
Masa Vio dan Edo.
"Kamu dengar? sebaiknya kita pesan jeruk hangat"
Ucapka Vio pada sang sahabat nya Ailee.
Mereka tengah menghabiskan makanan di kantin sekolah, memesan bakso kesukaan mereka ditemani jeruk hangat yang kata nya bisa membakar lemak.
Bayangkan yang dibakar lemak yang dimana sebenarnya? Tubuh mereka jelas tidak gendut tapi anak-anak SMA terlalu pusing memikirkan soal perkataan orang dewasa, Mereka dengan tingkat penasaran terlalu tinggi selalu ingin tahu persoalan yang seharusnya bukan menjadi urusan mereka.
Bahkan obrolan mereka kadang cukup ngawur dan tidak masuk akal, seperti...
"Aku iri melihat kakak-kakak kelas yang sudah tamat sekolah dan bekerja, kalian lihat? mereka menggunakan pakaian kantoran, menggunakan sepatu hak tinggi, boleh pakai cat kuku bahkan berdandan sambil mengecat rambut mereka"
"Kenapa jadi anak sekolahan begitu menyiksa?"
"aku ingin cepat-cepat bekerja, bukan kah keren menggunakan tas Dan dompet yang isi nya uang semua?"
"Tapi Daddy mu kan banyak uang nya?"
"Tapi kan hasil dari gaji sendiri pasti lebih keren"
"Daddy mu juga kaya raya kok"
"Daddy ku bilang kami memang kaya, tapi bukan berarti kamu harus hidup menghambur-hamburkan uang,itu menyebalkan"
"Ckckck enak nya jika sudah kerja"
"Benar, bahkan mereka boleh menggunakan eyeliner dan pondation dengan tebal"
"Lihat bahkan mereka pakai bulu mata palsu bukan?"
"Pakai jepit rambut aneka macam juga boleh, bahkan bisa pakai sepatu warna-warni kan?"
"Kalau kita menggunakan nya, para guru pembimbing akan berkata apa kalian mau mandi?pakai cepol rambut tinggi-tinggi? gila kan itu cantik? seperti gaya-gaya di TV TV? masa di bilang Cepolan mandi?"
Seketika semua orang terkekeh.
Mina buru-buru menyambar.
"Bahkan ya..saat aku menggunakan gelang tangan guru pembimbing akan bilang Heiii kamu mau jualan gelang? padahal gelang nya kan lagi tren sesuai melodrama yang tadi masuk trending topik!"
"Akhhhh aku benar-benar ingin cepat-cepat kita tamat sekolah saja, bukankah jadi orang dewasa menyenangkan?"
Ailee bicara sambil meletakkan kedua tangan nya di kedua belah pipinya.
"Ahhhhh andaikan kita bisa memutar waktu dengan cepat"
Rengek Vio sambil meletakkan wajah nya.
"Bisa-bisa ambil jam lalu putar saja jarum jam nya"
Ucap Lea cepat.
"Mana bisa"
"Alamakkkk bikin kaget"
"Kamu sih suka aneh-aneh"
Sungut Mina kesal.
"Kan kata nya putar waktu? tinggal putar saja jarum jam nya"
"Bukan begitu babang ih, maksud nya seperti mesin waktu itu loh"
"Kita masuk kemasa depan gitu tulalit"
"Ishhhh siapa yang tulalit, tentu saja aku tahu, tapi kan khayalan kalian terlalu tinggi"
Oceh Lea kemudian.
"Kalau bisa memutar waktu aku ingin tahu apa yang akan terjadi pada ku 2-3 tahun ke depan, apa aku sudah punya kekasih?"
Lea mendongakkan kepalanya, bola mata nya tampak menoleh ke atas.
"Apa mungkin kekasih ku seperti beberapa aktor tampan yang di TV TV?"
"Aiyooo dia mencoba berkhayal ckckckck"
Mina mengejek lantas terkekeh.
"Ahh lupakan saja, jangan fikirkan soal kapan kita bekerja, ngomong-ngomong apa kamu tidak tahu jika Daddy mu sudah pulang?"
Vio tiba-tiba bicara sambil menatap dalam bola mata Eilee.
Gadis itu masih sibuk menyesap jeruk hangat nya, mendengar ucapan sang sahabat tiba-tiba dia membulatkan bola matanya.
"Apa?"
"Kemarin Daddy mu mampir ke apartemen kami"
Seketika Ailee terkejut, rona wajah bahagia bercampur kecewa terlihat dari balik wajak cantik gadis itu.
"Daddy tidak bilang pada ku"
Ucap nya sambil menelan kasar Saliva nya.
Seketika semua orang saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.
*******
Catatan \=
Ahhh Outhor Jadi ingat masa sekolah, obrolan masa sekolah dulu rata-rata begitu, mikir kok jadi orang dewasa, kerja, punya uang sendiri enak yah?
Tapi Setelah jadi dewasa, kerja, punya uang, berkeluarga bahkan punya anak baru mikir kok enak masa sekolah yaaa?
πππππ€£π€£π€£π©π©π©π π