Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dalam rasa



Saat Jackson Ville bertanya dengan nada tercekat, seketika membuat Arsen menaikkan ujung bibirnya.


"Seseorang seperti aku tidak akan membuat sebuah penjagaan? Kau pasti bercanda"


Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja Arsen mengacungkan senjata nya kearah Jackson Ville.


Klatakkkkk.


Hal tersebut sontak membuat Flow Terkejut, didetik berikut nya Arsen berkata.


"bawa calon istri ku kedepan"


Laki-laki tersebut bicara kearah salah satu orang-orang yang mengepung Jackson Ville, hal tersebut sempat membuat laki-laki dihadapan Arsen itu membulatkan bola matanya.


Ekspresi yang dikeluarkannya itu bukan karena dia terkejut Arsen mengarahkan senjata ke arah dirinya, namun dia sedang terkejut ketika laki-laki itu berkata jika Flow adalah calon istrinya.


"Apa?"


Jackson Ville sama sekali tidak menduga dan dia lupa dimana Arsen dan flow berada saat ini.


"Calon istri?"


Laki-laki tersebut langsung mengerutkan kening nya, terlihat gurat kekecewaan dan jutaan kemarahan dibalik wajah Jackson Ville tersebut, laki-laki itu masih menggenggam senjata apinya, seakan-akan kehilangan kesadarannya dia pada akhirnya buru-buru langsung menaikkan senjata apinya dengan cepat dan bersiap untuk menembak laki-laki yang ada di hadapan itu.


Namun sayangnya dia kurang cekatan, tiba-tiba seseorang di sisi kirinya menarik pelatuk senjatanya dan...


Dorrrrrr.


Satu tembakan dilesakkan.


Bayangkan bagaimana kekacauan tiba-tiba terjadi, orang-orang Arsen langsung bergerak cepat menyerang balik hingga membuat tembakan baku hantam terjadi, perang senjata tidak bisa dielakkan lagi disana.


Suara keterkejutan dan kepanikan terdengar memenuhi ruangan tersebut, Jeritan demi jeritan memecah keadaan di dalam galeri tersebut.


Flow yang berada di depan seketika langsung panik dan berusaha untuk masuk ke dalam, nama orang yang mempunyai tadi menahan langkanya dan tidak mengizinkan keluarga untuk ke depan melainkan membawa Gadis tersebut agar segera pergi dari sana Secepat nya.


"no... mereka saling adu tembak"


Flow jelas saja langsung berteriak histeris dan panik, dia memberontak dan mencoba untuk masuk ke dalam tapi laki-laki disamping nya tersebut menahan tubuhnya dengan keras.


"Semua akan baik-baik saja"


Dia pikir mana mungkin semuanya baik-baik saja, suara tembakan demi tembakan memecah  keadaan, para karyawan toko telah lari menuju ke arah depan, mall tersebut seketika menjadi menegang.


Beberapa security langsung berhamburan, dan beberapa orang lain mencoba untuk masuk ke dalam sana, tanpa mereka sadar Bern dan anggotanya ikut bergerak masuk kesana.


Laki-laki tersebut memerintahkan satu orang nya menjaga keluarga ketika dia menyadari gadis yang ada bersama arsen telah berada di depan.


Oh ****.


Dia pikir dia cukup terlambat masuk, karena itu buru-buru langsung masuk kedalam dan mengeluarkan senjatanya dengan cepat.


Didalam sana Arsen terlihat berdecih, laki-laki tersebut mundur beberapa langkah saat dia melihat Jackson Ville mulai mencoba kembali menyerang nya.


"Pengantin mu sialan? Kau tahu? Dia adalah calon pengantinku"


Jackson Ville seketika histeris, dia bergerak menyerang Arsen, mencoba memberi pukulan yang bertubi-tubi kepada laki-laki tersebut.


Namun untungnya Arsen bisa mengelak, dia spontan balik membalas serangan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, baku hantam terjadi di antara mereka, perkelahian samasekali tidak bisa dihindari, api kemarahan terlihat di masing-masing wajah laki-laki itu.


Suruh tembakan juga perkelahian terjadi diantara para orang-orang kedua laki-laki tersebut, seolah-olah ini adalah perkelahian iya sama sekali tidak memikirkan keselamatan orang lain.


