
Bern melesat secepat kilat turun dari mobil mereka bersamaan dengan Anggota nya, begitu juga luck, Bahrat, Murat, anggota red mafia, Blac panther dan Farhan. Mereka melesat mengejar para kawanan Alestor yang mulaj ingin melarikan diri.
Mereka mulai memisahkan diri Antara satu dengan yang lainnya, saling menyerang atau bahkan diserang.
Bern secepat kilat masuk ke dalam salah satu bangunan yang akan mengarah menuju ke kapal pesiar pribadi tersebut sambil menggenggam senjata nya, bergerak perlahan Dari satu dinding ke dinding lainnya lantas melesat naik ke arah tangga menuju ke atas.
Tampak beberapa orang menyerang Bern dengan senjata api tanpa aba-aba.
Drrrttttttt
Dooorrrrr
Dooorrrrr
Seketika Bern mencoba menghindar, dia balik menembakkan senjata nya tanpa basa-basi ke arah lawan, lantas laki-laki itu langsung melesat naik terus keatas sambil terus menembakkan senjata nya ke arah depan dan samping.
Sesaat seseorang berdiri dihadapan nya, dengan gerakan cepat Bern langsung menangkap tubuh orang itu dengan tangan kirinya dan merobohkan tubuh laki-laki di hadapannya itu hingga terjatuh kelantai sambil tangan kanannya terus menembak ke arah kiri nya setelah itu langsung menembak laki-laki yang roboh di bawah nya itu.
Kemudian dia terus bergerak menghantam tembakan nya ke arah orang-orang yang ada di hadapannya satu persatu hingga tak bersisa.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ini adalah Bern ππ€...
******
Murat melesat ke lantai bawah dimana beberapa anggota Alestor rupanya telah bersiap menyerang dirinya, puluhan tembakan melesat ke arah dirinya.
Murat secepat kilat berlindung di balik dinding lantas mengokang Senjata nya, sepersekian detik kemudian laki-laki itu langsung melesat keluar dari posisi nya,dia menyerang ke segala penjuru arah, menembaki satu persatu kawanan Alestor tanpa ampun dari sisi kiri dan kanan secara zig zag.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ini adalah Murat ππ€...
********
Bahrat berlarian menuju ke arah kapal, melesat masuk ke arah geladak bawah kapal, dia Dengan cepat mengejar beberapa orang dan mulai menembaki mereka dengan senjata nya.
Sial nya saat dia menembak rupanya dari arah belakang orang-orang Alestor mencoba menembakinya.
Laki-laki itu secepat kilat melesat turun ke arah bawah lantas berbalik dan menembak balik para musuh tanpa basa-basi.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ini adalah Bahrat ππ€...
********
"Oh shi.t"
Luck tampak mengumpat, laki-laki itu berlarian kearah depan mencoba masuk ke arah kapal dimana rupanya orang-orang Alestor telah berada didalam sana dan bersiap menyerang nya.
Namun dengan gerakan cekatan luck langsung menembaki satu per satu para musuh tanpa berfikir dua atau tiga kali.
Luck menembak dari kanan lantas kekiri, kembali ke arah Kenan menuju kearah kiri nya lagi, memukul dengan gerakan cepat dan keras kemudian lagi-lagi menembak semua orang yang ada di hadapannya tanpa basa-basi.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ini adalah Luck ππ€...
*******
Farhan tidak memilih masuk ke kapal pesiar Atau ke bangunan gedung, laki-laki itu kembali melesat meraih mobil nya, mengejar langkah Eden untuk menyelamatkan para perempuan.
Sedang kan Winda tanpa basa basi turun dari mobil nya lantas mulai menghantam siapapun yang ada di gedung tersebut tanpa banyak berfikir.
Alestor langsung menghentikan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga membuat tubuh Eden terpelanting ke depan.
Beberapa orang meraih tubuh Ramira dan Liliana lantas membawa nya menjauh dari sana, Alestor ikut lari menjauh dari Eden.
"Breng..sek..."
Umpat Eden.
Laki-laki itu meludah ke sembarang arah, bangun dari posisi nya lantas langsung mengejar langkah semua orang.
