Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Semua orang hampir mendapatkan kebahagiaan



Hari ini


1 bulan lebih setelah Ramira menghilang


Setelah memusnahkan Alestor dan banyak nya kekacauan yang terjadi, keluarga Al Jaber dan all Fattah menunda pesta perayaan pernikahan Belle dan Bern hingga ke 2 bulan berikutnya, tanggal perayaan nya di undur atas rundingan besar bersama 3 keluarga Al Jaber-al Fattah- de Lucas.


Sebab posisi Waktu di hari kemarin benar-benar kacau, belum lagi Keluarga de Lucas dan Hurairah meminta waktu agar Ramira menenangkan dirinya di satu tempat yang tidak bisa mereka katakan di mana.


Brenda dan Alestor sama sekali tidak tewas didalam pertempuran besar kemarin, Winda dan Eden hanya melumpuhkan kaki serta tangan mereka.


Berita mencuat begitu besar, kemerahan keluarga Hurairah karena ditipu habis-habisan benar-benar tidak terbendung lagi, mereka membuat 2 manusia itu benar-benar tidak bisa bernafas di penjara.


Apalagi Brenda mengambil paksa Liliana di masa lalu dimalam ke celakaan Ibrahim dan istri nya, pura-pura menjadikan Liliana putri nya dan memanfaatkan gadis itu juga menyiksanya selama berpuluh-puluh tahun, bahkan Liliana pernah dipaksa melakukan aborsi demi memenuhi ambisi Brenda.


Bisa dibayangkan bagaimana Brenda menikmati hukuman nya di jeruji besi saat ini atas kemarahan Hurairah dan de Lucas company.


Liliana sadar dari koma nya, Farhan jelas tidak mau melepaskan perempuan itu sekali lagi. Keluarga Stephard awalnya keberatan dengan pernikahan yang ditukar, tapi begitu mengetahui kenyataan jika Liliana adik bungsu Ramira dan juga cucu laki-laki paling kaya dan berpengaruh di daratan Eropa, yanh tak lain dari keluarga Hurairah seketika membuat keluarga Stephard terkejut setengah mati.


Mereka fikir bagaimana bisa keadaan seperti itu terjadi.


Hingga akhirnya mereka Menukar semua undangan dan tetap melanjutkan pernikahan Farhan dengan pengantin perempuan yang diganti.


Lamaran keluarga Hurairah pada Mina di terima dengan penuh sukacita oleh keluarga Stephard, tapi pada waktu itu Mina mengajukan syarat pesta perayaan pernikahan di lakukan di tahun berikutnya mengingat dia harus fokus pada kuliahnya, mereka hanya melewati pernikahan secara ke agamaan terlebih dahulu mengingat ketakutan keluarga besar Hurairah soal menghindari terjadi nya hubungan buruk di luar pernikahan yang bisa merusak moral anak-anak.


Apalagi pernikahan Farhan akan dilaksanakan di tahun ini, mereka fikir tidak baik 2 bersaudara merayakan pernikahan besar-besaran di tahun yang sama.


Dan Mina dan Emir sepakat untuk menunda kehamilan dulu tapi dengan cara aman, sebab Emir tahu Mina masih harus mengejar cita-cita nya, impian nya dan masa depan nya.


Ergin jelas kecewa besar saat tahu sang kakak nya melamar gadis yang dia sukai selama bertahun-tahun lama nya itu, awalnya laki-laki itu benar-benar kecewa dengan keadaan, tapi satu nasehat sang Mommy nya kala itu yang membuat dirinya sadar akan rasa kecewa nya.


"Ingin kita paksakan seperti apapun itu, jodoh jika bukan milik kita maka tidak akan jadi milik kita, meskipun kamu masukkan dia kedalam sebuah peti, kamu sembunyikan lagi didalam berlapis-lapis peti,kamu lempar dia menuju ke laut Atlantik, kamu tenggelamkan lagi dia ke dalam samudera Hindia, jika dia jodoh mu maka dia akan terseret arus hingga pada akhirnya akan kembali pada mu"


"Tapi jika dia bukan jodoh mu, sekuat apa kamu mengikat nya di kaki dan tangan mu, ikatan itu pada akhirnya akan terlepas juga"


"Jika Mina dan Emir tidak berjodoh, jika mereka tidak saling menyukai, maka sejak awal Mina pasti sudah menolak nya, dia pasti akan berkata dengan lantang tidak menginginkan pernikahan nya, tapi disini..."


