
1 jam setelah kembali nya Keluarga
Azzura company.
Dari rumah sakit xxxxxxxx
Kamar VVIP Room Ramira.
Farhan mencoba menyeruak masuk kekamar Ramira, dia fikir dia harus bicara pada Ramira soal Liliana serta pernikahan mereka yang dibatalkan secara tiba-tiba.
Keluarga Stephard jelas gelagapan saat mendengar pengantin perempuan nya di tukar oleh dirinya dan Ramira, orang tua Farhan langsung melesat menuju kerumah sakit dan ingin tahu duduk permasalahannya.
Keluarga Hurairah juga dalam perjalanan ke rumah sakit untuk menemui dirinya dan cucu mereka.
Tapi begitu Farhan membuka pintu kamar tersebut, laki-laki itu tidak mendapati Ramira sama sekali didalam kamar itu.
Awalnya Farhan fikir Ramira berada di kamar mandi, tapi dalam waktu yang cukup lama sekitar ½ jam'an dia menunggu, perempuan itu tidak kunjung keluar dari dalam sana, saat dia mencoba memutar knop pintu dan melihat kedalam, perempuan itu benar-benar tidak ada disana.
Farhan jelas mengerutkan keningnya.
Laki-laki itu mencoba mencari Ramira keluar, ke ruang tamu tunggu, atap, taman, berkeliling rumah sakit bahkan ke tempat makan terdekat namun tidak juga menemukan perempuan itu.
Aneh nya 3 jam berlalu Ramira tidak kunjung kembali, Farhan pada akhirnya memilih untuk kembali kekamar Liliana untuk waktu yang cukup lama, kemudian saat Keluarga besar Stephard dan Hurairah datang perempuan itu tetap tidak terlihat.
Ada cerita yang membuat Farhan cukup ternganga soal sejarah keluarga Hurairah company tersebut, dimasa lalu Hurairah company memiliki putra tertua bernama Abraham sedangkan Daddy Ramira merupakan putra bungsu Hurairah company, jarak usia mereka jelas terpaut begitu jauh sekali, Abraham menikah di usia muda setelah menyelesaikan masa SMA nya, begitu putra Abraham lahir, Daddy Ramira Ibrahim juga lahir karena itu Abraham memberikan nama putra nya persis seperti nama adik nya Ibra de Lucas.
Namun karena skandal keserakahan di masa lalu Abraham hingga melibatkan kematian putri kembar Enar Hillatop yakni Aish hillatop hingga meninggal dunia, Abraham tewas di tangan putra nya sendiri Ibra de Lucas.
Sejak hari itu nama Abraham di musnahkan dari silsilah keluarga Hurairah company, dan Daddy Ramira menjadi putra tertua Hurairah dan mewarisi seluruh Hurairah company.
Tapi rupanya wanita masa lalu yang mencintai tuan Ghanem menjebak Daddy Ramira, membunuh nya didalam kecelakaan tragis bersama istri nya dan menukar identitas Daddy Ramira dengan Alestor.
Keluarga itu benar-benar terlibat banyak sekali persoalan pelik dimasa lalu secara turun temurun, tapi herannya meskipun persoalan pelik menghantam sama sekali tidak membuat keluarga itu kehilangan sedikit pun kekayaan serta saham nya.
Semakin lama keluarga itu semakin menguat atas bantuan banyak orang termasuk keluarga de Lucas.
Dan aneh nya saat ini disaat Farhan benar-benar tidak bisa menemukan Ramira, tidak tahu kenapa keluarga Hurairah sama sekali tidak menanyakan keberadaan perempuan itu, mereka Tampak fokus pada Liliana dan Terus melihat keadaan sang cucu bungsu.
Setelah itu Kakek tua Hurairah tuan Ghanem memutuskan untuk bicara 4 mata dengan nenek tua stephard dan Daddy Farhan untuk beberapa waktu hingga langit menggelap.
Kemudian keluarga Hurairah melesat pergi dari hadapan mereka.
Farhan masih tidak mengerti ada apa dengan semua nya, hingga akhirnya Eden tiba-tiba datang dengan perasaan yang begitu panik.
"Dimana Ramira?"
Eden bertanya dengan nada yang begitu kacau, nafasnya tampak tersengal-sengal.
"Ini sedikit aneh, apa Ramira tidak kembali ke kamarnya? sejak beberapa jam yang lalu dia pergi dan tiba-tiba menghilang begitu saja"
Ucap Farhan cepat.
"Dan ini membuat ku gelisah, aku sama sekali tidak bisa menghubungi diri nya"
Farhan jelas mengerutkan keningnya.
Dia Fikir Ramira tidak pernah seperti itu sebelumnya, apalagi kondisi Ramira sedang berbadan dua.
"Apa mungkin dia pulang ke mansion?"
Masih dengan perasaan bingung Farhan berusaha untuk menghubungi telpon di mansion nya.
Cukup lama namun tidak ada jawaban sama sekali.
Farhan mencoba menghubungi Ramira hasil nya nihil, handphone nya juga sama, tidak bisa di hubungi sejak tadi.
Sejenak Farhan berusaha berfikir.
Ada apa dengan perempuan itu?
Fikir nya dalam hati.
Tidak tahu kenapa tiba-tiba Farhan ingat soal sesuatu, dia mencoba untuk menghubungi seseorang dari seberang sana.
"Halo?".
terdengar sahutan dari arah seberang sana.
"Apa Ramira ada di sana?"
Seketika Farhan membeku saat mendapatkan soal kenyataan dari seberang sana.
Brakkkkk
Farhan langsung menjatuhkan handphone nya.
"Kau kenapa?"
Eden jelas menatap panik ke arah Farhan.
"Dia... benar-benar telah menghilang"
Ucap Farhan dengan nada tercekat.
"Apa?"
Eden jelas terkejut mendengar ucapan laki-laki itu.
"Dia benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan kemarin, dia benar-benar telah meninggal kan Manhattan Dan memutuskan untuk meninggalkan semua nya"
"Kau bilang apa?"
Seketika Eden kehilangan kata-kata.