Tanpa Fikir panjang Eden yang berhasil mengejar langkah langsung menarik dua kawanan Alestor yang tertinggal dibelakang, Eden langsung menghantam mereka, menerjang dan memukul semua orang tanpa ampun.
Tidak tahu dari mana asal kekuatan nya, tapi Eden tiba-tiba menggila, mengamuk secara luar biasa, setelah melumpuhkan dua lawan nya ede kembali berlarian ke arah depan yang ternyata disusul oleh Farhan yang ikut lari di belakang nya.
Dalam beberapa waktu Eden dan Farhan berhasil mengejar langkah semua orang, tiba-tiba mereka dikepung dan siap untuk di hajar bersamaan.
Posisi Eden dan Farhan saling memunggungi, mereka tidak bicara antara satu dengan yang lainnya, hanya mengangguk pelan lantas tahu-tahu langsung menyerang lawan dengan kecepatan penuh, mereka saling bertarung, menerjang, memukul dan menghajar, bahkan terkadang mereka saling bertaut tangan memegangi satu dengan yang lainnya untuk memutar tubuh dan menerjang Lawan.
...(Hanya visual)...
"Pergilah, aku akan mengurus sisa nya"
Ucap Farhan pada Eden.
Laki-laki itu mengangguk lantas secepat kilat langsung melesat pergi dari sana dengan kecepatan penuh.
********
Begitu Eden melihat Alestor, dia tidak melihat sosok Ramira dan Liliana, Eden jelas berang, dia fikir kemana Alestor membawa kedua perempuan itu.
Eden tanpa ampun langsung menyerang Alestor dengan tendangan kasar nya dari arah belakang.
Braakkkkkkk
Seketika laki-laki itu tersungkur.
"Kau ingin membawa mereka untuk menandatangani surat-surat wasiat milik Hurairah company huh?"
Setelah berkata begitu Eden kembali menghantam Alestor, namun pukulan nya kali ini gagal, Alestor balik menghantam bahu Eden dengan lengan nya, berdiri dan mengelak dengan sempurna.
Eden tidak mau kalah, laki-laki itu terus memukul dan menerjang Alestor dengan begitu cekatan, laki-laki itu bahkan menghajar Alestor tanpa jeda, wajah, dada, pinggang bahkan Semua nya mendapatkan bogem mentah dari Eden.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ini adalah Eden ππ€...
Alestor masih berusaha untuk menjaga keseimbangan tubuh nya, laki-laki itu balik memukul dan menerjang Eden beberapa kali juga.
Hingga akhirnya Eden kembali membalas, menggunakan kekuatan penuh nya, menerjang kaki Alestor, memukul dada laki-laki itu dan...
Brakkkkk
...(Hanya visual)...
...Bayangkan MAKKKK...
...ini adalah Alestor yang gedubrak ππ€...
dalam hitungan detik tubuh Alestor terhempas ke dinding belakang.
"Dimana kamu menyembunyikan mereka?"
Eden bertanya sambil mencekik erat leher Alestor.
Alih-alih menjawab Alestor malah mencoba tertawa dengan kondisi nafas tersengal-sengal.
"Seharusnya saat itu aku meminta Brenda menghasut Karl untuk membunuh mu"
Ucap laki-laki itu sambil terus berusaha untuk tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak akan pernah memberikan mereka untuk mu, terutama Ramira"
Seketika bola mata Eden membulat, kobaran kemarahan nya membuncah ketika nama Ramira disebut oleh Alestor dengan seringai mengerikan nya.
Dan Sepersekian detik kemudian tanpa basa-basi Eden langsung menembak Alestor dengan pistol nya.
Dorrrrrrr
Dooorrrrr
"Akhhhhhh"
Seketika Teriakan panjang Alestor memecah suasana malam kelam di sekitar sana.
Bola mata Eden langsung mencari sosok Ramira, dengan pandangan panik dan jantung berdetak tidak beraturan, laki-laki itu mencoba mencari keseluruh arah Secara acak.
Kau dimana?????.
*********
Catatan \=
Maafkan lah lama up nya
Susah nya cari ide untuk action + visual nya makkkππππππ€§π€§π€§π€§
Jiwa halu author mengalahkan penulis Hollywood, Allahuakbar π€£π€£π€£π€£πππ