Mommy nya meletakkan tangan nya ke dada Ergin.


"Hati nya tahu jika dia juga diam-diam tanpa sengaja sudah jatuh cinta pada Emir"


"Karena itu saat lamaran datang dia tidak menolaknya, berbeda saat kamu menginginkan nya, disini...dihati nya menolak, karena dia tahu tidak ada cinta di hati nya untuk diri mu"


Laki-laki itu jelas kehilangan kata-kata nya.


*********


Institut Français de la Mode (IFM)


Prancis


17.10 pm


Mina melesat keluar dari gedung Institut Français de la Mode (IFM) dengan tergesa-gesa, dia fikir Emir cukup lama menunggu nya di depan sana sejak tadi.


"Apa aku terlambat?"


Tanya Mina cepat sambil Membuka pintu mobil depan, meletakkan tas dan beberapa buku nya ke kursi belakang.


"Hmmm tidak juga"


Jawab Emir sambil mengembangkan senyuman nya.


Mina tampak menghela pelan nafasnya.


"Mereka membuat ku kerepotan dengan permintaan desain baru nya"


Keluh Mina beberapa waktu.


"Bukan kah itu satu keberuntungan? mereka mempercayakan kamu untuk melakukan nya"


"He em"


Mina mengangguk pelan.


"Katakan pada ku, kita akan pergi makan malam kemana?"


"Apapun yang kamu suka, aku akan menikmati nya"


"No sayang, kita harus sama-sama menyukainya, itu nama nya adil dan seimbang"


"Ah iya"


Mina terkekeh kecil.


Dia kadang lupa, mereka sudah sepakat untuk melakukan apapun dengan diskusi baik, tidak boleh ada yang saling egois dan memaksakan kehendak sendiri, harus ada timbang rasa, jika tidak suka pada sesuatu mereka bisa saling mendiskusikan diri berdua agar tidak timbul konflik didalam pernikahan mereka.


"Apakah makanan pedas akan jadi masalah?"


Tanya Mina cepat.


"Jangan terlalu pedas, sebab perut ku tidak sekuat perut kamu sayang"


"Hmmm makanan China boleh?"


"Itu ide yang baik, kita bisa cari restoran dengan menu lengkap, bisa memilih satu di antara yang lainnya mau?"


"Bukan ide buruk"


Jawab Mina cepat.


"Baiklah"


Ucap Emir sambil mengembangkan senyuman nya.


"Kak"


"Hmmm?"


"Aku fikir besok malam kita makan di apartemen saja, Karena besok hari libur ku"


"Boleh, apa kita akan membuat makanan sendiri?"


"He em"


"Kalau begitu setelah makan malam nanti kita bisa memilih beberapa sayuran favorit untuk dijadikan menu masakan untuk besok"


Ucap Emir dengan perasaan senang.


"Ini masakan pertama yang akan aku nikmati Bersama istri kecil ku"


Mina terkekeh mendengar ucapan Emir.


"Maafkan aku karena terlalu sibuk dengan urusan kuliah"


Ucap Mina sambil menoleh ke arah Emir, menatap wajah teduh penuh kesabaran itu.


Satu tangan Emir langsung menyentuh lembut kepala Mina, mengusap nya secara perlahan.


"Kita sudah menyepakati nya sejak awal, jadi tidak boleh ada yang merasa ditekan atau tertekan didalam pernikahan kita"


"Saat ada yang mengganjal kita tetap akan mendiskusikan nya"


Mina melebarkan senyumannya, sepersekian detik kemudian dia langsung melesakkan ciuman nya ke pipi laki-laki itu.


"Wow...apa ini termasuk bonus? apa ini kode?"


mendengar candaan Emir, Mina jelas terkekeh.


Yah memasuki 1 minggu pernikahan mereka, mereka belum pula melewati malam pertama karena kesibukan mereka yang terus bergelut dengan waktu yang begitu rapat.


"Anggap saja begitu"


kekeh mina sambil menatap lurus ke depan.


"Besok sudah boleh?"


Goda Emir sambil ikut terkekeh.


Alih-alih menjawab Mina malah mengulum senyumannya, melirik ke arah laki-laki itu sejenak lalu kembali menatap lurus ke depan.