Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Api kemarahan



Mungkin akal waras luck sedang tidak berfungsi saat ini,tidak tahu kenapa tapi kemarahan nya cukup membuncah.


Rasanya wajahnya menjadi begitu panas, baik drai arah telinga, hidung bahkan bola matanya, laki-laki itu secepat kilat berjalan dengan gerakan tergesa-gesa menuju ke arah Lea dan laki-laki yang merupakan saudara tertua nya itu.


Dengan gerakan kasar luck menarik tubuh Lea agar lepas dari pelukan laki-laki itu


"Apa yang kamu lakukan, Farhan?"


Pertanyaan itu jelas terlontar ke arah sang kakak laki-laki nya, setelah sekian lama tidak bertemu sekali nya bertemu suasana menjadi lebih canggung dari pada di saat pertengkaran pertama mereka ketika membahas Liliana di masa lalu.


Mungkin tepatnya luck masih begitu marah karena Farhan sang kakak nya itu pernah tidur dengan kekasihnya, dan otak luck lagi-lagi tidak berfungsi dengan baik dan berfikir mungkin Farhan kembali berniat untuk mendapatkan Lea di belakang nya secara diam-diam.


"Uncle?"


Lea tampak terkejut saat tahu siapa yang menarik kasar tubuhnya, bisa dia lihat kemarahan yang begitu hebat di balik bola mata itu, bahkan rahang luck jelas saling mengerat dengan sempurna.


"Kenapa uncle kemari?"


Tanya Lea dengan suara tercekat.


Alih-alih menjawab ucapan Lea, laki-laki itu langsung berkata pada sang asisten nya.


"Bawa dia ke mobil sekarang juga, Lena"


Perempuan didamping luck itu menundukkan pelan kepalanya.


"Uncle?"


Lea menatap bingung ke arah luck.


"Turun ke bawah dan tunggu aku di mobil"


Luck menatap tajam bola mata Lea, bisa dilihat ekspresi gadis itu yang tiba-tiba berubah mendung, lea seolah-olah ingin menangis saat melihat luck bicara begitu kasar kearah nya.


"Jangan membentak seorang gadis kecil"


Farhan jelas tidak suka melihat ekspresi luck yang dia anggap terlalu berlebihan, dia mencoba menarik tangan Lea namun dengan cepat luck balik menarik Lea.


Aihhhh??? ada apa ini?


Lea jelas bingung dengan keadaan.


"Kenapa? apa kamu kembali tertarik dengan barang milik ku?"


Luck jelas melotot kesal menatap sang kakak, menarik Lea hingga masuk kedalam dekapannya.


"Apa kamu lagi-lagi sedang merencanakan sesuatu yang tidak aku ketahui?"


Saat luck bicara dengan penuh kemarahan, Farhan tampak terkekeh.


"Apa kamu masih marah soal masa lalu?"


Tanya laki-laki itu sambil menaikkan ujung alisnya.


"Aku fikir kita sudah melupakan soal perempuan itu dimasa kemarin"


lanjut Farhan lagi.


"Aku sudah melupakan nya, tapi tindakan hari ini seolah-olah membuat aku berfikir kamu lagi-lagi sedang menginginkan apa yang seharusnya menjadi milik ku sekali lagi"


"Uncle, kenapa dengan kalian?"


Lea jelas terlihat marah saat melihat dua orang dewasa itu mulai berdebat dalam keadaan tidak jelas, orang-orang bahkan mulai melihat kearah mereka saat ini.


Luck bertanya cepat kearah Lea, laki-laki itu tiba-tiba menelusuri jari-jari Lea.


"Mau berselingkuh? bahkan tidak menggunakan cincin pernikahan kita?"


"Ya?"


Sejenak Lea sadar, tadi dia melepaskan cincin pernikahan mereka saat dia bertemu di Selim, Lea hanya belum siap menjelaskan soal realita kehidupan nya saat ini pada laki-laki itu.


"Aku lupa memakai nya kembali"


Ucap Lea pelan.


"Kenapa? karena dia? biar tidak tahu kamu sudah menikah?"


"Uncle"


"Aku bukan uncle mu, aku suami kamu"


Bentak luck dengan nada menggebu-gebu.


Tidak tahu kenapa dia merasa begitu marah saat ini, dia tidak bisa menetralisir kemarahan nya setiap kali berhadapan dengan Farhan.


Luck melepas kan pelukan nya.


"Mau melarikan diri lagi? kali ini bahkan berani mau lari dengan laki-laki lain?"


"Mau tidur dengan dia?"


Mendengar nada suara luck yang cukup meninggi hingga terus menerus menyudutkan dirinya, seketika jantung Lea berdetak dengan kencang saat luck bahkan bicara seolah-olah dia begitu jelek Dimata laki-laki itu.


Tangan Lea seketika bergerak dengan cepat.


Plak


Dalam hitungan detik, gadis itu mendaratkan tamparan nya ke wajah laki-laki itu.


Luck seketika diam membeku, menatap tidak percaya apa yang barusan Lea lakukan padanya.


Farhan dan Lena juga tampak membeku.


"Apa aku begitu buruk Dimata kamu? apa kamu pernah melihat aku bergandengan tangan dengan laki-laki lain? pernah melihat aku berciuman bahkan tidur dengan laki-laki lain? apa cover ku terlihat begitu buruk sehingga kamu berfikir aku benar-benar sudah tidak punya harga diri?"


Pekik Lea dengan perasaan yang begitu menggebu-gebu, dia benar-benar menghilangkan etika nya dalam memanggil laki-laki itu.


Tidak peduli bagaimana orang-orang melihat pertengkaran mereka, yang jelas Lea benar-benar marah saat laki-laki itu menilai begitu buruk soal diri nya.


"I hate you"


Teriak Lea sambil mendorong dada luck dengan jutaan emosi yang menggebu, seketika air mata gadis itu tumpah, sepersekian detik kemudian secepat kilat Lea melesat meninggalkan semua orang yang masih membeku dengan keadaan.


Farhan menunjukkan jemari nya ke arah luck, dengan kemarahan yang sama dia berkata.


"Kau fikir aku menyukai gadis itu? dia sudah persis seperti anak ku sendiri, bagaimana mungkin aku berfikir untuk macam-macam dengan nya?"


"Kau benar-benar gila"


Umpat Farhan lantas berusaha untuk mengejar langkah Lea dengan cepat.


Oh shi.t.


Luck jelas mengumpat kesal