Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Apa lagi ini



Lea terus membuang pandangannya dari luck, gadis itu terus menatap ke arah sisi kirinya tanpa berniat menoleh ke arah luck sedikit pun.


Rasa kesal, dongkol dan marah jelas bercampur aduk menjadi satu saat ini, Lea fikir tega sekali laki-laki itu menuduh nya yang tidak-tidak, padahal dia jelas menganggap uncle Farhan persis seperti pengganti daddy nya.


Dulu saat di Indonesia, yang paling memperhatikan dirinya jelas uncle farhan dan Untie Ramira, karena itu dia sering mondar-mandir ke club malam untuk bertemu 2 orang itu, sebab kenyataannya uncle Farhan adalah pemilik resmi beberapa club malam paling terbesar di Jakarta itu dengan beberapa anak cabangnya.


Mungkin karena sering mondar-mandir ke club malam milik uncle Farhan nya itu maka image Lea jadi buruk Dimata banyak orang.


Dikala jenuh dan bosan Lea dan selim pasti menghabiskan waktu di club malam mana uncle Farhan dan Untie selena nya berada, meskipun mereka berdua kesana, bukan berarti diri nya tidak dibawah pengawasan pasangan itu.


Jika aneh-aneh bisa jadi Lea di marah habis-habisan oleh uncle Farhan dan Untie selena.


Dulu Mina adik uncle Farhan nya itu sering memperingati Lea agar mencoba mengklarifikasi soal kenyataan diri nya pada teman-teman sekolah agar image Lea jadi tidak Hancur, tapi Lea jelas bukan type gadis yang suka memberikan penjelasan, merasa benar, berkoar-koar kesana-kemari, dia membiarkan Waktu berjalan sendiri dan membuka kenyataan soal dirinya.


Toh dia fikir manusia memang seperti itu, selalu menilai seseorang tanpa melihat dulu realita nya, mungkin sudah seperti itu sifat yang ada pada diri Manusia, jadi Lea mencoba memaklumi nya, toh dia juga bukan orang yang sempurna.


Lea sejenak menarik kasar nafasnya.


Luck sejak tadi mencoba bersandar di kursi mobil belakang, dia mencoba memijat kepalanya yang awal nya tidak sakit tiba-tiba menjadi sakit itu.


Kegilaan yang benar-benar konyol, bahkan karena kejadian tadi dia harus membatalkan pertemuan nya dengan klien nya hari ini.


"Tuan?"


Lena bertanya sambil melirik melalui kaca mobil depan, Lena butuh keputusan pasti dari sang tuan, kemana mereka harus pergi saat ini.


"Langsung pulang kerumah"


Jawab luck cepat tanpa basa-basi.


Laki-laki itu melirik sejenak ke arah Lea, lantas luck menarik kasar nafasnya.


Mereka bahkan tidak bicara sepanjang perjalanan pulang, bahkan luck bingung harus memulai pembicaraan dari mana, apa dia harus minta maaf lebih dulu?.


Yang benar saja.


Batin Luck.


Dia jelas tidak akan pernah melakukan nya.


I'm luck, tidak akan minta maaf lebih dulu pada orang lain.


Ucap luck dalam hati.


Dan hingga akhirnya mereka tiba di mansion luck dan mereka benar-benar tidak saling bicara antara satu dengan yang lainnya.


Lea secepat kilat keluar dari dalam mobil mereka dan dengan gerakan kasar gadis itu membanting pintu mobil masih dengan perasaan dongkol, gadis itu langsung melesat pergi menuju ke dalam mansion.


"Kamu kembalilah ke kantor, aku fikir harus menyelesaikan semua kesalahpahaman ini dengan Lea"


luck bicara cepat kearah Lena, membiarkan perempuan itu agar segera kembali ke kantor.


Lena mengangguk cepat lantas langsung berlalu dari hadapan luck.


Namun saat luck baru saja berbalik, tiba-tiba saja Lea lari dengan tergesa-gesa menuju ke arah diri nya, luck jelas mengerutkan keningnya, dia fikir ada apa dengan gadis itu? ingin memukul nya kah?


Seketika luck mundur beberapa langkah, persis seperti suami yang takut pada istri nya, jantung luck jelas berdetak begitu kencang, rasa panik menyelimuti wajahnya.


Wait...?!


Luck mencoba untuk memasang ancang-ancang, tapi rupanya apa yang di takut kan sama sekali tidak terjadi, Lea Secara spontan berkata.


"Ini gawat"


"What?"


Tanya luck gugup, màsih mencoba menetralisir jantung nya.


Gila, apa aku termasuk type suami-suami takut istri? oh shi..t.


Umpat luck tidak percaya.


"Aku fikir ada beberapa orang didalam mansion, dan... "


Lea menggigit pelan bibirnya.


"Mereka seperti nya adalah Mommy dan Daddy mertua"


Ucap Lea mencoba memastikan, dia fikir itu pasti Mommy dan Daddy luck, belum lagi wanita tua yang seperti nya adalah grandma nya luck.


"What? oh god!"


Seketika luck terkejut dengan ucapan Lea, baru saja kaki luck akan melangkah tiba-tiba dihadapan nya muncul wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya yang berdiri dengan jutaan tatapan pada diri nya.


"Mom? Dad?"


Luck seketika membeku.


Apa lagi kali ini?


Batin nya dalam hati.