
Disisi lain.
Flow terlihat sedikit gugup saat beberapa pegawai toko gallery mulai sibuk mengeluarkan gaun pernikahan mereka, membawa Flow ke kamar ganti Secara perlahan dan menunggu gadis tersebut untuk ikut bersama mereka masuk ke dalam ruang ganti.
Hari ini adalah waktu mereka untuk melakukan fitting pakaian pengantin, bayangkan bagaimana perasaan gadis tersebut saat ini, dia tidak menyangka mereka akan berjalan hingga sejauh ini, tidak pernah bermimpi untuk menikah dengan laki-laki ia telah duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna cream di ujung di sana.
Dia pikir pernikahan ini hanya akan menjadi pernikahan pura-pura, di mana mereka hanya membuat kontrak perjanjian beberapa waktu kemudian saling melepaskan antara satu dengan yang lainnya.
Tapi tidak seperti apa yang dia pikirkan, terkadang apa yang kita bayangkan tidak akan seperti apa yang kita harapkan, Tuhan selalu punya rencana lain untuk para umatnya.
Dia ingin apa yang diucapkan oleh Arsen kemarin, laki-laki itu tidak pernah beranggapan pernikahan di main-main.
"Aku benar-benar ingin menjalani pernikahan ini bersamamu, dari awal hingga akhir tanpa berpikir untuk pernah berpaling"
Kala itu bola mata laki-laki tersebut bicara sembari menatap dalam bola matanya, hal tersebut Sontak membuat Flow kehilangan kata-kata nya.
"Tapi.. bagaimana bisa kamu menjalani pernikahan bersama gadis yang tidak kamu cintai?"
Flow bertanya dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, jika boleh jujur dia jatuh cinta pada laki-laki di depannya karena sifatnya dan pribadinya yang begitu lembut serta baik.
Tidak dia temui laki-laki seperti itu di dalam seumur hidupnya, Arsen benar-benar laki-laki yang ada di luar ekspektasi.
Biasanya orang kaya raya akan menginjak-injak seseorang yang lemah dan miskin seperti dirinya, bahkan tidak jarang pernikahan yang diciptakan hanya dimanfaatkan untuk sebuah keuntungan dan kesenangan.
Tidak jarang laki-laki kaya seperti Arsen, akan memandang sebelah mata gadis miskin seperti dirinya, mungkin akan membuat sebuah surat perjanjian pernikahan atau bahkan hanya berharap dirinya menjadi gadis yang mencetak anak-anak generasi penerus orang-orang sekelas Arsen.
Tapi nyatanya apa yang dia takutkan sama sekali tidak terjadi, tidak sekalipun laki-laki tersebut memandangnya sebelah mata, apalagi berkata menyakitkan hatinya bahkan laki-laki tersebut tidak pernah sedikitpun menyinggung soal pernikahan yang saling menguntungkan atau merugikan sebelah pihak.
Bahkan yang paling mengejutkan laki-laki tersebut berkata dia tidak pernah menganggap pernikahan ini sebuah pernikahan main-main, di mana hanya ingin mendapatkan sebuah keuntungan atau keterpaksaan karena sebuah tekanan.
"Aku memang tidak mencintai kamu flow, tapi bukan kah cinta itu bisa datang seiring berjalannya waktu?!"
"aku percaya, memulai ikatan pernikahan tanpa landasan cinta bisa berhasil selama motif pernikahan tersebut bernilai positif. Karena dengan memiliki landasan yang tepat, keputusan untuk menikahi seseorang nantinya akan didasarkan pada sejumlah faktor yang mendukung tujuan pernikahan tersebut."
"Semua orang tahu, memilih pasangan hidup jelas berbeda tahapannya dengan sekadar memilih seorang kekasih. Ketika berpacaran, terlebih di masa muda, kebanyakan dari kita lebih tertarik untuk melihat aspek-aspek yang berkaitan dengan penampilan atau hal yang tampak di luar saja. Antara lain penampilan fisik, tampan dan cantik atau tidak, bisa di bawa ke manapun, dan sebagainya."
