Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Tubuh yang terasa tidak enak



Sejak 3 hari ini perut Lea terasa tidak enak, awalnya setiap makanan yang masuk terasa ingin dia keluarkan kembali hingga akhirnya hari ini sejak pagi seluruh makanan yang masuk tahu-tahu keluar tanpa henti.


Dia pikir mungkin dia tengah terserang demam, cuma makan obat masuk angin juga mengatakannya angin di perut serta di tengkuknya, Lea pikir mungkin rasa tidak enaknya akan menghilang dengan sendirinya.


Tapi siapa sangka 3 hari berlalu tidak ada perubahan sama sekali, dia malah seperti ingin mati karena keadaan.


Bahkan sial nya hari ini isi perutnya tergerus dengan sempurna.


Luck jelas saja panik melihat keadaan Lea, dia fikir sebaiknya sang istri pergi ke rumah sakit, tapi jelas sangat sulit sekali membujuk sang istri agar pergi ke rumah sakit atau ke dokter, perempuan itu benci dengan aroma rumah sakit dan sangat tidak suka dengan jarum suntik apa lagi harus menelan obat-obatan yang tidak dia sukai.


Rasa trauma Lea pada peristiwa Mommy nya dirumah sakit dan di diagnosa gila membuat perempuan itu begitu takut berhadapan dengan jarum suntik dan orang-orang berpakaian dokter.


Sang istri pergi ke rumah sakit pun jika tidak dalam keadaan terdesak atau karena urusan keluarga jelas tidak ingin berada disana.


Tempo hari Lea pergi ke rumah sakit untuk menemui dirinya setelah habis berperang melawan Brenda dan Alestor dalam keadaan terpaksa.


jika bukan karena mengkhawatirkan dirinya, bisa dia jamin Lea Tidak akan mau datang ke rumah sakit kala itu.


"Kemarilah"


ucap Luck pelan ke arah Lea.


laki-laki itu menunggu Lea untuk naik ke atas kasur.


sang istri dari kamar mandi langsung beranjak naik atas kasur berbaring di samping Luck kemudian langsung masuk kedalam pelukan sang suami.



...(Hanya visual)...


...Bayangkan ini Babang Luck dan Lea🤭💋😜....


"Muntah lagi?"


Tanya luck sambil menggenggam erat tubuh Lea, memasukkan Perempuan itu kedalam pelukan nya yang erat.


"Hmmm"


Lea hanya menyahut pelan, enggan bergerak karena rasa pusing dan mual.


"Ini sudah yang keberapa kali nya hmm?"


Tanya Luck pelan.


Dia mengelus lembut kepala Lea untuk beberapa waktu.


Ucap Lea sambil terus membenamkan wajahnya di dada Luck.


Satu-satunya yang bisa menghilangkan rasa mual dan pusing nya hanya aroma sang suami.


Karena itu selama beberapa hari ini, dia selalu menunggu kepulangan Luck agar bisa masuk kedalam dekapan laki-laki itu.


"jika besok masih seperti ini, aku akan panggilkan dokter pribadi Stephard Hmmmm, aku mohon jangan menolak nya lagi, kamu membuat ku khawatir sayang"


Ucap luck sambil menggosok perlahan punggung Lea.


"Aku tidak mau"


Ucap Lea sambil menggelengkan kepalanya.


Lagi-lagi rasa pening menghantam dirinya.


"Ohhh "


Seketika Lea mempererat pelukannya, dia tiba-tiba menangis karena kesal.


"Aku benci sakit"


Ucap nya sambil terisak.


"Padahal aku menjaga dengan baik pola makan ku, bahkan aku tidak makan yang aneh-aneh dikampus"


Rengek nya sambil menghentakkan kakinya dengan perasaan kesal.


Luck mencoba menahan tawanya saat melihat ekspresi dan mendengar keluh kesah Lea.


"Itu mungkin bukan karena salah makan, biasa nya kalau kita ingin sakit yah sakit saja, mungkin karena perubahan cuaca, jadi imun tubuh menjadi kurang bagus dan gampang terserang sakit secara tiba"


Ucap luck cepat.


Laki-laki itu memejamkan bola matanya sambil menggesek-gesekkan dagunya ke puncak kepala Lea.


"Besok biarkan dokter memeriksa mu hmmm"


Ucap laki-laki itu lantas mencium puncak kepala Lea secara perlahan.


"Hmmm"


Pada akhirnya perempuan itu hanya bisa menjawab dengan pasrah.