
"Kenapa?"
Tiba-tiba Abigail menyentuh lembut kepala nya, bertanya sambil duduk tepat di samping deliyah.
"Aku merasa sedikit kecewa"
Ucap deliyah pelan sambil menyandarkan kepalanya di bahu kanan Abigail.
"Soal Eden dan Asha?"
Tanya laki-laki itu pelan sambil menyentuh lembut bahu deliyah.
"Hmmm"
Gadis itu tampak memejamkan bola matanya.
"Seharusnya aku menggagalkan lamaran kak Eden waktu itu, sebab sejak awal felling ku sudah menduga nya, pasti ada yang salah dengan lamaran dan pernikahan yang begitu tergesa-gesa"
Deliyah tampak menghela nafasnya dalam.
Abigail mengulas senyuman nya, dia menatap deliyah yang terus memejamkan bola matanya.
"Kamu tahu sayang?"
Ucap Abigail pelan.
"Hidup, mati, rezeki dan jodoh merupakan rahasia Tuhan yang tak pernah bisa kita tebak begitu saja. Empat perkara ini, kesemuanya telah dituliskan oleh Tuhan. Semuanya sudah digariskan sesuai kehendakNya, termasuk kehendak mengenai jodoh atau teman hidup selamanya di dunia hingga akhirat nanti"
"Bicara mengenai jodoh, kita tidak pernah tahu bagaimana misterinya. Ada beberapa orang yang awalnya sangat mantap untuk menikah dan telah menjalin hubungan asmara dalam waktu yang lama, akhirnya hubungan itu tak sampai pada pernikahan. Ada pula orang-orang yang sebelumnya tak saling mengenal, tak saling menyapa, tak saling tahu satu sama lain namun akhirnya bersatu di altar pernikahan sebagai sepasang suami istri"
"Ada yang saling mengenal di usia muda namun menikah dengan pasangan masing-masing, tapi dikala tua mereka kembali dipertemukan dan menikah"
"Tuhan Maha Tahu apa dibutuhkan hambaNya. Termasuk untuk urusan jodoh. Tuhan tak serta merta memberikan apa yang diinginkan oleh hambaNya, tetapi Dia akan menyiapkan dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh hambaNya"
"Dalam beberapa kasus, seseorang terlalu yakin bahwa orang yang dicintainya adalah yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak. Sayang, kemantapan hati ini tidak selamanya berbuah hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan selama ini. Tidak sedikit orang yang telah terlanjur cinta bahkan sangat-sangat cinta tapi ternyata tak tertulis sebagai jodoh. Sekuat apapun cinta itu dipertahankan, kalau memang Tuhan belum mengizinkan dan berkendak, hubungan ini tak akan sampai pada pernikahan"
"Sebaliknya, ketika seorang telah tertulis berjodoh dengan satu nama, seberat apapun rintangan yang harus dilewatinya, ia akan tetap dipersatukan dalam ikatan pernikahan"
Ucap Abigail sambil Balik bersandar pada kepala deliyah.
"Aku pernah mendengar dari seorang teman dan juga dari sebuah bacaan kitab suci umat muslim"
"Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi seorang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu," HR Tirmidzi.
"Karena Tuhan adalah zat yang Maha Membolak-Balikkan hati, belum tentu seseorang yang sangat kamu cintai saat ini adalah sebenar-benarnya jodohmu. Pun, belum tentu sosok yang sangat kamu benci dan hindari selama ini adalah sosok yang akan terus jauh darimu. Bisa jadi, ia adalah sosok pemilik nama yang selama ini tertulis sebagai jodohmu"
Laki-laki itu berusaha menjelaskan beberapa hal pada gadis itu menjadi sebuah ilmu dan pemahaman.
"Jadi jangan kecewa dan bersedih, sejatinya pernikahan Asha dan Eden di hari kemarin sudah di garis kan oleh Tuhan, jika kamu Merasa kecewa dan menjadi tidak ikhlas, itu artinya kamu tidak ingin menerima suratan takdir yang telah di tetapkan Tuhan kepada umat nya hmmm"
Setelah berkata begitu Abigail menepuk-nepuk punggung deliyah untuk beberapa waktu.
Deliyah sejenak membuka bola matanya, gadis itu membenamkan posisi duduk nya, dia langsung menatap ke arah Abigail, menyusuri rahang wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu.
Seketika senyuman manis mengembang di wajah gadis itu, dia baru tahu laki-laki itu bisa menjadi begitu bijaksana dalam berpikir.