"Sedangkan saat memilih pasangan hidup, faktor intrinsik dari calon pasangan jauh lebih penting untuk dijadikan pertimbangan dalam menilai sosok si dia. Seperti seorang gadis harus mempertimbangkan bagaimana sifat calon suaminya misalnya, apakah ia memiliki kematangan emosional atau tidak, serta sudahkah ia mandiri secara finansial."
"Atau seorang laki-laki harus berpikir apakah dia cocok jadi istri yang baik, bisa membuat rumah menjadi nyaman, bisa membuat laki-laki Lelah bekerja menjadi hilang rasa lelah nya atau bisakah dia menjadi ibu yang baik dan bijak untuk para penerus mereka,baiklah pribadi dan ucapan nya? Pasalnya, sejumlah faktor ini sangat mempengaruhi jalannya pernikahan di kemudian hari"
"Jadi, kembali ke pertanyan dasar tadi, apa yang sedang kita cari saat ini? Kalau memang sungguh-sungguh ingin menikah, pastikan si dia memiliki aspek-aspek yang memang kita butuhkan dari seorang pasangan dalam pernikahan nanti."
"aku aku melihat itu terlebih dahulu, tidak langsung menerima tawaran dari mommy, berkata iya untuk menikahimu hanya karena atas dasar perjanjian, ada berbagai macam aspek yang aku pertimbangkan, karena bagiku pernikahan itu sekali dan begitu sakral, tidak pernah terpikirkan untuk memadai sebuah pernikahan karena sebuah perjanjian konyol"
"Ada banyak hal yang bisa kutemukan dalam diri mu flow, termasuk ada satu hal yang membuat aku jatuh cinta pada mu, kamu seolah-olah mengingat kan ku pada sosok seseorang yang aku lupa siapa, menciptakan satu kenyamanan tersendiri sejak di masa kecil hingga dewasa"
Arsen menghentikan ucapannya.
"Aku sama sekali tidak bisa menjelaskannya dengan detail, tapi melihatmu mengingatkan kepada seseorang yang tidak bisa aku jelaskan siapa"
Lanjut Arsen lagi.
"Apakah ini cukup nyaman, nona?"
Seketika suara seseorang mengejutkan flow dari lamunannya, seketika gadis tersebut menoleh ke asal suara di mana salah satu pelayan toko bertanya sembari mencoba untuk mengencangkan gaun pengantin nya.
Dia kini berdiri tepat di hadapan sebuah kaca besar, menatap dirinya yang telah menggunakan gaun pengantin indah yang selalu menjadi impiannya.
Seketika bola matanya berkaca-kaca saat menatap dirinya, persis seperti seorang Putri yang akan pergi menemui pangeran impiannya.
"Ini sudah cukup nyaman"
Flow menjawab pelan, sembari bola matanya terus menatapi penampilannya, mengagumi dirinya sendiri di dalam cermin yang ada di hadapannya udah berpikir ini benar-benar bukan mimpi.
Setelah pelayan toko tersebut mengencangkan gaunnya dan memperbaiki penampilannya, secara perlahan tirai kamar ganti tersebut di naikkan.
"Kita akan minta pengantin laki-laki nya melihat pengantin perempuan nya dan gaunnya"
Perempuan itu berbisik ke arah flow sembari mengembangkan senyumannya.
Gadis itu terlihat diam tidak menjawab sama sekali.
Begitu tirai terbuka secara sempurna Arsen yang telah berdiri tepat di depan tak berganti tersebut, bisa dilihat bagaimana bola mata laki-laki itu menatap ke arah, bola mata arsen sama sekali tidak mau terlepas melihat penampilan gadis dihadapannya.
Awalnya laki-laki tersebut membeku untuk beberapa waktu, menikmati pemandangan indah bagaikan kotak musik yang di dalamnya terdapat sebuah patung dewi pahatan Yunani yang begitu indah dan cantik.
Laki-laki itu tampak berdebar-debar, menatap Flow dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan, kemudian arsen secara perlahan mengulurkan tangannya lantas laki-laki tersebut berkata.
"Kamu terlihat cantik dan sempurna"
Ucapnya sambil mengembangkan senyuman nya.
Ucapan laki-laki tersebut seketika membuat wajah Flow memerah.