Mereka bertarung pada keinginan sendiri di mana Jackson Ville menggila karena miliknya diperebutkan oleh laki-laki lain sedangkan Arsen marah karena laki-laki itu mencoba untuk mencelakai calon istrinya.


Serangan demi serangan bertubi-tubi dilakukan oleh Jackson Ville, kaki, tangan, paha, kepala dan lain sebagainya iya terus mencoba menyerang arsen dengan gerakan kaki tangannya, nama sekolah apapun dia mencoba menyerang ternyata Arsen jauh lebih kuat dibandingkan apa yang dia pikirkan.


Di tengah perkelahian mereka seketika Bern dan kawanan nya masuk, hal tersebut sontak membuat Jackson Ville terkejut, laki-laki tersebut mengerutkan keningnya saat Bern tahu-tahu menyerang dirinya dengan cara yang begitu kasar.


"kau..?"


Jackson Ville tercekat.


"Lama tidak berjumpa, Jackson Ville"


Ucap Bern lantas mengarahkan senjatanya kepala laki-laki tersebut.


Klatakkkkk.


"****... apa-apaan ini?"Jackson Ville jelas terkejut setengah mati.


Berapa lama mereka tidak bertemu dia nyaris lupa, namun melihat Bern seketika membuat laki-laki tersebut marah bercampur takut.


Marah karena di masa lalu laki-laki tersebut menjebloskan diri nya ke penjara untuk waktu yang cukup lama, laki-laki itu benar-benar menghancurkan kehidupannya bahkan nyaris membuat cacat dirinya, dan Jackson Ville juga takut pada laki-laki itu karena Bern jelas memiliki adi kuasa yang sangat luar biasa.


Jackson Ville jelas gelagapan, dia mencoba menarik pelatuknya dan menembak kearah Bern beberapa kali, laki-laki pikir dia harus segera lari dari sana secepatnya, jika tidak dia cukup takut kehancuran akan menghantam dirinya.


Jika dia berhasil maka dia akan menyusun strategi untuk mendapatkan flow kembali, ketika dia menembak Seketika ada beberapa anak buah yang  mencoba untuk menembak Kearah Bern dan Arsen.


Arsen sontak terkejut saat dia melihat seorang laki-laki mengarahkan pistol nya pada Bern.


****.


Laki-laki tersebut mengumpat, mencoba mendorong Bern Sembari dia menembak Balik pada laki-laki diujung sana, dimana Jackson Ville bergerak cepat mencoba melarikan diri dari sana, namun...


Dooorrrrrrrr.


Dorrrrrrrrrrr.


Seketika dua tembakan terdengar memecah keadaan, bagaikan gerakan slow motion Bern menembak ke arah Jackson Ville, sedangkan seorang laki-laki anak buah Jackson Ville menembak tepat kearah Arsen.


Oh ****.


Bern seketika mengumpat saat dia terjatuh ke sisi kanan dan bola mata nya menangkap sosok Arsen yang seketika ikut tumbang sembari menatap kearah tubuh nya sendiri.


*******


Disisi lain.


Manhattan.


"Akhhhh"


Lea yang tengah membersihkan sayuran dengan sebilah pisau seketika menjerit kecil saat tanpa sengaja pisau ditangan nya melukai tangan nya sendiri, darah segar seketika berhamburan di hadapannya.


Bibi pelayan Seketika membulatkan bola matanya, menatap terkejut kearah Lea.


"Oh ya ampun...nona..."


Dia jelas panik, menarik tangan Lea dengan cepat, membiarkan air PAM mengucur membasahi lupa di tangan Lea, kemudian dia langsung mencari kotak p3k dengan keadaan panik.


"Bagaimana ini, nona...apa anda baik-baik saja?"


Wanita tersebut bertanya panik.


Lea terlihat diam, seolah-olah ada sesuatu yang membuat dia ingin menangis.


Dia tidak tahu Kenapa, tapi rasanya begitu aneh dan entahlah Lea tidak tahu sama sekali, tapi... seakan-akan ada satu peristiwa penting yang membuat dia merasa sakit dsn sedih secara bersamaan saat ini.


Dia hanya bisa diam ketika pelayan rumah dengan cekatan meraih tangan nya dan mencoba memberikan pertolongan dengan cepat.