Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Menegang sejenak



Kepanikan jelas melanda Murat, begitu Aishe masuk kedalam ruangan bersalin dia ikut masuk ke sana.


"Apa ketubannya sudah pecah?"


Tanya Murat panik pada sang dokter.


"Belum, hanya perasaan nya saja, ini yang pertama, jadi ada rembasan sedikit berfikir itu air ketuban"


Ucap dokter tersebut sambil tersenyum ramah.


Seketika Murat menghembus kan nafas nya lega.


Sejak awal metode yang ingin mereka gunakan adalah water birth.


Ada banyak pertimbangan yang mereka buat kemarin hingga memilih metode water birth untuk kelahiran anak pertama mereka.


Melahirkan dengan metode water birth belakangan begitu populer dan disebut sebagai salah satu metode melahirkan yang minim rasa sakit. 


Namun menggunakan metode ini jelas harus dengan pertimbangan juga untuk Murat dan Aishe, sebab ada  keuntungan dan risiko yang akan terjadi.


Dalam proses melahirkan secara water birth atau melahirkan dalam air, kita akan diminta duduk, jongkok, atau berada pada posisi lain yang  nyaman untuk mengejan di dalam air hangat.


Metode water birth bisa dibilang sangat berbeda dengan metode konvensional yang mana ibu menjalani proses melahirkan dengan berbaring di tempat bersalin.


adapun keuntungan yang telah dokter jelaskan pada Murat dan Aishe dimasa kemarin.


Keuntungan Melahirkan secara Water Birth


Melahirkan dengan metode wate birth membawa beragam keuntungan. Berikut adalah di antaranya:



Mengurangi rasa sakit



Salah satu keuntungan metode water birth adalah dapat membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan. Selayaknya mandi air hangat, melahirkan di dalam air hangat juga dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks. Anda dapat bernapas dengan lebih teratus sehingga mampu meredakan nyeri kontraksi.



Lebih nyaman



Proses melahirkan dengan metode water birth membuat Anda mengapung di dalam air dan membuat tubuh terasa lebih ringan sehingga lebih mudah untuk bergerak mencari posisi yang nyaman. Aturan yang perlu diingat saat menjalani metode persalinan ini adalah tetap menjaga lutut pada posisi lebih rendah dari pinggul.



Mempermudah proses persalinan



Melahirkan di dalam air dapat membuat Anda lebih mudah untuk mengejan dalam posisi duduk atau jongkok sehingga mungkin untuk membuat proses persalinan menjadi lebih singkat.



Privasi lebih terjaga



Melahirkan dengan metode water birth memberikan lebih banyak ruang pribadi, sehingga lebih leluasa dan nyaman. Sebagian wanita merasa lebih mampu mengendalikan tubuhnya saat berada di dalam kolam. Efek ini bisa makin terasa dengan menyalakan lampu redup dan menjaga agar ruangan tidak terlalu berisik.


Meski memiliki banyak kelebihan, melahirkan dengan metode water birth juga ada risikonya. Risiko tersebut antara lain:



Tenggelam



Saat melahirkan di dalam air, selalu ada risiko tenggelam bagi bayi yang baru lahir. Bayi juga mungkin untuk kekurangan oksigen.



Infeksi



Saat mengejan, Anda akan menggunakan otot yang dipakai untuk mengeluarkan tinja ketika BAB, sehingga Anda mungkin untuk mengeluarkan tinja saat persalinan. Hal tak terduga saat persalinan ini merupakan sesuatu yang normal dan biasanya bidan akan segera membersihkannya.


Apabila Anda melahirkan dengan metode water birth dan hal ini terjadi, tinja mungkin untuk mengotaminasi air yang digunakan untuk persalinan. Bayi baru lahir bisa saja menelai air tersebut sehingga mungkin untuk terkena infeksi.



Radang paru-paru (pneumonia)



Meski belum didukung oleh hasil penelitian yang signifikan, bayi berisiko untuk terkena radang paru atau pneumonia jika Anda melahirkan secara water birth. Untuk mencegahnya, suhu air harus tetap terjaga pada kisaran 36−37 derajat Celsius dan bayi harus segera diangkat setelah lahir.



