan Cepat.
"Apa aku memperkosa uncle semalam?"
Tanya nya tiba-tiba.
Luck seketika membuka bola mata nya, ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak tapi dia mencoba untuk tidak melakukan nya.
Dia fikir bagaimana mungkin Gadis itu sampai berfikir begitu?
Realita nya laki-laki yang akan memperkosa perempuan, bukan sebaliknya.
God, fikiran anak-anak memang terdengar lucu.
"Yeah, bisa dibilang begitu"
Jawab luck sambil menatap bola mata Lea.
"Hahhhh"
Lea langsung bangun dan duduk dari posisi tidurnya.
Lea menyentuh panik keningnya.
"Aku melakukan hal yang keji"
Pekik Lea penuh kepanikan.
"Apa aku begitu kasar?"
Luck mengangguk.
"Sangat kasar"
"Hahhh oh god .. bagaimana jika uncle hamil? eh tidak, jika yang memperkosa perempuan, siapa yang hamil uncle atau aku?"
Lea terus bertanya panik, dia fikir apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Hmmm aku belum tahu"
Astaga..boleh aku tertawa terbahak-bahak? dia polos atau bodoh? atau sebenarnya oon?.
Luck berusaha menahan tawanya sejak tadi saat melihat ekspresi panik gadis dihadapan nya itu.
"Cukup bertanggung jawab pada ku, bersikap lah lebih manis, jangan kemana-mana dan jangan mengerjai aku, itu sudah cukup untuk membayar perbuatan kamu semalam pada ku"
Ucap luck sambil mengulum senyumannya.
Lea sejenak membeku, dia tampak bingung.
"Aku benar-benar melakukan nya?"
Tanya Lea lagi sambil memukul-mukul pipi nya.
"Ya...kau melakukan nya"
Luck bicara lantas mulai menarik Lea agar segera membersihkan tubuhnya.
"Tapi...tunggu dulu"
ucap Lea tiba-tiba.
Dia mencoba menggerakkan pahanya secara perlahan, mencoba merasakan dibawah sana.
"Kenapa tidak sakit?"
Tanya Lea sambil mengerutkan keningnya.
"What?"
Luck ikut mengerutkan keningnya.
"Mereka bilang untuk pertama kali akan terasa sakit laku berganti nikmat, pagi saat bangun tidur rasa sakit dan perih mendominasi"
Tanya Lea kemudian, dia menatap curiga kearah luck.
"Itu karena kamu yang menjadi pihak pelaku dan bukan korban"
Come luck... kau pasti sudah gila.
"God... bisa seperti itu?"
"Tentu saja"
Luck mengangguk-anggukkan kepalanya cepat.
"Hmmmm.."
Lea masih tampak bingung, menoleh kearah kasur sejenak.
"Apakah ada darah nya?"
Tanya Lea kemudian.
"Sudah menghilang setelah sesi bercinta panjang semalam"
Jawab luck asal.
"Ya?"
Lagi-lagi Lea tampak shock.
"Panjang? kita melakukan nya berkali-kali?"
Tanyanya dengan nada yang cukup tinggi.
"Ya.. berkali-kali"
Setelah berkata begitu, luck langsung berbalik, laki-laki itu berjalan menuju kearah walk in closed sambil terus menahan tawa nya yang benar-benar ingin pecah.