Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mencoba menyambung kan benang kusut



perempuan itu tampak duduk sebuah bangku halte xxxxxx, sejenak dia bersandar ke sisi kirinya sambil memejamkan pelan bola matanya, kepalanya terasa ingin pecah dengan jutaan persoalan yang melanda.



Sejenak Ramira menarik nafasnya sambil membuka cepat bola matanya, perempuan itu meraih buku jurnal milik nya sambil meraih sebuah pulpen dari dalam tas nya.


Dia mencoret beberapa hal didalam sana.


Menjauhi Eden ✔️


Melepaskan Murat ✔️


Mempengaruhi Ailee ✔️


Berhasil membuat aland kembali ✔️


Membuat aishe kembali ke Indonesia ✔️


Bern MC Lucas ❓✖️


Al Fattah ❓✖️


Daddy biologis➡️MC Lucas ➡️brenda ⁉️✖️


Ramira masih berusaha menyambungkan benang kusut, apa yang menghubungkan semua hal di antara orang-orang ini, semua jelas masih menjadi tanda tanya besar di jurnal nya.


Daddy kandung nya, keluarga Al Fattah, keluarga MC Lucas dan Brenda sang perempuan penghancur keluarga Karl Al Jaber.


Mereka memiliki hubungan seperti apa di masa lalu?.


Batin Ramira dalam hati.


Ramira mengganggam erat kalung yang ada di lehernya, teka-teki siapa orang tua kandung nya dimasa lalu cukup membuat dirinya kesulitan dalam mencari tahu, dia masih ingin tahu siapa keluarga kandung Daddy nya.


Mereka bilang saat pertama kali keluarga Mommy nya menemukan daddy nya, laki-laki itu mengalami lupa ingatan permanen soal siapa dirinya yang sebenarnya.


Tapi orang-orang tidak punya petunjuk sama sekali soal Daddy nya, yang ada saat itu hanya sebuah kalung yang saat ini menempel di leher Ramira dan sebuah pesan yang tertulis di sebuah kertas kecil yang tersimpan rapi di dalam saku baju Daddy nya.


Jangan lapor polisi, sembunyikan dia hingga aku menemukan nya.


Sebaris kalimat itu seolah-olah menjadi misteri yang begitu besar, membuat seluruh isi kepala nya nyaris hilang 1 per satu.


Ramira hanya bisa membuat kesimpulan kecil, Daddy kandungan nya yang jelas bukan dari kalangan bawah, kematian Daddy dan tragedi Mommy nya artinya bukan hanya melibatkan Karl Al Jaber tapi juga melibatkan perempuan bernama Brenda itu.


Jika dia tidak salah menerka, pasti ada sesuatu yang terjadi antara Daddy nya dan Brenda di masa lalu, wanita itu pasti memanfaatkan Karl untuk sesuatu yang hingga hari ini belum dia ketahui.


"Ohhhhh tuhan,apa yang kau lakukan."


Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Ramira.


Perempuan itu buru-buru menoleh, seorang nenek-nenek di sudut halte ujung sana tampak marah, menarik tas nya dari tangan seorang laki-laki berusia sekitar 20 tahunan.


Ramira jelas mengerut kan dahi nya,dia fikir apa ini Copet?, begitu Ramira menoleh ke kiri dan kanan nya tampak begitu sepi tidak ada orang lain di antara mereka.


Saat laki-laki itu menarik dengan paksa tas nenek itu hingga membuat nenek tua itu tersungkur lantas laki-laki itu berusaha kabur dengan membawa tas nenek tersebut, Ramira jelas terkejut, secepat kilat Ramira berdiri dan...


Braakkkkkkk


Gadis itu menerjang cepat laki-laki itu.


Sang laki-laki itu jelas terkejut, langsung berusaha berdiri sambil mengeluarkan sebuah pisau di tangan nya, sang nenek terbelalak kaget, Ramira jelas menaikkan ujung alisnya.


"Yang benar saja"


Umpat Ramira cepat sambil mendengus tidak percaya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu menyerang Ramira tanpa basa-basi.