Sindrom aspirasi mekonium



Risiko dari water birth berikutnya adalah bayi berisiko untuk terkena sindrom aspirasi mekonium. Kondisi ini terjadi ketika bayi sudah buang air besar sebelum lahir, dan cairan ketuban yang terkontaminasi kotoran dihirup oleh bayi sehingga menyebabkan masalah pernapasan.


Dokter dan bidan dapat mengenali hal ini ketika air ketuban pecah dan bercampur dengan mekonium yang umumnya berwarna hijau, kental, dan lengket.


Sangat penting untuk segera menghisap keluar cairan mekonium dari saluran pernapasan bayi begitu bayi keluar. Posisi ibu saat water birth harus disesuaikan agar tindakan ini dapat dilakukan segera.



Kerusakan tali pusat



Saat menjalani persalinan water birth, biasanya bayi akan segera diangkat ke permukaan. Namun, gerakan membawa bayi ke atas dengan cepat menimbulkan risiko robeknya tali pusat dan perdarahan, yang merupakan penyebab paling umum anemia pada bayi.


Water Birth Dilarang untuk Kondisi Tertentu


Water birth memiliki beberapa keunggulan dan risiko. Ada sebagian wanita dengan kondisi tertentu yang sebaiknya tidak melahirkan dengan metode ini, yaitu:


-Berusia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun


-Sedang mengalami infeksi


-Mengalami komplikasi kehamilan, seperti pra-eklampsia atau diabetes


-Akan melahirkan anak kembar dua atau lebih


-Usia bayi prematur


-Posisi bayi sungsang


-Diperkirakan melahirkan bayi yang berbobot besar


-Memiliki kondisi yang mengharuskan proses melahirkan untuk dimonitor secara teratur dan tidak dapat dilakukan di kolam


Adapun hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Water Birth


1.Jika Anda mempertimbangkan diri untuk melahirkan dengan metode water birth, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis sejak awal kehamilan. Anda juga harus mencari tahu rumah sakit mana yang dapat memberikan layanan tersebut.


2.Sebelum memutuskan untuk melahirkan dengan metode water birth, ada baiknya Anda mengetahui apa saja persiapan yang harus dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan.


3.Pastikan Anda ditemani seorang bidan, dokter kandungan, atau tenaga kesehatan profesional selama proses persalinan.


4.Pastikan kolam yang akan digunakan memenuhi standar dan tetap terjaga kebersihannya.


5.Lakukan pengendalian infeksi yang sesuai.


6.Pastikan Anda dan bayi akan diawasi dengan benar selama berada di kolam.


7.Buat rencana untuk mengeluarkan Anda dari kolam jika terjadi komplikasi.


8.Jaga temperatur air sekitar 36−37 derajat Cels


9.Minum air selama proses persalinan untuk menghindari dehidrasi.


10.Cermat menentukan waktu masuk ke dalam kolam. Jika terlalu cepat, justru dapat memperlambat proses persalinan


Agar melahirkan dengan metode water birth berjalan lancar, upayakan untuk memilih tempat dan tenaga medis yang telah memiliki sertifikat untuk melayani persalinan water birth.


Murat sejenak menatap dalam bola mata Aishe, dia mengelus lembut wajah sang istri yang telah masuk ke dalam kolam khusus untuk proses melahirkan melalui water birth.


"Ini akan baik-baik saja hmm"


Ucap Murat sambil berusaha mengembangkan senyuman nya, mengikis rasa paniknya yang mendalam,m agar tidak membuat Aishe ikut panik dengan keadaan.


Oh god


Murat berguman didalam hati, dia fikir baru kali ini dia benar-benar merasa begitu panik dalam menghadapi sesuatu.


Peperangan dengan Karl masih bisa membuat dia tertawa dan bercanda dengan semua orang, bahkan dia sama sekali tidak merasa takut.


Menghadapi Alestor jelas semakin membuat dia menghilangkan rasa takut nya yang mendalam, dia anggap senjata dan musuh merupakan 2 hal yang tidak harus dia Takut kan di Dunia ini.


Tapi begitu melihat Aishe kesakitan karena akan melahirkan, Murat jelas panik teramat panik.


*******


Catatan \= Berbagai sumber


Jadi Mommy jangan asal tempat yaaa karena tidak semua bidan memiliki sertifikat menggunakan metode ini.