
Gadis itu berusaha menekan kesadarannya Sejak tadi, entah bagaimana akhir nya dia benar-benar berhasil menggigit lengan laki-laki tersebut hingga pegangannya melanggar dengan cepat, gadis itu buru-buru bergerak menyeret tubuhnya dan menyeret langkahnya ke arah sisi kanannya.
dia merangkak dengan bersusah payah ke arah kanan, bola matanya menatap pada senjata api yang dia bawa tadi yang terkapar di lantai saat ini, dengan sekuat tenaga dia bergerak ke arah kanan, namun kakinya berusaha ditarik dengan keras oleh laki-laki tersebut.
"Pelacur murahan, ****** sialan"
laki-laki itu mengumpat dengan perasaan yang begitu kesal, dia menarik paksa kaki gadis itu agar kembali ke tempatnya, namun gadis itu berusaha menerjangnya dengan sekuat tenaga.
Bak adegan film kriminal, dimana seorang psikopat gila yang akan memperkosa gadis di hadapannya, dalam cuaca malam yang begitu gelap gulita tanpa bulan dan bintang, menambah rasa takut dan juga horor disana.
Air mata gadis itu terus mengusir deras dari balik matanya, dia nyaris mendapatkan pistol yang ada di hadapannya tersebut, dengan sekuat tenaga mencoba untuk mencapainya, meskipun sangat sulit dia tetap berusaha hingga akhir.
sedangkan di bawah sana laki-laki itu terus menarik kakinya dengan sekuat tenaga, berkali-kali dia tersungkur ditarik ke belakang dan kembali mencoba bergerak merangkak ke arah depan.
suasana benar-benar terasa begitu mencekam, hingga akhirnya gadis tersebut berhasil mendapatkan pistol yang ada di hadapannya.
namun laki-laki itu menarik kakinya dengan sekuat tenaga dan kembali berhasil menyeretnya ke arah di mana posisinya semula berada.
laki-laki itu kembali mencoba memasukkan gadis itu di bawah kukungannya dan..
plakkkkkkk.
satu tamparan lagi mendarat di pipih kiri gadis tersebut hingga membuat gadis itu merasa kesadarannya mulai menipis, namun dengan sisa kekuatan tenaganya gadis itu mengacungkan pistolnya tepat di hadapan laki-laki itu, tapi hal tidak terduga terjadi laki-laki itu berusaha merebut pistol itu dari tangannya.
Tidak peduli ke mana nanti arah pistol tersebut yang jelas salah satu diantara mereka harus mati saat ini juga.
Di dalam kesadarannya mulai menghilang dia terus berusaha untuk memperjuangkan kehidupannya saat ini, bisa dilihat kemarahan laki-laki tersebut membuncah dan begitu mengerikan.
Dan percayalah laki-laki tersebut sekuat tenaga nya mencoba mengambil pistol dari tangan gadis tersebut.
cukup lama aksi saling rebut terjadi, berkali-kali laki-laki itu menampar gadis itu dengan perasaan kesal, sembari dia terus berusaha merebut pistol tersebut dengan kemarahan yang berada di ubun-ubun.
"Bit..ch"
dia mengumpat bahkan memaki gadis itu tanpa henti.
bisa gadis itu rasakan kesadarannya benar-benar menipis, dengan nafas tersengal-senang dia masih berusaha untuk menarik pelatuk pistol tersebut hingga akhirnya satu hal tidak terduga terjadi.
Dorrrrrrr.
Entah bagaimana pada akhirnya sebuah suara pistol memecahkan dengan malam, tidak tahu siapa yang lebih dulu yang tertembak, dirinya atau laki-laki tersebut diiringi dengan kesadarannya yang perlahan mulai menghilang.
Tapi dia bisa merasakan seolah-olah darah segar mengalir di atas lantai dan mengenai tubuhnya.
Jika ini adalah kematian ku, aku benar-benar berterimakasih tuhan.